AISYAH

AISYAH
(02) Aisyah


__ADS_3

Kami di minta berkumpul kembali. Semua orang tampak malas.


"NGAPAIN KALIAN PASANG WAJAH BEGITU?"


"KAMI CAPEK,


YANG DI BILANG TEMAN KAMI BENAR. INI BUKAN MOS TAPI AKSI BALAS DENDAM! YANG NYIKSA KALIAN DULU BUKAN KAMI TAPI SENIOR KALIAN!".


"BETUL!"


"LALU KENAPA KAMI YANG JADI SASARANNYA?


TUJUAN KAMI KE SINI SEKOLAH BUKAN DI PERBUDAK SEPERTI BINATANG."


"SETUJU!!"


"TEMAN TEMAN! PENDERITAAN KITA CUKUP SAMPAI DI SINI. APA KALIAN SETUJU KALAU KITA AKAN KEMBALI KE SEKOLAH INI SETELAH DI TENTUKANNYA TANGGAL SEKOLAH?"


"SETUJU!!!!


PULANG!!!!"


semua orang kompak. Aisyah tersenyum semua tampak senang. Kemudian semuanya bubar.


Seorang senior datang masuk ke lapangan semuanya tampak kacau. Senior yang lain terdiam menggeleng, mengeluh sedangkan Angel dia lihat tengah berdiri di mimbar.


"Adek adek semua..." seseorang mengambil alih microfon dari Rekannya dia Senior Aldo.


"Harap diam di tempat!" Tutur Aldo penuh penekanan.


"APA LAGI SIH KAK? KAMI CAPEK KAMI MANUSIA BUKAN HEWAN!"


"KAMI BUTUH MAKAN,


BUTUH ISTIRAHAT. BUKAN KAYAK GINI!"


Aldo tampak heran dengan apa yang terjadi.


"SENIOR! ADA YANG BISA JELASIN KEKACAUAN INI??" Aldo tampak marah. Semua Junior berteduh di koridor sekolah.


"Ini ada apa??" Aldo menghampiri rekannya. "Ayo cerita!. Iqbal! Angel!"


"JANGAN BILANG YANG DI KATAKAN MEREKA SEMUA BENAR?!"


Aldo ialah Ketua Osis di sekolah. Dia tidak hadir lantaran menemani siswi lain lomba sains.


Aldo tidak dapat menerima kekacauan semua ini.


"Angel, ikut aku sekarang!" Angel mendecak malas mengikuti Aldo masuk ke ruangan Osis.


"Angel, Jelasin semuanya.!"


"Apa yang harus di jelas kan? memperbudak mereka biasakan."


"Mereka siswa bukan budak.


Masa orientasi siswa bukan Aksi balas dendam aku tau kamu sakit hati karna kejadian 2 tahun lalu.


Itu sudah berlalu Angel."


"SAHABAT AKU MATI KARNA MOS INI. AKU NGAK BISA TERIMA, SAMPAI KAPAN PUN AKU DENDAM"

__ADS_1


"Angel, mereka tidak bersalah!


Kematin sahabat kamu bukan kesalahn mereka.


Maaf Angel, Aku copot jabatan kamu sebagai wakil ketua osis."


"APA? HA.. HAHA...


KALIAN SAMA AJA. BRENGSEK SEMUANYA!"


Angel melepas almamaternya dan kartu tanda panitia. Dia mengambil tasnya kemudian pergi.


Aldo menghela nafas gusar. Lalu kembali ke lapangan Dia berdiri di tengah lapangan di bawah terik matahari siang.


"ASSALAMMUALAIKUM WR WB


Saya Aldo Irawan selaku ketua Osis di sini. Maaf saya baru hadir di sini sekarang lantaran tadi saya ke provinsi menemani Rekan kita mengikuti Lomba Sains Alhamdulillah meraih juara 2.


Saya benar benar minta maaf dengan semua kekacauan hari ini. Saya minta Maaf atas nama semua anggota Osis" Aldo rukuk Meminta maaf untuk semuanya. Anggota Osis yang lain pun ikut meminta maaf dengan merukukkan badannya.


"Saya sungguh meminta maaf." Aldo benar benar menyesal. " Untuk Itu mos di tahun ini akan di selenggarakan selama 3 hari saja dalam waktu setengah hari. mulai besok kita pulang sebelum sholat ZUHUR."


"YEEEEESSS!" Sorak bahagia kami semua. Ketua osis sangat baik tapi di mana Senior Angel. Senior Iqbal pun pergi bersama dua senior cewek lainnya usai meminta maaf sejenak kepada kami semua.


"SENIOR.. TERIMA KASIH UNTUK KEBIJAKANNYA" Ucap Kompak beberapa siswa "TERIMA KASIH SENIOR" Kompak kami semua.


Usai lah Mos hari ini. Dan besok kami masih harus berserangam atribut yang sama dan kami lebih lega dengan Ketua osis yang memang baik hatinya.


"Aisyah..Kamu pulang naik apa?"


Windi dan Vani menyusul ku.


"Kebetulan aku ada yang jemput, Bareng aku aja gimana?" Tawar Vani.


"Aku juga naik vespa ke sekolah. Kamu nebeng sama aku atau vani?? iya sih vani??"


"Aisyahhh!" Aku mendengar suara lembut Bunda memanggil ku. "Bunda aku datang. Jadi kita pulang masing masing deh."


"Kalau gitu sampai jumpa besok" Windi lalu berjalan ke arah motornya yg terparkir cantik di antara motor lainnya.


Aku dan Vani berjalan bersama keluar gerbang sekolah. Aku melihat Vani di jemput seorang pria yang mengenakan seragam sekolah berbeda dari kami.


"Kulit kamu kok memerah gitu?"


"ya lah, panas panasan dari pagi kayak **** guling tau ngak."Celetuk Vani lalu melambaikan tangannya pada Aisyah.


"Teman kamu?"


"Ia Bunda." Aisyah masuk ke dalam mobil bersamaan dengan bundanya. "Gimana Sekolah kamu? bagus?"


"Bagus bunda. Aisyah suka."


"Aisyah..."


"Ia bunda."


"benar yang di katakan teman kamu tadi,


kalau kalian panas panasa dari pagi sampai siang?"


Aku sebenarnya tidak mau menceritaknnya pada bunda tapi apa boleh buat bunda sudah mendengarnya lebih dulu.

__ADS_1


"Ia bunda. Hanya untuk hari ini aja kok bunda. Mulai besok kami akan di kenalkan dengan seluruh isi sekolah dari visi misinya, Kegiatannya, para staf dan guru yang mengajar serta lingkungan sekolah secara menyeluruh."


"Mos emang harus nya gitu. Emang kalian tadi ngapain?"


"Tadi...


kami bersihin sekolah."


"Bersihin sekolah, Emang sekolah itu ngak punya staf kebersihan?"


"Ada Bunda. 2 orang staf tapi yang satunya izin sakit jadi karna sekolahnya luas kami semua memilih membantu membersihkan nya Bunda."


"Katanya sekolah bagus. Seharus nya staf kebersihan itu ada 4 atau 5 kan sekolahnya Luas."


Maaf bunda Aisyah bohong. Kalau Aisyah jujur bunda pasti marah lagian ketua osis sudah meminta maaf pada kami semua jadi tidak ada lagi yang harus di permasalahkan.


Gumpalan asap rokok keluar dari bibir seseorang yang begitu merah. Angel dia merokok di belakang gudang.


Seseorang pun mengambil rokok yang menggelantung di bibir Angel. Dia Iqbal


"Ngapain lo di sini?"


"Sejak kapan lo merokok?"


"Bukan urusan lo!"


Angel kembali menyalakan api rokok. Iqbal pun mengambilnya lagi dan seluruh isi kotaknya.


Lalu memberikan sebungkus permen karet.


Angel menepis tangan Iqbal kasar.


"Gue di pecat"


"Maksud lo dari Wakil Osis"


"Ia. Lo seneng kan,


lo sama Aldo itu sama aja"


"serah lo mau marah sama gue. Tindakan lo tadi itu emang ngak baik untung cuman Aldo yang datang kalau kepala sekolah gimana? Lo bisa aja di scor atau di keluarin dari sekolah. Itu lebih merumitkan Lo, Ngel."


"Ngak guna. Walaupun Gue di scor di keluarin ngak bakalan ada orang yang bakalan kasian sama gue.


Ngak ada. Jadi buat apa gue jadi orang yang kalian maksud ngak ada untungnya bagi gue."


"Ada Ngel. Orang tua Lo,"


"Orang tua? Mama dengan papa?? Hahaha.. lo tau apa soal mereka? ha? lo fikir jadi gue itu enak? mereka tiap bari berantem debat di rumah. kepala gue sakit. Gue lapar belum makan mereka peduli? enggak! Gue dapat nilai tinggi, mendali lo fikir mereka senang??


Hahahahahhahah.....


ENGGAK BAL ENGGAKK!"


Angel terlihat menahan air matanya. Iqbal pun memeluk Angel. Tangisan Angel pecah deraian air mata membasahi pipi nya.


Iqbal tidak tau betapa menderitanya Angel yang hanya bisa ia lakukan hanya lah berada di samping Angel menenanginya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐


#TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2