AISYAH

AISYAH
(10) Aisyah


__ADS_3

Di kediaman keluarga Iqbal.


"Iqbal... Mami pergi ya... Mey jangan nakal yah.."


mey ketawa.


"Hati hati Pak! Dad, Mom nanti kalau nyampe kabari ibal.."


"Ia.. Kamu jaga adek baik baik"


"Yes dad.


Mbak bantuin Ibal"


Mereka pun pergi meninggalkan kedua anak nya di rumah yang sangat besar itu dengan dua Mbak dan security yang bekerja di rumah itu.


Iqbal menggendong Mey mengajaknya main dan menyuapi Mey makan pagi. Pukul 11 Mey terlihat mengantuk dengan sabar Iqbal menuduri adiknya itu. Menggendongnya hingga Mey benar benar tertidur setelah itu Iqbal memindahkan Mey ke atas kasur besar di kamar orang tuanya dengan hati hati setelah itu dia meletakkan tumpukan bantal di setiap sisi tubuh mey.


"Baru pukul 12 satu jam mey kamu abang gendong.." Gumam Iqbal. kemudian merebahkan tubuhny di sebelah adik sematawayangny itu. Berbaring melihat mey yang tertidurn nyenyak dan dia pun ikut tertidur.


"Hahahaha..." Laras — nama Mommy nya Iqbal — tertawa melihat rekaman cctv melalui ponselnya di ruang tamu kemudian dia juga menerima video Iqbal yg ikut tertidur di kamarnya dengan Mey.


"Yang.. Liat anak kita..mereka sama persis." Ucap laras pada suaminya itu — William tertawa padahal mereka sedang menikmati pesta sahabatnya itu kemungkinan mereka malam sampai di rumah. Akan seharian Iqbal mengasuh Mey walaupun ini bukan Kali pertamanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Kediamaan Stevani.


"Mii.. mimi..."


"mimi di dapur. kenapa???"


"Mi... nini ke rumah temen ya.."


"Temen kamu yang mana??"


"Teman baru Nini mi, Aisyah sama Windi. kemungkinan Nini pulang sorean."


"Yaudah kamu hati hati bawa mobilnya. kamu anak tunggal loh"


"Ia Mimi... Love u byeee"


"Love u too sayang."


Vani pun keluar dari rumah membawa mini coopernya keluar dari bagasi dan meluncur di jalan raya. Dia bersenandung mengikuti alunan musik Jazz.


Stevanni ialah putri dari wanita bernama selena dan kekasih sahnya Mario yang kni mereka sudah cerai mati alias Ayah stevanni telah meninggal dunia usai insiden kecelakaan pesawat yang dia bawa 2 tahun silam.


Selena masih enggan membuka hati walaupun stevanni setuju jika mimi nya menikah lagi.


perjalanan dari rumahnya menuju kediaman Windi memakan waktu 30 menit perjalanan. kemudian dia menghentikan mobilnya di depan pagar rumah Windi.


"Hai...." sapa windi dari atas blakon sendari melambaikan tangan.


"masuk aja...." pinta windi kemudian pintu pagar rumahnya terbuka otomatis. Sendari tersenyum Vani pun masuk ke dalam rumah Windi. Dia melihat seorang wanita paruh baya berdiri di sebuah taman sendari menyirami tanaman hijau itu.

__ADS_1


"Siang tante.." Dia Elsa Mamanya Windi beliau juga mengenakan hijab dan pakaian tertutup. Beliau tampak sangat cantik, wajahnya yang putih bersih serta lesung pipi di sisi kiri wajahnya.


"Temannya helen, Nama kamu siapa??" sapa lembut Elsa mengampiri vani. "stevanni tante, biasa di panggil Vani," Tutur sopan sendari salim.


"Ma... Elen pergi ya..."


Windi keluar dari rumahnya dengan penampilan sopan tapi tetap casual look.


"Pergi harus hati hati dan ingat waktu." ucap Elsa tegas


"Siap Ma.." jawab Windi kemudian menyalimi elsa lalu pergi pamit bersama Vani.


mereka pun pergi meninggalkan rumah.


"kamu tau rumah Aisyah kan?"


"Tau lah, deket dari sini kok." jawab Windi santai.


Di rumah Aisyah terlihat duduk bersela di atas di bawah sofa sendari mengunyah cemilan dari dalam toples kuning. kemudian Akbar datang dengan ponsel di tangan kirinya duduk dan sendari meraih cemilan yg ada di pangkuan Aisyah.


"Bagi dek"


Aisyah mengangguk lalu memberikan cemilan itu. "Abang juga dong..." Susul Abimayu duduk di bawah bersama Aisyah dengan Laptop di pangkuannya.


"Ngak ada rencana dek?" tany akbar. Aisyah menggeleng karna memang Vani dan Windi tidak mengabari akan pergi kerumahnya untuk mengajak nya keluar bersama.


"Nonton cartoon mulu, ngak bosen dek?" Abimayu.


"kan Lucu bang." Jawabnya memakan cemilan itu. "Ia sih..." Jawab abimayu santai. Sendari memaikan laptopnya.


"Lagi ngedit video apa tu?" Tanya Aisyah penasaran.


"Makasih pak" ucap Windi senang setelah mereka berdua di persilahkan masuk oleh security rumah Aisyah. Vani memarkirkan mobilnya dengan sempurna kemudian turun dan menekan bel rumah Aisyah. Bunda terlihat berjalan membuka pintu depan.


"Assalammualaikum..." Ucap salam Windi dan Vani pun tersenyum manis.


"Walaikumsalam..."


"Siang tante, kami temen nya Aisyah." Salim


"Oh temannya Aisyah..."


"Siapa pun." Tanya Aisyah sendari mendekat


"Eh, Windi... Vani..." Ucap Aisyah kaget. " Bun, ini teman 1 kelas Aisyah.."


"Oh.. teman satu kelas, Yaudah masuk."


"Masuk yuk" Ajak Aisyah senang. Akbar pun duduk dengan benar sedangkan Abimayu masih stay dengan posisinya.


"Hai bang Akbar, Bang abimayu.." Sapa Windi senang. Vani melirik Windi geli. Aisyah pun mempersilahkan Mereka duduk.


"Mau minum apa?" Tawar Aisyah.


"Aisyah sebenarnya kami datang ke sini mau ajak kamu keluar."


"Keluar."

__ADS_1


"Boleh ngak? Bang?" tanya Vani pada Akbar dan Abimayu. Aisyah melihat tenang.


"Naik apa?" tanya Akbar


"Vani bawa mobil bang." Jawab Windi cepat


"Ha?? Bawa mobil?" Akbar tak menyangka."kan belum punya sim,"


"Aku bawa mobilny hati hati kok bang. Percaya deh."


"di party kemarin Vani juga bawa mobil bang." Sambung Windi.


"Yaudah.. kalian boleh pergi, ingat hp harus selalu on, hati hati dan ingat waktu. Bisa?!" Ucap Akbar tegas.


"Siap bang." Semangat Windi dan Vani.


"kalau gitu aku ganti baju bentar." Ucap Aisyah. Windi dan Vani melirik. "Ikuuttt..." kompak mereka mengekori Aisyah menuju kamar.


Aisyah cengengesan melihat tinggah kedua teman barunya itu. Bunda pun kembali keruang keluarga menghampiri kedua putra nya itu sendari bertanya keberadaan aisyah dan kedua temannya.


"Teman Aisyah yg ngak pake jilbab itu, muslim?"


"Bukan Bun,"


"ooh..... kayaknya dia nyetir sendiri deh. mobilny di luar juga bagus." tutur Bunda.


"Bunda mau ajarin Aisyah bawa mobil juga??" Tanya Abimayu tak serius.


"Ya enggak lah, tunggu Adek kamu dapat ktp sama punya sim dulu, baru boleh bawa kendaraan."


Di kamar Aisyah yng sangat luar itu serta foto kecil dirinya yang terpajang besar di sebagai sekat antara ruang ganti dan kamar tidur di dalamnya.


Serta toilet yg tersembunyi di balik kaca besar yg bersebalahn dengan lemari kamar itu menambahkan kesan luas.


"waah.... Kamar putri.." Tutur Windi.


"Aisyah ini kamu waktu kecil?"


"Ia.."


"comell..." Vani Gemes. kemudian beralih melihat foto kecil di atas nakas dia melihat tiga bocah yg tersenyum mengadap kamera.


"wah.. bang akbar comel banget waktu kecil,


bang mayu juga Cute.... hm...pasti seru punya saudara cowo. ya kan syah?"


"Alhamdulillah." Aisyah keluar dari ruang ganti dan kemudian memasang jilbabnya dengan rapi nan simple. "Emang kita mau kemana??"


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


#TBC


__ADS_2