AISYAH

AISYAH
(44) AISYAH


__ADS_3

Happy Happy Yap Yap!!!


Happy Reading girls/guys?


Sesampai dirumah Aisyah masih terlelap didalam mobil dan bang Fariz lah yang mengangkut tubuh mungil adiknya kedalam kamarnya, sedangkan bunda yang membawa tas selempang putrinya setelah itu menaruhnya di meja belajarnya,


Bunda membuka hijab putrinya dan sepatu setelah itu menyelimutinya sampai dada. Sesudah itu bunda dan bang Fariz berlalu dari kamar Aisyah, baru beberapa menit kepergian bunda dan abang Fariz, Aisyah membuka kedua matanya dan mendudukkan tubuhnya sebentar setelah itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan


tubuhnya.


Keluar kamar mandi ia mengambil tasnya dan menaruhnya di lantai dekat kasurnya kemudian mengeluarkan ponsel didalam tasnya, dan tersenyum melihat pesan yang muncul dilayar ponselnya.


“aku sudah mengirimnya, disini kita seperti pasangan umumnya.”


“mungkin kita memang ditakdirkan untuk satu sama lain.”


“kamu sudah sampai rumah ais?”


“apa kamu sibuk? Jika tidak sibuk balas pesanku.”


Empat pesan singkat membuat senyuman aisyah melebar dan membuka pesan Genta, dan membalasnya, “maaf aku baru membaca pesanmu, aku baru saja bangun dari tidurku.”


“Terima kasih sudah mengirimkan fotonya, sangat bagus seperti ponselnya.”


“Aku tidak sibuk, hanya baru selesai membersihkan diri. Dan ya, aku sudah sampai rumah.”


Send.


Diseberang, pria yang sedang duduk dipinggir kolam tersenyum manis mendapati balasan dari gadisnya, “ah bolehkah semakin berharap?”


“tidak apa, aku kira kamu sengaja tidak ingin membalas pesanku,”


“Tidak perlu berterima kasih jika boleh apa aku boleh memposting fotomu? Tenang saja akunku di privasi tidak banyak orang yang melihatnya.”


Send.


Tring!


Tring!


“Boleh tapi dengan satu syarat, wajahku jangan terlihat. Tutup pakai stiker atau yang lain.”

__ADS_1


“Dan aku juga akan memposting foto kita.”


Genta semakin girang membaca satu kata yang berarti gadis itu sudah menganggapnya teman atau lebih? “Kita? Uhh gemasnya.”


Dan gentapun langsung mengedit fotonya dan mempostingnya di akun sosmed. Dengan caption, “She will be mine.” Kemudian ia men-tag @syah_pn


Baru memposting sudah banyak yang berkomentar, ada teman – teman laki-lakinya dan ada juga teman perempuannya yang penasaran siapa gadisnya karena ia tidak pernah berdekatan sekalipun dengan seorang perempuan.


“Gila sekali gaet langsung dapet yang alim ya.”


“Wadidaw, langgeng bro.”


“penasaran siapa gadis kurang beruntung.”


“Cantik pasti gua yakin.”


“Uhhh so sweet, pasti si dede gemes itu. Hahaha.”


Dan masih banyak lagi ia hanya tersenyum lalu mengetik pesan untuk gadis itu, “aku sudah mempostingnya, jika ada notif kau bisa melihatnya ah ikuti akunku terlebih dahulu. Baru kamu bisa melihatnya.”


Send.


“Kok lama sih jawabnya, apa dia sibuk?” genta mengernyit kemudian bangun dari duduknya dan melangkah masuk kedalam rumahnya mengantongi ponselnya kekantong celana pendeknya. Ia duduk santai di ruang keluarga gabung dengan pamannya yang sedang sibuk main laptopnya, “paman.”


“Sifat Aisyah gimana? Di area syuting?” paman Genta mengernyit, lalu menatap putra adiknya yang terkenal dingin. “Kau mengenalnya?”


“Baru pendekatan, jadi sifatnya dia seperti apa?”


“Memangnya dia mau denganmu? Dan sifatnya pendiam, pemalu, manja, manis, cantik, tidak bertele-tele, ramah, baik, murah senyum, dan lemah lembut. Tapi kalau dibikin kesal dia akan marah dan cuek. Kenapa kau menyukainya, ah tidak semua orang menyukainya, kau mencintainya? Sebagai wanita?”


“Ya, jujur, aku ingin menjadi teman hidupnya. Dia sangat cocok berdamping denganku.”


“Tidak jadi dengan Chelsea? Teman perempuanmu yang sedang mencoba merayu mommymu?” Genta menggeleng, “tidak, dia hanya teman, bukan kekasih atau gebetan.”


Pamannya mengangguk, “kau harus mendekati kedua abangnya, jika kau sudah dekat dengannya kau akan didekati oleh ayahnya kemudian bundanya baru dirinya. Apalagi gadis itu benar benar alim.”


“Kau benar paman, dia sangat alim aku saja tidak boleh memeluknya.”


“Memeluknya kau akan dapat hadiah dari dua abangnya.” Genta menatap pamannya, “apa? Dapat apa?”


Pamannya langsung mengepalkan tangan kirinya dan menunjukkannya ke hadapan keponakannya, “nih, mereka akan meninju wajah tampanmu itu sampai babak belur.”

__ADS_1


“wow mengerikan. Tapi aku merasa tertantang. Namanya juga seorang tuan putri satu-satunya disatu keluarga pasti sangat dijaga oleh kedua abangnya.”


“Ya seperti paman dengan mommy-mu itu, paman pernah meninju daddymu saat dia menodai adikku.”


“Ya, aku tau daddy menyium bibir mom saat paman ingin menyusul ketempat mom saat itu bukan?”


“Ya, kau benar.”


Tring!


Tring!


“Sungguh rajinnya dirimu tala, apa ada yang percaya jika kamu berfoto denganku?”


“Tapi bagus juga editannya.”


Genta membaca pesan itu dan tersenyum manis membuat sang paman menggelengkan kepala, “dasar bucin.”


“aku memang rajin, maka dari itu kau posting juga foto kita di sosmed biar ada yang percaya.”


“Kau suka, aku bahagia.”


Send.


Aisyah dia sedang bersantai ria didalam perpustakaan mininya dengan ponsel yang ia genggam sedari tadi. Ia tersenyum kemudian membalas pesannya dan membuka aplikasi Allstagram dan memposting foto yang sudah ia edit. Ia men-tag @Genta.Prale dan @Rendi24.


Kemudian ia menutupnya dan meletakkan ponselnya disampingnya lalu ia mengambil buku novelnya dan membacanya, sampai ada yang menerobos ruangan perpus Aisyah dan sebelum orang itu menghampirinya gadis itu langsung membaringkan tubuhnya dan memeluk novelnya setelah itu ia menutup matanya.


“Aisyah..” suara abang Izak terdengar dan gadis itu tidak bergeming. Aisyah mendengar suara helaan nafas berat, “jangan bilang pria itu sudah mendekati adikku? Hahh.”


“Aku lengah, awas aja jika bertemu.” Gumamnya yang masih terdengar oleh Aisyah setelah itu tidak ada tanda tanda gerakkan lain membuat Aisyah mau tidak mau tertidur karena matanya memang sudah berat.


Terlelapnya Aisyah, ponselnya bergetar membuat bang Izak menoleh dan mencari dimana keberadaan ponsel adiknya dan tampillah pesan yang membuatnya tersenyum, “jadi mereka memang sedang lagi dekat? Sepertinya akan lucu.” Gumamnya.


Tring!


“Aku suka fotonya. Dan orangnya. Bolehkah aku berharap?”


--


Next..

__ADS_1


Vote, Comment, Like, and Favorite. Support me guys/girls!


__ADS_2