AISYAH

AISYAH
(85) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading semuanya!


Jangan lupa beri tanda diceritaku ya.


Support aku juga,


--


Di gedung terbengkalai, Aisyah diikat dikursi dan kepalanya yang ditutup oleh sarung hitam. Ia sudah sadar sejak tadi hanya saja tidak bisa melihat apapun. Ia menoleh kanan kekiri sampai Langkah seseorang terdengar.


“Sepertinya kau sudah bangun.”


“Chelsea?”


“Ya ini aku.”


Sret!!


Sarung kepalanya langsung terlepas begitu saja dan menampilkan wajah tebal milik wanita itu, aisyah hanya mengerjapkan kedua matanya dengan santai. “kau ingin balas dendam karena tidak mendapatkan orang yang kau cintai itu? Yang tak lain suamiku?”


“Heh, kau cukup berani Aisyah. Apa kau tidak takut jika kau akan mati ditanganku?”


“Tentu saja tidak, karena kau lah yang lebih dulu mati ditangan pria tua itu.”


“Tidak mungkin karena dia kekasihku.”


“Kekasih gelap lebih tepatnya. Apa kau tidak curiga? Mengapa kau ditiduri lalu dijadikan kekasih gelap oleh pria itu kenapa tidak menjadi kekasih terangnya saja?”


“Maksudmu?”


“Kau tau, bahwa pria tua itu memiliki tambatan hati yang lain, selain dirimu.” Chelsea menampar pipi Aisyah, “kau banyak omong ternyata.”


Aisyah berdecak kesal karena sepasang kekasih selalu menamparnya begitu saja. “kau lihat saja nanti apa pria tua itu akan menikahimu atau tidak. Aku yakin tidak akan karena pria itu sudah memiliki wanita lain didalam hidupnya.”


“Sialan kau!” tangan kanan Chelsea sudah terbang diudara sampai sebuah tangan besar menahannya. “Tenanglah, dia hanya ingin memprovokasimu saja sayang.”


“Menjijikan.”


“Heh. Kita ketemu juga akhirnya, cucu Abdullah,”


“Ya, I’am.”


“Kau tau apa yang membuatku menyulikmu?”


“Tau kok, kau ingin membantu kekasih gelapmu ini menyulikku agar dia bisa masuk kedalam rumah Alexander dan merebut harta suamiku lalu kau juga dendam kepadaku serta kakek Damian karena sudah membuat putramu masuk penjara sekaligus putrimu yang dibunuh ditangan kakek? Apakah tebakkanku benar?”


“Kau menarik sekali, aku suka wanita pintar sepertimu tapi sayangnya.. kau cucu dari mantan sahabatku.”


“Haha, aku juga tidak tertarik dengan pria tua sepertimu.”


“Hahaha, kau bisa saja. Baiklah sayang mari kita mulai permainannya.” Chelsea yang sudah bersiap ingin menyiksa Aisyah terhenti akibat ucapannya. “Apa kau yakin tidak penasaran dengan kekasih terang pria tua itu?”


“Chelsea, jangan dengarkan dia cepatlah.”


“Audrey… Dealinor..”


DEG!


Detak jantung kedua orang itu berdetak lebih kencang dari biasanya. Begitupula dengan Grey yang menatap Aisyah dengan tatapan selidik. Sedangkan Chelsea mematung saat nama Tante kandungnya yang sampai saat ini menghilang entah kemana.

__ADS_1


“Kau ingin tau dimana dia sekarang?”


“Diam kau Ja-lang!” teriak Grey dengan nafas yang terengah-engah, “cukup Chelsea jangan pernah biarkan wanita ini memprovokasi dirimu.”


“Kau yakin tidak ingin mendengarkanku?”


“Kau tau dari mana nama tante-ku?”


Aisyah tersenyum lalu tertawa senang, tawa yang selalu terdengar merdu itu berubah menjadi tawa yang sangat menyeramkan. “Kenapa tidak kau tanyakan kepada kekasih gelapmu itu Chelsea.” Ujar aisyah santai dengan senyuman manisnya.


“Hei, pria tua. Apa kau yakin tidak ingin menjelaskannya kepada kekasih gelapmu itu?”


“Tidak ada yang ingin kujelaskan.”


“Baik kalau begitu aku yang akan jelaskan bagaimana?”


Plak!


.


.


.


.


Plak!


.


.


.


.


Cuih!


Aisyah meludahkan darahnya lalu menjilati bibir luarnya. Ia masih tenang tidak ada ringisan terdengar dari bibirnya. “Asal kau tau, Grey, telah menculik tante-mu memperkosanya setelah ia memperkosa nenek ah tidak istri dari kakek Damian. Ya bisa dibilang nenek dari suamiku Tala.”


“A-apa? Bukannya tante-ku berada diluar negeri seperti yang kamu bilang Grey?”


“Luar negeri? Dia ada disekitar sini kok. Cari saja jika ingin.”


Bruk!


.


.


.


.


Uhuk!


Uhuk!


Tonjokkan diperut Aisyah dari tangan Grey membuat wanita itu memuntahkan darah dengan tubuh yang sudah terlepas dari kursi kayunya. Ia tertawa, “Kau kalah pria tua. Kau akan kalah dan masuk kedalam penjara bersama putramu disana.”

__ADS_1


“Oh iya satu hal untuk seseorang yang mendengarkan dan melihat aksi ini. Hei audry, jangan kau kira bahwa kakek Damian tidak akan membalas kepadamu yang sudah bekerja sama dengan Grey menculik istrinya. Jangan harap kau bisa lepas dari mereka. Kau sudah cukup lemah karena obat yang kau terima dari Grey yang saat ini sudah menduakan cintamu dan lebih memilih adikmu.” Ujar Aisyah menggelegar didalam gedung tersebut sampai hentakan kaki terdengar dengan suara menggelegar.


“TIDAK AKAN KUBIARKAN WANITA LAIN MEREBUT PRIAKU TERMASUK KEPONAKANKU SENDIRI!”


“Tapi sayangnya, priamu sedang bermesraan dengan keponakan-mu dibelakangmu ah sekarang tepat didepanmu Audrey.” Ujar Aisyah dengan menelengkan kepala kekanan. Membuat Grey dan Chelsea menoleh kearah belakang dengan tubuh yang mematung.


Wajah Audrey cukup menyeramkan bagi Chelsea sedangkan Grey hanya diam mematung karena tidak percaya bahwa wanitanya datang kemari sepertinya akan menghancurkan balas dendamnya.


“Apa kau berani melawanku Audrey?”


Tanya Grey yang masih santai merangkul Chelsea didepan wnaita itu. “Tentu saja aku berani, karena semua hartamu sudah jatuh ditangan putraku. Dan kau tidak memiliki apapun lagi selain mengatakan selamat tinggal.”


Aisyah yang masih tergeletak dilantai, berusaha bangun dan mendudukkan tubuhnya dengan sekuat tenaganya. Disaat musuh lengah ia ingin melepaskan diri dari tali yang mengikatnya ini.


Setelah berhasil Aisyah mengambil senjata tajamnya dan berlari untuk bersembunyi disuatu tempat tanpa ketiga orang itu sadari. Grey masih berusaha membujuk wanita berstatus jelasnya itu, sedangkan Chelsea hanya diam menatap keduanya bertengkar sebelum ia melirik ketempat Aisyah yang sudah tidak ada.


“Berhenti bertengkar! Waktunya mencari wanita itu, dia kabur dari sini Grey!”


“Ah sialan, ini semua karena kedatanganmu. Aku jadi tidak bisa bermain-main lagi dengannya,”


“Apa maksud dari perkataanmu, sia-lan! Di keluar dari ruangan ini menggunakan pistol ditangannya. Aku tau dia kabur. Tapi kalian tenang saja diluar sudah ada banyak penjaga jadi wanita itu tidak akan selamat.”


“Good. Kau masih bisa digunakan ternyata.”


“Tentu saja.”


Aisyah melangkah pelan mendekati pria yang berjaga didekat ruangan tadi. Ia pun menembaknya dileher yang ternyata adalah obat bius untuk tertidur sepanjang hari. Untung saja ia membawa senjata pistol dengan peredamnya.


Sudah dua puluh orang ia bius. Tanpa membunuh, dan ia berhasil mengambil ponsel yang ia bawa dari kantong celana salah satu penjaga gedung tersebut.


Dengan pakaian yang sudah berantakan dan warna yang tidak beraturan. Ia langsung berlari menuju jalan raya hanya untuk menghubungi suaminya. Ia langsung mengetik nomer ponsel suaminya dan terangkat. “Halo?”


“Mas ini aku, Aisyah. Tolong lacak aku, aku disebuah jalan raya cukup sepi dari kota sepertinya. Tenang saja aku baik-baik saja.”


Ditempat Tala yang sedang berada dimobil bersama kedua hacker. Merasakan getaran diponselnya dan lagi-lagi nomer tak dikenal. Ia pun langsung menerimanya dan menspeakernya agar semuanya mendengar siapa yang menelpon dirinya.


Dan ternyata suara perempuan yang tak lain istrinya. “Kamu baik baik saja bukan?”


“ya, aku baik baik saja Cuma wajahku sedikit membengkak akibat tamparan dari wanita gila itu. Tolong segera mas. Aku walaupun aku bisa bela diri tapi aku sendirian. Banyak pengawal yang sudah aku bius agar tidak bisa terbangun dikemudian hari.”


“ini mas lagi dijalan, kamu bersembunyilah disuatu tempat yang memungkinkan mereka tidak akan menemukanmu.”


“aku sudah bersembunyi dipinggir jalanan dibelakang pohon. Tolong aku, ku mohon.”


“Jangan dimatikan ponselmu.”


“Hem.”


Sampai beberapa mobil telah sampai ditujuan yang didekat tempat lokasi Aisyah. Tala keluar diikuti yang lain begitu pula dengan beberapa pengawal yang dibawa oleh bang Fariz, bang Izak, Samuel, Damon, serta Tala sendiri membawa pengawal milik kakeknya.


“Cari istriku! Kalian mencar sekarang juga.”


“Aisyah disekitar sini Gen. Aku yakin dia ada disekitar sini.”


--


Next...


Vote, Comment, Like, and Favorite!

__ADS_1


See you! Thank you! Bye!


Love Rora~


__ADS_2