
"Bang!" Seseorang siswa mengangkat tangan dari kelas B.
"Ia silahkan"
"Apa perbedaan Kelas A dan B?"
Aldo tersenyum.
"Yang membedakan kelas A dan B hanya ruangan dan penyebutannya saja." Semua nya mengangguk mengerti. "paham kan?"
"Paham...."
"Kita akan mulai sekolah tanggal 17. Kenakan Atribut sesuai harinya. Informasi lengkap ada di instagram sekolah kita dan untuk informasi kegiatan mos besok kalian sudah mengertikan apa yang di katakan Kakak Yulia tadi??"
"Mengerti...."
"Apakah benar Mengerti?"
"Ya.. mengerti"
"Sekian untuk hari ini. Kalian semua boleh kembali kerumah masing masing."
Semua pun bubar. Aisyah, Windi dan Vani berjalan bersama menuju gerbang sekolah.
"Aisyah... kamu di jemput sama dua babang handsome tadi?"
"Kayaknya salah satu dari babang handsome itu deh..."
"Pacar kamu ya aisyah..??" lontar Vani kepo.
"Hm, bukan vani. saudara kandung ku Bang Akbar dan Abimayu."
"Duh, makin meleleh denger namanya. Kalian jalan pelan dulu aja aku ambil motor benar. Jalan pelan yaa... Aisyah jangan pergi dulu.!!!" Teriak Windi yang bergegas mengambil vespanya.
Aisyah dan Vani tersenyum heran melihat tingkah Wandi yang sedikit pecicilan.
"Emang abang kamu seganteng apa sih? sampe si Windi ngak waras gitu?"
"Dekkk!" Aisyah menoleh ke asal suara yang ia kenal itu. Aisyah tersenyum melihat dua saudaranya berdiri di depan gerbang sekolah dengan coolnya.
"Aduh jantung ku...." Vani lebay.
"Kenapa Van???" Aisyah cemas.
Suara Vespa Windi pun berbunyi lalu berhenti di depan kedua Abang Aisyah itu.
"Ih si Windi..." Vani kalah saing langkah.
Mereka pun menyusul dengan cepat. Akbar terlihat menunduk memainkan ponselnya dengan kaca mata hitam di batang hidung mancungnya.
Sedangkan Abimayu hanya melihat ke arah Aisyah dan lingkungan sekolah yang memang benar bagus.
"Assalammualaikum bang," Windi
"Walaikumsalam" jawab Akbar dan Abimayu
"Kenalkan bang saya Hanum,
Temannya Aisyah adek abang yng ganteng ini."
"Adek abang cantik dong, bukan ganteng."
"Maksud aku, Abangnya..."
"Assalammualaikum" Aisyah pun datang lalu salim pada kedua abangnya.
Vani dan Windi kode mengode entah apa.
__ADS_1
"Bang kenalin ini Vani dan ini windi"
"Hai bang"
"Windi...? tadi kamu bilang nama kamu Hanum?"
"Ia bang. ngak sengaja tiba tiba aja aku nyebutnya Hanum. Hehe...."
"Vani... tu pacar kamu udah jemput tu" Ucap Windi lantang. "Guys aku duluan ya.. bang Vani pergi dulu."
Vani melambaikan tangannya lalu pergi.
"Win., Aku mau pulang juga."
"Ia, Hati hati ya... Aku masih mau di sini..." cengengesan melihat Akbar dan Abimayu.
"Windi... bilang Astagfirullahal'azim"
"Astagfirullahal'azim,.....
Allahuakbar, Astagfirullah." windi sadar dari lamunannya
"Alhamdulillah, Kamu pulangnya hati hati ya."
"Ia. Bang Akbar bawa mobilnya Hati hati ya"
Aisyah dan kedua abangnya pun masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan sekolah. Windi menggeleng dengan sendirinya. "Sungguh indah cinptaan mu ya allah. Hamba mohon satu dari keindahan ciptaan mu kelak bersama ku hingga akhir hanyat ku." Windi mengehela nafas optimis lalu mengendarai vespanya.
"Dek teman kamu aneh aneh ya." Akbar
"Bukan aneh bang tapi lucu, apa lagi si Hanum" Abimayu
"Hahha.. Hanum, maksud abang Windi?"
"Iya itu. sampe nama sendiri aja lupa."
"Sebenarnya ya bang Windi itu bukan nama aslinya."
"Hahah... enggak. Nama nya itu Helena wijaya Ariani."
"Helena Wijaya Ariani... Windinya datang dari mana???" Akbar.
"Nama Windi itu sih katanya ngak sengaja gitu dia buat di kardus nama mosnya"
"Hahaha... Astaga... bener bener langkah tu orang"
"Aneh kan bang. Tapi Windi lucu, baik pokoknya Windi sama Vani itu baik banget dan alhamdulillah kami bertiga satu kelas di kelas A"
"Jadi udah penetuan kelas.?"
"Udah, dan besok kami pemilihan masing masing anggota struktur organisasi kelas."
"Ini yang namanya Mos."
🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐
Di rumah Aldo. Angel duduk melamun menghadap kolam brenang.
"Angel.."
panggilan itu membuyarkan lamunannya.
"Tante.."
"kamu mikirin apa?"
"Angel boleh tanya?"
__ADS_1
"boleh, tanya aja.."
"Apa tante dan om pernah bertengkar?"
Ratna tersenyum. "Perdebatan antara suami istri itu sering terjadi, Angel. Itu hal yg biasa dalam rumah tangga tante yakin semua pasangan pernah merasakannya."
"Tapi, mama dan papa Angel hampir setiap saat bertengkar."
"Mungkin ada hal khusus yang menganggu keduanya. Tante tau rasa nya berada di posisi Angel,
Sebagai anak Angel harus mencoba menenangkan mama dan papa. Ajak mereka ngobrol baik baik tante yakin mereka pasti mendengarkan kata Angel."
"Angel.."Mila datang dengan ponsel Angle yang berbunyi.
"Mama kamu nelfon beberapa kali. Apa kamu tidak mau mengangkatnya?"
Angel mengambil ponsel itu. Dia melihat kontak masuk dengan wajahnya dan Mama nya tersenyum bahagia menatap kamera.
"Tante, Kak Mila. Angel berterima kasih sekali karna tante dan kakak sudah membantu Angel, memberikan tumpangan dan kasih sayang di rumah ini. Angle sangat senang, Angel berharap kebahagian ini juga ada di rumah Angel."
Ratna memeluk Angel matanya berkaca kaca.
"Kita itu bersaudara.. Jelas kita harus saling tolong menolong"
"Makasih Tante.
Kalau gitu Angel pamit pulang"
"Yaudah kakak Antar ya..."
Dengan berbaik hati Mila mengantar Angel kembali kerumahnya. Angle terus melihat layar kotak panggilan masuk yg tak ia jawab. Dia juga merasa sedih kenapa mama tidak mencarinya kenapa papa selalu berdebat dengan mama kenapa selalu mereka bertengkar di depan dirinya.
Tak lama mereka pun sampai di rumah. Terlihat kalau papa Angel hendak pergi mengendarai mobilnya setelah melihat Angel dia berhenti.
Raut cemas tergambar jelas
"Angel..." Angel keluar dari dalam mobil tersebut mendengar nama itu Mama nya Angel berlari keluar dari rumah.
"Angel, Sayang... kamu dari mana nak??"
Angel diam tak tau harus bicara apa.
"Kamu teman nya angel ya...
Makasih ya sudah mau antar Angel pulang. Tante berterima kasih sekali"
"Ngak perlu berterima kasih tante, Saya senang bisa membantu Angel. Semalam Adik saya Aldo menemui Angel pingsan di jalan dan kebetulan Angel teman satu sekolah Aldo karna panik Aldo lansung bawa Angle kerumah tanpa mengabari Tante dan om terlebih dahulu."
Tampak jelas. Raut wajah sedih dari kedua orang tua Angel. Mereka seperti orang tua yang tidak berguna untuk putrinya.
"ya tuhan..."Mama angel menangis memeluk Angel. papanya pun sangat murung.
"Kalau gitu saya pamit, Om tante."
"Kak Mila.
Makasih ya..."
"Ia Angel. Jangan sungkan buat datang kerumah yah..."
"Ia kak."
Aku pun pergi meninggalkan Angel dan kedua orang tuanya. Mereka melihat ku hingga benar benar pergi dari rumahnya. setelah melihat kedua orang tua Angel aku sedikit lebih lega karna mereka terlihat seperti orang tua yang baik memang lemah nya iman membuat semua orang lepas kendali.
"Ma, Pa...
Angel mau bicara"
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃💐💐
TO BE CONTINUED