AISYAH

AISYAH
KSPI 024


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa beri tanda like ya.


Support aku juga.


Dua bulan kemudian, Setelah pernikahan Nadhira dan Khalid. Keduanya kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing, namun untuk hari ini dan besok pengecualian karena keduanya sedang merapihkan rumah tanpa harus dibantu oleh pelayan.


Keduanya kerja sama, lantai dua Nadhira yang akan membersihkannya lalu lantai pertama Khalid yang membersihkannya.


"Honeyy!! Minggu depan acara pernikahannya Bang Mario dan Arsyi. Apa yang akan kita kenakan? Apa couple atau tidak?"


"Tentu saja couple dear, kamu beli saja ditoko online atau offline."


"Mau batik atau warna polos?"


Cup!


"Terserah kamu, my dear." ujar Khalid setelah mengecup bibir istrinya. "Bagaimana jika hari ini kita keluar mencari baju couple-an itu?" saran Nadhira yang di setujui oleh sang suami.


"Boleh juga tuh. Ayo kita selesaikan kerjaan kita."


Hmm.


Khalid masuk kedalam kamar mandi ingin buang air kecil. Nadhira yang sedang duduk dilantai menghadap lemarinya tiba tiba mengernyit.


Ia merasa mual dan ingin muntah, sampai akhirnya Khalid membuka pintu kamar mandi. ia langsung berlari menerobos masuk dan memuntahnya di closet.


Khalid yang baru saja ingin keluar terkejut dengan suara istrinya yang muntah, ia lihat Nadhira hanya memuntahkan cairan saja.


"Ada apa denganmu, dear? Apa kamu masuk angin?" tanya Khalid sembari merapihkan rambut Nadhira yang memang digerai.


"Sudah?"


Nadhira mengangguk, lalu ia mengambil nafas tiba tiba saja tubuhnya lemas, mau tidak mau Khalid menggendongnya dan mendudukan dimeja wastafel.


"Ayo dekatkan wajahmu sayang, aku cuci dulu sisaan muntahnya."


Nadhira hanya menurut. Lalu menatap prianya, "ada apa, dear?"


"Ini tanggal berapa?"


"Tanggal 14 ada apa?"


Hening seketika, sampai kedua manusia itu membulatkan kedua matanya tanda tidak percaya. "Jangan bilang kamu.."


"Hamil?"


"Oh sayang, selamat!! Ayo kita siap siap ke rumah sakit. Kita harus cek apa benar kau tengah mengandung atau tidak."


"Tapi bagaimana dengan mencari baju pasangan?"


"Sekalian saja setelah pulang dari dokter."


"Oke, aku mau ganti baju dulu."


Khalid melarangnya, "udah kamu disini aja. Biar aku yang ngambil baju luar."

__ADS_1


"Tapi.."


"Tidak ada tapian sayang. Aku tidak mau kamu kenapa kenapa. Setelah ke dokter pasti kamu akan mau sesuatu habis itu langsung lanjut beli pakaian."


"Oke."


Khalid membawa celana kulot hitam highwaist, sweter broken white, serta sepatu sneakers berwarna putih, tak lupa dengan kerudung bergo berwarna hitam.


"Ini kenakan, atau butuh bantuan?"


"Boleh, tanganku lemas sekali." ujar Nadhira sambil mengangkat kedua tangannya. Membuat suami menggelengkan kepala.


"Oh iya dari semalam aku ingin bertanya, kenapa pernikahan mereka dimajuin?"


"Accident. Bang Mario yang kata itu lagi sakit, Arsyi dihubungin sama teman temannya bang Mario suruh ke apartment buat mengasuhnya. Eh ujung ujungnya mereka tidur bareng, ternyata bang Mario dikasih obat perangsang gitu, Aw! Sakit jangan diremes ih jail banget tangannya." omel Nadhira kepada Khalid yang memang jail memegang salah satu melon milik istrinya.


"Mungkin karena kamu hamil kali ya? Dua melonmu makin besar."


"Iyalah setiap malamnya dimainin mulu."


"Terus lanjutin ceritanya. Mereka kebablasan?"


"Heem, pagi paginya ketahuan sama ibunya bang Mario dan akhirnya dipercepat. Niatnya kan bulan depan tapi malah minggu depan."


"Arsyi Hamil?"


"Mungkin tidak mungkin iya, aku tidak tau honeyyy!!! Ini kapan selesainya dari tadi gak dipakein sweternya dingin tau.."


"Iya iya ini pake, tapi sebelum itu nyicil dulu ya."


Beberapa jam kemudian, "capek, pegel, kayaknya besok aja deh kita kedokternya sekalian beli pakaian. Mas, masakin dhira makanan dong.. laper nihh.." rengeknya jika sudah memanggil Khalid dengan sebutan 'mas' pasti ada maunya..


Khalid menggeleng kepala karena istrinya sedang merengek dengan telanjang bulat. Dan itu membuatnya bergairah kembali namun ia urungkan karena tidak tahan dengan kelucuan ekspresi istrinya.


"Baiklah biar mas yang memasakkannya untukmu tapi sebelum itu bisakah kamu menutup dadamu? Kau membuatku menginginkannya."


"Ishh Cabull! Udah masak buruan, laper banget akuuu!" rengeknya sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


Khalid mengangguk, "iya iya, kamu mau masak apa?"


"Nasi goreng dengan udang dan sosis?"


"Baiklah, akan mas buatkan. Kamu turun dengan perlahan mengerti?"


"Siap bos!"


Khalid mengacak rambut istrinya dengan gemas. Kemudian keluar dari kamarnya meninggalkan istrinya yang masih diatas kasur.


Nadhira bangkit dari duduknya kemudian ia merapihkan kasurnya serta mengumpulkan pakaian ********** yang tergeletak begitu saja dilantai.


"Ck. Kita benar benar panas." gumam Nadhira lalu memasukkannya kedalam keranjang pakaian kotor. Ia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat.


Selesai mengenakan bajunya ia langsung keluar dari kamar dan melihat sang suami yang sedang fokus membuatkan nasi goreng untuknya.


"Apa sudah jadi??"


Khalid mendongak menatapnya dengan tersenyum, "sebentar lagi, dear. Tunggulah dikursi minibar."

__ADS_1


"Oke. Apa bahan bahan masih cukup untuk besok dan lusa?"


"Em sepertinya lusa tidak cukup. Besok sekalian kita beli sekalian."


"Oke.."


"Makanan sudah siap sayangku.. Silahkan menyicipinya."


"Terima kasih suamiku.."


Sendok sesuap masuk kedalam mulut Nadhira dan wanita itu memejamkan kedua matanya dengan rasanya yang sungguh sungguh menakjubkan..


"Bagaimana rasanya?" tanya Khalid dengan gugup. Nadhira mengangguk semangat dengan menunjukkan dua jembol ditangannya.


"Ya ampun ternyata suamiku pintar masak, ini sungguh menakjubkan sayang. Aku menyukainya. Besok besok masakkan buatku lagi ya.."


"Baik yang mulia ratu."


Keduanya tertawa.. Khalid senang jika melihat istrinya senang.


--


Besokkan hari pukul 10.24 am. Nadhira sudah siap dengan blouse biru denim serta kulot highwaist putih dilengkapi dengan hijab serta sepatu berwarna beige.


"Sudah siap sayang?"


Nadhira berdiri, "sudah sayang. Ayo, jam berapa dokter obgynnya?"


"Kata asistenku jam 11.10 masih bisalah kita sampai dengan waktu yang tepat." Nadhira mengangguk. "Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang." ajaknya dengan menggandeng tangan kiri suaminya dengan erat.


Disepanjang jalanan. Suasana ramai karena diisi dengan lagu dari ponsel Nadhira. Sesekali keduanya ikutan bernyanyi. Dan Nadhira meminjan ponsel suaminya untuk direkam.


Khalid melihat itu menjadi teringat cerita dari paman Fariz yang mengatakan bahwa saat remaja umminya senang sekali memvideo saat ketiganya bernyanyi di dalam mobil.


"Aku jadi ingat cerita dari paman Fariz." celetuk Khalid membuat Nadhira yang sedang live di Allstagram suaminya menoleh.


"Cerita tentang?"


"Dulu saat ummi ingin syuting drama, ia ditemani oleh paman Izak serta paman Fariz. Dan ketiganya mengiyakan kemauan ummi saat ingin memvideokan mereka yang ikut bernyanyi. Seperti kita saat ini." ujarnya lalu tangan kirinya meraih kepala istrinya.


Cup!


Cup!


"I Love You, dear." ujarnya membuat Nadhira malu lalu tersenyum. Sampai ia menyadari bahwa banyak sekali yang menonton aksi mesra mereka.


"Honeyy! Mereka menontonnya."


"Hahaha, biarkan saja sayang. Ayo selesaikan live mu. Kita sudah sampai dirumah sakit."


"Oke, dah semuanya. Aku endingin dulu ya. Love you!"


Live diponsel suaminya pun berakhir. Sampai Khalid membuka pintu penumpang membiarkan istrinya untuk keluar dengan bantuannya.


"Terima kasih my king."


"Sama sama my queen."

__ADS_1


__ADS_2