AISYAH

AISYAH
(88) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading Semuanya!


Jangan lupa like dan komen disetiap part ceritaku ya.


Support jangan lupa.


--


Seminggu telah berlalu, tepat hari ini Aisyah pulang kerumah dengan kondisi sehat wal’afiat. Seperti biasa banyak wartawan yang menunggu Aisyah keluar dari rumah sakit, lagi-lagi berita tentang dirinya yang diculik memboomingkan seluruh dunia.


“Mas, kita pulang lewat mana?”


“Lobby depan yang, soalnya mas lupa kalau markirin mobil didepan bukan dibawah."


“Ya udah, tapi anak-anak gimana?”


“Tenang aja bunda dan mom akan jalan terpisah kok. Kalian berduakan harus berbicara terlebih dahulu dengan wartawan.” Ujar mom yang langsung mengajak besannya berjalan beda arah dengan kedua anak mereka. Sedangkan Aisyah hanya malas untuk bertemu tapi mau tidak mau ia harus berbicara didepan banyaknya kamera dan beberapa pertanyaan.


Selesai beberapa menit, Tala langsung membuka pintu penumpang untuk istrinya dan ia langsung memutarkan mobilnya untuk masuk kedalam. Sepeninggalan mobil yang ditumpangi Aisyah banyak wartawan bertanya-tanya. “Apa pria tadi suaminya?”


“Jika benar, wah berita ekslusif akan segera dibuat.”


“Kira-kira siapa suaminya ya? Aku penasaran, tapi jika dilihat suaminya keturunan bule ya?”


“Sepertinya begitu, walaupun menggunakan masker dan kaca mata hitam, tapi tetap saja dari samping terlihat.”


“Ayo kita buat beritanya.”


Sesampai rumah mom Aluna, Aisyah dibawa kedalam kamar milik suaminya. Aisyah disuruh istirahat dan tidak perlu turun kebawah jika itu bukan waktu makan siang atau makan malam. “Udah istirahat aja, kamu harus mengumpulkan tenaga kamu setelah itu kembali mengurus kedua anakmu.” Ujar mom Aluna kepada menantu kesayangannya.’


“Tapi mom, aisyah udah rindu banget sama Khaka.”


“Baiklah, nanti mom bawa Khaka kemari agar kamu bisa tidur tenang dengan mereka.”


“Terima kasih mom.”


“Sama-sama sayang, istirahatlah.”


“Hem, baik mom.” Aisyah melangkah pelan menuju kamar sang suami sejak remaja. Dan ia membuka kamar itu yang sudah seminggu ia tempati setelah menikah saat itu. Kamar itu tidak pernah berubah terakhir kali ia lihat hanya sedikit ditambahi dengan beberapa bingkai foto tentang kedua anaknya.


Aisyah tersenyum manis lalu ia mengambil sebuah album foto yang bertulisan, ‘Photo Gentala with my son! Kha-Ka.’ “Lucu sekali pasti tulisan mas Tala. Tulisannya seperti anak kecil sangat berantakan, hehe.”


Aisyah duduk diatas Kasur dengan bersandar lalu ia membuka album foto itu sesekali tertawa melihat foto masa kecil sang suami yang digabungkan dengan foto masa kecil Kha-ka. Disamping itu anaknya Khaka sudah berada diatas kasur miliknya, mereka sedang tertidur lelap disampingnya, Aisyah tersenyum setelah puas ia kembalikan kembali ke kasur bayi yang berada didalam kamar ini.


Beberapa menit kemudian karena keasikkan menatap foto foto didalam Album, isyah tertidur dengan posisi terduduk. Selang tiga menit, Gentala masuk dengan membawa tas besar milik istrinya itu.


Tala terdiam menatap istrinya yang sudah lelah tapi masih saja menatap hal lain. Ia mendekat dan mengambil album yang dipegang istrinya. Ia tersenyum bahagia melihat tingkah laku kedua putranya yang sangat menggemaskan itu.


Lalu ia merubahkan posisi istrinya dengan berbaring agar Aisyah tidak pegal-pegal bangun tidur nanti. “Selamat istirahat istriku, cup!”


Setelah itu ia membuka kemejanya serta celananya, dan meraih handuk yang tergantung didekat pintu kamar mandi. Ia bergegas membersihkan tubuhnya agar bisa memeluk sang istri. Saat ia keluar kamar mandi, istrinya sudah duduk ditepi ranjang menatapnya dengan senyuman, “mas kapan pulangnya?”


“Baru saja, kenapa bangun?”


“Aku kebelet, dari tadi nungguin mas Tala.” Ujarnya kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi sebelum itu ia ingin mengerjai sang suaminya dengan handuk yang berada dipinggang suami ia Tarik dan terlepas begitu saja.


“Sayang! Masya Allah, udah kebelet aja masih bisa jahil ya.” Ujar tala dibalas tawaan merdu oleh Aisyah. Tala mengelus dadanya, “untung udah pakai kolor, kalau belum dia bergelantung kemana-mana.” Gumamnya.

__ADS_1


“Apa yang bergelantungan mas?” tanya Aisyah secara tiba tiba kemudian menggantungkan handuk basah itu. Dan membantu mengambilkan baju tidur untuk suaminya. “Untung mas udah pakai dalaman yang, kalau ngga kamu diserang malam ini.”


“Oh gitu, tapi percuma aja aku masih dalam keadaan yang belum boleh disentuh.”


“Kok begitu?”


“Sepertinya mas lupa, tanggal ini adalah tanggal merahku.”


“Ah baiklah, mari kita tidur saja sudah malam.”


“Ayo tidur, aku sudah lama tidak tidur dipelukanmu, kangen aku.”


“Kemarinkan sudah ku peluk.”


“Itu mas yang memelukku sampai tertidur didadaku sekarang aku ingin sebaliknya.” Ujar Aisyah yang langsung diangguki oleh Tala, “baiklah sini kemarilah.” Ujarnya sembari merentangkan kedua tangannya. Membuat istrinya masuk kedalam dekapannya. “Aku rindu dekapan hangat ini. Menenangkan dan sangat nyaman.” Bisik Aisyah dibalas senyuman oleh Tala.


“Selamat malam suamiku.”


“Selamat malam istriku, tidur nyenyak ya.”


Cup. Kecupan hangat dikening Aisyah menghantarkan ia kebawah mimpi diikuti oleh sang suami.


Keesokkan harinya, saat Tala dan Aisyah sedang bersantai diruang keluarga, tv yang menyiarkan cartoon terganti menjadi berita tentang tiga buronan sudah tertangkap disebuah Motel yang banyak digunakan untuk menjadi tempat asusila. Motelnya berada dikota S cukup jauh dari kota J dan B.


“Akhirnya mereka tertangkap juga ya mas.”


“Hem, itulah gunanya sahabat polisi, jadi gampang jika sedang dibutuhkan tidak perlu menunggu 24 jam-24 jam dulu baru diselidik. Yang ada bukannya ketemu malah hilang selamanya.” Jelas Tala yang diangguki oleh Aisyah. “


“Ka Samuel ganteng banget kalau dari tv ya? Tapi kok kalau dari langsung biasa aja ya? Apa karena aku keseringan makan wajah tampan kamu, mas?” tanya Aisyah secara gak langsung memuji Tala.


“Aku memang tampan sejak dulu yang, ya mungkin bisa jadi. Mas kan lebih tampan dari yang lain. Jadi kamu kalau liat cowok lain langsung merasa biasaa aja.”


“Siapa? Sebutin, biar mas ketemuan sama dia terus bandingkan didepannya.”


“Serius, mas bisa bertemu dengannya?”


“Yakin. Sebutin sok.”


“Chris Hemsworth, Timothee Chalamet, Henry Cavill, Toni Mahfud dan masih banyak lagi.”


“Hem, begitu ya?”


“Iya begitu..”


Hahahaha….


“Stop! Ma—sss!! Mas Tala! Udah ih geli tau… Hahaha.” Ujar Aisyah karena di gelitik oleh sang suami karena memuji pria lain didepannya.


“Siapa suruh kamu muji pria lain didepan mas hem? Tau sendiri mas gak suka kamu ngomongin atau sebut nama pria pria itu.”


“Iya, iya, mas maafin isyah. Udah dong gelitiknya, pengen pipis tau..” bisiknya. Yang langsung dihentikan oleh Tala sendiri. “Oke, mas berhenti, tapi inget jangan ngomongin pria lain. Paham?”


“Paham mas, sangat paham.”


“Udah ah, masak makan siang dulu. Mas mau makan apa?”


“Mas lagi mau yang sederhana aja, nasi goreng.”

__ADS_1


“Telurnya orak arik aja ya? Mau pakai seafood atau daging biasa?” tanya Isyah kembali, “daging aja, kalau seafood aku khawatir jika kamu yang makan nanti kedua anak kita gimana?”


Disela ia sedang masak, ia bertanya kepada suaminya bagaimana kabar kakek Damian, dan Tala menjawab, jika kakek Damian hanya diberi hukuman 6 tahun dan itu ia akan tinggal di panti jompo karena ia sudah umur dan tidak akan kuat jika tinggal disebuah rumah tahanan.


5 Tahun Kemudian…


Hahaha….


Hahaha…


Tap!


Tap!


Tap!


“Ummiiii! Asalamualaikum!!!!” teriak Khalid


“Assalamualaikum ummi.” Ujar Kazeem.


Sesampai dalam rumah, keduanya masuk secara urutan, Khalid terlebih dahulu yang masuk sembari tertawa riang dan berlarian, sedangkan Kazeem masuk belakangan dengan kedua tangan masuk kedalam kantong celana kanan kiri. Dengan suara ademnya ia berucap.


“Waalaikumsalam! Wah cucu oma udah pada pulang? Sini sini salim.”


Khalid pun langsung duduk disamping kiri omanya sedangkan Kazeem samping kanannya setelah itu bergantian mencium punggung tangan sang omanya.


“Oma, Khalid hari ini dapat penghargaan besar.”


“Oh ya? Penghargaan apa?”


“penghargaan terbesar karena menjahili salah satu guru yang sedang mengajar, oma.”


“Astaghfirullah, Khalid? Kenapa begitu? Alasannya apa menjahili guru. Itu bukan penghargaan terbesar namanya itu hukuman nak.”


“Memang penghargaan dengan hukuman apa bedanya? Perasaan sama saja.” Ujar Khalid sedangkan sang adik lebih memilih diam dan membaca buku ceritanya yang mengenai Sejarah sejarah diseluruh dunia. Sedangkan abangnya masih menunggu jawaban dari sang oma.


Baru saja omanya ingin menjawab, Langkah dari taman depan terdengar, “Abang Kha-ka!! Lesya kangen abang!!”


Ujar Alesha Zahra yang berarti Bunga Mawar yang selalu dilindungi Allah. Dengan bermakna agar putri dari Gentala dan Aisyah dilindungi sepanjang waktu, hari dan setiap tahunnya oleh Allah.


“Kan kita baru terpisah dua hari sya, masa iya udah kangen sama abang cih?” tanya Khalid yang langsung turun dari duduknya, begitupun dengan Kazeem yang sudah menutup buku tebalnya dan memeluk adiknya yang sudah wangi aroma telon.


“Abang juga kangen sama kamu sya.” Lirih Kazeem.


“Lesya juga kangen sama bang Kazy dan bang Alid.” Panggilan kesayangan Lesya kepada dua abangnya. Tiga bocah itu saling pelukan seperti teletubies hanya saja anggota satunya masih bayi dan belum bisa diajak bermain oleh mereka.


Saat ini umur kembar Kha-ka 5 tahun lebih 6 bulan, sedangkan Lesya usia 3 tahun lebih 2 bulan. Dan adik kecil mereka yang berjenis laki-laki bernama Aulian berarti semangat, pemimpin dan Teman, umurnya masih setahun lewat 9 bulan namun sudah bisa berjalan hanya saja harus tetap dijaga.


Dikeluarga Abdullah hanya Lesya yang menjadi cucu satu satunya berjenis perempuan sedangkan anak dari kedua abang Aisyah laki-laki semua. Jadi kemungkinann saat Lesya besar pengawalnya bukan hanya ketiga saudaranya melain kakak sepupunya pun ikutan menjadi pengawalnya.


--


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorite!


See you! Thank you! Bye!

__ADS_1


Love Rora~


__ADS_2