
Aldo dan Mila sampai di rumah di waktu yang bersamaan.
"Habis dari mana kak?
Angel mana?"
"Habis ngantar Angel"
"dia minta pulang???"
"Ia."
"Dia udah baikan kan? trus tadi pas kakk antar orang tuanya ada???"
"Kamu nanya nya satu satu dong dek..," Tegur Mila pelan.
"Hehe... Kepo kak.."
"Angelnya udah baikan. waktu kk antar ada papa mama nya di rumah, Mereka khawatir. Mereka tu sebenarnya sayang tapi yang kakak liat mengontrol emosi masing masing diri itu mungkin masih belum bisa mungkin masalah mereka besar jadi sulit menahannya"
Jelas Mila menghela nafas gusar.
Di ruang tamu Angel duduk dengan kedua orang tuanya dia terlihat menunggu kapan dirinya siap untuk bicara.
"huft.." hela nafas beratnya. Dia melihat kedua orang tuanya tak saling menatap.
"Angel tau, Hubungan papa dan mama sudah lama buruk. Belakangan ini mama dan papa juga sering bertengkar di depan Angel.
Angel ngak ngerti lagi mau gimana, Kalau papa sama mama mau pisah Angel ngak masalah.
Angel bisa pahami, Walaupun sebenaranya kasih sayang yang mama papa berikan sama Angel terasa belum cukup buat Angel." Air mata Angel kembali berlinang. Perlahan menetes.
"Angel,... Mama sayang sama kamu."
"Papa juga sebenarnya sayang sama kamu. Karna papa sibuk kerja cari uang papa jadi jarang memperhatikan kamu sayang."
Mamanya Angel tidak terlihat setuju dengan perkataan suaminya itu.
"Angel juga tau, kalau papa juga punya anak sebaya dengan Angel" Papa Nya pun seketika melempar pandangannya pada Istrinya itu.
"Itu kan yang menyakitkan hati mama, 17 tahun papa selingkuh di belakang mama. Angel ngak maksa papa buat milih Angel atau dia.
Angel hanya berharap supaya Angel ngak bernasip sama kyak mama."
Mamanya pun memeluk Angel. Papanya Angel melempar pandangannya. Dia merasa seperti pria brengsek setelah mendengar kata kata itu keluar dari mulut Angel putri nya sendiri.
"Ma, Maafin papa.
Papa memang pria brengsek."
"Mungkin salah ku juga,
Aku juga jarang memperhatikan kamu pa, Aku lalai dalam tanggung jawab ku. Aku juga hanya memikirkan kerja kerja ya kerja dan mengabaikan kalian. Mama minta maaf" Tulus meminta maaf.
Akhirnya mama dan papa berbaikan. Aku senang dan lega melihatnya walaupun hari ini akan menjadi hari terakhir untuk ku di satu meja makan malam ini untuk bersama.
Mama dan Papa sudah memutuskan untuk bercerai dan itu keinginan mereka jalan satu satunya.
Yah, Aku harus bisa menerima semua ini mungkin ini jalan yang di berikan dewa pada keluarga kami. Aku mencintai mereka tapi Aku berharap tidak memiliki nasip seperti mereka yang gagal dalam pernikahaan dan menyakiti perasaan putrinya. Aku ingin bahagia walau sekali saja.
🍃🍃🍃🍃🍃💐
Kriiingg!
bel sekolah pun berbunyi. Semua senior dan Junior berkumpul di Aula luar sesuai kelas masing masing.
__ADS_1
"Selamat pagi semua" Senior Iqbal
"Pagi"
"Saya Iqbal ketua dari tim Keamanan, Mos hari ini saya yang mengambil alih barusan saya menerima pesan dari ketos bahwa beliau akan datang terlambat.
Seperti yang Katos bilang kemarin kita akan membentuk masing masing anggota organisasi di masing masing kelas.
Senior yang ada di dekat kalian mereka lah yang akan membantu. jadi saya berharap lakukan dengan aman dan adil. BISA?"
"BISA!!!"
"Bagus. Kalian bisa masuk ke kelas. Senior selamat bekerja" Kami pun berjalan mengikuti senior pembingbing pertama kali masuk kelas kami semua terpesona dengan sempurnanya kelas A.
"Silahkan duduk dengan rapi"
"Aisyah sini!!" Windi memilih bangku no 2 dan di belakangny Vani dengan teman yang lain.
Aku pun duduk di sebelah Windi.
Di depan kami ada senior Yulia dan Senior Tio yang siap membantu kami dalam pemilihan anggota organisasi ini.
"Pagi semua" Sapa Tio
"Pagi..."
"Baiklah,
Hari ini adalah hari terakhir mos dan sekarang kita lansung menentukan anggota Struktur organisasi kelas dari ketua kelas, wakil ketua, bendahara, sekretaris dan Keamanan" Sendari menulis 5 panel penting dalam struktur. "Untuk kebersihan lakukan secara bersama sebagai contoh kelas A"
Sambung Tio.
"Apa kalian sudah saling berbicara??,
....
Siapa yang pernah menjabat sebagai ketua kelas sebelumnya???"
Diam tak ada yang mengangkat.
"Kak," seseorang dari mereka mengangkat tangan.
"Kamu pernah???"
"Cuman jadi wakil kak. Kalau saya boleh mengajukan seseorang buat jadi ketua kelas boleh ngak, kak??"
"Nama kamu siapa??"
"Alka Ramadhan kak,"
"Oke silahkan,"
"Menurut saya yang pantas untuk di posisi ketua kelas Aisyah kak." Aisyah kaget mendengar nya.
"Atas dasar apa kamu menunjuk Aisyah??"
"Karna sikap tegas dan Keberanian yang di miliki Aisyah saya rasa bisa memimpin kelas ini."
"Sikap tegas dan berani, Yang nama Aisyah silahkan berdiri!" Aisyah berdiri dengan ragu melihat semua teman yang ada di kelasnya.
"Yang lain gimana?? kalau ada yg mau menunjuk temanya atau mengajukan diri sendiri untuk menjadi ketua kelas silahkan. nanti kita pilih sesuai voting."
Tak ada yg mengangkat tangan.
"Berarti kalian setuju jika Aisyah menjadi ketua kelas??"
__ADS_1
"setuju" kompak Windi dan Vani
"Saya rasa Aisyah pantas kak,"
"Ia kak." Mereka semua mengangguk setuju.
"Oke. Aisyah teman teman kamh setuju jika kamu yang menjadi ketua kelas, apa kamu menerima jabatan ini???"
"Terima Aisyah..
Ayo..
jangan nolak
ia Aisyah.. kami yakin sama kemampun kamu"
"Karna teman teman mendukung saya. Insyaallah saya sanggup,"
Sorak dan tepuk tangan bahagia dari semua teman teman di kelas.
"Kemudian wakil, siapa yang berkenan??"
"Saya kak" Seorang siswa mengangkat tangannya.
"Saya Kevin Harianto Sanjaya, Ingin mencalon kan diri sebagai wakil ketua kelas."
"Kevin, Lalu Alka kenapa kamu tidak mengangkat tangan???"
"Saya,.... Udah menjabat jadi wakil ketua kelas selama 2 tahun kak jadi saya tidak tertarik lagi. hehe" Ucapnya malu. Semua teman d kelas A ketawa melihat Alka yang di wajahnya itu ada perawakan komedi. kkkkk
"Oke... yang lain gimana??? Setuju???"
"Setuju kak... toh Kevin ganteng bat parah.. huaaaa...." Windi mulai.
Aisyah dan Vani mencubit Windi. Windi memasang wajah tak bersalahnya itu kemudian duduk manis.
Pada akhirnya yang mengisi jabatan di strukrur organisasi kelas sesuai dengan kesepakan seluruh rekan di kelas.
Sedangakan windi dengan vani memilih tak mengambil posisi itu karna menurut mereka.
"merepotkan" kompank Windi dengan Vani setelah ky tanya kenapa mereka berdua tidak mengajukan diri.
Kini kami bertiga duduk di kantin usai pemilihan tadi menyantap jajanan sekolah yang memang enak enak.
"Ini terkahir mos kita kan. kita juga udah ada grup kelas.eh gimana kalau hari ini kita rayain????" usul Vani.
"Aku sih yes," Windi.
"Gimana Syah??? kamu mau kan??"
"kita tanya yang lain dulu gimana??" usul Aisyah
"setuju"
Kami pun mulai membahasnya di grup. Murid di kelas A ada 30 orang beberapa dari kami merespon tidak dan setuju. Pada akhirny pukul 8 di cafe Bintang kami adakan party kecil kecilan di sana.
🍃🍃🍃🍃🍃💐💐
__ADS_1
#TO BE CONTINUED