AISYAH

AISYAH
(25) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Sesampai rumah kedua bersaudara itu telah tiba dirumah pukul 11 malam, walau kelar syuting jam 7 namun tetap saja jalanan akan selalu penuh dan macet sehingga mereka tidak on time. Masuk rumah lampu sudah gelap karena mungkin saja kedua orang tuanya sudah tidur dan kemungkinan bang Fariz juga sedang berada didalam kamarnya


pantengin layar laptop.


“Selamat istirahat bang, aisyah ke kamar dulu ya?”


“Iya, mandi dulu habis itu langsung tidur jangan main ponsel terus.” Aisyah mengangguk kemudian berlari menaiki anak tangga sedangkan bang Izak berjalan menuju dapur. Karena haus.


10 menit Aisyah berada didalam kamar mandi dan keluar dengan aura yang menyegarkan dengan rambut yang


tergerai sedikit basah diujungnya. “Huh.. enaknya tiduran dikamar sendiri.” Ujarnya setelah membaringkan tubuhnya diatas Kasur empuknya itu.


Kemudian ia kembali duduk, dan mengambil laptop serta meja kecilnya. Ia ingin melanjutkan nonton drama


yang pertama kali ia perankan menjadi Nadine. Ia sudah menonton 6 episode dan sekarang ia akan menonton episode 7 dimana dirinya yang dibuli dengan fans kedua sahabatnya itu.


Aisyah fokus dengan dramanya sampai ia membayangkan dirinya disana lagi seperti sedang syuting.


In Stage 7


Nadine melangkah menuju arah kantin ia sendirian tidak bersama dua sahabat tampannya itu sampai dirinya ditatap dengan sinis oleh siswi lain. “Eh lihat itu dia sedang sendirian, bagaimana kalua sekarang saja?”


“Bagus, mumpung sedang tidak ada yang mengikutinya.”

__ADS_1


Nadine yang saat itu sedang membawa nampan dengan diatasnya mangkok baso dan satu gelas the manis dingin untuk ia makan baru saja dirinya duduk sudah ada saja yang mengganggu dirinya.


“Hai anak kismin. Apa kabar? Dimana majikanmu itu?”


“Sindy, kau tidak bosan mengganggu kehidupanku terus?”


Gadis yang bernama sindy tertawa, “hahaha bosan? Maaf sekali, sayangnya tidak ada kata bosan untukku mengenai dirimu. Aku akan berhenti setelah kau menjauhi dua pangeran kami.”


“Tapi aku tidak bisa, mereka sahabatku.”


“Tentu saja bisa, kau tinggal menyakiti mereka dan meninggalkan mereka.”


“Tidak itu akan membuat mereka tersakiti.”


“ck, ya seperti ibumu yang tidak ingin meninggalkan ayahku. Apa jangan bilang kalau kau sudah menjual tubuhmu seperti ibumu?”


Plak!


“Diamlah kutu buku! Kau harus tau ibumu itu wanita penggoda dan merebut ayahku dari ibuku.”


Nadine menggeleng kencang, “tidak! Bukan ibuku yang merebut ayahmu, melainkan ibu mu yang menendang ibuku keluar dari rumahnya! Dan kaulah anak haramnya!” tangis Nadine membuat semua menatapnya dengan tatapan iba.


Tangan Sindy sudah ingin menampar kembali namun ditahan oleh seseorang membuatnya kesal, “siapa sih?!” tatapanya melotot saat melihat Fito yang menahan pergelangannya sedangkan Aska disampingnya.


“Akan kubuktikan siapa yang merebut siapa, dan akan ku buktikan apa kah ayahmu itu akan marah denganku atau dengan dirimu. Ah ayahmu ayahku juga bukan? Ibumu adalah sahabat ibuku namun dengan teganya ia merebut apa yang dimiliki ibuku.” Dingin Nadine membuat Sindy dan dua temannya menelan ludah, kemudian Aska menarik pergelangan tangan Nadine, “ayo pergi, disini banyak setan.”

__ADS_1


Aska melangkah meninggalkan kantin dengan membawa sahabatnya ke taman belakang diikuti oleh Fito di belakang mereka dengan tatapan sendu. Sesampai disana Nadine menangis dengan sepuasnya Aska membawa kepala Nadine ke dadanya dan ia hanya menepuk pelan ke punggung gadis itu.


“Mengapa dia jahat sekali? Dia yang merebut perhatian ayahku mengapa dia yang marah kepadaku? Apa salah diriku yang ingin menampakkan diri didepan ayah kandungku?” Aska menggeleng kepala, “kau tidak salah Nad, dia saja yang iri denga napa yang kau miliki.”


“Apa yang membuat dirinya iri? Rumahku ia rebut, kamarku ia rebut, ayahku ia rebut dan sekarang ia juga ingin merebut dua sahabatku? Lalu setelah ia merebutnya aku tidak memiliki apapun apalagi yang akan membuat dirinya iri?”


Fito ikutan mengelus kepala Nadine dengan tangannya, “ia iri karena kau banyak dicinta dan disayang oleh semua orang. Mungkin ia iri karena keluarga ayahmu lebih peduli denganmu dan ibumu maka dari itu ia ingin mengambil semua yang kau punya. Dia memang egois namun sifat itu memang sudah menurun dari ibunya yang juga merebut semua hak milik ibumu. Jadi Nadine yang kami kenal itu Nadine yang kuat dan Tangguh. Ada saatnya kau menangis seperti ini tapi kami harap kamu akan kembali seperti Nadine yang kami sukai.” Ujarnya Panjang lebar membuat Aska melongo menatap Fito.


“Terima kasih, karena kalian masih mau bersahabatan denganku. Terima kasih.”ujarnya sembari menegakkan tubuhnya.


“Sama-sama, hapuslah air matamu dan ingusmu.”ledek Aska membuat gadis itu memoloti dirinya.


“Ih aku tidak ingusan ya!”sentak Nadine.


Dunia nyata.


Aisyah menonton lalu tersenyum, “enak juga punya sahabat dengan laki laki, tapi aku disini terlihat seperti


anak bawang putih atau lebih tepatnya Cinderella yang diasingkan oleh kedua saudara tirinya dan ibu tirinya. Eh tapi tentang keluarga Nadine ini cukup rumit ya? Ayah kandungnya dipaksa menikah oleh keluarga sahabat istrinya lalu ibunya Nadine diusir dari rumah miliknya kemudian dibawa kembali oleh keluarga ayah Nadine dan Nadine menjadi anak yang terbuang tapi dicintai eh gimana maksudnya?”


Aisyah menggaruk kepalanya tanda bingung lalu menggelengkan, “sudahlah lebih baik tidur saja. Aku kalau bernada dingin terlihat menyeramkan hehe.”


Gadis itu memejamkan matanya sambil terkekeh kemudian terlelap dengan senyuman melengkung dibibirnya.


--

__ADS_1


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorite!


__ADS_2