
Happy Reading Semuanya!
Jangan lupa beri tanda like diceritaku ya.
Support aku juga ya.
--
Seperti keinginan putri kecil, Lesya, gadis kecil itu dengan semangat 45 sudah siap dengan gaun bajunya yang sangat cantik dan manis seperti tuan putri disebuah kerajaan. Aisyah dan Baba hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah laku putri mereka yang berjalan dengan anggun layaknya wanita dewasa.
“Putri kita sudah bisa bergaya ya mas.” Bisik Aisyah yang diangguki langsung oleh Tala, “tentu saja dia sudah bisa bergaya, apalagi dekat dengan ontynya yang tak lain Sakura dan Suiren.”
“Oh ya, apa kabar dari dua gadis itu? Dan satu pemuda dikeluargamu mas?”
“Mereka baik, mereka bertiga tinggal di luar Negeri karena masih harus kerja disana karena kontrak baru saja ditekan.”
“Jadi masih lama dong buat bertemu dengan mereka? Kangen tau, apalagi Galen pemuda tampan itu. Sudah setampan apa sekarang?”
“Mas dengar, dia semakin tampan dan semakin banyak yang menyukainya sampai ada yang nekat masuk kedalam box kulkas hanya untuk bisa masuk kedalam apartemen milik Galen.”
“Serius?” Aisyah membulatkan matanya tanda tak percaya, tala mengangguk. “Disana cukup bahaya maka dari itu sekarang Galen tinggal dirumah yang sudah dibelikan oleh Daddy dan mommy.
“Ummi! Kapan kita belangkat?”
“Tunggu angkle Azzam dulu, katanya masih dijalan karena macet sayang ditunggu saja. Sebentar lagi kok.”
“Lesya udah cantik begini apa gak bakalan kelingetan lagi?”
“Maka dari itu bertingkah kalem, jangan bar-bar seperti ini, apalagi centil.” Saut Khalid yang juga akan ikut ketempat kerja umminya, begitupun dengan Kazeem sedangkan Tala akan berangkat kerja seperti biasanya.
Tak lama suara klason mobil terdengar, Khalid menggandeng tangan kanan Lesya berlarian menuju pintu luar. Dan menampilkan dua mobil hitam yang satu van mobil yang Azzam dan pak Dalli bawa yang satu lagi mobil Audi yang dibawa oleh Dean.
“Angkle! Kok lama, Lesya kan udah nungguin.” Ujar Lesya dengan wajah menggemaskannya, baru saja Azzam ingin memeluk dan menyubit kedua pipi gadis kecil itu. Langsung dihalangi oleh Khalid. “Stop! Don’t touch my lil sister! Uncle, bring the Virus to us. It will be dangerous!” peringat Khalid membuat kedua tangan Azzam terangkat, merasa kalah. “Fine, Uncle will not touch all of you both.”
“Promise me?” tanya Khalid tanpa mempergerakan tangannya, “promise, I will cross my heart and swear.” Ujar Azzam sembari meyilangkan didepan dada kirinya setelah itu terangkat dengan seimbang diantara telinga kanannya. (Layaknya difilm Up.)
Sedangkan Lesya hanya diam melongo menatap kedua orang disampingnya yang berbahasa asing yang tak dia mengerti. “Abang bicala apa sih cama angkel?”
“Uncle bukan angkel, Lesya harus bisa bedain dong.”
“Sama aja, ayo bilang kalian bicara Bahasa apa? Masa sih abang Kha dan angkel bisa Bahasa alien.”
“Udah yuk kita berangkat.” Ujar Aisyah yang sudah berganti pakaiannya begitu pula dengan Tala yang sudah tampan dan terlihat berwibawa dengan mengenakan pakaian formalnya.
“Ayo, berangkat.” Ujar Tala setelah selesai mengunci pintu rumahnya.
Tala masuk kedalam mobil setelah membantu ketiga anaknya masuk kedalam sana, sedangkan Lian berada digendongan sang istri yang anteng tidur dipelukan sang ummi.
__ADS_1
“Hati-hati ya, jika ada sesuatu hubungi mas oke sayang?”
“Oke. Mas juga hati-hati,” ujarnya kemudian mengecup punggung tangan suaminya, diikuti oleh ketiga anaknya.
“Dadah baba!”
“Semangat kerjanya baba.”
“Lesya cinta baba. Muach!” ujarnya sambil berdadah ria kepada sang ayah. Mobil Van hitam mulai meninggalkan wilayah rumah Aisyah, baru setelahnya Tala pergi mengikuti mobil sang istri dan lanjut kearah lain.
Sesampai lokasi syuting, Aisyah keluar dari mobil diikuti ketiga anaknya, yang masih kecil-kecil ini langsung bergandeng tangan dengan Lesya yang berada ditengah kedua abangnya. Azzam mengikuti Langkah mereka dari belakang. Aisyah masuk kedalam gedung perusahaan dan sudah banyak orang yang menatap mereka dengan tatapan pensaran serta kagum.
“Siapa itu? Kok bawa anak kecil ke sini.”
“Tapi wajah dari ketiga anaknya kok gak asing ya? Seperti pernah liat dimana tapi gak tau lupa.”
“Eh gua inget, bukannya dia Aisyah? Artis pendatang baru yang sudah lama tidak kembali?” tanya salah satu mereka yang baru saja datang menghampiri kedua temannya. “Masa sih? Jika itu benar, wah gak nyangka banget ketemu sama Aisyah, gua tuh fansnya tau..”
“Udah jadi ibu-ibu sekarang ya? Berapa tahun dia hiatus deh?”
“Empat atau lima?”
“Lima keknya.”
Dan masih banyak lagi yang membicarakan Aisyah sampai mereka tidak sadar bahwa sosok yang mereka bicarakan sudah tidak ada dipandangan mereka yang tak lain Aisyah sudah masuk kedalam lift.
Ting!
Lantai yang Aisyah tuju sudah berhenti, mereka keluar dan masuk kedalam sebuah ruangan yang luas namun sudah penuh diisi oleh cameramen serta beberapa kabel dan orang-orang yang sedang sibuk mengurusi pekerjaannya.
“Siang semuanya? Siang om gara?” sapa Isyah kepada pria paruh baya yang sedang duduk didepan layar kecil yang mengarahkan kearah sebuah tv show.
“Siang, wah akhirnya kamu tiba juga nak, mari duduk. Sini cucu granpa.” Ujar om Gara kepada ketiga cucunya
yang hanya diam menatapnya dengan bingung, “salim dulu sama granpa Gara kakak dari grandma Aluna.” Ujarnya dengan lembut sekaligus mengelus kepala ketiga anaknya sedangkan Lian sedari tadi digendong oleh Azzam.
Lesya salim setelah kedua abangnya, namun ia bukannya duduk disamping om Gara melainkan dia duduk dipangkuan kakeknya itu. “aroma Granpa sama seperti aroma opa.”
“Baiklah, tuan putri duduklah dengan senyaman mungkin.”
Banyak yang bertanya-tanya siapa wanita yang bersapa dengan sutradara Nagara. Yang dikenal tegas dan dingin.
Setelah aisyah membuka maskernya langsung semua takjub. “Wah Aisyah! Tidak menyangka kamu akan datang kembali.” Ujar salah satu staff. Yang langsung disenyumi oleh Aisyah, “terima kasih ka, aku juga baru diberi tau seminggu yang lalu.”
“Selamat datang kembali isyah, oh iya jangan bilang selama lima tahun ini kamu udah punya anak?”
“Udah ka, empat hehe, anak pertama kembar laki-laki, anak kedua perempuan dan anak ketiga laki-laki.”
__ADS_1
“Wah hebat, terus umur kamu sekarang berapa?”
“Udah mau ke dua puluh tujuh ka.” Staff itu takjub, “umur 27, udah punya anak empat, tapi body ck,ck,ck masih kelihatan seperti anak gadis umur 20 tahun ya?”
“Hehe, jadi malu aku ka. Udah dong jangan dipuji terus takutnya melayang aku.”
“Ummi Lesya emang cantik tante, saking cantiknya baba selalu cembulu apalagi ngeliat ummi beldandan dan ditatap oleh banyak plia.” Tutur Lesya membuat staff Bernama Marni, langsung menoleh dan. “Wah gemasnya, anak siapa ini?”
“Anak isyah ka, sini sayang salim dulu sama tante Marni.” Sedangkan sang empu hanya bisa kaku karena namanya disebut oleh sang idola sejagat raya.
“Salam kenal tante, namaku Alesya Zahla, tante bisa panggil aku Lesya atau Sya aja.”
“Baiklah, salam kenal cantik, nama tante Marnia Putri.” Ujarnya sembari menyolek pipi kiri milik putri dari sang idola.
Aisyah tersenyum melihat wajah binar sang putri kecilnya. Sampai, Aisyah disuruh berganti pakaian dan merias dirinya kembali. Khalid yang ingin tau langsung mengikuti langkah ummi dan uncle Azzam diikuti oleh Lesya yang sedang digandengi oleh abangnya sedangkan Kazeem anteng disamping granpa Gara.
“kazeem mau jadi sutradara?” tanya Granpa, yang dibalas gelengan. “Kazeem mau menjadi dokter granpa.”
“Alasannya apa?”
“Biar bisa ngobatin luka setiap Lesya jatuh.” Gara mengelus pucuk kepala cucu keponakannya, “pintarnya, lalu siapa yang meneruskan perusahaan baba-mu?”
“Khalid, pasti mau.”
“Lalu Lesya?”
“Dia paling ngurus kafe ummi atau buka butik.”
“Lalu Lian akan jadi apa besarnya?”
“Dia? Akan menjadi ketua polisi seperti uncle Samuel.”
Om Gara tersenyum manis dan memeluk cucunya dengan erat. “Semoga ucapanmu terkabul nak.”
“Aminn.” Gumam Kazeem.
--
Next...
Vote, Comment, Like, and Favorite!
Don't forget to like my story!
See you! Thank you! Bye!
Love Rora~
__ADS_1