
Happy Reading semuanya!
Jangan lupa beri tanda untuk ceritaku.
Support aku terus ya.
--
Bertepatan dengan usia si kembar yang memasuki hari ke tujuh, Tala dan keluarga mengadakan selamatan pemberian nama dan sekaligus aqiqahan untuk si kembar.
Tala dan ayah mertuanya menggendong si kembar mengelilingi orang orang yang membaca shalawat mengiringi cukurnya rambut si bayi.
Setelah selesai di cukur kini ustadz yang dipanggil oleh keluarga mengumumkan nama yang akan diberikan pada si kembar.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,”
“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.” Saut semuanya.
“Telah lahir putra dari saudara Gentala Pratama Alexander dan saudari Aisyah Putri Nada yang akan kami beri nama Khalid Maliq Gentala Alexander dan Kazeem Mustafa Gentala Alexander.
Khalid yang bermakna kuat dan berani, Maliq bermakna Raja yang berkuasa, berdaulat. Sedangkan Kazeem yang bermakna Terbaik, Mustafa bermakna yang terpilih. Jadi makna dari nama keduanya adalah Khalid Maliq, akan menjadi orang yang kuat dan berani layaknya raja yang berkuasa. Dan untuk Kazeem Mustafa, akan menjadi orang yang baik dan terpilih untuk semua orang.
Untuk Gentala Alexander sendiri sudah tau ya, ini nama kebesaran bapaknya,” ucap ustadz yang disambut tawa oleh semua orang.
“Semoga kelak mereka akan terus mendapatkan karunia Allah menjadi orang yang sukses dan sehat wal’afiat untuk kedepannya. Menjadi anak baik dan menuruti perkataan orang tua.”
“Aminnn ya rabbal alamin.” Serempak, membuat Aisyah ikutan mengelus kepala putra-putranya yang berada dipangkuan suaminya. “Mereka nyenyak sekali tidurnya.”
“Masih ngantuk ummi, tadi lagi tidur dibangunin sama ayah, untung saja mereka kalem tidak berisik.”
Sakura, Suiren dan Galen secara tiba-tiba mendekati dua orang tersebut lalu menyolek nyolek kedua pipi tembam keponakannya. “ih gemesin kek bakpao.”
Tak!!
__ADS_1
“Udah cuci tangan belom? Main megang-megang aja.” Omel Tala kepada adik kembarnya Sakura yang langsung mengelus punggung tangannya dengan pelan, “sakit bang, kenapa sih aku kan mau megang keponakanku yang menggemaskan ini.”
“Jadi nama abangnya Khalid? Dan adiknya Kazeem? Dipanggilnya tetep itu ka Aisyah?” aisyah mengangguk lalu mengelus pipi Suiren dengan lembut, “iya, kamu bisa manggil mereka dengan nyaman ya.”
Suiren yang dielus pipinya meng-salting sedangkan Galen dan Sakura iri ingin di elus juga. “Aku juga mau dong dielus pipinya.”
“Galen juga kak..”
Keduanya menatap melas Aisyah yang langsung disenyumi dan mengelus keduanya dengan lembut, “udah impas. Jangan iri oke?”
“Oke ka!”
Ketiganya mengajak Khalid dan Kazeem bercanda diselingi tawa oleh Aisyah, sedangkan yang lain hanya menatap sembari makan nasi kotak yang sudah disiapkan oleh tuan rumah. Banyak tamu yang tidak menyangka bahwa artis yang cukup disayangi dan dicintai semua orang ini udah memiliki suami dan kedua putra.
Yang membuat mereka terkejut lagi, suami Aisyah yang tak lain adalah pengusaha muda yang sangat terkenal didunia perbisnisan, ia termasuk pengusaha no. 2 di dunia Bisnis sedangkan no. 1 adalah perusahaan milik abangnya Aisyah, Raizak Abdullah.
“Berita yang cukup menarik perhatian, sayang saja disini kita tidak diperbolehkan membawa ponsel selain keluarga.” Ujar salah satu tamu aqiqahan.
Selesai aqiqah, Aisyah disuruh istirahat terlebih dahulu apalagi Khalid dan Kazeem sudah tertidur nyenyak setelah meminum perasan asi milik Aisyah.
“Tidurlah, mas turun kebawah terlebih dahulu ya.”
Aisyah mengangguk lalu ia berlalu masuk kedalam kamar mandi guna mengganti pakaiannya menjadi santai dan nyaaman setelah itu ia berbaring dengan memeluk guling namun baru saja ia ingin memejamkan matanya, kedua dadanya sakit karena kepenuhan dengan Asi miliknya terpaksa ia bangun kembali dan memeras asinya kedalam botol dot.
Karena ia sangat mengantuk, kelamaan ia tertidur dengan perasan yang masih menempel disalah satu dadanya. Sampai Tala masuk kedalam kamarnya hanya bisa menggeleng kepala. Ia pun melanjutkan agar istrinya bisa tertidur tenang dan tak merasakan kesakitan.
Selesai itu ia menulis tanggal dan menempelkannya di botol dot dan memasuki kedalam kulkas pendingin kecil didalam kamarnya. Ia mengganti pakaian dan ikut tertidur disamping Aisyah setelah itu memeluknya erat.
“Selamat tidur gadis kesayang Tala. Love you!”
Malam hari, Aisyah terbangun karena suara kedua putranya ia melihat jam pukul 2 pagi dan melirik kesamping suaminya masih terlelap tidur. Ia bangun dari tidurnya dan mengambil hijab serta cardigannya.
Ia melangkah keluar kamar melihat kejanggalan disekitar rumahnya, ia menekan stok kontak dan menyalakan semua lampu betapa terkejutnya ia melihat sosok menyeramkan dengan senjata yang tajam di tangan kanannya membunuh semua orang tercintanya.
__ADS_1
“Siapa kamu?”
Sosok itu menyeringai. Dan berkata, “aku malaikat maut keluargamu.” Ujarnya yang langsung membuat Aisyah berlari masuk kedalam kamar dan melihat suami yang sudah bersimbah darah disampingnya kedua anaknya ia menangis histeris. Dan memundurkan Langkahnya lalu berteriak.
“Jangan!! Aaahhhh!!”
Setelah itu ia mendengar ada yang memanggilnya langsung membuka kedua matanya dengan air mata yang jatuh kedua pipinya serta keringat yang membasahi pelipisnya. Tala, sang suami khawatir dan panik melihat istrinya berteriak memanggilnya dan meminta tolong. Membuat dia tau sang istri sedang memimpi buruk.
“Sayang hey? Ada apa?”
“Aku mimpi mas..” lirihnya membuat Tala memeluk Aisyah dengan erat, “tenanglah, itu hanya mimpi, istighfar sayang.. itu setan yang menganggumu. Mungkin itu teguran karena kita melewatkan waktu ashar dan sekarang sudah adzan maghrib.” Ujar lembut Tala dibalas anggukan oleh Aisyah.
“Astaghfirullahaladzim..” aisyah membacanya tiga kali lalu ia membaca, “Audzubillahiminasyaitonirrojim.” Tiga kali sampai ia merasa tenang ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu dan membayar sholat Ashar di waktu maghrib setelah itu dilanjutkan dengan maghrib tiga raka’at.
“Sudah tenang?”
Aisyah mengangguk lalu tersenyum manis, Tala mengecup kening istrinya cukup lama, dan Aisyah mengecup punggung tangan kanan Tala sebagai balasnya. “Baca al-qur’an yuk, biar kamu semakin tenang.”
Aisyah mengangguk, “ajak baby Khalid sama Kazeem kesini mas.”
“Oke, tunggu sebentar aku jemput mereka dulu, tunggu disini ya.”
“Iya,” sambil menunggu, Aisyah membaca surat pendek terlebih dahulu melancarkan agar tidak ada kesalahan tajwid atau tanda baca lainnya. “Ayo kita mulai ngajinya sayang.” Ujar Tala lalu membaringkan kedua bayinya di alas empuk yang sudah digelari didekat sejadah mereka tak lupa dengan dua bantal guling agar tidak kemana mana.
--
Next..
Vote, Comment, Like, and Favorite!
See you!Thank you! Bye!
Love Rora~
__ADS_1