AISYAH

AISYAH
(19) AISYAH


__ADS_3

Happy Reading!


Sedangkan bang Izak langsung memeluk tubuh adiknya dengan erat lalu mengelusnya pelan, “tidak apa-apa, tidak


ada yang terjadi. Kau masih selamat.”


“Aku kaget bang, mengapa ada orang yang ingin merusak para pemain?”


“Bagaimana jika itu bukan aku, bagaimana itu orang lain yang tidak tau apapun lalu membuka bajunya didepan kamera itu? Apa yang akan terjadi kepadanya kedepannya? Ugh itu sangat mengerikan bang..”


Salsa juga ikut kaget ternyata masih ada saja orang yang ingin merusak nama baik para pemain drama, ini mungkin bukan pertama kalinya bagi Salsa namun tetap saja membuatnya takut. Apa lagi Aisyah, gadis baru masuk ke dunia hiburan ini.


“tenang lah, kamu harus kuat dek, pasti di masa mendatang akan ada kejadian yang lebih menakutkan seperti


ini. Jadi semangatlah. Jangan lemah, atau memperlihatkan kelemahanmu kepada yang lain.” Bisik bang izak, mendengar ucapan abangnya, isyah langsung menegakkan tubuhnya dan melepaskan pelukan semangat dari abangnya lalu mengepalkan kedua tangannya ke udara. “Aisyah pasti bisa! Aisyah pasti kuat! Dan aisyah pasti bisa melewatinya. Semangat! Semangat Salsa! Semangat abang dan para kakak disini.” Pekiknya lalu tertawa.


Salsa ikut tertawa, ia bersyukur bahwa gadis baru ini sangat kuat untuk menghadapi masalah ini. “Semangat juga Aisyah!”

__ADS_1


Kemudian Mikaya datang dan langsung berganti pakaian ia melihat Aisyah dan Salsa sudah didandani natural.


“kalian cantik sekali.”


“Hehe, kau juga Mika.”


“Keluarnya bareng ya? Udah dipanggil kita buat keluar.” Ujar Mika setelah itu para periasnya buru-buru untuk mengatur segala hal, dari wajah, rambut, serta perhiasan. Aisyah dan Salsa sudah selesai karena Aisyah menggunakan hijab dan ia riasannya selalu natural hanya berbeda saat ini ia menggunakan lip balm bukan lip tint seperti biasa.


“Ayo, aku sudah selesai.” Ujar Mika lalu diangguki keduanya.


“Oke.”


“Sebelum itu kumpul dulu sini, kita bersorak dulu.” Ujar bang Bayu yang tak lain produser drama, om Gara ikutan menaruh tangannya ditumpukkan tangan tangan pemain.”satu, dua, tiga, kami bisa! Semoga lancar! Hore!


“HOREE!! HAHAHA!!”


“Oke semuanya stand by!”

__ADS_1


In Stage.


Vanesa melangkah pelan menuju gerbang sekolah kemudian ia tersenyum manis kepada sahabatnya Aya, gadis itu berlari kearah Aya namun berhenti saat ada dua motor yang hamper saja menabrak dirinya. “ih pagi pagi udah ngebut aja dasar cowo begajulan.” Gumamnya setelah itu aya menghampirinya, “kamu gapapakan? Hampir aja pagi ini kamu kena sial.”


“Jangan dong, pagi ini harus kena keberuntungan, yuk masuk.”


Sedangkan diparkiran, sudah ada Nadine menunggu para sahabatnya dengan ia duduk dimotor milik orang lain. Dengan tangan bersedekap didepan dada dengan wajah kesalnya. Aksa mematikan motornya dan membuka helm full facenya begitupun dengan Fito, “Kalian lama! Udah tau aku nungguin katanya belum sarapan?”


“Eh iya maaf, salahin Fito dia telat bangunnya.”


“Enak aja lo salahin gua, udah ngaku aja diri sendiri.” Bela Fito yang tidak mau dikambing hitam, “udah-udah, kalian ini pagi-pagi udah berantem aja. Nih pegang satu satu itu bekal sarapan kalian yang udah ku siapkan, aku duluan masuk kelas. Kalian jangan bolos awas.” Peringatnya dengan tatapan galak namun kedua pemuda itu hanya tertawa menatap wajah sahabat perempuan mereka satu-satunya itu yang menggemaskan.


--


Next..


Vote, Comment, Like, and Favorite!

__ADS_1


__ADS_2