
TIIIINNNNNTTT
Bunyi Klackson panjang dari mobil fortuner itu.
Bruk..
Angle terjatuh pingsan sebelum mobil menabraknya. Pengendara mobil tersebut menghentikan mobilnya tepat di depan Angel.
"Aldo jangan keluar dulu!
Mungkin saja ini motif penipuan!" Ucap pria paruh baya yang duduk di sebelah bangku kemudi tak lain Ayah Aldo.
Aldo terus melihat sosok wanita yang tergeletak membelakangi mobilnya itu.
"Angel?. Mungkin itu Angel pa." Dengan Cepat Aldo keluar menghampiri wanita itu. Dan benar Itu Angel.
"Ngel.... Badannya panas."
"buruan angkat.!" Ucap Ayahnya Aldo membukakan pintu belakang mobil. Aldo tampak khawatir.
"Kamu tau rumahnya di mana?"
"Tau, Pa."
"Kita antar kerumahnya. Bisa saja Teman kamu ini kabur dari rumah lagian ini sudah malam."
Apa Orangtua Angel bertengkar lagi?.
Beberapa saat kemudian Aldo mengentikan mobilnya di depan rumah Angel. Mereka dapat mendengar kegaduhan di dalam rumah itu. Aldo melihat papanya yang tercengang dengan kegaduhan itu.
"Aldo, Bawa dia kerumah." Titah Papanya. Dengan segera Aldo menginjak gas meninggalkan rumah itu.
Tak lama di perjalanan jarak rumah Aldo pun tak terlalu jauh dari rumah Angel. Mereka pun tiba.
"Ma... Mila..." Panggil papa Aldo. Istri dan anak perempuannya pun keluar dari dalam rumah. Terkejut melihat Aldo mengangkat Angel yg lansung dibawa kedalam rumah.
"Pa, ini siapa???" Mama Aldo khawatir.
"Ini Angel teman satu sekolah Aldo ma."
"Teman kamu... kenapa pingsan?? ngak kamu tabrak kan?" Mama Aldo mengusap kening Angel dia terkejut dengan suhu tubuh Angel yang sangat panas. "Ya ampun, Dia demam"
"Bawa ke kamar Kakak aja ma." Pinta Mila. Kakak perempuan Aldo satu satunya.
Dengan sigap Aldo kembali membawa Angel menuju kamar Mila dan membaringkanny dengan nyaman.
Dengan segera pula Mila membawakan kompres untuk Angel. Aldo tampak lelah bercampur rasa khawatir.
"Dek..Kamu nemu dia di mana?"
"Di jalan kak. Hampir aja kena tabrak"
"Astagfirullah... kenapa ngak kamu antar kerumahnya?"
"Sudah kak. Tapi papa tadi dengar pertengkaran di rumahnya. Lalu papa bilang bawa kerumah kita."
"Nauzubillah... Kasian dia. islam?"
"Hindu kak."
"Oh... Yuadah.. kamu sekarang mandi. nanti kakak buatin teh hangat, yah"
"Ia kak."
Aldo pun keluar dari kamar Mila.
Ini kali pertamanya aku bertemu dengan wanita seperti dirinya. Ini pasti sangat berat anak yang entah pergi kemana kedua orangtuanya pun hanya sibuk dengan perdebatan yang tak menyelesaikan masalah. Keadaan seperti ini jelas saja mengganggu psikis dia bisa dengan mudah melakukan hal konyol tanpa memikirkan dampak buruknya.
Sangat di sayangkan. Dia pasti merasa seperti seorang putri yang tak di hargai tak di sayang jauh dari kebahagiaan dan mencoba mencari kebahagiaan di tempat lain.
Mila mengusap lembut kepala Angel. "Semuanya akan berlalu, bersabarlah" bisik Mila. Lalu keluar dari kamar. Air mata mengalir dari balik kelopak mata Angel.
"Dia sudah sadar?"
__ADS_1
"Belum ma. kakak kedapur bentar."
Mama Ratna dan Papa Hafis tampak sedih tidak melihat kondisi Angel yg sangat memprihatin kan.
"Mama berdoa semoga keluarga kita jauh dari hal buruk."
"Aamiin ma. Papa juga tidak mau hal buruk itu datang dalam keluarga kita."
Usai mandi Aldo berjaln menuju dapur sendari mengeringkan rambut dengan handuknya.
"Kebiasaan buruk kamu itu rubahi, Dek."
"Hehe... Suka Lupa kak."
"Nih, teh kamu."
"Makasih kak. Mama, papa mana?"
"Tidur mungkin."
"Astaga udah jam 12."
"Gimana Mos hari ini."
"Hm, Kacau kak"
"Kacau gimana???"
"Panjang ceritanya. Mungkin Angle seperti gara gara Aldo."
"Kenapa kamu berfikir begitu???"
"Aldo copot jabatan Angel dari wakil Osis kak."
Aldo terlihat murung.
"Kamu melakukan itu pasti ada sebabnya dan kamu berani mencopot jabatan nya sudah pasti dia melakukan hal yang fatal. Jadi jangan salahkan diri kamu sendiri, Kita tidak tau apa isi hati dan fikiran seseorang. Kakak berharap kamu bisa melewati semuanya sebagai pemimpin berdiri tegak tidak berat sebelah."
"Ia kak. Aldo pasti berusaha."
Aldo mengangguk, mila pun pergi meninggalkan Aldo yang masih meneguk teh hangat hasil seduhan kakaknya itu.
Di kamar Mila. Angel ternyata sudah bangun dari tidurnya dia melihat rangakaian foto di dinding kamar Mila yang memperlihatkan foto kedekatan aldo dan dirinya.
"Angel... Kamu udah sadar?" Mila meletakkan Teh hangat itu di atas nakas. "Kamu duduk dulu.
Ini teh hangat. Minum lah"
"Makasih kak"
"Ia sama sama."
Mila menebarkan senyuman hangatnya. Lalu mencarikan sesuatu di dalam lemarinya.
"ini baju buat kamu. Ini semua baru. kamu bisa pake."
"Kenapa kakak baik sama saya?"
"Kita kan bersaudara."
"Aku hindu kak."
"Baik hindu, budha, kristen, islam kita itu sama yang berbeda cuman kepercayaannya saja. Kita tetap bersaudara."
"Apa semua keluarga muslim itu bahagia?"
" Setiap keluarga pasti memiliki masalah, mereka yang terlihat bahagia belum tentu bahagia mereka yang tampak biasa saja bisa jadi mereka sangat bahagia. Semua nya balik ke diri kita bagaimana cara kita menghadapi masalah itu. Tidak ada manusia yang sempurna kita hanya manusia biasa yang di minta untuk taat dan berjalan di landasan
yang benar"
Angel diam mendengar setiap penggalan kata yang keluar dari mulut Mila. Malam yang terasa panjang Angle tidak bisa tidur dia terus melihat ke arah foto keluarga Mila dan kutipan tulisan alquran dengan arti serta hadist.
__ADS_1
Kenapa aku merasa panas di rumah ku sendiri sedangkan di rumah orang asing aku merasakan ketenangan.
Pukul 4 Pagi. Angle terbangun dia tak melihat ada mila di sebelahnya. Dia pun berjalan keluar kamar.
Rumah Aldo begitu besar ternyata jauh berbeda dengan rumah ku. Aku tak menemukan satupun penghuni rumah itu. Dia berjalan menuruni anak tangga kemudian dia mendengar suara seseorang.
Dia mencari asal suara itu kemudian terdiam membeku mengintim di sela sela pintu yg tak di tutup rapat.
Mereka Ibadah berjamaah. Mereka tidur larut malam dan bagun dini hari hanya untuk beribadah. Aldo memimpin jamaah mereka terlihat kusyuk. Sedangkan keluarga ku tidak pernah melangkah kekuil bersama jangan kan ke kuil. bersama di satu meja makan saja tidak pernah.
Angle kembali kekamar. setelah melihat mereka selesai sholat subuh. Aku ingin bahagia seperti mereka tapi kapan aku bisa merasakannya.
Apa aku tidak panas, Dewi.. kenapa hal ini menimpa keluarga ku? apa aku tidak pantas merasakan kebahagiaan sama seperti mereka rasakan?
Pukul 6.30 Aldo dan papa Hafis sudah rapi untuk pergi menemui rutinitas masing masing.
"Pagi semua... Angel itu mama Ratna dan Papa Hafis dan dia teman mu."
Angel tersenyum. Sorot mata Ratna memancarkan kesedihan penuh kasih sayang.
"Gimana keadaan kamu?"
"Baik Tante.. berkat Kak mila dan semuanya aku sekarang lebih baik dari sebelumnya."
"Alhamdulillah.. Duduk lah. Tante sengaja masak banyak buat kamu. Supaya cepat sembuh,"
"Maaf tante, Angel jadi merepotkan"
" Aldo dulu kalau sakit juga gini.. Tante masak banyak banyak nanti tante paksa habiskan. kalau enggak sakitnya makin parah."
"kalau sakit kita ngak makan sakit kita pasti makin parah karna tidak protein, gizi yang masuk kedalam perut kita. Kalau bisa jangan minum obat dulu. Makan aja, karna makan yang memberikan kita tenaga." Sambung Hafis.
Angel tersenyum lalu ikut menyantap sarapan buatam mama Ratna. Mereka tersenyum melihat mila lahap memakan sarapan itu.
"Ma, Pa ...Kak Aldo kesekolah ya"
"Papa berangkat ma, kakak Papa berangkat."
"Angel. kamu istirahat dulu di sini"
"Ia. makasih Al"
"Sama sama. jangan terlalu di fikirkan mama sama kakak ku lucu kok orangnya"
"Angel tertawa. Kemudian membantu Mila mengemasi piring bekas makan mereka.
Di rumah Aisyah terlihat siap siap berangkat kesekolah. "Udah siap?"
"Udah Bang."
"Tunggu... Aku ikut. sekalian mau ke perpus cari buku. Boleh kan bang"
"Yaudah Ayok."
Aisyah sangat senang kedua saudaranya pergi mengantarkannya kesekolah pagi ini. Dia pun membuat sebuah video pendek dengan musik konyol dengan raut wajah konyol yang di buat buat dengan kedua abangnya itu.
Tak lama mereka pun tiba di sekolah. Aisyah bersalaman dengan Akbar dan Abimayu lalu keluar dari mobil.
"Abang pergi dulu. Assalammualaikum"
"Walaikumsalam... Jawab Aisyah yang juga di ikuti oleh Windi yang baru datang dengn vespanya.
"Allahuakbar sungguh indah ciptaan mu ya allah"
Tutur Windi tak mengalihkan pandangannya dari mobil yang mengantar Aisyah kesekolah.
Aisyah terkekeh pelan.
Kemudian Aldo pun datang dengan motor metic besar miliknya.
"Buruan masuk dek" Ucap Aldo. Dengan segera Aisyah dan windi masuk ke dalam sekolah
🍃🍃🍃🍃🍃💐💐
__ADS_1
#TO BE CONTINUED