AISYAH

AISYAH
(92) AISYAH


__ADS_3

Happy reading Semuanya!


Jangan lupa beri tanda like diceritaku ini.


Support aku juga ya.


--


Tok! Tok! Tok!


Pria itu melangkah menuju pintu sebelum itu ia menutup lukisan tersebut dengan kain putih, ia membuka pintu dengan wajah datarnya. “Ada apa?”


“Turun yuk, ada tunangan kamu dia hubungin kamu dari tadi kamu gak jawab. Ada apa sih? Sejak dua minggu lalu kamu baru pulang dari Amerika lima tahun lamanya kok sudah berubah.”


“Udahlah mom, aku malas bertemu dengan wanita culas itu. Mom saja yang menyambutnya.”


“Dia tidak culas nak, kapan kamu mau move on dari gadis di lukisan itu?”


“Mom membukanya?”


“Tidak sengaja tersingkap kain putih itu, mungkin kamu lupa menutupnya.”


“Sejak kapan?”


“Sebelum kamu ke amrik.” Pria itu menghela nafas, lalu menutup pintu ruangan itu dengan rapat tak lupa ia menguncinya. “Kamu harus mengikhlaskannya nak, dia sudah memiliki empat anak yang mom tau.”


“Dari mana?”


“Tak sengaja mom lihat ada postingan di sosmednya. Dia dengan keempat anaknya sedang bersenang-senang.”


Putranya terdiam seperti sedang berpikir sesuatu, “jangan pernah merusak kebahagiaan keluarga Al, mom tidak suka jika kamu berbuat hal seperti itu. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya jangan memaksanya, mengerti?”


“Semoga, doakan saja aku tidak merusaknya.”


“Mom doakan, agar kamu mendapatkan jodoh yang baik, mau itu Clara, atau siapapun itu.”


“Hem.”


“Udah buruan turun, kasihan Clara udah nungguin kamu sejam yang lalu.”


“Mom saja, aku malas.”


“Tidak udah turun sana,” ujar mom sambil mendorong punggung anaknya yang sedang galau itu. Putranya bernama Muhammad Refaldi Alraksa. Artis yang selalu dipasangkan dengan Aisyah Putri Nada, gadis yang dicintai dan disayangi oleh semua orang sepanjang masa. Dan baru kembali menjadi sosok istri dan ibu yang pintar.


Aldi, anak pewaris utama dari sebuah perusahaan Alrks group yang berada di negara A oleh kakek dari dadnya. Dan Aldi juga sudah dijodohkan oleh kakeknya yang ingin hubungan bisnis dengan kerabatnya semakin kekal dan lengket, namun ternyata cucunya sudah memiliki seorang gadis yang disukai.

__ADS_1


Namun terlambat, kakek Aldi menyuruh cucunya untuk bertunangan dengan cucu sahabat kakeknya yang tak lain Clara Liona Presnion. Gadis itu terkenal angkuh, sombong, dan culas, seperti yang dikatakan oleh Aldi.


Gadis itu selalu curang dan tidak jujur kepada siapapun jika ia melakukan kesalahan dan selalu mengkambing hitamkan kepada saudara kandungnya yang tak lain sang adik yang bernama Fatimah Az Zahra.


Dan dikabarkan bahwa Fatimah, gadis itu dimasukkan kedalam pesantren yang berada dipedalaman pedesaan oleh orang tuanya, maka itulah yang dijodohkan oleh sang kakek adalah Clara, gadis angkuh yang tidak mau kalah oleh siapapun termasuk saudaranya sendiri.


“Siang Aldi, apa kabar?”


“Kelihatannya?” ketus Aldi membuat Clara yang tadi tersenyum langsung redup. “Aku kangen tau sama kamu, udah lima tahun kita gak ketemu?”


“Loh bukannya dua bulan lalu kau datang ke sana bersama sugar daddymu?” tanyanya to the point.


Clara syok, begitu pula dengan kakek serta mommy Aldi. “Salah lihat kali, aku gak ke Amrik, aku cuma ke Italia.”


“Oh berarti benar, soal sugar daddynya? Lihatlah kek, orang yang kakek jodohkan tidaklah lebih baik dari Fatimah, kalau aku dijodohkan oleh adiknya baru aku terima jika dengannya sepertinya tidak. Memangnya dia masih perawan?”


“ALDI!! Jaga bicara kamu nak!” bentak kakek Alraksa. Sedangkan cucunya hanya diam dengan senyuman licik. “Jika kakek tidak percaya coba cari sekalian hacker. Siapa saja yang berhubungan dengan wanita culas ini. Asal kakek tau yang mendorong abang bukanlah Fatimah melainkan wanita didepan kakek.”


“ALDI!”


“Tidak percaya? Silahkan,”


Sedangkan wajah Clara sudah pias dan memerah menahan amarahnya, “jika begitu saya pamit pulang kek, tante. Permisi.” Ujarnya kemudian pergi begitu saja tanpa kesopanannya. “Tuh, lihat dia gak sopan, ada orang tua bukannya dicium punggung tangannya malah melengos begitu aja.”


“Ayah akan mencari tau, jika itu benar, ayah akan menjodohkannya dengan Fatimah, jika salah ayah akan memaksanya untuk menikahi Clara.”


“Ayah..”


“Tidak ada bantahan Flora!” bentak ayah mertua yang langsung berlalu dari ruang keluarga, sedangkan mommy Flora, mom dari Aldi hanya bisa menghela nafas dan merasakan sakit kepala menderanya.


“### Ya allah, berikan hamba ketabahan.”


“Habis ini kita akan kemana mas?”


“Em, bagaimana kalau kita kerumah bunda dan ayah? Pasti udah lama kita gak ngumpul bukan?” tanya Tala kepada Aisyah yang langsung diangguk semangat oleh istrinya. “Tentu, udah lama banget, kangen kedua abang akuh yang tampan-tampan itu.”


“Oh iya, beneran abangmu Izak bukan sama Hanna lagi?”


“Katanya sih gitu, ka Hanna dijodohkan oleh pria lain sama pamannya, jadinya gak ada yang boleh dibantah katanya udah jadi amanah dari orang tua ka hanna.”


“Terus sekarang Izak sama siapa?”


“Aisyah gak tau, tapi katanya bang izak udah nikah sama gadis pesantren katanya mah.”


“Katanya-katanya mulu kamu kalau ngomong.”

__ADS_1


“Hehe.”


“Baba! Lesya mau lambut nenek!”


“Rambut nenek apa? Bukannya minta ke oma atau granma?”


“Ih itu lambut nenek warna-warni baba! Mau yang melah jambu.” Tala mengernyit bingung apa yang dimaksud dari putri kecilnya, sampai Aisyah menyubit pinggang suaminya, “maksudnya gulali mas. Kan dijaman dulu panggilnya rambut nenek.”


“Oh permen kapas maksudnya?” tanya Tala yang diangguki oleh Aisyah. Tala menggendong putrinya, dan tangan kanannya menggandeng tangan Kazeem, sedangkan Aisyah menggandeng Khalid. “Ayo kita beli, abang mau?”


“Khalid mau burger aja.”


“Sama kazy juga mau burger, cheese burger ba.”


“Oke, siap.. Lesya yakin gulali aja?”


“Mau gulali, tapi mau burger juga.” Ujarnya pelan takut dimarahi.”Oke kakak dua jenis ya. Jadi jangan iri sama dua abang oke?”


“Oke.” Semangatnya kembali diatas gendongan sang ayah yang cukup hangat dan membahagiakan baginya.


Melihat suami beserta ketiga anaknya yang berada didekat pria tercintanya, membuat Aisyah tidak bisa mengungkapkan kalimat-kalimat lagi selain bersyukur dan tersenyum, apalagi ia dengan bayi kecilnya ini yang ia gendong, dengan nyamannya bayi ini tertidur dipelukkannya membuatnya sangat mencintai keluarga kecilnya.


Disaat ia sedang melamun, Lesya, gadis cantik itu meneriaki ibunya yang masih berdiri ditempatnya. “Ummi!!! Ayo buruan!! Nanti abis gulalinya!!” teriaknya tepat ditelinga babanya, Tala. “Lesya, kalau mau teriak jangan tepat ditelinga baba dong, sakit ini.”


“Maafin lesya ba, gak sengaja. Lesya lupa kalau lagi digendong hehe.”


THE END!


--------


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA DAN MENGIKUTI KISAH TENTANG AISYAH BERSAMA GENTALA. AKU SEBAGAI PENULIS SANGAT BANGGA DENGAN HASIL KERJA KERASKU INI DENGAN MEMIKIRKAN LANJUTAN DEMI LANJUTANNYA.


YA WALAUPUN YANG MENANDAI LIKE HANYA SEDIKIT TAPI TIDAK APA AKU PASTI BISA!


***AKU AKAN MELANJUTKAN CERITA INI KE CERITA PUTRA SULUNG AISYAH DAN GENTALA YANG BERTEMU DENGAN JODOHNYA. ***


***DICERITA INI AKU USAHAKAN TIDAK MENGELUARKAN ORANG KETIGA SEPERTI PELAKOR ATAU PEBINOR. ***


DOAKAN YA SEMUANYA!


SAMPAI JUMPA SEMUANYA!


ASSALAMUALAIKUM!


----

__ADS_1


__ADS_2