
Iqbal tak sengaja melihat Aisyah keluar dari mobil seorang pria dia tersenyum ceria lalu melihat pengendara mobil itu pergi.
"Aisyah..." Sapanya setelah berada di dekat Aisyah.
"Bang Iqbal." Iqbal mempersilahkan Aisyah untuk masuk lebih dulu karna sedari tadi dia kesulitan untuk masuk seolah Iqbal menjadi perisai untuk Aisyah.
"makasih" Tutur Aisyah.
"Kamu mau menemui seseorang di sini?"
"Ia, Bang."
"Pacar?"
"Pa pacar??.. Hahaha.. enggak bang aku ke sini karna kelas A mengadakan party setelah Mos."
Iqbal ber'o'ria "Mereka ada di mana??"
"Katanya berada di lantai atas"
"Aisyah..." Panggil seseorang dari depan anak tangga.
Dia Vani,.
"Eh, ada bang iqbal. Kalian datang bareng ya..."
Aisyah tidak tau harus bereaksi seperti apa dalam menanggapi pertanyaan Vani.
"Tadi ketemu di depan." Jawab Iqbal.
"oooohh.... Gitu, Ikut gabung aja bang. Rame kok. Aku juga DM bang Yoga sama kak Yulia, aku sebenarnya mau undang Bang iqbal juga sih, tapi takut." Vani kini terlihat bersalah. Iqbal mengangguk dengan senyuman miring.
"Aku ke sini sebenarnya di undang sama Aldo."
"Oh berarti."
"Eh, udah ngumpul aja nih..." Aldo datang bersamaan dengan Yulia
"Akhirnya... Bang Aldo sama Kak Yulia datang Juga."
"Nih Vani keterlaluan nih,, Seharusnya undang Iqbal juga. keamanan kan bal, ya..."Gurau Yulia.
"Lansung ke atas aja yuk." Ajak Vani lalu menarik tangan Aisyah.
"Wah..." Setibanya di atas Aisyah sangat takjub dengan pemandangan tempat itu dan benar yang lain sudah pada datang dan menyantap beberapa hidangan yang sudah mereka pesan.
"Hahaha... Anak Sma nongkrongnya mantul bener. Budjednya mmmm.. Mantap ya Kelas A Tahun ini" Tutur Yulia santai kemudian meraih satu kentang dari piring Windi.
"Eh kak sekretaris, Bang Ketos, Bang Bodyguard" Tutur Windi tercengang kaget. Begitu juga yang lain.
"Guys, sorry ya Gue sengaja ngak bilang sama kalian kalau Senior kita ikut gabung."
"Jangan tegang gitu. Bawa Enjoy ini di luar sekolah lagian Mos baru saja berakhir" Ucap Aldo enjoy.
"Oh ya nama kamu siapa?" Tanya Yulia kepada Windi.
"Tasya kak."
Doeng....
Aisyah dan Vani menggeleng pasrah. Beberapa teman yang lain pun ikut heran.
"Tadi bukan itu deh namanya.." gumam seseorang.
__ADS_1
"Tasya jangan panggil aku dengan Kakak secretaris panggil saja Aku Kak Yulia, Aldo dan Iqbal. Saya rasa kamu tau nama kami."
Windi cengengesan. Kemudian mereka duduk rilex di sana.
"Kelas Atas ternyata" tutur Aldo. "Ini yang punya ide di sini siapa nih????" tanya Aldo
"Vani....!!!" Kompak.
"Piliha yang sangat luar biasa." sambung Aldo.
"di sini benar benar indah... Vani apa kamu sering ke sini??" Tanya Aisyah yang masih terpesona dengan tempat itu. Dia merasa bintang di tempat itu sangat dekat.
"Ya beberapa kali sih," Jawabnya ragu ragu.
Iqbal dapat melihat berapa kagumnya Aisyah dengan tempat yang berkelas itu.
"Aisyah.. kamu sebelumnya dari madrasah ya.." Tanya Yulia.
"Ia kak."
"Di madrasah mana??"
"Madrasah internasional,"
"Oh... Pantess.." Kompak beberapa orang.
"Kenapa??"
"Aisyah apa kamu sepolos ini???"
Tanya Iqbal penasaran.
"Maksudnya Kak?"
"Lupakan." Jawab Iqbal malas memperpanjang kalimatnya..
Tak sembarang murid yang bisa masuk kesekolah itu. Berprestasi dan kalangan orang berada. kualifikasi seperti itu sudah biasa di dunia apapun terutama bisnis.
Mereka semua menikmati party malam itu dengan bahagia hingga tidak sadar sudah pukul 10 malam. Mereka pun beranjak pulang.
"Aisyah kamu pulang sama siapa?"
Tanya Vani.
"Di jemput sama siapa?...."Windi kepo.
"Kayaknya bang,,,"
"Bang Akbar? Kyaaa..." Windi melihat Akbar keluar dari dalam mobil. Terpesona...
"Astaga ni bocah, Ingat umur" ucap Vani. Lalu menarik tangan Windi untuk segera pulang bersamanya. Iqbal melihat Akbar dan Aisyah jalan bersama dan masuk kedalam mobil yg sama.
"Dia siapa Nya Aisyah??? mereka terlihat dekat" Gumam Iqbal.
"Gimana party nya?"
"Alhamdulillah menyenangkan. Tadi juga ada senior yang datang. Bang, Aisyah mau dong ke tempat tadi lagi.. tapi kita sekeluarga. Pemandangannya indah banget tempatnya juga nyaman makanannya pun Halal semua bang." Tutur Aisyah panjang lebar.
"Abang sih suka ide kamu kayaknya Abang ada tempat lain yang lebih menarik buat kamu."
"Benarkah??"
"Ya... kamu sekolah kapan?"
__ADS_1
"Seminggu lagi bang."
"Yaudah dalam minggu ini abang atur waktu untuk kita pergi ke sana."
Aisyah sangat bahagia mendengar tawaran itu. Terlebih lagi mereka pergi bersama.
🍃🍃🍃🍃💐
Iqbal kembali mengunjungi rumah Angel. Akan tetapi suasana di malam di rumah Angel sangat sunyi lampu rumahnya pun tidak menyala.
"Kemana dia pergi?"
Kemudian Iqbal pergi meninggalkan rumah itu. Lalu kembali kerumahnya yang jarak yang cukup jauh.
(😭jiwa misqueen ku meronta ronta)
Ayah Iqbal ialah seorang pengusaha batu baru dan Ibunya seorang Dokter dan Iqbal memiliki seorang adik perempuan yang masih berusia 2 tahun.
"bannn... abann...." Lidah baby Mei masih belum bisa memanggil iqbal dengan benar. Iqbal tersenyum gemas melihat Baby Mey dia lansung menggendongnya dan mencium baby Mey
Baby Mey tertawa geli.
"Lucu nyaa..."
"Bal..."
"Ya mom.."
"Besok sibuk??"
"Enggak. kenapa mom?"
"Mommy sama Daddy besok ada acara luar kota. Kamu bisa jaga Baby mey?"
"baby mey besok mommy mau ke luar kota.. Baby mey tinggal sama Abang ya.." ucap Iqbal pada adeknya. Baby mey tersenyum gemas lalu menepuk nepuk wajah tampan Iqbal.
"Mbak Kila juga ada bantuin kamu jaga Baby Mey kamu ngak akan repot kok. Baby mey kan pinter... Ya kan nak.."
"Iya" Jawab Baby Mey. "Bobok, boobookkkk" Gumam Baby mey. Kemudian Moommy nya Iqbal Pun mengambil Alih Mey dan membawa Nya untuk tidur.
Iqbal masuk ke kamarnya. Merebahkan diri di ranjang single nya itu dan menatap langit langit kamar.
Kemudian dia menghembuskan nafas pelan dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
Malam yang terasa panjang. Angel membuka matanya di saat dia mendengar sesuatu di dekatnya. Dan ternyata Mamanya sendiri yng kini sibuk merapikan barang barangnya ke dalam lemari.
"Mama ngapain??"
"Mama membangunkan mu ya..., Mama minta maaf sayang. Mama cuman mau membantu kamu merapikannya."
"Ngak perlu ma, Angel bisa sendiri."
"Ia mama tau, tapi mama mau bantu kamu, Lagian sedikit lagi selesai.. Kami tidur lagi aja atau mungkin mau mama buatkan susu hangat???"
"Ngak perlu ma..." Angel pun beralih dari tempatnya meninggalkan kamar lalu berjalan menuju dapur. Dia merebus air dan memasak dua ramen yang ada di atas meja.
Dia pun melihat mamanya keluar dari kamar lalu berjlan ke arahnya yang sudah siap dengan dua gelas susu dan Ramen hangat.
Mamanya tersenyum walaupun Angel masih belum bisa tersenyum bahagia mamanya memaklumi.
"Kamu membuat ini untuk kita???"
"Iya, Mama pasti lapar. Lagian Aku juga lapar."
Mereka pun makan bersama menghabiskan ramen itu hingga tak bersisa. Lapar mereka hilang dan Angel sedikit mengukir senyum karna dia tau bahwa mamanya pasti sangat menyukai dirinya jika seperti ini.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃💐💐
#TO BE CONTINUED