AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
104 Apa kakak mencintai kak Panji?


__ADS_3

Laila hanya diam mendengar omelan sang kakak yang dari tadi terus nyerocos tak henti-henti. Karena memang semuanya salah dirinya yang tiba-tiba pergi meninggalkan kakak ifarnya yang hampir saja celaka.


Sky hanya bisa menghela nafas pelan melihat sang suami memarahi Laila, entah Sky harus senang atau biasa saja, akan omelan Panji yang seakan mengkewatirkannya, karena mencari Laila hampir saja kecelakaan.


"Kamu tahu, kakak ifarmu hampir saja kecelakaan karena mencari dirimu, kalau terjadi apa-apa bagaimana? kakak ifarmu hampir saja.. "


"Ah..., dasar ceroboh, "


Kesal Panji sambil menarik kedua tangan sang adik yang di perban, lalu Panji menurunkan pandangannya melihat lutut sang adik juga di perban.


Hati Panji tercubit melihat sang adik penuh luka, Panji memang kesal dengan tindakan sang adik. Tetapi jauh di lubuk hati Panji bahwa dirinya kewatir melihat keadaan sang adik.


Jika saja sang adik dan sang istri terluka di tempat yang sama mungkin Panji sudah gila.


"Jangan lakukan lagi, kamu satu-satunya keluarga yang kakak punya, maafkan kakak ...,yang tidak mengerti perasaan kamu, "


Cup...


Ucap Panji melemah sambil mengecup luka telapak tangan sang adik.


"Apa sakit? "


Laila hanya mengangguk saja dengan mata berkaca-kaca, bahagia akan perhatian sang kakak yang begitu mengkewatirkannya.


Laila faham akan kemarahan sang kakak, padahal itu bentuk kekewatiran yang tidak bisa Panji ungkapkan dan hanya bisa marah.


"Apa lukanya parah? "


Kini Panji bertanya pada Akbar yang sendari tadi diam.


"Tidak! mungkin satu minggu sudah sembuh, "


Huh...


Panji menghela nafas kasar dan dalam, satu minggu berarti luka Laila cukup parah.


"Terimakasih, Bar. Sudah membawa Laila ke rumah sakit dan mengantarkannya pulang, "


"Sama-sama, Kak. Emmz ..., ada sesuatu yang ingin Akbar bicarakan sama kakak, "


Deg..


Laila melotot mendengar apa yang Akbar katakan, Laila memandang Akbar dengan tajam seakan mengisyaratkan jangan berkata aneh-aneh.

__ADS_1


Tingkah Laila tidak lepas dari tatapan Panji yang curiga, seperti ada sesuatu diantara mereka berdua, pikir Panji.


"Ruang kerja, "


Ucap Panji dingin, membuat Akbar mengangguk mengikuti langkah Panji menuju ruang kerjanya. Laila menatap was-was kepergian Akbar, Laila hapal bagaimana sikap Akbar yang lemah lembut, penyayang tetapi tegas dalam bertindak dan tidak akan menarik kata-katanya.


Sky yang melihat wajah cemas adik ifarnya mendekat, lalu tangannya mengelus punggung Laila seakan memberi tenang.


"Kenapa setakut itu?"


"K.. kak, ak... "


Ucap Laila tertahan seakan sulit untuk menceritakan semuanya, padahal Sky sudah tahu tanpa Laila sadari. Hanya saja Sky ingin melihat kejujuran adik ifarnya.


"Jika sulit, jangan di paksa! "


"Akbar terlalu baik untuk Laila, kak."


Sky menatap lekat wajah adik ifarnya yang terlihat tertekan, Sky bisa merasakan kegundahan yang ada di hati Laila, halnya Sky alami.


"Allah tidak memandang rendah setiap hambanya, walau orang itu mempunyai masa lalu buruk. Bukankah itu bukan kemauan kita, itu terjadi begitu saja, cobalah untuk tenang. Yakinkan bahwa di balik ujian itu ada kebahagian yang datang, jika Akbar benar-benar tulus mencintai kamu dan menerima semua kekurangan kamu, insyaallah Akbar akan menerima semuanya. Jangan jadikan kejadian buruk itu menghalangi sebuah kebahagiaan, Allah maha pengampun dan penerima taubah. Jadikan diri kita baik di matanya, Allah yang maha tahu segalanya."


"Kakak faham apa yang kamu rasakan, tenangkan hati kamu, jangan sampai suatu saat nanti ada sebuah penyesalan. "


Laila memandang lekat kakak ifarnya yang selalu memberikan keteduhan, walau mata itu terlihat tajam tetapi sungguh di balik ketajaman itu menyimpan sebuah kasih sayang dan kelembutan. Apa lagi jika di tambah dengan senyuman di bibir seksi Sky, yang menambah kesan berbudi luhur.


"Apa kakak mencintai kak Panji? "


Deg...


Sky tehenyak mendengar kalimat yang masih abu-abu di hatinya, tetapi Sky berusaha menormalkan ke gugupannya. Sky tersenyum menatap lembut adik ifarnya, perlahan Sky memegang tangan Laila lembut penuh kasih sayang, Sky faham sekali kemana arah ucapan Laila.


"Kakak tidak tahu kapan datangnya cinta itu! tetapi, ketika kakak kamu mengucap sebuah janji di hadapan Allah dan di saksikan para Malaikat. Maka, detik itu juga, haram bagi kakak untuk mencintai laki-laki lain. Karena sepenuhnya hati dan jiwa raga kakak milik suami kakak, bagaimana bisa kakak harus memikirkan laki-laki lain, sedang sepenuhnya yang ada di diri kakak sudah jadi milik suami kakak."


Jawab Sky bijak walau ada ke ambiguan di awal kalimah yang Sky ucapkan.


Hati Laila terasa tenang mendengar jawaban kakak ifarnya yang begitu penuh perasaan, Laila sedikit tenang jika sang kakak bersama orang yang tepat.


Ketika Laila suatu saat nanti pergi, Laila tenang ada seseorang yang bisa menjaga kakaknya, Laila tahu bagaimana sikap kakaknya.


Mungkin Panji terlihat cuek, ceroboh, kejam dan pemarah tetapi jauh di lubuk hatinya, Panji adalah sosok penyayang, tegas dan tanggung jawab.


Sikap Sky yang dingin dan datar mampuh mengimbangi ke cueakan Panji, sikap teliti Sky mampuh mengimbangi kecerobohan dan lemah lembutnya mampuh merendam amarah dan kekejaman Panji.

__ADS_1


Dua insan yang bertolak belakang padahal mampuh mengimbangi sikap satu sama lain, hanya saja Sky belum bisa keluar dari rasa takutnya.


"Terimakasih, Kak,"


"Tidak ada kata terimakasih dalam mencintai pasangan kita, karena itu sudah kewajiban kakak menjaga marwah sang suami, menerima baik buruk sikap dan sifatnya. Berterimakasihlah pada Allah, karena dia yang sudah menentukan skenarionya,"


Laila terdiam, bingung harus mengatakan apa lagi, untuk mengungkapakan sebuah kebahagiaan mendapatkan kakak ifar seperti Emira Halime Sky Mahmued.


Wanita jenius dengan segudang prestasi, berbudi luhur dan rendah hati.


Namun, siapa sangka Laila tidak tahu apa yang ada di hati Sky, sebuah rasa yang tidak bisa Sky ungkap karena terlalu sulit. Sulit untuk sekedar berbagi kesakitan dengan orang lain.


Jiwa tangguhnya seakan lemah jika kesakitan itu mulai datang, merobohkan ke ketegaran dan memporak-porandakan kasih sayang.


Hanya sebuah pelukan yang dapat Laila berikan sebagai bentuk bahagianya Laila mendafatkan kakak ifar seperti Sky, begitupun Sky membalas pelukan Laila dengan penuh kasih sayang.


Sungguh indah pemandangan itu, antara kakak ifar dan adik ifar yang saling menyayangi, tetapi dua wanita itu tidak tahu, bahwa sendari tadi ada pasang mata elang dan teduh yang memandangnya.


Hatinya menghangat melihat Sky yang nampak bahagia, dengan semuanya. Mata teduh itu berkaca-kaca siap mengeluarkan kristal bening.


Jari-jari lembut mengusap punggung lebar, membuat pemilik mata teduh itu melirik dengan senyum indahnya.


"Terimakasih sayang ...,"


"Sama-sama, Bee,"


Deg...


Bersambung...


Sebentar lagi akhir bupan nih....


Author mau kasih pengumuman, siapa aja yang yang menduduki rengking pertama Top Fans.


Contoh seperti ini ya....



Nanti Author kasih tahu minggu akhir bulan ini yah....


Ayo siapa yang ingin menduduki rengking pertama, yuk perbanyak Like, Komen, Hadiah dan Votenya....


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2