AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 92 Melepaskan....


__ADS_3

Kata-kata yang keluar dari bibir seksi nan mungil itu selalu menjadi bogeman untuk Panji.


Suara dingin begitu lantang penuh ketegasan tidak ada sedikitpun keragu-raguan membuat Panji lagi-lagi hanya diam dengan jakun yang naik turun menelan ludah yang seakan membuat tenggorokannya tercekik.


Sungguh Panji di buat mati kutu, tidak bisa membalas apa yang Sky katakan, seolah pertanyaan sulit yang tidak bisa Panji jawab.


Sifat tegas penuh kewibawaan begitu melekat di diri Sky, walau nada itu terdengar ketus tetapi itulah Sky, berbicara seadanya saja yang menurutnya benar.


Tetapi yakinlah, bahwa apa yang Sky ucapkan mengandung kelembutan dan kebenaran yang harus lawan bicaranya fahami.


Di balik ketusnya ucapan akan terasa lembut jika kita mengerti apa arti dari ucapan lawan kita bicara, halnya yang Panji lakukan mencoba meresapi setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulut Sky, yang begitu penuh kebijakan.


Itu semua bentuk hormatnya Sky pada sang suami, walau bagaimanapun Panji adalah Nahkoda yang membawa kemana arah kapal berlayar, dan tentunya seorang nahkoda tidak akan pernah membawa penumpangnya tenggelam. Maka seorang penumpang jika ingin selamat harus patuh pada aturan Nahkoda, itulah yang berusaha Sky lakukan.


Keputusan berat tetapi harus dia lakukan, jauh dari kedua orang tua bukan hal mudah bagi Sky apalagi sekarang setatusnya berbeda. Mungkin dulu kemanapun Sky pergi tidak akan takut karena pasti akan kembali ketempat dimana dia di besarkan, tetapi sekarang Sky pulang ke tempat yang berbeda, menuju sebuah bangunan yang masih di bangun untuk menjadikan istana keharmonisan. Tentu, itu akan membuat Sky semakin jauh dengan dua manusia yang begitu Sky cintai dan sayangi, dua manusia yang pertama mengajarkan Sky melangkah demi langkah hingga melangkah jauh tampa jangkau.


Tetapi seorang ibu akan selalu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan anak-anaknya tampa merasa lelah mendekap erat penuh kasih sayang dan cinta.


Kini Sky hanya bisa menatap sendu laki-laki yang menjadi cinta pertamanya, laki-laki yang pertama kali mengajarkan kekuatan dan ketangguhan dalam mengarungi kehidupan.


Laki-laki pertama yang menjadi penopang keterpurukan, menjadi penguat ketika lemah dan menjadi arah ketika tersesat.


Kini Sky tidak bisa menggantungkan lagi harapan-harapan padanya, karena sudah terlepas dari tanggung jawab menjaganya, beralih pada laki-laki yang berada di sampingnya yang sendari tadi hanya diam dengan tatapan kosongnya, entah apa yang Panji pikirkan.


Tetesan bening memaksa keluar dengan berontak, seolah ingin bebas dari kesakitan dan kesesakan.

__ADS_1


Rasa rindu kian memuncak tetapi pada siapa rindu itu berlabuh, sedang orang yang dirindukan sudah tidak ada dari pandangan.


Kemana kah harus melepaskan rindu yang menyesakan, gejolak itu tidak bisa Panji tepis, senyuman lembut menyejukan hati yang lara dalam dekapan wanita yang baru terikat menjadikan dirinya sebagai seorang anak.


Rindu ini terasa lega ketika tangan lembut mendekap erat tubuh gagah yang tidak berdaya, pelukan yang dua tahun hilang terasa kembali dan nyata Panji rasakan.


Panji semakin mengeratkan pelukannya pada wanita bukan siapa-siapa di hidupnya tetapi rasa itu sama.


Rasa nyaman dan damai penuh cinta dan kasih sayang Panji merasakannya kembali.


Pelukan hangat dan lembut membuat Panji seakan tenggelan dalam labuhan rindu yang kini sudah terobati.


Tepukan lembut penuh kewibawaan membuat Panji mendongkak, melihat senyum kekuatan yang menarik dirinya dalam dekapan.


Dekapan kuat seorang ayah pada putranya, lagi-lagi Panji tidak bisa membendung air mata yang lolos begitu saja, bak anak kecil yang begitu senang ketika seorang ayah menggendongnya.


Batin Panji menjerit sakit dengan keadaan hatinya yang bingbang. Bagaimana mungkin Panji harus menyakiti Sky ketika ummah Ais dan baba Aiman memberikan kasih sayang dan amanah besar. Menjaga berlian tak ternoda, mampuhkah Panji melakukannya.


"Baba titip putri baba pada kamu, jaga dia semampuh kamu bisa, jika kamu sudah tidak mampuh lagi menjaganya maka kembalikan putri baba kepada ku dengan cara yang baik seperti baba menyerahkan putri baba dengan cara itu."


Kata yang begitu lembut tetapi penuh ketegasan di dalamnya membuat Panji harus berpikir seribu kali, alasan apa bagi Panji menyakiti Sky.


"Sayangi putriku seperti nak Panji menyayangi mamah Mawar, dimana nak Panji ada di dunia ini keluar dari rahim wanita maka kelak, keturunanmu juga sama. Kasihi dan cintai putriku semampuh nak Panji bisa, bingbing putriku menuju keridhoan-Nya."


Panji terdiam mendengar suara lembut bak sutra menerobos masuk kedalam telinga menuju tempat yang paling terjaga yaitu hati.

__ADS_1


Di balik kelembutan tersimpan sebuah perintah yang begitu tegas membuat Panji lagi-lagi harus berpikir keras.


Bahagia atau sedihkah Panji mendapatkan gadis bak berlian yang di jaga penuh kasih sayang dan cinta sekejap mata sudah menjadi miliknya.


Mata tajam penuh ketegasan menahan kesedihan dibaliknya, bibir mungil yang mulai bergetar dengan mata tajam yang mulai mengembun menatap mata teduh dan tegas penuh kasih sayang.


"Kau putriku dan putriku maka akan tetap sama sampai kapanpun, jangan bersedih Sky putriku yang tangguh dan pemberani, contohlah Syaidah Khodijah dan Fatimah bintu Rosulullah yang dengan sabar dan suka rela mengabdikan dirinya pada Rosulullah. Patuh dan carilah keridhoan Allah padanya, jadikan Panji sebagai ladang pahala menuju kasih sayang-Nya."


"Sekarang Sky bukan lagi milik Baba, hati dan jiwa sepenuhnya sudah baba serahkan pada Panji dihadapan Allah, tidak ada tanggung jawab lagi karena semuanya sudah ada di pundak Panji, maka ringankanlah pundak Panji semampuh Sky bisa. Jangan pernah menyusahkannya karena tampa Sky sadari tanggung jawab Panji sungguh besar halnya yang di contohkan Syaidah Fatimah bintu Rosulullah, jadilah istri kuat di balik ketidak mampuhannya Panji, jangan mengeluh jadilah istri sholehah yang memudahkan Panji membawa Sky menuju ridho-Nya."


Cup...


Kecupan kasih sayang dan cinta baba Aiman dan ummah Ais berikan, membuat Sky tidak bisa lagi menahan air mata yang sendari tadi Sky tahan. Dihadapn kedua orang tua, Sky menjadi dirinya sendiri. Gadis rapuh penuh kelembutan dan kasih sayang, cinta Sky pada kedua orang tuanya begitu besar hingga sulit untuk di gambarkan, tapi kini cinta itu harus terbagi dimana Sky harus berusaha mencintai Panji sepenuh hati.


Baba Aiman dan Ummah Ais sudah melepaskan sang putri menuju bahtera rumah tangga, berharap pernikahan sang putri bahagia.


Inikah kisah cinta,keluarga yang begitu menjungjung tinggi ajaran islam dan sunah Rosulullah.


Sungguh indah islam mengajarkan bagaimana kewajiban hak-hak istri pada suami begitupun sebaliknya. Saling rangkul merangkul, bahu membahu meringankan tanggung jawab masing-masing, Allah menyatukan dua inshan untuk saling melengkapi bukan untuk saling mengunggulkan diri. Pada dasarnya tujuannya hanya satu, yaitu ridho illahi.


Bersambung.....


Wah... wah... wah...., jangan pada baper ya hi.. hi.. hi...


Dukung terus author ya..

__ADS_1


Vote, hadiah, like, dan komen...


__ADS_2