
Kemarahan seseorang begitu mengerikan menggema di sebuah ruangan.
Plak.. plak...
Dua tamparan dilayangkan membuat sang anak hanya diam menahan rasa sakit.
"Sudah kubilang jangan membuat masalah Hah.. lihat rencana yang sudah kita susun berantakan. Semua karna Cinta gilamu. "
"Bertahun-tahun kita harus kehilangan semuanya, dan mereka bisa tertawa diatas penderitaan kita. Dan semua berantakan gara-gara kau.. "
Plak...
Sang anak langsung tersungkur mendapat tamparan untuk yang ketiga kalinya, kedua matanya memerah menahan luapan amarah.
Anak itu tak terima jika dia terus disalahkan.
"Aku mencintainya Ayah, Smit gak bisa menahannya lagii.. "
"Kau.. "
"Bukankah kita sudah berhasil merampas keuangan M.A Gruf, terus apa lagii... Aku yakin sekarang M.A Grup pasti hancur, itu kan yang Ayah inginkan! "
Ucap Smit penuh emosi membuat orang yang disebuh Ayah, tersenyum kecut.
"Bodoh! Apa kamu tidak berpikir, kalau anak sialan itu merajai dunia bisnis nomor satu se-Asia, dia pasti bisa mengatasinya dengan mudah."
"Dan kau menghancurkan semuanya! cari dimana Kayla berada, karna dia kunci semuanya! kalau dia sampai buka mulut maka kita akan tamat ditangan Panji ! "
Deg...
Smit terkejut tidak berpikir sampai kesitu, dalam pikiran Smit hanya ingin memiliki Kayla.Smit tidak terima kalau Kayla menyukai orang lain, hanya dirinya! dan miliknya.
"Kenapa kau diam hah.. Sudah sadar kalau kau bodoh! "
"Maaf, Ayah. "
Hanya itu yang bisa Smit katakan, entah apa yang direncanakan sang Ayah. Bukankah Ayahnya sudah menyiksa om Andre dengan kejam! dan uang perusahan sudah ada digenggamannya! terus apa lagi yang sang ayah inginkan, pikir Smit kesal.
"Anak itu memang bodoh seperti ibunya. "
Kesal orang yang disebut ayah itu sambil menatap tajam punggung Smit yang sudah menghilang dibalik pintu.
"Awasi gerak-gerik anak bodoh itu, aku tidak mau anak bodoh itu melakukan kesalahan lagi. "
"Siap Bos.. "
Ucap sang asisten yang dari tadi setia berdiri dibelakang sang Bos. Kemudian pamit undur diri.
"Ha.. ha.. aku belum puas jika belum bisa menghabisi anak sialan itu, Panji harus mati! .Nak, kamu tenang ya, ayah akan membalas dendam kematianmu. "
Ucap seseorang itu sambil menatap sebuah poto dirinya dan sang putra yang sedang berdiri di sisi mobil Sport.
__ADS_1
...***...
Keadaan paman Andre mulai membaik membuat Sky senang, tinggal beberapa memar saja yang masih terlihat dan kaki kanannya juga mulai bisa berjalan walau harus pelan.
Itu semua tak luput dari sang Abang yang membantu merawat paman Andre, terkadang Fatih merasa heran pada adiknya. Kenapa bisa sampai segitunya ingin menyelamatkan orang yang bahkan baru Sky kenal.
Walau Fatih tau ternyata paman Andre suami dari teman tante Ani,baba Aiman yang memberitahunya ketika sang Baba memaksa ingin bertemu dengan orang yang sang putri selamatkan.
Baba Aiman dan Ummah Ais tidak melarang sang putri menolong siapa saja, hanya saja hati orang tua mana ! merasa kewatir jika sang putri masuk kedalam masalah orang lain.
"Sayang sini.. "
Panggil Aiman pada sang putri, Sky langsung menghampiri sang Baba yang memanggilnya.Lalu Sky duduk di samping sang Baba.
"Ada apa, Ba?. "
Aiman menatap lekat wajah sang putri yang sudah dewasa, membuat Sky salah tingkah ditatap seperti itu.
"Apa alasan Sky membantu paman Andre ?"
"Alasan! "
Ulang Sky membuat baba Aiman mengangguk, Sky terdiam. Alasn! entah alasan apa yang membuat Sky sampai segitunya menolong orang! jika ditanya begitu Sky menjadi bingung.
"Bukankah menolong orang itu baik, Ba. Itukan yang sering Baba dan Ummah ajarkan! "
Baba Aiman tersenyum mendengar jawaban polos sang putri, Aiman memegang tangan sang putri dan meletakannya di bagian dada Sky.
"Baba ingin jawaban dari sini! "
Deg...
Boleh saja menolong orang itu hal kebaikan apalagi dianjurkan oleh baginda Nabi. Tapi jika harus menyembunyikan dan tidak memberi tahu keluarganya itu yang jadi pertanyaan? Begitupun yang ada didalam pikiran sang Baba dan sang Ummah.
Aiman dan Ais memang tau kalau putra dan putrinya sedang menolong, yang ingin Aiman dan Ais tau, Alasan kuat apa yang membuat adik-kakak itu melindunginya.
Sky memang belum menceritakan yang sebenarnya terjadi dan apa alasannya! .
"Paman Andre akan dibunuh! "
Cicit Sky memberanikan diri menatap manik sang Baba, Aiman terdiam membiarkan sang putri untuk menjelaskannya, walau Aiman sedikit terkejut dengan apa yang sang putri katakan.
"Sky juga tidak terlalu tau apa permasalahan keluarga paman Andre, Tapi Sky sudah berjanji pada paman Andre kalau Sky akan membantunya, dan berusaha melindungi putrinya yang bernama Laila.. "
"Tapi sesuatu terjadi! Ah... Sky juga bingung bagaimana menjelaskannya! "
Rengek Sky membuat Aiman terkekeh sambil mengelus puncak kepala Sky. Ketegangan menjadi candaan dengan apa yang Sky lakukan.
"Ternyata putri Baba masih polos.. "
"Hah.. "
__ADS_1
Pekik Sky tak mengerti dengan apa yang sang Baba katakan.
"Baba tau ada sesuatu yang tidak bisa kamu jelaskan, Nak. Mungkin karna kamu tidak menyadarinya ! karna duniamu sudah terbelenggu dengan ketakutan. Apa sedalam itu troma yang kamu alami! semoga kamu bisa mengatasinya sendiri. Walau Baba tau itu bukan hal yang mudah kamu lalui,Rasa itu akan terus membelenggu hati kamu jika kamu masih menganggap bahwa kamu adalah orang yang rapuh akan suatu keadaan! sepertinya kalian sudah terikat tampa kalian sadari . "
Gumam Aiman menatap sendu kepergian sang putri.
Bukan Aiman tidak tahu apa-apa tentang apa yang dialami anak-anaknya, Aiman hanya mencoba menguji kejujuran putra putrinya.
"Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi "
Lilir Aiman membaca pesan dari orang-orang kepercayaannya.
Sedangkan Sky yang sudah kembali kedalam kamar, kedua matanya tidak bisa terpejam. Pertanyaan sang Baba terus terngiang di telinganya.
"Alasan! "
Monolog Sky sambil menatap langit-langit kamarnya.
Hingga lamunan Sky buyar mendengar ponselnya berdering.
"Assalamualaikum, Nak . "
"Pa.. paman.. "
Ucap Sky berbata, terkejut mendengar suara paman Andre. Sky pikir sang dokter karna memang yang menelepon Sky dokter yang menangani paman Andre.
"Apa Palsdisk itu masih aman.. "
"Alhamdulilalh Palsdisk itu aman! ada apa Paman? "
"Paman barusan habis menelepon Akbar, sesuatu terjadi! Paman harus terbang ke-indonesia ! "
" Tap.. tapi kondisi Paman belum pulih, bagaimana kalau orang-orang itu menemukan Paman! "
"Paman tidak bisa membiarkan Panji menyakiti orang yang salah, Paman harus mencegahnya. "
"Tap... "
"Tolong.. "
Sky terdiam bingung harus bagaimana, sedangkan kondisi paman Andre belum sepenuhnya pulih.
"Baiklah Paman. "
"Terimakasih, Nak. Kamu adalah malaikat Paman. "
"Sama-sama paman, tapi Sky tidak akan membiarkan Paman pergi sendiri. Sky akan ikut. "
"Jangan, Nak. Paman tidak mau kamu masuk dalam masalah keluarga kami. Paman takut kamu akan dalam bahaya.. "
"Itu sudah keputusan Sky. "
__ADS_1
Deg...
Bersambung....