
Di sudut ruangan yang begitu luas, seseorang sedang menangis dalam sujud panjangnya.
Tangisan pilu memecah keheningan malam, membuat rembulan menyipit mengintip di sela-sela dedaunan. Bintang-bintang berkedip seakan berbisik memohon ampun atas salah satu mahluk Tuhan.
Entah apa yang membuat seseorang itu menangis, tubuhnya terguncang seakan ada ketakutan dalam dirinya.
Bahkan para malaikatpun menjadi saksi untaian doa yang terucap di setiap gerakan bibir mungilnya,seakan para malaikat merasakan kesedihan yang orang itu alami.
Menjerit kesesakan sampai mengguncangkan Arasy hingga para malaikatpun mengaminkan.
Tiada yang paling indah di dunia ini selain lantunan ampun seorang hamba pada Tuhannya, sampai-sampai para bidadaripun cemburu.
"Maafkan hamba yang tersesat ini ya Rabb... hamba hina dengan dosa ini. Engkau yang maha tau apa yang terjadi pada hamba, kenapa mata ini selalu melihat tatapan-tatapan orang-orang putus asa akan cintamu. Engkau yang maha pemberi cinta jagalah cinta hamba hanya untuk dirimu jikapun ada cinta untuk salah satu mahlukmu jadikan cinta ini pelantara hamba mendekat padamu. Tatapan penuh luka itu kenapa hamba melihatnya,kenapa bukan orang lain ? Sky takut ya Robb.. "
Lilir Sky mencurahkan isi hatinya pada sang pencipta, semoga ketakutan dalam dirinya menghilang.
Tepatnya Seorang Emira Halime Sky Mahmued gadis yang tidak bisa melihat kedzoliman dan keputus asaan, gadis itu akan terguncang jiwanya seakan Sky orang yang paling jahat yang tidak bisa membantu orang lain.
Sudah selesai dengan munajatnya Sky melanjutkan dengan membaca Al-quraan sambil menunggu adzan subuh.
Disetiap lantunan ayat Qura'an tiba-tiba Sky teringat akan kejadiaan tadi sore dimana Sky melihat seseorang yang ingin bunuh diri, hati Sky seakan teriris melihat tatapan penuh luka dan kesakitan.
Suara dring ponsel membuat Sky terpaksa memhentikan bacaannya, dilihatnya siapa yang menelepon di pagi buta.
Seketika Sky tersenyum "My Ummah 😍" ternyata yang menelepon.
"Assalamualaikum Ummah.. "
Ucap Sky ketika sudah mengangkat panggilan sang Ummah.
"Waalaikumsalam Sayang, apa Sky baik-baik saja ?"
Deg...
Sky tertegun mendengar pertanyaan sang Ummah, terdengar jelas nada penuh kekewatiran disana.
"Alhamdulillah putri cantik Ummah dalam keadaan baik. Bagai mana dengan Ummah dan Baba? jangan lupa minum obatnya dan jangan kecapeaan, Ok. Ini Ummah udah malam kenapa belum tidur? "
Cerocos Sky membuat sang Ummah di serbang telepon hanya terkekeh mendengar ucapan sang putri yang nyerocos tampa jeda.
"Syukur kalau begitu, Ummah hanya kangen sama putri Ummah yang pecicilan he.. he... Siap tuan putri ! Ummah selalu tepat waktu ko minum obat nya, kan ada Baba sama abang yang selalu ngingetin. Ingat ! jangan merepotkan Om sama Tante ya, oh iya kata Tante Mona Sky suka berkunjung ya ke Museum ? jangan terlalu keluar ruamah sayang.. "
"He.. he... Sky lupa kalau ada Baba dan Abang yang tentunya selalu posesif sama Ummah, Maafkan Sky yang tidak bisa jaga Ummah. "
"Loh... ko malah sedih sih, Ummah tidak apa-apa ko, Nak. Wujudkan keinginan Sky untuk keliling beberapa daerah di indonesia, Insyaallah kalau Ummah udah sehat Ummah akan nyusul. Ummah juga sudah kangen suasana Indonesia mungkin juga sekalian jemput sayang pulang ! .. "
__ADS_1
" He.. he.. kalau begitu siap Ummah, Sky tunggu ya. Eh Ummah udah dulu ya di sini sudah adzan subuh. "
"Ya sudah, titip salam buat Om sama Tante.Sesekali kunjungi Adik mu kasihan ,Sky sudah mau hampir tiga bulan disana masa gak lihat Rara! "
" He.. he... Ok Bos, yasudah Sky tutup y Ummah.. " .
"Maafkan Sky yang sudah berbohong,Sky hanya tidak mau membuat Ummah cemas dengan kegundahan hati Sky . "
Gumam Sky ketika sudah memutuskan panggilan teleponnya.
...****...
"Semoga apa yang kamu katakan benar sayang, mungkin Ummah hanya terlalu cemas! "
Lilir Ummah Ais sambil menatap nanar layar ponsel. Aiman yang melihat masih ada raut kecemasan di wajahnya langsung mendekat dan meraih sang istri kedalam pelukannya.
"Sayangkan sudah mendengar kalau Sky baik-baik saja "
"Tapi By, Entah kenapa hati Ais belum tenang, apa kita susul saja kesana?? "
"Kita serahkan saja pada Allah,dia yang maha melindungi. Tidak perlu sayang, Sky juga mungkin satu bulan lagi sudah selesai dengan urusannya.. "
Ais hanya diam sambil terus mempererat pelukan nya, semoga apa yang Ummah Ais cemaskan tidak terjadi.
Jerit ummah Ais.
...****...
Sky yang sudah beres melaksanakan kewajibannya seperti biasa langsung membersihkan tempat tidurnya ,sudah selesai Sky langsung turun kebawah. Bibir Sky tertarik kesamping melihat sang Tante sudah ada di dapur dengan senang hati Sky membantu sang tante menyiapkan sarapan.
"Nak, katanya Rara pengen ketemu! "
Sky memberhentikan aktifitasnya mendengar ucapan sang tante, kemudiaan Sky tersenyum.
"Insyaallah Tan, nanti Sky berkunjung tante tinggal sebutkan saja dimana alamat rumahnya. "
"Beneran Nak! "
Sky hanya mengangguk saja membuat tante Mona tersenyum bahagia.
"Adikmu pasti senang sayang, Sudah lama Rara merengek meminta ketemu tapi Tante baru berani bicara sekarang he.. he.. Tante tau Sky butuh prifasi. "
" Maafkan Sky, Tan. Sepulang dari kantor Insyaallah Sky langsung kerumah Rara, tapi tante tau kan maksud Sky.. "
Ucap Sky sedikit tidak enak, bukan Sky tidak mau bertemu dengan saudaranya hanya saja Sky tidak mau saudara-saudaranya menjadi kelemahan dirinya, dan membuat para musuh bisa memangfaatkan situasi seperti itu.
__ADS_1
"Astagfirullah... Sayang Tante hampir lupa kasih tau, Om sudah berangkat dari tadi katanya ada urusan mendadak dan Om hanya berpesan Sky disuruh gantiin Om bertemu dengan klain. "
"Oh iya Tan, tadi juga pak Hendra kirim Email mungkin itu berkas yang harus Sky pelajari untuk pertemuan hari ini, soalnya Sky tadi belum sempat buka. "
"Maafkan Om ya sudah meropotkan Sky.. "
"Tidak apa-apa Tan, malahan Sky yang banyak mereponkan tante dan Om, apalagi kalian harus menyembunyikan identitas Sky.. "
"Terimakasih sayang.. "
"Sama-sama Tan, yasudah Sky keatas dulu mau siap-siap.. "
Sky langsung menuju kamar mandi guna membersihkan tubuhnya, tak butuh waktu lama Sky langsung keluar.
Sudah selesai dengan penampilannya Sky membuka Email yang pak Hendra kirim, Sky hanya tersenyum melihat Email yang pak Hendra berikan.
Tidak sulit bagi Sky untuk mempelajari berkas itu, bagi Sky itu perkara mudah.
Baru beberapa bulan tinggal di Indonesia begitu banyak pelajaran yang Sky ambil, apalagi Sky banyak menemukan kecurangan di perusahan omnya membuat Sky harus turun tangan sendiri.
Jiwa om Air yang begitu baik hingga selalu menganggap siapa saja baik padahal itu hanya kedok belakang, membuat Sky geram.
Orang-orang seperti itu tidak akan pernah Seorang Emira Halime Sky Mahmued biarkan hidup tenang,semenjak Sky masuk keperusahan sudah puluhan orang yang dipecat karna ketahuaan curang dan tentunya Sky selalu bermain cantik tampa harus ikut campur didalamnya, seolah-olah itu bukan Sky yang melakukannya.
"Ya Robb lindungilah setiap kedua kaki ini melangkah.. "
Gumam Sky sambil masuk kedalam mobil dimaan kedua Bodyguard yang sudah siap mengantar kemanapun sang Nona muda pergi.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like
Komen
Hadiah
Vote
Terimakasih
__ADS_1