
Sesuai keputusan Rafli Panji dibawa ketempat Rehabilitas dengan keadaan Panji yang tidak sadarkan diri karna sempat memberontak terpaksa Dokter harus menyuntikan obat bius hingga Panji pingsan.
Bik Marni tidak henti-hentinya menangis melihat kepergian Panji yang dibawa oleh mobil khusus pihak Rehabilitas .
Apalah daya itu sudah keputusan Rafli bik Marni tidak bisa mencegahnya.Santi hanya diam saja dengan tatapan yang sulit diartikan.
Santi memeluk bik Marni yang terus menangis menatap kepergian Panji yang sudah di bawa pergi.
Rafli tidak mengizinkan bik Marni ikut karna tidak mau melihat bik Marni terus menangis yang akan sulit melepas kepergian Panji.
...----...
Jika Rafli sedang bersedih atas apa yang menimpa Panji berbeda dengan seseorang yang sedang merayakan pesta akan kehancuran Panji.
Seseorang terus tertawa mendengar kabar dari anak buahnya kalau Panji sakit jiwa, itulah yang seseorang itu inginkan.
Menginginkan Panji gila seperti apa yang adiknya rasakan. Balasan yang setimpal bukan,seperti kata pepatah NYAWA Di BAYAR NYAWA begitupun adiknya gila maka Panji juga harus gila.
"Ha.. ha... rencana kita berhasil ha.. ha.... "
Tawa seseorang menggema di sebuah ruangan yang sedang berpesta minuman keras jangan tanyakan lagi jika ada minuman pasti ada wanita yang menjadi pemuas para bajingan bejat itu.
"Lihatlah Dek, kakak sudah berhasil menghancurkan keluarga Al-fatih, jika Mawar yang tidak hancur setidaknya dibayar oleh putranya ha.. ha... apa kamu senang Dek. "
Ucap Seseorang itu tertawa sambil menatap selembar photo sang adik yang sedang tersenyum menggunakan baju renang.
"Andai saja dulu Andre tidak menyakitimu hingga membuat kamu jadi gila, kakak tidak akan pernah mengusik keluarga Al-fatih tapi laki-laki itu sudah menghancurkan masa depanmu dan lihatlah hasil yang sudah kakak perbuat dia sudah mati menyusul istri tercintanya dan anaknya jadi gila ha.. ha.. "
Orang itu terus saja tertawa pelik dengan tatapan penuh kesakitan, dendam dan amarah menjadi satu.
"Sebesar itukah cintamu pada Andre, cih... kau memang bodoh menyiksa dirimu sendiri sedangkan orang yang kau cintai bahagia dengan pilihannya.. "
Geram seseorang itu menatap nanar poto sang adik.
"Kakak tau kau akan marah jika tau kakak menghancurkan mereka tapi itu balasan yang setimpal buat mereka bukan, apa salah kakak melakukan itu.. "
Monolog orang itu terus berkata pada selembar photo yang seakan menatap dirinya.
Salahkan seorang kakak membalas sakit hati adiknya !
Kakak mana yang tega melihat adiknya sendiri tersakiti, tidak ada bukan ! bukankah seorang kakak akan melakukan apa saja demi adik tercintanya walau itu harus saling menyakiti.
Tapi orang itu lakukan salah, kenapa harus menyeret orang-orang yang tidak bersalah demi mencapai tujuannya! bukankah orang yang haus akan dendam sudah pasti begitu menghalalkan segala cara agar misinya tercapai.
Seseorang itu sudah puas dengan monolognya menyimpan kembali photo sang adik kedalam laci. Lalu meraih ponsel yang tergeletak mencari kontak sang putri tercintanya, sudah hampir setahun sang putri kabur dari rumah.
"Akhirnya kau mengangkat telepon Ayah, Nak. "
__ADS_1
"Sudah puas apa yang Ayah lakukan, Ika kecewa.. "
"Cukup Ika jangan pancing emosi Ayah, ayah menelepon karna kangen sudah satu tahun kamu tidak pulang, Nak.. "
Ucap Seseorang itu melemah tidak mau berdepat dengan putrinya yang tentu orang itu akan lemah jika putrinya sudah marah padanya.
"Ika tidak mau pulang sebelum ayah menyerahkan diri ayah kepolisi.. "
"Apa yang kamu katakan hah... "
"Cukup Yah, sudahi balas dendam Ayah dan Nenek. Apa ayah tidak menyesal gara-gara ambisi Ayah mamah meninggal.. "
"Ika,,,, "
Tut.. tut....
Teriak seseorang itu menggema menahan amarah ,putrinya mematikan teleponnya secara sepihak.
Huh...
Seseorang itu membuang nafas kasar dengan dada naik turun ,putri satu-satunya memberontak ketika tau Mamahnya meninggal akibat dendam sang Ayah.
Disaat itupula putri seseorang itu kabur dari rumah tampa membawa sepeserpun uang, membuat seseorang itu sulit untuk melacak keberadaan putrinya.
"Ma.. maafkan Ayah, Nak. Kamu tidak merasakan apa yang Ayah rasakan, bagaimana menderitanya ayah dan Nenek melihat keadaan bibi kamu.. "
Lilir seseorang itu menatap nanar ponselnya, Rasa sayang pada sang putri mengalahkan segalanya tapi dendam itu tak bisa di hindari semuanya sudah terjadi.
"Jika kamu tidak bisa di ajak baik-baik, jangan salahkan Ayah memaksa kamu dengan kekerasan. "
...----...
Di lain tempat.....
Sandi yang mendengar keadaan Panji begitu sok, walau bagaimana pun Sandi yang membuat keadaan Panji memburuk.
Sampai detik ini Sandi sangat malu menemui Panji, karna kesalahannya yang terlalu besar.
Bahkan Sandi juga berusaha bertemu dengan Farhan tapi Farhan selalu menghindar karna masih benci pada Sandi yang sudah membohonginya.
Sandi memang salah tapi Sandi juga adalah korban, istri dan putranya meninggal karna keegoisan seseorang. Sampai detik ini Sandi juga mencari siapa dalang dibalik semuanya satu-satunya kunci hanya Bimo karna Bimo yang dulu memberi bukti itu semua hingga Sandi marah besar pada Andre .
Waktu kejadian Andre meninggal dan terbongkar semuanya Bimo langsung menghilang bak ditelan bumi, sulit untuk dilacak keberadaannya. Entah kemana perginya Bimo membuat Sandi kesal ingin menghajar anak buah sekaligus tamannya.
"Aku harus mencari keberadaan Fatimah terlebih dahulu, Ya jalan satu-satunya mendapat maaf dari Farhan aku harus mencari keberadaan Fatimah adik Farhan. Tapi dimana langkah awal aku mencarinya apa aku harus ketempat dimana aku membuang Fatimah! ya.. aku harus kesana semoga aku mendafatkan petunjuk walau aku tahu itu tidak mungkin. "
Monolog Sandi sambil menutup semua berkas yang ada dihadapannya, lalu pergi meninggalkan Smart Gruf.
__ADS_1
Satu jam Sandi sudah sampai ditempat yang Sandi tuju, sebuah jembatan yang di jadikan tempat tidur gelandangan.
Hati Sandi tercubit kenapa dulu Sandi sampai tega membuang Fatimah ditempat seperti itu, tak terasa bulir bening lolos begitu saja dari pelupuk mata Sandi.
Sandi merogoh dompetnya melihat sebuah photo dua anak kecil yang sedang naik sepeda, yang tidak lain photo Farhan dan Fatimah waktu kecil , Sandi mengambil photo itu waktu Sandi dulu memutuskan merawat Farhan untuk dijadikan kambing hitam.
Grep...
" Maling,,,, "
Teriak Sandi terkejut dompetnya di curi, Sandi berlari mengejar pencopet itu karna photo itu satu-satunya yang Sandi miliki untuk mencari keberadaan Fatimah.
"Hey... jika kau ingin dompet itu silahkan tapi saya mohon kembalikan photo di dompet itu.. "
Teriak Sandi tapi si pencopet tidak mendengarkannya dia malah terus lari kabur dari Sandi.
Bruk...
"Awsss.. "
Jerit si pencopet tersungkur kakinya ada yang menghadang hingga dompet yang si pencuri itu pegang telempar.
"Kalau mau uang jangan mencuri ,itu dosa. Ambil ini dan pergilah.. "
Ucap seorang gadis berhijab memberikan lima lembar uang merah pada si pencuri membuat si pencuri itu melongo langsung pergi dengan kebingungannya.
Gadis berhijab itu langsung melangkah mengambil dompet yang terbuka memperlihatkan selembar photo itu.
Deg...
Gadis berhijab itu terkejut melihat photo yang terselip di dompet itu, tangannya bergetar dengan dada yang bergemuruh.
"Terimakasih, Nak.Sudah menyelamatkan dompet saya.. "
Ucap Sandi ngos-ngosan sambil mengambil dompet miliknya dari tangan gadis berhijab itu yang menatap Sandi penuh tanda tanya.
"Nak kamu kenapa? "
Tanya Sandi heran melihat gadis berhijab di depannya hanya bengong dengan tatapan kosong.
"Apa anda ayah dari kedua anak itu? "
"Hah.. maksudnya! "
"Photo di dompet anda! "
"Bukan ! saya pam.. "
__ADS_1
Deg....
Bersambung....