
Sehabis makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga, dengan canda tawa menghiasi wajah-wajah mereka.
Apa lagi tingkah Rara yang polos menambah suasana jadi seru, di tambah dengan kejahilan Fatih yang selalu menggoda sang adik.
Sungguh, Panji, Laila dan Rafli tidak menyangkan melihat sisi lain dari keluarga Mahmued. Fatih dan Sky di luar mereka terlihat dingin dan datar seakan tidak percaya dengan kekonyolan yang dua adik kakak itu lakukan.
Sedangkan Serra dan Akbar hanya tersenyum karena mereka sudah tahu bagaimana sikap kedua adik kakak itu, walau Akbar jarang bertemu dengan Sky dan Fatih tetapi mamah Ani selalu menceritakan bagaimana tingkah dua adik kakak itu.
"Anak-anakku, "
Semua orang terdiam ketika baba Aiman memanggil, suasana ramai menjadi hening seketika, ketika baba Aiman memasang wajah serius seolah ada pesan yang akan dia sampaikan.
"Baba bahagia melihat kalian semua sudah berkeluarga, berbahagialah kalian. Ingat pesan baba, membangun rumah tangga tidak semudah yang di bayangkan. Membangun rumah kita saja membutuhkan waktu dan proses hingga terwujud, begitupun dengan kehangatan, kedamaian dan ketentraman rumah tangga kalian. Apa pun yang terjadi, tetaplah saling berpegang tangan satu sama lain jangan sampai kalian berpisah. Jadilah suami yang bertanggung jawab bagi istri dan anak-anak kalian, begitupun sebaliknya. Jadillah istri yang baik dan patuh pada suami kalian. Saling menyayangi dan melindungi, jangan ada pertengkaran atau pertumpahan darah. Kalian satu keluarga maka harus saling menjaga dan melindungi satu sama lain. "
Baba Aiman sengaja menjeda ucapannya sambil menatap penuh cinta sang istri, begitupun ummah Ais, yang tersenyum mengisyaratkan bahwa ini waktu yang tepat.
Baba Aiman tersenyum lalu menatap kembali kepada anak dan menantunya, tepat baba Aiman berhenti memandang Panji dan Laila bergantian.
"Terutama, Panji dan Laila. Ada seseorang yang ingin bertemu kalian, baba harap kalian berdua menerimanya!"
Panji dan Laila saling tatap lalu menatap baba Aiman dengan kebingungan.
Panji menatap sang istri seolah meminta penjelasan tetapi Sky menggeleng seakan menjawab kalau dirinya juga tidak tahu.
"Masuklah, Nak. "
Ucap baba Aiman membuat semua orang langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu, berbeda dengan om Air dan tante Mona yang sibuk bermain dengan cucunya, karena om Air dan tante Mona sudah tahu siapa yang sebentar lagi masuk.
"Assalamualaikum.... "
Deg...
Seketika Laila menegang, dengan mata membola menatap siapa yang mengucapkan salam sambil berdiri di depan pintu.
Laila mengepalkan tangan dengan mata berkaca-kaca menahan sesak dan perih.
Laila menatap penuh iba pada sang suami supaya melepaskan tangannya, Laila ingin sekali berlari sejauh mungkin tidak mau melihat laki-laki brengsek itu.
Tetapi, Akbar menggeleng seolah meminta diam. Dengan sarang menarik sang istri kedalam pelukannya seolah meyakinkan semuanya baik-baik saja.
Panji hanya diam dengan ekpresi yang sulit di artikan.
Suasana nampak tegang membuat baba Aiman hanya menghela nafas pelan, dengan ummah Ais terus mengelus punggung sang suami, menguatkan.
"Masuklah, Nak. Bawa istrimu juga! "
Kini Panji mengerutkan kening mendengar ucapan baba Aiman yang terakhir.
Istri! apa dia sudah menikah, tapi dengan siapa?
Batin Panji bingung menatap rumit baba Aiman begitupun laki-laki yang tetap berdiri.
Dengan ragu laki-laki itu mengisyaratkan sang istri untuk masuk, laki-laki itu mengulurkan tangan. Dengan cepat sang istri meraih tangan suaminya dengan kepala menunduk karena sangat malu bertemu dengan Panji.
Sa... sarah ...
Batin Panji menganga dengan apa yang dia lihat, seolah itu hanya mimpi.
__ADS_1
Bagaimana mungkin mereka sudah menikah, kapan dan dimana? kenapa tidak ada yang memberi tahuku, pikir Panji menatap tajam pada Rafli yang menggeleng seolah dirinya tidak tahu apa-apa.
"Terimakasih. Om tante, "
"Maaf sebelumnya, saya hanya ingin minta maaf atas semua kesalahan saya yang begitu besar.Terutama pada Panji dan Laila, maaf sudah membuat kedua orang tua kalian meninggal. Akbar saya juga minta maaf sudah membuat kakak kamu pergi, saya bingung harus berbuat apa! saya ..., "
Bug... bug... bug...
"Mas ....,"
Pekik Sky terkejut melihat suaminya memukul Farhan membabibu, Sky ingin melerai tetapi baba Aiman mengisyaratkannya supaya tetap diam.
Farhan hanya diam tidak melawan apa yang Panji lakukan padanya, karena Farhan sadar kesalahannya jauh lebih sakit dari pada pukulan yang Panji berikan padanya.
Sarah hanya diam dengan isak tangis melihat suaminya babak belur, tetapi Sarah diam karena tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tu.. tuan, saya mohon jangan bunuh dia. Bagaimana nanti dengan nasib anak yang saya kandung? hiks ... hiks ..., "
Bukannya berhenti Panji malah semakin menghajar Farhan mendengar jeritan Sarah yang semakin membuat dirinya tersulut emosi. Panji tidak peduli kalau Farhan kakak sepupuhnya, yang Panji tahu, dia laki-laki brengsek.
"Brengsek ..., kau membunuh kedua orang tuaku dan calon istriku, sekarang kau menghamilinya, hah. Dasar bedebah..., "
Bug ...
" Hiks..., stop tuan. Dia tidak menghamiliku janin ini hadir dalam ikatan suci...,"
Panji menghentikan tangannya di udara yang sudah siap meninju lagi.
Panji menatap Sarah yang sudah tersimpuh meminta ampunan untuk suaminya, perlahan Panji menarik kerah baju Farhan supaya berdiri tegak.
"Kau sudah menikah? "
"Sarah hamil? "
"Iya! "
"Berapa bulan? "
"Ti.. tiga minggu!"
"Dan kau tidak memberi tahuku? "
"Ma.. maaf ..., "
"Selamat! "
Deg...
Tubuh Farhan membeku mendengar kata selamat dari Panji, apalagi Panji memeluknya jantan.
Farhan membalas pelukan Panji tidak kalah jantan walau tubuhnya terasa lemas.
Semua orang bernafas lega melihat dua saudara itu berbaikan, tidak ada ketegangan lagi di antara dua saudara itu.
Farhan begitu bahagia, bisa mendapat maaf dari adik sepupuhnya, seketika Farhan menatap Laila yang membuang muka seakan jijik menatap dirinya.
"Boleh aku menghampirinya? "
__ADS_1
"Silahkan, itu janjiku. Karena kamu sudah berhasil melindungi Sarah! "
Hati Sarah mencelos mendengar apa yang Panji katakan, Sarah semakin di buat malu karena kebaikan Panji. Padahal ayah dan neneknya sudah menghancurkan keluarga mereka tetapi Panji masih memikirkan keadaan dirinya.
"Dek ..., "
Panggil Farhan mendekat, tetapi Laila semakin mengeratkan pelukannya pada sang suami, bahkan tubuh Laila sudah terguncang karena tangis.
"Maaf... maafkan kak.. kakak? "
"Kau bukan kakakku! "
Hati Farhan sakit mendengar bentakan Laila, sungguh Farhan tidak ingin berada di posisi seperti ini.
"Dek, "
"Sto ...,"
"Kay ..., "
Laila tidak bisa meneruakan ucapannya tetkala sang suami memanggilnya lembut, sambil menangkup kedua pipinya. Perlahan Akbar menghapus air mata sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Semua orang punya kesalahan, sebesar apa pun kesalahannya. Bukankah Allah maha pemaaf, kenapa kita sebagai hambanya terlalu sombong untuk tidak memaafkanya."
"Ta..., "
"Sttt. Kak Farhan cuma hilap, dia juga sudah berubah dan menikah. Bahkan sebentar lagi akan memberi kita seorang keponakan, lupakan masa lalu. Bukankah Kay ingin berdamai dan damai menuju kehidupan selanjutnya? "
"Eb, kay.. kay...,"
"Kamu bisa sayang, aku tidak mau punya istri pendendam, maafkanlah seperti kak Panji juga memaafkannya?"
Laila terdiam, sungguh ucapan lembut sang suami membuat hatinya tentram seakan ketakutan itu bisa Laila lawan. Apa lagi Akbar memanggilnya sayang, seakan ada kekuatan bagi Laila memberanikan diri menatap Farhan.
"Dek, "
"K.. Kak,,,, "
Grep...
"Maafkan kakak, sayang. Sungguh, kakak tidak bermaksud menyakitimu. Kakak sayang kamu, Adikku! "
Serra tak bisa menahan tangisnya ketika melihat sang kakak sudah di maafkan, apalagi Laila membalas pelukan kakaknya.
Fatih memeluk sang istri, Fatih tahu apa yang dirasakan istrinya.
Begitu pun Sarah terharu karena Panji dan Laila mau memaafkan kesalahan suaminya.
Sungguh, suasana yang menguras tenaga dan air mata.
Itulah arti keluarga sesungguhnya, memaafkan satu sama lain walau itu kesalahan yang fatal. Bukankah Allah yang maha adil menghukum setiap kesalahan hambanya. Jangan kita hakimi karena kita tak mampuh cukup adil untuk menghakiminya.
Bersambung....
Jangan lupa terus dukung Author ya...
Like, Hadiah, Komen, Dan Vote...
__ADS_1
Terimakasih...