AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 70 Luapan isi hati Sarah.


__ADS_3

Serra yang melihat kakak tidak berdaya ingin keluar dari tadi, tapi dengan cepat Sky mencengkal lengannya.


Serra menatap sendu pada sahabatnya semoga Sky melepaskan tangannya, tapi Sky menggeleng mengisyaratkan supaya Serra tetap diam jangan sampai rencana yang Sky dan Panji susun menjadi berantakan dengan kehadiran Serra tiba-tiba.


Awwsss....


"Sky aku mohon lepaskan hiks.. "


Mohon Serra tidak tahan melihat kakak dalam keadaan tidak baik-baik saja.Apalagi Serra melihat Panji hanya diam saja seakan tidak peduli dengan keadaan kakak yang sekarat.


"Hiks... Sky aku mohon.. lihatlah tuan Panji hanya diam dia membiarkan kakak ku kesakitan hiks... "


"Serra percayalah. "


Tekan Sky membaca situasi jangan sampai Serra menggagalkan rencana yang sudah Panji atur dengan rapih.


"Tidak.. "


"Serra,,, "


Geram Sky memeluk erat tubuh sahabatnya yang berusaha keluar dengan tangis tertahan.


"Percayalah kakak mu akan baik-baik saja, ada orang lain yang tidak akan membiarkan kakak mu pergi ! "


Ucap Sky ambigu membuat Serra menyerngitkan kening sambil melepasakan pelukannya menatap dalam bola mata Sky.


"Lihatlah... "


"Stoppp,,,, "


Duarrr.....


Teriakan seseorang mengejutkan orang-orang yang bersitegang dengan suara tembakan yang membuat satu mobil di belakang sana meledak.


Bimo dan bik Marni membelalakan matanya melihat siapa yang menghentikan aksinya.


Seorang gadis berjalan dengan tatapan tajam menghunus peria botak yang menodongkan senjata api tepat di kepala Farhan. Hati gadis itu tercubit melihat keadaan Farhan yang tidak baik-baik saja, ditambah punggungnya yang kembali cidra.


Gadis itu berdiri tepat di hadapan bik Marni dan Bimo,menatap dua manusia berbeda generasi itu dengan mata berkaca-kaca, sebuah rindu dan kekecewaan menjadi satu.


"Pu.. putriku.. "


"Cucuku... "


Lilir Bimo dan bik Marni barengan menatap bahagia melihat gadis di hadapannya dengan kerinduan.


Deg...


Hati Bimo dan bik Marni sakit ketika gadis itu malah mundur hingga bersejajar dengan Panji.


"I.. ika... "


"Sa..sarah CUCU Ku... "


Kini giliran Farhan yang terkejut mendengar apa yang wanita paru baya itu katakan Cucuku.. Ulang Farhan lilir menatap rumit wajah Sarah begitupun peria botak yang ada disamping Farhan membola melihat gadis yang hampir saja dia lecehkan.


"Ika sayang apa yang kau lakukan hah.. "


Bentak Bimo terkejut melihat putrinya mengarahkan senjata yang Sarah pengang kepelipisnya.


"Turunkan, Nak. Nenek mohon... "


Pinta bik Marni mencoba membujuk cucu keras kepalanya sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Stop atau Sarah akan meledakan kepala Sarah sendiri.. "


Ucap Sarah dingin melihat ayah dan neneknya, Sarah Santika adalah cucu bik Marni anak dari Bimo yang sudah satu tahun kabur dari rumah ketika mengetahui rencana sang Ayah dan sang Nenek yang akan membunuh tante Mawar yang tidak lain Mamah Panji.


"Nenek sama ayah sayang kan sama Sarah.. "


"Iya, Nak.kami sayang sama kamu, Nenek mohon turun senjata itu.. "


"Maka berikan remot itu dan serahkan diri Neneh dan Ayah kepenjara.. "


"Apa yang kau katakan Ika... "


Bentak Bimo yang tau kalau putrinya tidak menyukai kekerasan yang selama ini dia lakukan.


"Sudah cukup Yah, ayah menghancurkan keluarga tuan Panji, membunuh keluarga mereka dan Ayah sendiri menghancurkan ikatan persahabatan.. hiks... Sarah lelah Yah.. lelah... sudah cukup kalain menghancurkan semuanya... "


Bentak Sarah tidak kuat lagi bagaimana menghadapi sikap kedua manusia yang begitu Sarah sayangi.


"Jangan gila, Nak. Mereka yang sudah menghancurkan hati nenek dan bibimu.. "


"Iya sayang mereka sudah merampas kebahagian keluarga kita..Mereka pantas ma... "


"Ahhh..... stoppp.... menyalahkan mereka. Gara-gara dendam nenek dan ayah mamah pergi...hiks... ayah dan nenek membunuh mamah juga, kalian tidak sayang Sarah, kalian menyakiti Sarah... kalian membuat Mamah pergi.. hiks.. "


"Ti...tidak, Nak. Nenek sayang sama Sarah.. mamah kamu pergi karna kesalahannya.. "


"Yang harus kamu salahkan keluarga Al-fatih, jika mereka tidak menyakiti kami, Ayah sama nenek tidak akan berencana membunuh mereka. Mamah kamu pergi atas kesalahan dia sendiri kalau kamu dan Mamah kamu tidak berusaha mencegah Ayah ,Mamah kamu pasti masih ada. "


"Baiklah kalau begitu, jika Mamah pergi karna kesalahan Mamah maka Sarah juga akan pergi menyusul Mamah ATAS KEMAUAN SARAH SENDIRI... "


Deg....


Bik Marni dan Bimo melebarkan tupilnya mendengar apa yang Sarah katakan, apalagi jari lentiknya sudah menarik pelatuk.


"Ba.. baik lah nenek akan menyerahkan remot ini, tapi kamu harus janji jauhkan pistol itu dari kepalamu.. "


"Tidak ibu, kita sudah bertahun-tahun merencanakan ini, jangan gila.. "


"Tapi ibu tidak mau cucuku satu-satunya mati.. "


"Ika kenapa kau melindungi mereka, harusnya kau mendukung Ayah. "


"Apa Sarah harus mendukung kekejaman Ayah, tidak. Sudah cukup Ayah jadikan Sarah jadi anak pembunuh dan yatim.. "


"Sarah.. "


"Bimo berhenti,selangkah kau menyakiti cucuku Ibu akan membunuhmu.. "


Bentak bik Marni membuat Bimo menghentikan langkahnya, sambil menatap sang Ibu tidak percaya.


"Ta.. "


"Cukup. "


Bentak bik Marni lagi menatap tajam putranya, Bimo terdiam mengerti akan isyarat sang Ibu.


"Baiklah,Nak.Nenek akan memberikan remot ini tapi kamu janji akan membuang senjatamu.. "


Bik Marni bernafas lega ketika Sarah mengangguk setuju perlahan bik Marni mendekat dengan Sarah mengulurkan tangannya seakan meminta.


Bimo melirik anak buahnya memberi isyarat lewat mata membuat si kepala botak langsung mengerti.


Bik Marni memberikan remot itu ketangan kanan Sarah yang telurur tampa ragu begitu juga si kepala botak diam-diam mengarahkan senjatanya ketangan Sarah hingga..

__ADS_1


Dor...


Dor...


"Awwss... "


Dua tembakan melesat mengenai tangan dan bahu si botak membuat pistol yang dia pegang terjatuh bersamaan dengan Sarah mendapatkan remot kontrol itu.


"Bedebah... ah... "


Teriak si botak kesakitan membuat semua anak buah Bimo mengarahkan senjata kearah Panji tapi dengan cepat Sarah menghalanginya, seperti perisai yang siap melindungi Tuannya.


"Apa-apaan kamu Sarah, kamu mau menghianati Ayah mu.. "


Bentak Bimo, sedangkan bik Marni hanya diam melihat kejadian yang begitu cepat tampa bik Marni sadari.


"Dia pantas mendapatkan itu semua, apa Ayah tau anak buah kesayangan ayah itu hampir saja mau melecehkan aku.. "


"Apa! "


Plak....


Tamparan melayang cepat mendarat di pipi Bimo,membuat Bimo merasakan panas akibat tamparan itu.


"I.. ibu ap.. apa yang kau lakukan.. "


Ucap Bimo tidak menyangka ibunya malah menampar dirinya.Bik Marni menarap tajam putranya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Beraninya anak buah bodohmu melecehkan cucuku.. Ayah macam apa kau hah... "


"Aku bersumpah ak.. aku tidak tau hal itu.. "


Bantah Bimo tidak terima disalahkan sambil menatap tajam si kepala botak, yang sudah berani menyakiti putri semata wayangnya.


"Jojo apa benar yang dikatakan putriku hah.."


Bentak Bimo pada si botak membuat si botak gelagapan, Melihat tingkah Jojo yang ketakutan membuat Bimo mengepalkan tangannya.


Panji yang melihat perseteruan antara ibu dan anak itu memanfaatkan situasi, memberi isyarat pada Kamal lewat gerakan kode tangannya.


Dor...


Dor...


Dor...


Kamal membidik lengan musuk membuat pistol yang mereka pegang terlepas hingga pertarungan pun terjadi tampa senjata karna Panji sudah merencanakan semuanya atas permintaan Sky yang harus bertarung secara jantan kecuali dalam keadaan genting.


Sky membuat perintah itu semata-mata karna ada Serra, Sky tau Serra paling takut dengan namanya senjata .


Perkelahian masih berlanjut begitupun Panji melindungi Sarah yang akan di bawa oleh Bimo sedangkan bik Marni di seret oleh Rafli.


Jojo si kepala botak yang sudah tidak berdaya berusaha mengambil senjata api yang tergeletak mengarahkannya pada Farhan yang di bawa kearah mobil oleh anak buah Kamal dan..


"Farhann,,,, "


Dor...


Dor...


"Sarah,,,, "


Bersambung.. .

__ADS_1


__ADS_2