
"Kakak.. "
Panji yang baru masuk terkejut melihat Kayla ada dirumah. Sudah hampir seminggu adik kecilnya tidak ada kabar dan Panjipun tak sempat menanyakan kabar karna kesibukan di kantor.
Apa lagi harus mengambil alih juga perusahaan Papah.
"Kemana aja kamu Dek, ko baru berkunjung ! "
"He.. he.. Kayla ke Sukabumi ikut teman liburan, Maaf gak bilang dulu sama Kakak, tapi Kayla sudah bilang ko sama Kak Rafli.. "
"Yasudah Kakak mau istirahat dulu, kamu juga Tidur ini sudah malam.. "
Panji langsung meninggalkan Kayla yang ingin protes, Hari ini benar-benar melelahkan bagi Panji.
Dengan sedikit kesal Kayla masuk kedalam kamarnya, sudah dari tadi bela-belaan nungguin pas datang eh malah dicuekkin, kesel Kayla tapi Kayla juga tidak bisa protes karna kasihan juga melihat kakaknya yang seperti benar-benar kelelahan.
Kayla langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang tak lama kedua matanya terpejam.
Sedangkan Panji matanya selalu saja sulit untuk terpejam ditambah pikirannya begitu kacau.
Panji tidak mungkin meminta Kayla menemaninya tidur mengingat apa yang Rafli katakan kalau mereka memang bukan Muhrim walau mereka adik kakak tapi tidak ada ikatan darah.
Pada akhirnya Panji menghabiskan waktunya mengerjakan masalah perusahaan sang Papah, hingga sebuah notipikasi pesan masuk kedalam ponselnya.
Panji langsung membukanya, keningnya mengerut hingga kedua ujung alisnya bertemu.Panji membaca seksama apa yang Rafli kirim .
"Tidak mungkin kalau gadis itu hanya gadis sebatang kara, ibu dan bapaknya meninggal karna sebuah kecelakaan, tapi dilihat dari penampilan dan gayanya dia bukan seperti orang biasa. Apalagi di dalam jiwanya seperti tidak ada rasa takut. "
Monolog Panji terus membaca seksama tentang Sky, dari penyelidikan Rafli tidak ada keistimewahan dalam diri gadis itu kecuali keberaniaan yang tinggi dalam menegakan kebenaran.
Tampa sadar Panji bulak balik membaca pesan Rafli tentang Sky membuat kepala Panji pusing sendiri.
Entah kenapa otak Panji sulit untuk mempercayai kalau Sky cuma gadis biasa, mengingat itu Panji jadi teringat akan sang kekasih yang sudah tidak ada.
Kekasih yang begitu punya sejuta prestasi tapi dia selalu tampil sederhana, Amira selalu berkata.
Apapun yang ada pada diri kita semuanya hanya titipan, mau harta, kecerdasan dan kecantikan.
Semuanya akan sirna jika kita tak mensyukurinya.
"Karna kau manusia bodoh yang tak bsrsyukur hingga tuhan mengambil miliknya, dasar bodoh ! " .
__ADS_1
Deg....
Panji terkejut kenapa bentakan gadis dibalik hujan itu selalu mengusiknya, tiba-tiba muncul dan menghilang.
Siapa sebenarnya gadis dibalik hujan dan Mimpi itu ! kenapa gadis itu selalu muncul hanya suara nya saja,siapa sebenarnya dia! kenapa masuk dalam pikiranku.
Tidak!
Gadis itu akan muncul jika aku kembali bersedih mengingat kenangan Mamah dan Amira, ya aku yakin itu semenjak kejadiaan hujan itu suara gadis misterius itu selalu muncul dan menyadarkan aku, dan tadi kenapa aku sangat yakin suara itu sama persis dengan suara Sky. Apa mereka orang yang sama, atau itu hanya kebetulan, jika dia adalah orang yang sama ! apa dia gadis yang Mamah kirim menjadi petunjuk Papah! .
Monolog Panji pada dirinya sendiri sambil berpikir keras menggabungkan pertama kali gadis misterius itu muncul sampai Panji bertemu dengan gadis yang bernama Sky.
Sebesar apapun Panji terus berpikir membuat kepala Panji berdenyut nyeri ,Panji langsung berjalan kearah naskah dan membuka laci bagiaan atas dimana ada butiran obat.
Panji mengambil salah satu obat itu dan meminumnya berharap rasa pusingnya menghilang dan tampa Panji sadari dia tertidur diatas shofa.
Pagi-pagi sekali Kayla sudah ada di dapur menyiapkan sarapan untuk kakak tercintanya.Sudah selesai Kayla langsung menuju kamar sang kakak yang ada dilantai atas.
Tok... tok...
Kayla mengetuk pintu sang kakak tapi tidak ada sahutan sama sekali membuat Kayla menyerngit bingung karna tidak biasanya sang kakak jam segini masih tidur.
Tok... tok...
"Kakak... bangun..kak ayo kita sarapann... kakakkk.. "
Teriak Kayla dibalik pintu tetap saja tidak ada sahutan membuat Kayla cemas takut terjadi apa-apa pada sang kakak.
Sedangkan di dalam kamar sudah tidak ada orang sama sekali, pantas saja diketok dan diteriakin sekencang apapun tidak akan ada yang menyahut karna tidak ada penghuninya.
Brak...
Kayla membuka pintu kamar sang kakak dengan kencang.
Deg...
Kayla mematung melihat kamar yang kosong tidak ada penghuninya dan ranjang sang kakakpun sudah rapih.
"Kemana kakak pagi-pagi buta gini sudah pergi, apa urusan kantor begitu banyak membuat kakak harus sepagi ini pergi. Padahal kan aku sudah masak.. "
Lilir Kayla kecewa karna sang kakak sudah pergi.
__ADS_1
Mentari tersenyum malu-malu mengintip seseorang yang sedang tersimpu di sebuah makam, angin meriuk seakan membelai wajahnya yang berurai air mata. Butiran enbun membasahi tangan kekarnya yang terulur mengelus-elus pusaran tanah.
"Mah kenapa mimpi itu datang lagi... Apa sebenarnya yang mau Mamah dan Amira sampaikan, gadis misterius itu kenapa selalu ada diantara kalainn.. Apa dia yang Mamah utus menjadi petunjuk keberadaan Papah... "
"Hiks... Apa yang harus Sky lakukan Mah, Sky sudah berusaha mencari Papah tapi tetap saja tidak ada satupun petunjuk yang Sky dafatkan, ap.. apa Sky harus menjadi Sky yang dulu.. Maafkan Sky Mah jika suatu hari nanti Sky melanggar janji Sky,Sky tidak ada pilihan lagi Mah.. Semuanya seakan terhapus hujan tidak ada sedikitpun jejak untuk Sky cari.. "
Lilir Panji terisak dadanya sungguh sakit dan perih, kenapa sulit sekali untuk sekedar mengikhlaskan kepergiaan sang Mamh dan sang kekasih di tambah belum ada petunjuk sama sekali tentang keberadaan sang papah.
"Pah sebenarnya Papah dimana? apa papah baik-baik saja? Sky mohon bertahanlah.. Sky janji akan menemukan Papah.. "
Gumam Panji langsung melajukan mobilnya meninggalkan area pemakaman, tampa Panji sadari seseorang dari tadi memerhatikan dirinya. Senyum seringai terlihat dari bibirnya menatap kepergiaan Panji sampai hilang dari pandangannya.
"Kesakitan itu belum seberapa dengan apa yang Papahmu lakukan dulu dan kau sama saja dengan Papahmu, kita lihat sehancur apa dirimu ditinggal sama orang yang kau sayangi. Kalian harus membayar rasa sakit itu seperti apa yang kurasakan he.. he.. tapi kau harus merasakan lebih sakit dari pada yang aku rasakan keluarga Al-fatih harus hancur.. "
Kekeh seseorang itu menatap kepergiaan Panji dengan tatapan dendam dan amarah yang berkoar.
Seseorang itu langsung memakai masker dan kacamata hitamnya kembali lalu masuk kedalam mobil jeef hitam.
"Ke hotel, kita cari anak sialan itu.. "
"Baik Bos.. "
Ucap salah satu preman gugup apalagi melihat senyum mengerikan dari bosnya membuat bulu kuduknya merinding.
"Sampai bertemu rubah kecil.. "
Gumam seseorang itu sambil menyesap sebatang rokok dan mengeluarkan asap nya membentuk lingkaran.
.
.
.
Bersambung....
Hadiahhhh
Like
Komentar
__ADS_1
Vote ya mana... mana.....
terimakasih...