AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 6 Ummah dan Baba yang terbaik.


__ADS_3

Turkey...


" Ummah... "


Teriakan gadis cantik dibalut hijab yang senada dengan baju gamis yang gadis itu kenakan.Bibirnya mengerucut bak tutut melangkah cepat kearah dimana sang Ummah berada.


"Ada apa sayang kenapa teriak-teriak, tidak baik anak gadis teriak-teriak. "


Ucap lembut sang Ummah mengingatkan, gadis itu hanya tersenyum salah tingkah langsung duduk di sisi wanita yang begitu sempurna.


"Maaf Ummah, itu bang Fatih dari tadi jahil mulu.. "


Adu gadis itu sambil memeluk sang ummah meminta perlindungan ketika melihat sang abang menuruni anak tangga.


"Abang tidak jahil Ummah, abang hanya ngasih pelajaran sama anak gadis ummah yang susah dibangunin.. "


Elak Fatih dengan santai duduk di sisi sang Ummah.


" Tidak Ummah,Abang bohong. Masa adek Sky yang cantik jelita ini harus abang semprot pakai air buat siram bunga. "


"Tidak Ummah.. "


"Hua.. tuhkan Ummah abang malah melototin Sky.. "


"Idih malah nangis.. "


"Sudah... sudah.. kalian itu sudah besar selalu saja berdebat setiap pagi. "


"Cup.. cup.. anak gadis ummah jangan nangis malu sama umur.. "


"Kan umur sky baru dua puluh ummah belum tua. "


"Ha.. ha... aduh sayang kamu ada-ada aja. he.. he.. "


Ucap ummh Ais tertawa mendengar ucapan sang putri yang pede sekali.


"*Teruslah tertawa Ummah.. "


"Adikku memang terbaik*.. "


Fatih saling isyarat lewat matanya karna misinya berhasil membuat sang Ummah tertawa.


Aiman yang melihat itu semua tersenyum putra dan putrinya bisa saja membuat Ummah nya selalu tersenyum. Fatih dan Sky selalu kompak melakukan apa saja supaya sang Ummah tidak bersedih,Aiman tau itu.


Sungguh Aiman tak menyangka anak-anaknya sudah tumbuh dewasa dengan kecerdasan yang mereka miliki masing-masing.


Diusia Fatih yang menginjak dua puluh tiga tahun sudah menjadi seorang ilmuan sama seperti Aiman. Sedangkan Sky yang baru menginjak dua puluh tahun dia sudah lulus studi dibidang Ekonomi, Sejarah dan Hukum.


Sungguh Aiman sangat bersyukur dikaruniai putra putri yang sangat cerdas.


Aiman tau! Sky yang manja bukannya Sky yang lemah dia gadis tangguh dan pemberani . Hanya saja Sky seperti itu khusus didepan Ummhnya saja begitupun apa yang Fatih lakukan.


Laki-laki yang penuh wibawa, dingin dan cuek hatinya akan berubah menjadi hello kitty jika dekat dengan ummahnya.


Sungguh Aiman masih merasa bahwa anak-anaknya masih putra dan gadis kecil dirinya.

__ADS_1


"Baba gak diajak nih ceritanya.. "


"Baba.. "


Teriak Sky langsung memeluk sang Baba, walau diusianya yang sudah tua tapi sang Baba tetap ganteng sama seperti bang Fatih.


Ais hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah manja anak bungsunya itu. Padahal usianya sudah dua puluh tahun tapi bagi Ais, Sky masih gadis kecilnya yang bar-bar.


Sedangkan Fatih memeluk tubuh sang Ummah membuat Sky mencibir seakan orang tuanya adalah Miliknya.


"Anak-anak Ummah ternyata sudah besar, kapan diantara kalian yang duluaan memberikan ummah Cucu. "


Glek...


Fatih dan Sky menelan slavinanya kasar ucapan sang ummah bagai ancaman bagi kedua kakak beradik itu.


"Abang aja dulu.. "


"Adek aja dulu.. "


Ucap Sky dan Fatih barengan membuat Aiman hanya tersenyum saja.


" Masa sih anak-anak ummah tidak ada yang naksir. Ck.. ck... Rara saja sudah menikah masa anak-anak Ummah belum pada mau nikah, Rara satu tahun lebih muda lo dari Sky.. "


"Isstt Ummah.. Nanti ya kalau Sky sudah mewujudkan keinginan Sky baru Sky akan menikah. "


"Emang apa keinginan terakhir Sky ? "


Kini Aiman yang bertanya membuat Sky langsung terdiam sedikit takut untuk mengutarakannya.


"Emmmz it.. itu Umm.. "


"Abang... "


Pekik Sky karna Fatih mendahuluinya bicara, Sky langsung menunduk melihat tatapan dingin sang Ummah, Aiman hanya diam saja karna Aiman yakin keputusan sang istri hal yang terbaik bagi anak-anak nya.


Ruangan yang tadinya ceria seakan redup dengan keterdiaman Ais. hingga suara ponsel mengagetkan mereka semua, Ais segera mengambil ponselnya guna melihat siapa yang meneleponnya.


Ternyata Ani yang menelepon membuat Ais seketika tersenyum.


Ais langsung mengangkat ponselnya, belum sempat Ais bicara terdengar suara tangis yang begitu memilukan.


"Innalillahiwainnaillahiroziun... "


Ucap Ais membekam mulutnya membuat Aiman, Fatih dan Sky langsung menoleh pada sang Ummah.


"Ada apa sayang ! "


Tanya Aiman cepat sambil membantu sang istri duduk.


"Am... amira mengalami kecelakaan bersama calon mertuanya dan me.. meninggal .."


"Innalillahiwainnaillahiroziun... "


Ucap Aiman begitupun Fatih dan Sky yang langsung membekam mulutnya tak percaya.

__ADS_1


"By kita harus ke-Indonesia, Ani pasti sedang bersedih.. "


Lilir Ais membuat Aiman langsung menarik sang istri kedalam pelukannya.


"Ingat sayang lagi sakit,tidak mungkin untuk berpergiaan jauh. Hubby tidak mau ambil resiko. "


"Tap... "


"Biar Fatih dan Sky saja yang kesana, mewakili kita. Hubby yakin Ani pasti faham kenapa sayang tidak datang.. "


Ais hanya diam saja, membantahpun tak bisa memang keadaan Ais yang tak memungkinkan.


Apalagi semenjak kepergiaan abi Azam lima tahun yang lalu membuat kondisi Ais semakin memburuk .


Ais hanya mengangguk saja tanda mengiyakan titah sang suami.


"Maafkan hubby... Hubby tidak mau sayang kenapa-napa. "


"Ais mengerti By.. "


"Sayang sini... "


Panggil Ais pada anak bungsunya membuat Sky langsung duduk di sebelah sang ummah. Ais memegang tangan sang putri yang kini sudah dewasa berani mengungkap kemauaannya sendiri.


"Apa Sky tau kenapa Ummah suka memanggil nama Sky bukan Emira atau Halime! ?"


"Tidak tau Ummah,apa karna Sky cantik. "


Fatih menatap tajam sang adik, bisa-bisanya sang adik bercanda dalam keadaan serius, Ais hanya tersenyum mendengar jawaban putrinya.


"Sky artinya langit. Sky bagai pelangi dihati Ummah . Memberikan kehangatan dikala siang, memberi tenang dikala malam .Langit selalu menurunkan hujan untuk menyuburkan pepohonan dimuka bumi ini tapi.. tak sedikit juga yang membenci hujan karna mengganggu aktifitas tapi harus Sky ingat bahwa tampa mereka sadari langit menurunkan hujan untuk menutupi luka, karna dibalik hujan orang bisa menangis sepuasnya tampa harus takut terlihat lemah dimata orang. Jadi Skynya ummah harus tangguh memberikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang tersesat. "


Sky tak bisa membendung air matanya lagi, ucapan sang ummah bagai setetes air di tengah padang pasir.


"Jagalah diri baik-baik disana. Sudah Ummah putuskan, Ummah mengijinkan Sky tinggal beberapa bulan di Indonesia tapi harus tinggal sama Om Air karna Rara tidak ada disana jadi Sky harus menemani Tante Mona. Dan satu lagi setelah beberapa hari abang Fatih menemani Sky di Indonesia maka Ummah memutuskan Sky harus membawa beberapa pengawal untuk menjaga Sky, dan jangan merepotkan Om Air.


"Tap.. "


"Kalau begitu Ummah gak ngizi... "


"Iya... iya... Sky setuju.Tapi Ummah bolehkan Ummah meminta Om Air supaya tidak membocorkan Identitas Sky nanti disana! "


"Kalau itu Baba setuju.. "


Ais melotot tak percaya dengan apa yang sang suami katakan.


"Yasudah Ummah juga setuju.. "


Pasrah Ais membuat Sky berbinar dan langsung memeluk sang Ummah dan mencium kedua pipinya.


"Ummah dan Baba yang terbaik."


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Vote,Hadiah,dan Komennya yah....


__ADS_2