AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 38 Kebenaran


__ADS_3

Dirumah Sakit.....


Panji begitu bahagia karna sang adik sudah tidak takut lagi, dan mau memaafkannya.


Walau hati Panji masih tercubit melihat memar yang ada dileher dan pergelangan sang adik akibat cekikan dan cengkraman kuat Panji waktu menyiksa Kayla.


"Apa ini masih sakit ! "


Ucap Panji sambil mengelus bekas cekikannya yang masih memerah.


"Sedikit... "


Cicit Kayla karna merasa sedikit ngilu ketika sang kakak mengelusnya. Membuat Panji merasa bersalah langsung menjauhkan tangannya.


Kayla ingat betul sebelum pingsan sang Papah menyebut dirinya Laila, adik kandung Panji.


Membuat Kayla menatap lekat sang kakak, Aku mencintainya! apa benar kak Panji kakak kandungku! jika benar aku harus menghilangkannya,batin Kayla perih.


Tapi Kayla tidak percaya begitu saja karna memang dirinya tidak mengingat apa-apa.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam .."


Jawab Panji dan Kayla karna memang tinggal mereka berdua. Om Andi, tante Ani dan Akbar dari tadi sudah pamit pulang.


"Papah darimana ,ko lama ! "


"Ada sedikit urusan, Maaf.. "


Ucap Andre sambil mendekat kearah brankar sang putri. Andre duduk di sisi kiri sang putri sedangkan Panji di sisi kanan.


"Ada yang harus Papah sampaikan pada Kayla! "


Ucap Andre serius membuat Kayla langsung menatap sang Papah, hati Kayla berdebar tak karuan mendengar ucapan sang Papah yang begitu serius.


Andre perlahan menggenggam tangan sang putri sambil menatap lekat wajah sang putri yang sudah berubah.


"Nama kamu bukan Kayla Kania Al-fatih tapi Laila Anggraeni Al-fatih nama yang Mamah kamu kasih. Papah tau kamu belum mengingatnya tapi Papah yakin suatu saat nanti kamu pasti mengingatnya. Sandi bukan ayah kandung kamu! "


Deg...


Kayla terdiam dengan dada yang begitu sesak, apa benar Sandi bukan ayah kandungnya dan ayah yang sebenarnya adalah orang yang akan Kayla celakai.


"Sandi adalah sahabat baik Papah ,ada suatu hal yang membuat Sandi membenci Papah. Dan Papah yakin Sandi memangfaatkan amnesia kamu untuk membalas dendam. Papah yakin Sandi sudah menanamkan kebencian dihati kamu pada keluarga Al-fatih. "

__ADS_1


Jantung Kayla semakin bedebar mendengar apa yang Andre katakan tidak satupun kata yang meleset, semuanya benar.


"Papah tidak tau apa yang Sandi katakan pada kamu hingga kamu sampai membenci kami,sampai Mamah kamu meninggal.Ingatlah Kamu anak Papah,Laila bukan Kayla! "


"Apa aku harus percaya! "


"Lihatlah kamu pasti mengerti.. "


Kayla dengan ragu mengambil tablet yang Papah Andre berikan. Dengan gemetar Kayla menekan tombol putar hingga sebuah Vidio berputar.


Kayla menatap serius vidio itu hingga kedua matanya melebar sempurna tak lama bulir bening keluar begitu saja dengan tubuh yang mulai gemetar.


"Wa.. wajah ini.. "


Lilir Kayla sambil meraba wajahnya,dengan tak percaya. Jadi selama ini ayah yang dia anggap ayah bukan Ayah kandungnya dan orang itu berhasil menghasut Kayla untuk membenci Papah kandungnya sendiri.


"Iya, Sandi sudah mengoprasi wajah asli kamu agar kami tak mengenali kamu. "


Kayla benar-benar sok mengetahui apa yang sebenarnya, orang yang selama ini Kayla anggap musuh karna sudah membunuh Mamah dan kakaknya ternyata ternyata keluarganya sendiri. Dan tamapa sadar Kayla sudah membunuh mamahnya sendiri demi membela orang yang salah.


Hati Kayla benar-benar hancur, bulir bening sudah membanjiri kedua pipinya dengan tubuh gemetar.


Seorang ibu yang selama ini merawat, membesarkan, dan menyayanginya ternyata ibunya sendiri.Ibu yang tampa sadar Kayla benci dengan sebuah hasutan.


Jadi perasaan ini! rasa nyaman, damai dan terlindungi karna mereka adalah keluargaku sesungguhnya. Keluarga yang dulu ku anggap keluarga tak pernah sedikitpun memberi kenyamanan dan kedamain yang ada hanya dendam yang terus di pupuk hingga besar. Kenapa aku bodoh tak menyadari itu! sekarang aku faham kenapa rasa ini begitu membelenggu diriku ternyata keluarga Al-fatih memang keluargaku bukan keluarga Paratama.Dan rasa cinta ini sekarang aku mengerti kenapa aku tak tega meracuni kak Panji ternyata memang dia kakakku sendiri, jerit batin Kayla sakit.


Lilir Kayla gemetar membuat Panji langsung menarik sang adik kedalam pelukannya.


"Semuanya sudah terjadi, Nak. Jangan salahkan diri kamu sendiri. Papah mengerti bagaimana berada diposisi kamu! "


"Ta.. tapi ak.. aku seorang pembunuh! "


Isak Kayla semakin kencang sambil memukul-mukul dadanya.


"Kenapa aku bisa lupa hiks.. hiks.. kenapa! "


"Kamu bukan pembunuh sayang.. Tapi orang-orang itu yang membunuh Mamah! dan obat ini yang membuat kamu lupa semuanya! "


Deg...


Kayla terkesiap mendengarnya sambil menatap papah Andre yang memperlihatkan sebuah bungkus obat, Kayla tau obat apa yang berada dalam genggaman tangan sang Papah.


"It.. itu obat vitamin dan penenangku! "


"Ini bukan obat vitamin ataupun penenang, Nak.Tapi obat ini yang mencegah ingatanmu kembali. "

__ADS_1


" Tapi kata dokter itu obat vitamin dan penenang, karna tidurku selalu mimpi buruk! "


"Sitt...ternyata mereka juga sekongkol.. "


Gram Panji yang dari tadi terus mendengar percakapan sang Papah dan adiknya.


Kayla hanya diam mencerna semuanya, sambil menatap lekat wajah laki-laki paru baya dihadapannya. Laki-laki yang selama ini memberikan kasih sayang tulus ternyata adalah papah kandungnya sendiri. Dan laki-laki yang disebut kakak ternyata dia juga adalah kakak kandungnya sendiri.


Jadi selama ini aku sudah menyakiti keluargaku sendiri, demi membela orang yang serakah. Jadi perasaan ini! hati ini, aku sudah menemukan jawabannya ternyata mereka KELUARGAKU.


Batin Kayla sakit meremas dadanya kuat, Panji dengan sigap langsung membawa kembali sang adik dalam pelukannya.


Mencoba menenangkan sang adik yang masih Sok, bahkan Panji juga sama tapi Panji bisa mengendalikan semuanya.


Andre perlahan mendekat memeluk kedua anaknya dengan perasaan bahagia bisa berkumpul kembali walau ada sesuatu yang kurang dihati Andre tapi Andre sudah mengikhlaskannya.


Mungkin kematian sang istri cara terbaik untuk mereka, karna Allah tak pernah salah dalam menggariskan takdirnya.


Bukankah kehidupan itu Fana, kita semuapun pasti akan bertemu dengan yang namanya Kematian.


Tinggal kita mempersiapkan itu semua, amal apa yang akan kita bawa setelah harta yang tak berharga yang kita tinggalkan.


"Tapi ada satu lagi yang harus Laila tau! "


Kayla yang tak lain Laila langsung mendongkak melihat sang Papah yang menatapnya serius.


"Apa ? "


Andre menghela nafas pelan mencoba memberitahu hal pahit lagi, entah apa reaksi yang Laila tunjukan.


"Smit bukan anak kandung Sandi! "


Jderr..


Bagai disambar petir disiang bolong membuat Laila lemas dengan mata yang melotot sempurna.


"Smit adalah sepupuh kalian ! nama aslinya Farhan nugraha anak dari keluarga Nugraha, kakak Mamah kalian. "


"Sandi juga mengadopsi Farhan untuk dijadikan kambing hitam putranya yang meninggal untuk menghancurkan Panji. Maafkan Papah jika kebenaran ini menyakiti hati kamu, Nak. "


Ucap Andre panjang lebar, sebenarnya Andre belum siap menceritakan semuanya mengingat kondisi Laila yang masih sakit. Tapi Andre harus menceritakannya sebelum semuanya terlambat !.


"Ja.. jadi semuanya bohong... mereka berbohong.. "


Lilir Laila sakit, marah, kecewa bercampur jadi satu. Dadanya begitu sesak mengetahui kebenarannya.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2