
Di sebuah ruangan seseorang termenung dengan tatapan kosong, entah apa yang orang itu pikirkan.
Cairan bening lolos begitu saja dari pelupuk matanya, hatinya sangat sakit serasa di cabik-cabik tiada henti.
Orang yang begitu dia percaya mengitu tega menghianati, rasanya sakit berkali-kali lipat.
Orang yang sudah dia anggap neneknya sendiri ternyata adalah musuhnya, sungguh dunia ini sangat keji, kenapa dirinya selalu di kelilingi penghianat.
Sakit, sedih, marah, dan kecewa bercampur jadi satu ,sungguh penghianatan itu sangat menyakitkan baginya.
Seseorang itu mengepalkan tangannya kuat dengan mata yang memerah menahan amarah, kesabaran nya sudah habis seseorang itu tidak bisa menahan, semuanya sudah cukup.
Kini seseorang itu menunjukan siapa dia sebenarnya. Dia bukan orang lemah yang terus berpura-pura bodoh dan lemah, mereka sudah salah memilih lawan kini saatnya seseorang itu menunjukan siapa dirinya sebenarnya.
Aura dingin berkobar kembali sekian lama orang itu sembunyikan sudah cukup dia terdiam dengan semua yang mereka rencanakan.
Kini saatnya orang itu membalas apa yang mereka lakukan, dengan langkah pasti seseorang itu masuk kesebuah ruangan.
"Tuan.. "
Ucap kaki tangannya di dunia bawah membuat orang yang di panggil Tuan hanya diam sambil menepuk punggung kaki tangannya.
"Dimana penghianat itu! "
"Ada di dalam. "
Seseorang itu melangkah lebar kesebuah kamar yang begitu mengerikan. Orang itu menyeringai melihat tawanannya yang begitu mengenaskan.
Brurrr....
Seseorang itu menyiram tawanannya membuat sang tawanan langsung terlonjat kaget.
Tupil tawanan itu melebar melihat siapa yang ada dihadapannya, beberapa kali tawanan itu mengedipkan mata seolah tidak percaya siapa yang ada dihadapannya.
"Tu.. "
Krek...
"Ah.... "
Jerit tawanan itu ketika kakinya di injak oleh seseorang itu, tidak ada rasa kasihan mendengar tawanan itu menjerit.
"Bagaimana kabarmu FATAN . "
Ucap seseorang itu dingin sambil menekan kata terakhir membuat tawanan itu yang tidak lain adalah Fatan langsung menelan ludahnya kasar.
"Tu.. tuan ampuni saya... "
Ha.. ha...
Seseorang itu tertawa hambar mendengar penghianat itu meminta diampuni, rasanya hatinya seolah-olah sedang dipermainkan.
"Ampun ! Apa kau juga bisa mengampuni orang yang memohon padamu untuk tidak kau bunuh ! "
Glek...
Fatan menelan ludahnya berkali-kali melihat tatapan tajam itu seakan menghunus jiwanya.
__ADS_1
Bug...
"Itu balasan kau sudah membunuh kedua orang tuaku.. "
Bug...
"Itu untuk calon istriku... "
Bug...
"Itu untuk adikku... "
Bug...
"Itu untuk saudaraku... "
Bug... bug... bug...
Seseorang itu seakan kesyetanan meninju Fatan sambil berteriak meluapkan rasa sakit, marah, sedik dan kecewa menjadi satu.
Nafasnya naik turun dengan tangan yang masih mengepal menatap tajam Fatan yang tidak sadarkan diri akibat tinjuan keras seseorang itu.
Tidak ada air mata yang keluar di pelupuk mata seseorang itu, seakan air matanya sudah kering. Seseorang itu mengambil tisu untuk membersihkan darah penghianat yang menempel di punggung tangannya.
"Kamal . "
"Iya Tuan! "
"Urus penghianat itu jangan sampai mati, jika sudah sembuh siksa lagi dia. Penghianat itu harus merasakan sakitnya pembalasan.. "
Jawab tegas Kamal sambil mengisyaratkan pada anak buahnya membawa Fatan keruang pengobatan.
"Bagaimana keadaan Farhan ? "
"Tuan muda Farhan aman bersama Heri, Tuan tidak perlu kewatir ta.. tapi.. "
Kamal menjeda ucapannya sedikut takut memberikan kabar ini.
" Katakan Kamal,,, "
" Paman Sa.. sandi sudah meninggal tadi sore dalam sebuah kecelakaan bersama nona Serra. "
Deg...
Seseorang itu terkejut mendengar nya, matanya memerah menatap tajam pada Kamal membuat Kamal menunduk.
"Lanjutkan.. "
Ucap Seseorang itu berusaha menahan amarahnya, ingin tau kelanjutan ceritanya ! yang membuat seseorang itu penasaran kenapa Serra bisa berada dalam kecelakaan itu.
"Sebenarnya target musuh bukan paman Sandi me.. melainkan no.. nona Serra .Musuh su.. sudah mengetahui kalau nona Serra adalah adik tuan muda Farhan yang dulu paman Sandi buang. "
Jderr....
Sekali lagi seseorang itu terkejut sambil memejamkan kedua matanya tangannya mengepal erat hingga urat-uratnya menonjol.
Sungguh berita yang sangat mengejutkan dan menyesakan.
__ADS_1
"Tuan tidak usah kewatir nona Serra selamat dalam kecelakaan itu karna paman Sandi berusaha melindungi nona Serra supaya tetap selamat. "
Jelas Kamal karena paham apa yang membuat perubahan wajah Tuannya. Seseorang itu sedikit lega mendengar kakak sepupuhnya selamat.
"Suruh anak buah kita menjaga Serra, aku yakin Serra dalam bahaya dan beritahu Heri perketat penjagaan jangan sampai musuh melukai Farhan lagi. "
"Baik Tuan, ta.. tapi mengenai nona Serra Tuan tidak usah kewatir karena nona Serra aman bersama nona Sky. "
"Ba.. baiklah,sekarang kamu boleh pergi.. "
Ucap tegas seseorang itu berusaha mengendalikan kegugupannya mendengar nama Sky di sebut.
Sebuah nama yang selalu mengusik tidur panjangnya, entah kenapa nama itu berhasil menggetarkan hatinya.
Gadis yang tidak bisa berkata lembut sama sekali tapi disetiap kalimatnya sungguh penuh makna dan keistimewahan seolah kata itu bak mutiara.
Kata-kata yang selalu keluar dari bibir mungilnya bak tombak yang menancap tepat sasaran menghunus hati yang rapuh mendorongnya untuk kuat.
Mengajarkan rasa sakit bukan untuk dirasakan tapi di obati dengan berjuang,berusaha keluar dari rasa sakit menuju puncak keikhlasan.
Ikhlas ! kata itu selalu berputar di memori Seseorang itu, kata itu bak belati yang merobek hati kotornya seolah berusaha membersihkan hati kotor itu.
"Gadis sejuta kejutan,,, "
Gumam seseorang itu menyeringai sambil menatap lurus kedepan. Entah apa yang seseorang itu pikirkan, tampa seseorang itu sadari bibirnya tersenyum sendiri entah apa yang seseorang itu ingat !
"Apa alasan kamu melakukan semua ini! aku yakin seseorang sepertimu tidak akan ikut campur urusan orang lain kalau tidak ada sesuatu di balik itu semua.Aku yakin kau akan pergi jika urusan kamu sudah selesai.. "
Monolog seseorang itu menerka-nerka apa alasan seorang Sky ingin membantu orang yang tidak dirinya kenal sama sekali. Sungguh sesuatu yang misterius bukan !
Huh...
Seseorang itu membuang nafas kasar karna sulit sekali menebak karakter Sky gadis sejuta kejutan itu.
Tidak mau ambil pusing seseorang itu berusaha membuang pikirannya jauh-jauh tentang Sky.
Tangannya mengambil ponsel yang ada diatas meja dan mengutak-atik ponsel itu sudah ketemu seseorang itu langsung meneleponnya.
"Aku bantuanmu! "
"............."
"Culik seseorang yang ada di RSJ ,identitas nya akan aku kirim lewar Email. "
Tut.. tut...
Seseorang itu langsung mematikan teleponnya, karna tau orang yang dia telepon akan perotes.
Benar saja, Rafli mengupat kesal mendengar perintah dari sahabatnya yang tidak memberikan kesempatan untuk menolak dan yang lebih membuat Rafli kesal Sahabatnya malah memTikan teleponnya.
"Sahabat sialan... sahabat laknatt,,,, brengsek.. selalu saja seenaknya memerintah ah... brengsek... "
Umpat Rafli kesal sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri hingga berantakan.
Sedangkan seseorang yang diumpat hanya tersenyum puas bisa mengerjai sahabatnya .
Bersambung....
__ADS_1