AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 91 Sama-sama Pembunuh!


__ADS_3

Panji duduk melamun di atas shofa mengingat percakapan tadi dengan ummah Ais.


Di tatapanya lekat wajah teduh Sky yang masih tertidur, Panji sungguh tidak menyangka, gadis terlihat dingin penuh wibawa menyembunyikan luka di balik ke angkuhannya.


Luka yang sangat mengerikan yang tidak bisa dibayangkan, bahkan Panji sendiri terkejut mendengar cerita dari ummah Ais tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Sky.


Membayangkannya sungguh membuat Panji ngeri, bahkan apa yang Panji alami tidak selara dengan luka Sky.


Adakah wanita hebat seperti Sky, berusaha bengkit dan berjuang dari keterpurukan. Mencoba terbang dari lembah kesakitan, munuju puncah ketegaran.


Bahkan Panji seakan tidak percaya dengan apa yang Sky alami, gadis yang selalu terlihat baik-baik saja dengan sikap dingin dan cueknya. Tidak pernah sekalipun Panji melihat ada ketakutan atau kesakitan yang Sky perlihatkan hanya ada jiwa ketangguhan.


Keadaan Sky seakan tamparan keras bagi Panji, bagaimana mungkin Panji seorang laki-laki tidak bisa sekuat Sky, bahkan Panji hampir saja menyakiti dirinya sendiri.


"Sekarang aku tahu kenapa kamu memanggilku, bodoh. Bodoh! ya.. aku baru sadar ternyata aku memang bodoh."


Monolog Panji sambil menatap lekat wajah cantik Sky, yang begitu betah dengan tidurnya, seakan tidak tidur semalaman.


Panji buru-buru memejamkan kedua matanya tetkala melihat Sky menggeliat.


"Emmz... "


Gumaman kecil keluar dari bibir Sky, perlahan Sky membuka kelopak matanya.


Deg...


Sky terlonjat kaget melihat sekeliling dimana dirinya berada di kamar. Sky mengingat kalau dirinya ketiduran di dalam mobil.


"Siapa yang membawaku ke sini... "


Pikir Sky bingung sambil menyibak selimut, gerakan Sky tertahan tetkala melihat seseorang yang sedang tertidur diatas shopa.


" Apa Panji yang membawa aku ke kamar! "


Monolog Sky berpikir, seketika wajah Sky memanas membayangkan Panji menggendongnya, bahkan Panji harus melewati ruang yang begitu luas, apalagi tangga Mansion Mahmued yang sedikit panjang.


"Apa dia benar-benar menggendongku.. "


Lilir Sky tersenyum tipis, membayangkan kalau benar Panji menggendongnya dan pasti itu sangatlah berat.


Alllahu akbar allahu akbar...


"Alhamdulillah.. "


Ucap Sky ketika mendengar suara adzan Ashar sambil berdoa di setiap lantunan merdu yang menggetarkan hati.


Lantunan yang memanggil setiap hamba untuk menghadap sang pencipta dengan segala kerendahan hati dan kehinaan diri bersujud pada sang ilahi.


Sky lalu beranjak guna membangunkan Panji, sesaat tangannya terhenti di udara. Ada rasa keraguan jika menepuk pundak Panji membuat Sky mengurungkan niatnya. Lalu beranjak menuju kamar mandi tanpa membangunkan Panji.

__ADS_1


Brak...


"Astagfirullah... "


Pekik Panji terkejut langsung membuka kelopak matanya, melihat kesekeliling dimana Panji mendengar benda terjatuh.


Panji menatap Sky yang berdiri dengan setumpuk buku yang berserakan di lantai.


"Ka.. kamu sudah bangun, kenapa buku itu bisa jatuh?"


"Membangunkanmu."


"Hah! "


Panji menganga mendengar apa yang Sky ucapkan, membangunkan dirinya dengan cara menjatuhkan buku, sungguh unik bukan! tapi itulah yang Sky lakukan, sengaja menjatuhkan buku dengan kasar supaya Panji bangun, karena Sky tidak cukup berani jika harus memegang pundak Panji hanya untuk sekedar membangunkan.


"Sudah adzan ashar, Sky mau mengambil wudhu untuk sholat. "


Ucap Sky datar setelah membereskan buku itu kembali, Panji di buat melongo dengan tingkah Sky, kemudian Panji menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah konyol Sky. Saking tidak mau menyentuk tubuhnya Sky sengaja menjatuhkan Buka, jika sikap Sky begitu terus bisa jadi meja yang di tendang.


Apa salahnya cuma membangunkan kenapa pakai acara segala, tapi itulah Sky, selalu kembali bersikap datar dan cuek seakan melupakan kejadian tadi siang dan sekarang Sky bertingkah konyol tampa dosa masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Panji yang masih diam melongo dengan tingkah dan ucapan Sky.


"Apa itu juga bagian dari sikap dia.., "


Gumam Panji menggeleng menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat.


Ponsel Panji berdering tanda pesan masuk, dengan cepat Panji membukanya. Matanya menatap serius dengan binar kepuasan hingga tampa sadar Panji menyunggingkan senyum tipisnya.


Drett...


Tidak lama pesan masuk lagi, kali ini wajah Panji berubah menjadi bingung menatap sebuah pesan.


Hatiku merasa lega ketika sudah berbicara panjang lebar dengan Sky tentang hubungan ini, tetapi kenapa aku bisa sampai lupa kalau Laila sedang menunggu. Haisstt..., bagaimana ini!


Panji membatin dengan jari yang terus bulak-balik mengetik dan menghapus lagi, kerena bingung harus membalas apa. Laila mengancam Panji dan sungguh ancaman Laila membuat Panji pusing, bagaimana tidak pusing Laila menyuruh Panji pulang dan harus membawa serta istrinya kalau tidak Laila akan mogok makan dan menghancurkan rumah.


Sungguh ancaman yang membuat Panji benar-benar bingung bagaiman membicarakannya, Panji dan Sky baru memulai, masa Panji harus meminta Sky ikut dengannya. Sedangkan mereka masih merasa canggung untuk seakrab itu.


"Kenapa? "


Prakk...


Deg...


Panji terlonjat kaget mendengar suara Sky yang entah sejak kapan sudah ada di sampingnya, membuat Panji spontan menjatuhkan ponselnya.


"Maaf membuat kamu terkejut! "


Sesal Sky sambil memungut ponsel Panji yang terjatuh hingga bagian kacanya sedikit retak, Sky bernafas lega ketika ponsel itu masih menyala dengan cepat memberikannya kembali pada Sky.

__ADS_1


"Lebih baik kamu ambil air wudhu kita sholat berjamaah, sudah selesai baru kamu boleh bicara"


Sanggah Sky membuat Panji mengatupkan kedua bibirnya menahan bicara, hingga Panji mengangguk dan pergi menuju kamar mandi guna mengambil air wudhu.


Sudah selesai Panji keluar dilihatnya Sky sudah bersiap mengenakan mukena berwarna putih, dengan sebuah sejadah kosong di hadapan Sky.


Jantung Panji berdetak sangat kencang melihat wanita di depannya yang begitu memancarkan aura kecantikan yang alami.


"Kamu imam duniaku, maukah kamu menjadi imam untuk akhiratku? "


Panji terkesiap seakan kembali kealam sadarnya ketika mendengar suara lembut menerpa indra pendengaran Panji, membuat tubuh Panji menegang sambil melihat sejadah kosong di depan Sky.


"Diriku penuh lautan dosa kamu tahu itu, pantaskah aku menjadi imam akhiratmu! "


Ucap Panji pelan merasa ragu untuk menjadi imam sholat untuk Sky, rasanya Panji harus memantaskan diri terlebih dahulu untuk bisa pantas berdiri gagah di depan Sky menuju panggilan sang pencipta.


"Lalu aku apa! aku juga seorang istri yang penuh dengan lautan dosa belum bisa berbakti padamu."


"Tetapi aku seorang pembunuh, sedangkan kamu adalah wanita sholehah."


"Kalau begitu aku juga sama, sama-sama seorang pembunuh. Jadi! tidak ada alasan lagi untuk kamu menolak. Imam pembunuh makmum pembunuh sungguh indah bukan, kita akan datang pada sang pencipta memohon lautan ampunannya!"


Glek...


Panji menelan ludahnya kasar, tidak bisa membalas ucapan Sky. Kenapa Panji selalu kalah kalau beradu argumen dengan Sky, selama ini tidak ada satupun orang yang mengalahkan argumennya dan sekarang gadis di depannya selalu bisa membuat Panji bungkam.


Pada akhirnya sepasang suami istri pembunuh itu melaksanakan kewajibannya, menuju panggilan sang pencipta dengan segala kerendahan hati dan kehinaan diri. Memohon ampun atas segala dosa-dosa yang mereka lakukan.


Lantunan ayat suci yang Panji bacakan begitu merdu menenagkan jiwa Sky, seolah dua pasang suami istri itu sedang menikmati kenikmatan ketenangan yang tidak bisa di gambarkan.


Itulah manisnya iman, akan datang ketika hati dan jiwa kita merasa hina dina di hadapan pencipta alam, tidak ada yang bisa kita sombongkan di depannya yang ada hanya kerendahan hati.


Semoga ini bukan akhir dari perjalanan menuju mahligai cinta yang sesungguhnya, berharap sampai di sebuah istana keridhoan yang hakiki.


Jerit batin keduanya menumpahkan harapan yang menuju keridhoan.


Bersambung....


Wah... wah... wah... tidak terasa sudah bab ke 91, sebentar lagi Tamat....


Jangan lupa ya Vote... vote..


Like.. like...


Hadiah...hadiah....


Komen...


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2