AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 88 Makam!


__ADS_3

Hembusan angin menerobos masuk kesela-sela jendela kamar, membangunkan gadis yang masih tertidur di atas sejadahnya.


"Emmz.. "


Gumaman terdengar keluar dalam bibir mungil gadis itu, merasakan hawa dingin membelai kulit wajahnya.


Gadis itu menengadah dengan mata menyipit melihat jam yang menempel di dingding kamarnya. Seketika mata gadis itu membola melihat jam yang sudah menunjukan jam 05:30.


"Astagfirullah...aku belum sholat subuh.. "


Gumam gadis itu terkejut langsung membuka mukena dan melesat kedalam kamar mandi, mencuci muka, menggosok gigi terakhir mengambil air whudu.


Sudah selesai gadis itu melaksanakan kewajibannya dengan hati berdebar.


Ya Allah maafkan Sky yang kesiangan...


Doa gadis itu sambil memejamkan kedua matanya mengingat apa yang terjadi samapai Sky bisa kesiangan.


Huh...


Sky membuang nafas pelan ketika mengingat apa yang terjadi, Sky ketiduran ketika sudah melaksanankan sholat malam dan mencurahkan seluruh isi hatinya pada sang pencipta.


Sudah selesai berdzikir dan berdoa, Sky melepas kembali mukena dan melipatnya bersama sejadah lalu menyimpannya ketempat semula.


Sky membereskan tempat tidurnya, sudah selesai Sky bergegas kekamar mandi membersihkan tubuhnya, karena hari ini Sky memutuskan untuk keluar.


Sky sudah menelepon Rafli untuk memintakan izin pada Panji kalau dirinya akan keluar. Walau bagaimanapun Sky tetap harus meminta izin kemanapun dia akan pergi kepada Panji, karena Panji suaminya.


"Semoga hatiku bisa tenang menemuinya!"


Gumam Sky sambil memilih baju gamis mana yang akan Sky kenakan.


...---...


Bandara Udara Internasional Husein Sastranegara....


Seolang gadis memegang erat tangan laki-laki yang ada di sampingnya, entah apa yang gadis itu rasakan seperti ada ketakutan tersendiri bagi gadis itu, tetapi ada rasa bahagia bisa menghirup lagi udara kota kelahirannya.


Begitupun dengan laki-laki yang ada di sampingnya, hatinya dari tadi tidak tenang dengan jantung yang terpacu hebat.


"Kamal.. "


Panggil Panji sambil menghentikan langkahnya begitupun gadis di sebelahnya.


"Bawa Laila ke Mansion."


"Siap Tuan. "


"Kakak mau kemana? "


Tanya Laila kenapa sang kakak tidak langsung pulang ke Mansion bukannya istrinya ada di rumah, pikir Laila bingung.


"Kakak mau menjemput istri kakak. "


"Apa! "


Pekik Laila terkejut, tidak habis pikir dengan jalan pikirannya. Laila pikir sang kakak meninggalkan istrinya di Mansion tapi nyatanya bukan.

__ADS_1


Laila menghela nafas pelan mengontrol emosinya walau bagaimanapun apa yang sang kakak lakukan demi menyelamatkannya, mungkin kalau sang kakak tidak langsung pergi nyawa Laila benar-benar di ujung tanduk. Mengingat itu membuat Laila semakin merasa bersalah pada kakak ifarnya walau Laila sendiri belum tahu siapa kakak ifarnya karena Panji tidak memberi tahu namanya dan berasal dari mana.


Tetapi Laila juga enggan untuk bertanya melihat keadaan sang kakak yang begitu kacau.


"Yasudah kakak hati-hati, Laila jadi penasaran siapa wanita yang berhasil merebut hati kakak he.. he.. "


Canda Laila sambil terkekeh mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


"Mari nona. "


Ucap Kamal membuka pintu mobil, dengan ragu Laila masuk, begitupun Panji masuk kedalam mobil Sportnya yang sudah disiapkan Kamal.


Panji meninggalkan bandara begitupun Kamal membawa adik Tuannya ke arah yang berbeda.


Panji berusaha tenang membawa mobil sportnya kearah kediaman keluarga Mahmued, entah kenapa hatinya merasa cemas dan takut, bahkan mimpi itu membuat Panji tidak bisa memejamkan kedua matanya sampai sekarang.


Pikirannya terus berandai-andai, dengan apa yang akan terjadi. Panji tau Sky bukan orang yang mudah untuk di taklukan, entah kenapa Panji seakan menjadi orang yang bodoh untuk bisa mengatasi kegundahan hatinya.


Mimpi itu benar-benar membuat Panji sulit bernafas dengan tenang, seolah menjungkir balikan perasaan Panji.


"Assalamualaikum... "


Hening...


Semua orang yang berada di ruang tamu menghentikan aktivitas nya, melihat siapa yang mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam... "


Jawab ummah Ais dari arah belakang membuat Panji langsung berbalik kaku. Begitupun Baba Aiman,mamah Mona dan Rara langsung menjawab salam Panji.


Deg...


Panji seakan dejavu melihat keadaan ini, seakan persis dalam mimpinya, entah kenapa membuat Panji ketakutan.


"D.. dimana S.. sky?"


Tanya Panji gugup, entah harus apa! karena Panji sendiri belum terlalu nyaman melihat keluarga Mahmued.


"Sky tadi pe... "


"Apa Sky tidak ada di rumah! "


Potong Panji cepat dengan hati yang cemas, kenapa semuanya seakan nyata. Ummah Ais mengerutkan kening melihat tingkah Panji yang seakan mencemasakan sesuatu.


"Sky per.. "


"Makam! "


Deg...


Rasanya jantung Panji seakan loncat dari tempatnya melihat ummah Ais mengangguk, tampa bicara Panji berlari keluar tidak memperdulikan teriakan baba Aiman dan ummh Ais yang kebingungan dengan tanda tanya besar melihat kelakuan Panji.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Tanya ummah Ais bingung pada baba Aiman,begitupun Rara dan mamah Mona kebingungan melihat tingkah Panji.


Datang tiba-tiba dan pergi juga tiba-tiba membuat semua keluarga bingung dan cemas apalagi ummah Ais yang semakin dibuat cemas takut terjadi apa-apa pada sang putri melihat reaksi Panji barusan.

__ADS_1


Panji melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, kondisi jalanpun tidak ramai seperti biasanya, memudahkan Panji sampai ketujuan. Keadaan ini bukan membuat Panji senang melainkan semakin takut, takut apa yang dia mimpikan terjadi.


Jantung Panji terpacu lebih cepat dari biasanya, keringat bercucuran membasahi pelipis dan punggung Panji, terlihat jelas baju Panji mulai basah oleh keringat.


Sungguh perasaan yang tidak bisa Panji jelaskan, dan itu membuat hatinya benar-benar gelisah tampa arah.


Brak...


Panji menutup pintu mobil dengan kencang lalu berlari mencari keberadaan Sky.


Sky yang baru selesai berdoa beranjak untuk pulang.


Deg...


Tubuh Sky mematung dengan kaki yang terasa kaku sulit untuk digerakan, tenggorokan kering, lidahnya kelu sulit untuk sekedar bersua.


Apa Sky sedang bermimpi atau memang nyata melihat laki-laki yang sudah satu minggu lebih meninggalkannya dan sekarang berdiri tidak jauh dari dirinya dengan dada naik turun, seolah sedang menormalkan nafasnya.


Tangan Sky mengepal erat dengan kedua mata yang mulai memanas menahan segala gejolak yang ada.


Deg...


Mata mereka saling bertemu memancarkan gejolak masing-masing yang entah apa yang mereka rasakan.


Kecewa! tentu itulah yang Sky rasakan, tetapi tidak dengan Panji, hatinya seperti diremas melihat mata sembab yang mulai berkaca-kaca.


Lagi-lagi keadaan ini membuat Panji seakan dejavu kembali, seakan nyata dan akan ada pertengkaran yang terjadi.


"***... "


Grep...


Mata Sky membola ketika tangannya di tarik membuat tubuh Sky terhuyung kedepan masuk dalam dekapan Panji.


Entah syetan dari mana merasuki diri Panji melihat Sky akan mengucapkan sesuatu membuat Panji dengan cepat menarik tangan Sky hingga tubuhnya masuk kedalam pelukan Panji.


Mari bercerai...


Kata itu sungguh membuat Panji ketakutan, takut Sky mengatakannya hingga tanpa pikir panjang Panji memeluk erat Sky seolah mencegah Sky mengatakan kata yang akan membuat Panji tidak akan menerimanya.


Panji bisa merasakan tubuh Sky menegang tetapi Panji tidak peduli, nafas Panji memburu dengan dada yang masih naik turun dan itu terdengan jelas di telinga Sky yang berusaha menormalkan keterkejutannya.


"Bis.. "


"Stopp... jangan katakan... "


"Ak.. aku tau aku salah, ma.. maaf.. ak.. aku tidak bermaksud meninggalkanmu tampa bicara, ta.. tapi.. "


Ucap Panji memburu memotong ucapan Sky, entah kenapa Panji ketakutan seperti itu.Membuat Sky bungkam tidak jadi meneruskan ucapannya.


"Le.. lepas.. "


"Tidak! sebelum kau berjanji tidak mengatakan kata cerai. "


Jderr....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2