
Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara...
Sky tidak bisa menahan tangisnya melepas kepergian kedua orang tua, abang, dan kakak ifarnyanya.
Baba Aiman dan ummah Ais harus kembali ke Turki bersama putranya, walau ada sedikit perdebatan antara Sky dan Fatih dimana keduanya ingin sama-sama tinggal dengan kedua orang tuanya.
Sky hanya bisa menerima keputusan kedua orang tuanya yang kembali ke Turki dimana pekerjaan mereka disana sudah lama menunggu. Sky ingin protes tetapi baba Aiman menasehatinya.
Di mana seorang istri harus patuh dan ikut kemana pun dan di mana pun suami tinggal. Jangan membantah dan jangan protes.
"Sudah sayang, akhir pekan kan bisa kalian berkunjung ke-Turki. Jadi istri yang baik dan kasih kabar yang baik secepatnya jangan sampai kedahuluan sama abang mu? "
"Ummah..., "
Rengek Sky di sela isak tangisnya mendengar ucapan sang ummah. Ummah Ais terkekeh melihat tingkah putrinya yang masih malu-malu.
Sungguh berat bagi Sky harus berpisah dengan kedua orang tuanya, tetapi harus bagaimana lagi. Kemudian Sky memeluk sang baba, Fatih dan Serra bergantian dengan rengekan dan tangisan yang tak henti-henti membuat tante Mona dan om Air hanya terkekeh melihat tingkah keponakannnya yang manja dan merajuk.
"Jadilah istri yang kuat dan sabar dalam menghadapi segala ujian, jika ada masalah selesaikan dengan kepala dingin." ucap baba Aiman.
"Jadilah istri sholehah halnya syaidah Fatimah bintu Rosulullah. Yang selalu berbakti, tabah dan kuat dalam menghadapi semua cobaan dalam ujian rumah tangga. Jadilah hamba dan umat yang dirindukan Rosulullah, karena bakti pada suami. Jangan manja dan jangan membuatnya repot," ucap ummah Ais.
"Sudah, jangan cengeng. Kan sudah jadi istri. Jangan manja dan jangan menyusahkannya. Abang tahu, adek sedih begitupun abang. Tersenyumlah selalu jangan sampai ada kabar terdengar kalau adek bersedih, maka abang orang pertama yang menghancurkan suami mu." tegas Fatih.
" Semoga Allah selalu memberi kita kesabaran dan kekuatan menghadapi suami kita yang sangat sangat cuek, he.. he... Sudah ya, jangan sedih. Insyaallah Mba akan sering berkunjung jika ada waktu. " ucap Serra.
Sesudah berpesan pada Sky baba Aiman, ummah Ais, Fatih dan Serra langsung pergi dengan tetesan kesedihan yang mengenang di pelupuk mata Sky.
Sky menatap nanar kepergian kedua orang tua, abang dan kakak ifarnya yang sudah masuk ke dalam pesawat.
"Sudah jangan bersedih, akhir pekan kan kita bisa berkunjung, "
Ucap Panji lembut berusaha menghibur sang istri, dan menarik sang istri kedalam pelukannya.
Sudah keberangkatan mertua dan kakak ifarnya. Panji memang langsung membawa sang istri pulang.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Begitupun om Air, tante Mona dan Rafli sudah terlebih dahulu pulang karena Rara tak bisa di tinggal lama karena sakit.
Panji memegang tangan sang istri dengan sebelah tangan memegang stir. Sesekali Panji melirik sang istri yang masih sesegrukan lalu pokus kembali melihat kedepan.
Panji membelokan mobilnya ketika di depan ada persimpangan membuat Sky langsung menatap heran sang suami.
"Mas, bukankah ini bukan jalan pulang? "
Tanya Sky sambil menghapus air sisa matanya.
"Memang bukan! "
"Terus kita mau kemana? "
__ADS_1
"Nanti, sayang akan tahu. Sekarang sudah ya, jangan nangsi mulu. Nanti manisnya hilang, "
Buurrr ...
Semburat merah menghiasi wajah Sky tetkala sang suami menggodanya, sungguh Sky di buat malu sendiri. Akhir-akhir ini memang sang suami selalu menggodanya. Membuat Sky tersenyum sendiri kadang juga tersenyum geli ketika sang suami berubah cuek ketika di luar.
Panji memarkirkan mobil sportnya tepat di depan sebuah Mansion yang sangat besar dengan taman yang begitu luas.
Mata Sky membulat melihat bagunan besar di depan matanya, apalagi begitu banyak tanaman bunga yang berjejer sepanjang jalan menuju pintu utama.
"Ma.. mas, ini mansion siapa? "
"Kita! "
Deg...
Sky diam mematung menatap sang suami tak percaya. Sedangkan Panji hanya tersenyum saja melihat keterkejutan sang istri.
"Kita pindah kesini? terus man ..., "
"Rumah itu, untuk Laila. Mas, tidak mau membuat Laila jauh dari kenangan kedua orang tua kami. Laila baru tahu kalau mamah dan papah kedua orang tua kandungnya, biarkan dia menikmati hari-harinya di rumah itu. Sedangkan mas, mas tidak apa-apa, karena mas sendari kecil sudah mendapatkannya. Sayang tidak apa-apa kan pindah kesini? "
"Kemana pun Mas pergi, maka Sky akan ikut, "
"Kamu suka? "
"Iya, "
Panji menggendong sang istri, membuat Sky terkejut dengan repleks mengalungkan lengannya ke leher kokoh sang suami.
"Mas, Sky berat loh, ..."
"Apa pun untuk, kamu. "
Lagi-lagi Sky malu mendengar gombalan sang suami. Dengan gagahnya Panji berjalan sambil menggendong sang istri menuju pintu utama.
"Mas, tahu. Mas tampan. "
Sky memalingkan wajahnya ketika ketahuan kalau sendari tadi dirinya memandang sang suami. Sky hanya tidak menyangka saja, sikap sang suami begitu hangat membuat Sky merasa benar-benar di cintai.
Panji hanya tersenyum saja, karena gemas melihat tingkah sang istri yang selalu nampak malu-malu ketika dirinya menggodanya.
Deg...
Lagi-lagi Sky di buat terkejut melihat sebuah kamar yang sudah di hias secantik mungkin.
Wangi bunga begitu meruak masuk keindra penciuman Sky ketika sang suami melangkah masuk. Dengan bunga yang di bentuk sepasang angsa yang saling tatap penuh cinta.
Perlahan Panji medudukan sang istri di tepi ranjang dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
"Apa kamu suka dengan kejutan ini? "
"Masyaallah, tabarakallah. Sky sangat suka, Mas. "
"Alhamdulillah kalau sayang, suka."
Panji berjongkok di depan sang istri sambil memegang tangan sang istri lembut dengan mata menatap sang istri penuh cinta yang menggebu.
"Mas, suka sekali nama panggilan, sayang!"
"Kenapa? "
"Nama itu mengingatkan mas pada mamah dan papah. Mereka berdua suka sekali memanggil mas, dengan Sky. Nama tengah Mas."
"Maaf, apa membuat mas sedih? "
"Tidak! justru mas suka. Ketika sayang menyebut diri sayang dengan nama itu, mas seakan merasa mamah dan papah ada di dekat, Mas."
"Kata mamah sama papah, nama Sky itu seperti langit. Sky itu bak langit yang hangat ketika siang, menjadi penenang ketika malam, dan menjadi peluk ketika hujan.
Intinya mas adalah warna langit hati Mamah dan Papah terkadang mas tidak mau menjadi langit, berada dalam posisi mendung yang akan mengguyur bumi dan menahan aktifitas.
Tapi Papah bilang, Justru langit menjatuhkan hujan tampa Sky sadari Sky sudah menenggelamkan kerapuhan seseorang karna dibalik hujan orang bisa bersedih sepuasnya tampa takut orang lain tahu."
"Dan Sky adalah kehidupan. Menyuburkan semua yang ada di bumi untuk kita nikmati. Tanpa kita sadari bahwa Sky begitu menjadi sumber kehidupan.Menurunkan hujan ketika kekeringan, memberi teduh ketika panas dan menjadi ketenangan ketika malam. "
Potong Sky, teringat akan ucapan sang ummah yang menyukai nama, Sky yang artinya langit.
"Dan satu lagi, Allah pertemukan kita di balik hujan. Di mana hujan keluar dari makna nama kita berdua. "
"Allah sangat romantis bukan? "
"Ya, sampai kita tak menyadarinya. Hingga mas sadar kalau Mas sangat mencintai wanita yang ada di hadapan mas ini. "
"Begitupun Sky, sangat mencintai suami tampan Sky.
"Seni seviyorum"
Tamat .....
Vote, Like nya Cinta......
...***...
Bukan dunia yang menjungkir balikan hati kita, tapi manusianya.
Merasa sedih, kecewa, dan marah merasa di khianati oleh suaminya sendiri. Tetapi, dengan tangguhnya Laila masih sabar dan bertahan.
Inikah kisah cinta rumah tangga yang menguras emosi, kesal dan tangis.
__ADS_1
Tentunya ada di sini ya,
Hati istri yang di madu.