AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 107 Kekesalan berujung ungkapan


__ADS_3

Farhan yang sudah memberikan keterangan langsung keluar terburu-buru, sampai Farhan tidak memerhatikan jalan dan


Bruk...


Prang...


Ponsel yang Farhan pegang terjatuh akibat menubruk seseorang yang hampir terjatuh jika tidak di tahan oleh suaminya.


"Kamu gak papaph? "


"Aku gak papah, Mas. Tapi ponsel kak Farhan jatuh."


Farhan menatap nanar ponselnya yang sudah pecah, Farhan sedikit kesal ingin mengupat siapa yang menabrak tubuhnya, tetapi mulutnya menganga melihat siapa yang ada fi hadapannya.


Sepasang suami istri sedang menatapnya membuat Farhan terkejut.


"Maaf kak Farhan, Sky tidak sengaja, "


"Ah.., hm, tidak papah, "


Balas cepat Farhan gugup melihat tatapan Panji yang tajam.


Farhan dan Panji memang belum cukup akur dimana Panji masih marah dengan apa yang Farhan lakukan pada adiknya. Begitupun Farhan yang merasa bersalah, bahkan sampai saat ini, Panji belum mengijinkan Farhan bertemu dengan Laila.


"Em, bagaimana keadaan Kay.. Laila? "


Tanya Farhan gugup, mencoba bersikap ramah walau Panji masih menunjukan sikap cueknya.


"Kejar Sarah, jangan sampai terjadi apa-apa dan kembali baru kau bicara! "


Deg...


Farhan terhenyak dengan ucapan Panji, Sarah adalah alasan kenapa Farhan terburu-buru karena Farhan ingin mengungkap sesuatu yang selama ini membuat kepalanya pusing.


Ketika Farhan ingin bertanya Panji langsung menatapnya tajam hingga Farhan mau tidak mau langsung berlari keluar mencari keberadaan Sarah.


Sky hanya menyerngit bingung melihat tingkah kakak dan adik sepupuhan itu yang masih belum akur dan seperti ada sesuatu yang membuat sang suami enggan melihat Farhan lama-lama.


"Ayo.., "


Farhan terus berlari mencari keberadaan Sarah, Farhan tahu Sarah pasti tidak akan dalam keadaan baik-baik saja setelah bertemu dengan ayahnya untuk terakhir kali.


Deg...


Mata Farhan membola melihat wanita yang di carinya sedang berlari dengan tatapan sinis orang-orang, dengan cepat Farhan mengejar sambil memanggil-manggil nama Sarah tetapi yang di panggil tidak kunjung mendengar.


Lari Sarah begitu cepat membuat Farhan kesusahan mengejar apalagi banyak kendaraan berlalu lalang membuat Farhan harus hati-hati mengejar Sarah.


Dada Farhan begitu sakit melihat darah yang berceceran menjiplak telapak kaki, membuat Farhan terus mengikuti kemana langkah kaki itu berjalan sambil memegang sepasang sepatu yang sempat terlepas akibat Sarah terjatuh.


Jantung Farhan semakin terpacu melihat Sarah malah masuk kedalam hutan cagar alam dimana di dalam sana banyak sekali hewan buas. Dengan cepat Farhan menerobos masuk mencari keberadaan Sarah, rasanya jantung Farhan mau loncat dari tempatnya melihat Sarah akan bunuh diri.


"Sa...,"


Bruk...


Farhan terjatuh akibat menginjak sebuah batu membuat suara Farhan tertahan ketika akan memanggil Sarah.

__ADS_1


Sungguh, jantung Farhan dibuat meloncat melihat tidak ada Sarah di atas batu itu, dengan cepat Farhan merangkak naik.


Deg...


Sungguh rasanya Farhan di buat sesak melihat Sarah yang tergelantung di antara akar tumbuhan yang tumbuh di pepohonan.


"Sarah..., sarah..., "


Farhan berteriak memanggil-manggil nama Sarah, tetapi Sarah seakan tuli dengan teriakan Farhan membuat Farhan kesal, marah dan kewatir bercampur jadi satu.


Tanpa pikir panjang Farhan turun kejurang dan berusaha naik keatas pohon dimana Sarah tersangkut. Dengan hati hati-hati Farhan menarik akar besar itu, kalau tidak maka Sarah akan terjatuh.


"Kau sudah gila, apa yang kau lakukan, hah!"


Bentak Farhan ketika sudah mendapatkan Sarah dan seketika itu Sarah perlahan membuka matanya.


Deg...


Sarah melotot tidak percaya dengan apa yang terjadi, ternyata dirinya belum mati tetapi tubuhnya tersangkut di akar-akar tumbuhan. Yang lebih membuat Sarah terkejut bentakan seseorang yang begitu Sarah hapal siapa orangnya.


"Ah..., "


"Sarah...,"


Grep...


Farhan dengan cepat meraih tangan Sarah yang akan terjatuh akibat Sarah tidak bisa diam membuat sebagian akar terputus akibat tidak kuat menahan berat badan Sarah.


Dengan sekuat tenaga Farhan menarik Sarah dan berhasil Farhan dapatkan. Dengan nafas memburu Farhan menatap tajam Sarah yang sudah aman duduk berpegangan di dahan pohon besar.


Farhan menggendong tubuh Sarah menuju jatuhnya air terjun.


Burrr...


"Ah..., "


Sarah menjerit sadar ketika Farhan menjatuhkan Sarah ke dalam air yang dalam sebatas lutut saja.


"Oh.., ya Tuhan, aku masih hidup...,"


Pekik Sarah baru sadar dari kekosongannya.


Deg...


Sarah terkejut melihat Farhan yang menatapnya tajam, seakan menguliti dirinya.


Jadi tadi di alam sanah benar nyata kalau Farhan menjemputku, bukan mamah.


"Apa yang kau lakukan hah. Mau bunuh diri menyusul ayahmu...,"


"Bagaimana kalau kau bunuh diri tidak langsung mati, seperti tadi bergelantung tidak ada yang menolong dan kalaupun kau terjatuh bukan mati paling kakimu yang patah. "


"Dasar gadis bodoh, ceroboh ah... kau benar-benar membuat aku takut. "


"Kamu tahu, tindakanmu membuat aku jantungan, ternyata sikap dingin dan tegasmu nyatanya membuat kau bodoh!"


"Jika kau mati aku tidaka akan memaafkan diriku sendiri, jadi jangan bertingkah bodoh, dasar menyusahkan, ceroboh... "

__ADS_1


Sarah tertegun melihat laki-laki di depannya yang bibirnya terus bergerak lucu, dengan hidung kembang kepis. Matanya memerah dengan sorot mata tajam, dadanya turun naik dengan nafas memburu. Sarah seakan tuli tidak mendengar bentakan dan makian Farhan melainkan Sarah menatap kosong Farhan yang mentak kenapa Sarah bahagia setidaknya ada orang lain yang peduli pada keadaan dirinya ketika dunia melemparnya.


Wajah kekewatiran itu nampak jelas di wajah merahnya, membuat Sarah terus membayang kosong seakan itu hanya mimpi, bukan sang mamah yang menjemputnya melainkan Farhan.


Farhan melihat Sarah hanya diam dengan tatapan kosongnya menjadi kesal, dari tadi Farhan memarahi Sarah tetapi Sarah hanya acuh.


"Jika kau ingin mati, yasudah, sana tenggelamkan dirimu!"


Kesal Farhan berbalik ingin meninggalkan Sarah yang seakan tidak menganggap kekewatiran dirinya.


"Kenapa kau peduli! "


Deg...


Farhan menghentikan langkahnya mendengar suara datar Sarah, dengan cepat Farhan berbalik menatap Sarah yang tersenyum mengejek.


"Kenapa kau peduli?"


Tanya Sarah lagi dimana Farhan hanya diam, Sarah hanya ingin memastikan sesuatu kalau Farhan tidak sama dengan yang lain.


"Karena kalau sampai kau tidak selamat, maka Panji tidak akan memaafkan ku, "


Ha.. ha.


Sarah tertawa hambar, ternyata Farhan memang sama seperti yang lainnya, jawaban itu sungguh membuat Sarah sakit.


"Pulanglah, aku yakin tuan Panji akan memaafkanmu."


"Tinggalkan aku sendiri! "


"Kau! "


Bentak Farhan mengepalkan tangannya erat dengan mata memerah menatap tajam Sarah, rahangnya mengeras dengan urat-urat menonjol.


Farhan menghampiri Sarah yang tersenyum sinis dengan tatapan sulit di artikan membuat Sarah terdiam.


"Pulanglah, aku tidak butuh kau!"


"Akan ku pastiakan kamu membutuhkanku! "


Cup...


Sarah membelakakan matanya dengan mata yang mengerjap-ngerjapkan lucu.Terkejut dengan apa yang Farhan lakukan.


Plak...


Tamparan keras melayang di pipi Farhan menbuat sudut bibir Farhan mengeluarkan darah.


"Kamu memang baji***n, pergi..., "


"Yah! aku memang baji***n dan hati banji***n ini sudah kau curi! "


Cup...


Deg....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2