AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 32 Apa !


__ADS_3

Di sebuhah taman luas nan indah seorang gadis kecil terus berlari mengejar kupu-kupu yang terus berterbangan mengelilingi bunga.


Hingga suara orang dewasa memanggilnya membuat gadis kecil itu tersenyum.


"Laila... laila sayang sini, Nak. "


"Laila.. laila.. "


Gadis kecil yang dipanggil Laila langsung berlari menghampiri wanita dewasa yang sudah merentangkan kedua tangannya menyambut sang putri.


Brukk...


Laila kecil berhambur kepelukan wanita dewasa itu.


"Laila coba lihat Mamah bawa apa? "


" Apa Mah ! "


" Tadaa... "


Ucap sang Mama sambil memperlihatkan sebuah tiket menuju Lombok,Laila kecil langsung kegirangan.


"Hore... Laila mai jalan-jalan ye.. ye... "


Girang Laila kecil sambil melompat-lompat dan mencium seluruh wajah sang Mamah. Wanita dewasa itu ikut tersenyum melihat putrinya bahagia.


"Mamah.. Laila mau kasih tau kakak dulu ya, kalau kita mau jalan-jalan.. dadah... "


"Laila sayang jangan lari nanti jatoh.. "


Teriak sang Mamah, Laila kecil seakan tuli tak mendengar apa yang sang Mamah bilang, Laila kecil terus berlari menuju sang kakak diserbang sana yang sedang membeli Es Krim.


Sang Mamah yang melihat putrinya mau menyebrang terkejut begitupun sang Kakak yang sudah membeli Es Krim rasa strobery beniat kembali menuju sang Mamah dan sang Adik.


"Laila tunggu Mamah, Nak. Jangan menyebrang.. "


Laila kecil langsung menghentikan larinya ketika sudah sampai di jalan dan menengok kebelakang dimana sang Mamah berlari.


"Laila awass.. "


Laila kecil tak menghiraukan sang Mamah dia berlari menyebrang ketika mata beningnya melihat balon udara.


"Mamah Laila pengen balon.. "


"Laila aw.... "


Bruk...


"Mamahh... "


Tabrakan pun terjadi ketika ada sebuah mobil bok melintas, sang supir tidak bisa mengerem karna terkejut dengan kedatangan anak yang tiba-tiba muncul.


Laila kecil terpelanting jauh ketrotol jalan membuat sang Mamah seakan disambar petir.


"Laila sayang.. buka mata mu, Nak. Lailaa.. hiks.. "


"Ma.. mamah.. "


"Laila sayang.. bertahan, Nak. Mamah akan membawamu kerumah sakit.


"Ma.. mamah.. ".


"Mamahh... "

__ADS_1


Teriak Kayla membuka matanya dengan nafas ngos-ngosan, keringan dingin bercucuran membanjiri pelipisnya. Kepalanya berdenyut nyeri dengan tubuh gemetar, Kayla ketakutan.


"Ada apa, Nak. Alhamdulilalh kamu sudah sadar.. "


Ucap Andre yang sedang tertidur terkejut mendengar teriakan Kayla.


"Sky.. bangun.. bangun Laila sudah sadar. "


Ucap Andre membuat Panji langsung tersentak mengangkat kepalanya.


"Cepat panggil dokter.. "


Panji dengan wajah bantalnya berlari keluar, sesekali menabrak ding-ding karna denyutan dikepalanya.


Bruk...


"Ma.. maaf.. "


Ucap Panji pelan menubruk seseorang tampa melihat siapa orangnya, Panji langsung pergi sesudah berkata maaf sambil memanggil sang dokter.


"Dokter.. dokter... "


Seseorang yang Panji tabrak berdiri dibantu sang sekertaris.Orang itu tersenyum tipis sambil melihat punggung lebar Panji yang terus berlari.


"Kamu tidak apa-apa? "


"Alhamdulilalh aku tidak apa-apa, Serra. "


"Kenapa dengan Pak Panji, berlari seperti itu! "


"Mungkin adiknya sudah sadar, ayo kita langsung saja keruangannya.. "


Ucap Sky orang yang Panji tabrak. Sky langsung melanjutkan langkahnya bersama Serra menuju ruang Kayla.


Sky menahan langkahnya mendengar suara didalam ruangan yang seperti canggung.


"Kenapa dari tadi Papah memanggilku Laila, Aku Kayla anak pungut Papah. "


Andre menggeleng mendengar jawaban putrinya, membuat Andre bingung harus bagai mana menjelaskannya.


Apa waktu kecelakaan itu Laila mengalami Amnesia, jika benar ini akan sulit. Kau sudah menghancurkan jiwa raga putriku, kau rubah wajahnya dan kau juga tumpukan rasa dendam dihatinya,geram Andre membatin.


Tak lama seorang dokter masuk bersama dua suster Panji mengikut dari belakang.


Andre mundur mempersilahkan sang dokter memeriksa Kayla.


Laila.. laila...


"Awwss.. "


Ringis Kayla ketika sebuah panggilan terdengan kembali di telinganya, Kayla memegang kepalanya yang terasa berdenyut.


Membuat sang dokter langsung memeriksanya, Panji dan Andre melihat itu nampak cemas takut terjadi apa-apa pada Kayla.


Dengan berat hati Panji dan Andre keluar atas perintah sang dokter.


"Papa apa yang sebenarnya terjadi,jangan buat Sky pusing! kenapa Papah bilang Kayla adalah Laila! "


Andre menarik nafas kesar sambil mendudukan bokongnya dikursi tunggu.


Tatapannya lurus seakan menerawang kedepat mengingat kejadian dimasa lalu.


"Laila mengalami amnesia waktu kecelakaan itu! dan seseorang sudah membayar seorang dokter untuk mempalsukan kematian Laila. "

__ADS_1


"Terus kenapa wajah Laila berbeda! "


"Orang itu sudah mengubah wajah Laila dari kecil,Papah mengetahui itu ketika orang suruhan Papah yang bekerja di keluarga Pratama! belum sempat Papah mengetahui semuanya orang suruhan Papah sudah dibunuh karna ketahuan ketika mengambil barang bukti itu.! Tepat dimana kamu dan Amira pergi kebutiq,Papah terus menelepon kamu tapi nomor kamu tak bisa dihubungi karna Papah panik terjadi sesuatu pada kalian,Papah dan Fadli berniat menyusul kalian tapi dijalan tiba-tiba Papah di serang dan di situ Papah tidak ingat apa-apa lagi. "


Panji menarik nafas dalam-dalam mengingat kejadian itu. Sudah satu tahun tapi kejadian itu masih membekas diingatan Panji.


"Sepertinya ini disengaja! Sky yakin Papah pasti tau sesuatu, siapa orang dibalik ini semua ! "


"Dia sa... "


"Keluarga pasien "


Ucapan Andre tertahan ketika salah satu suster memanggil membuat Andre dan Panji menengok kearah suster.


Andre dan Panji langsung masuk ketika sang suster mempersilahkannya.


Panji menatap sendu wajah Kayla yang pucat, tubuhnya tak berdaya dengan mata yang terpejam.


"Bagaimana keadaan putri saya dok? "


"Apa putri anda pernah mengalami kecelakaan? "


Bukannya menjawab sang dokter malah bertanya balik, membuat Andre mengangguk. Dokter menghela nafas pelan sambil menatap wajah Kayla.


"Dari analisa putri anda mengalami amnesia,tapi karna benturan keras yang ada dikepalanya sepertinya putri anda mengingat sepangkal kejadian itu mungkin belum jelas diingatannya karna sepertinya putri anda sudah lama amnesianya dan apakah anda tau obat apa yang putri anda sering minum "


Deg...


Andre dan Panji begitu terkejut mendengar penuturan sang dokter, Panji dan Andre mengingat-ngingat obat apa yang sering Kayla minum.


"Saya pernah melihat adik saya pernah minum obat, tapi dia bilang itu hanya pitamin "


"Apa saya boleh melihat obat itu! dari pemeriksaan saya, sepertinya putri anda sering meminum obat yang akan merusak daya ingatnya dimasa lalu "


Jderr...


Lagi-lagi Panji dan Andre dibuat terkejut rasanya jantung kedua anak bapak itu sesak mendengat apa yang terjadi pada Kayla.


"Sa.. saya akan mencarinya dok dirumah.. "


"Baiklah kalau begitu! saya sarankan ketika pasien bangun jangan terlalu ditekan, karna ada rasa teroma dari kejadian kemarin. "


"Baik dok "


"Saya permisi.. "


"Apa kamu tau dimana keberadaan Smit! "


Alis Panji saling bertautan mendengar sang Papah menanyakan Smit.


"Kenapa Papah menanyakan bedebah itu, aku sudah mengurungnya di gudang "


" Bawa dia kerumah! "


"Apa! jangan gila Pah. "


Pekik Panji tak habis pikir dengan jalan pikiran sang Papah, Panji sudah bersumpah akan membalas perbuatan bedebah itu.


" Smit juga hanya korban! "


"Sky tidak mengerti! "


" Smit kunci dari kecelakaan itu! "

__ADS_1


"Apa ! "


Bersambung.....


__ADS_2