
Tak henti-hentinya dua laki-laki berbeda generasi itu menangis sambil memeluk satu sama lain.
Sebuah penyesalah tak bisa diputar kembali,semuanya sudah terjadi. Hanya doa dan harapan dua laki-laki itu berharap tidak terjadi apa-apa pada Kayla yang tak lain adalah Laila Anggraeni Al-fatih.
"Ma.. maafkan Sky, Pah.Sky menyakitinya.. Sku tidak tahu.. Maaf.. "
Tak henti-hentinya Panji terus berucap kata maaf dengan bulir bening membasahi wajah tampannya.Andre ingin marah! tapi pada siapa? Panji juga tidak sepenuhnya salah.
Andre hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang menimpa pada anak-anaknya.
Semua berasal dari kesalah pahaman dan dendam. Kenapa harus anak-anakku, jerit batin Andre sambil memeluk tubuh sang putra yang bersimpuh di kakinya.
"Sky menyakitinya tampa belas kasih hiks.. Sky pikir Kay.. kayla.. hiks.. "
Sulit bagi Panji untuk menerima semuanya, ternyata orang yang dia sakiti adalah adiknya sendiri. Adik kandunngnya yang Panji kira sudah meninggal lima belas tahun dalam sebuah kecelakaan keluarga.
"Sudah, Nak. Semuanya bukan salah kamu.. ini salah Papah, semuanya berawal dari Papah. Maafkan Papah, karna dendam itu membuat kalian jadi korban.. "
Lilir Andre memeluk erat putranya yang terus menangis , Andre tak bisa menyalahkan Panji dengan semua yang terjadi.
"Kau sungguh kejam, menyakiti anak-anak tak berdosa demi sebuah dendam dan obsesimu "
Batin Andre manahan sesak dan marah mengingat orang dimasa lalunya.
Cklek...
Dokter keluar membuat Andre dan Panji langsung berdiri menghampiri sang Dokter yang terlihat cemas.
"Bagaimana keadaan putri saya dok? "
"Bagaimana keadaan Adik saya dok ? "
Ucap Panji dan Andre barengan membuat sang dokter menghela nafas pelan.
"Begini tuan, putri anda mengalami Dihidrasi Hipovolemia dan kurang asupan makanan membuat tububnya tidak berpungai dengan normal jika saja kalian terlambat membawanya bisa mengancam nyawanya ditambah putri anda keluar banyak darah dikepalanya akibat benturan cukup keras hingga putri anda membutuhkan pendonor darah, apa golongan darah anda sama dengan putri anda, AB.Kita membutuhkan nya sekarang karna stok golongan darah AB di rumah sakit ini sudah habis. "
Bagai disambar petir disiang bolong, Panji mundur beberapa langkah kebelakang. Dadanya begitu sesak mendengar apa yang dokter katakan, bulir bening terus berjatuhan di pelupuk mata Panji sambil memukul-mukul dadanya sesak.
Jika terjadi apa-apa pada adiknya maka Panji bersumpah tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
"Bagaimana dok, golongan darah saya O "
Ucap Andre panik takut terjadi apa-apa pada sang putri.
"Saya saja Dok.. "
"Tidak, Nak. Kamu tidak bisa jadi pendonor "
__ADS_1
"Kenapa Pah, jika Papah tidak sama dengan Laila mungkin darah Sky sama.. "
Ucap Panji mulai meninggi karna takut terjadi apa-apa pada sang adik, baru saja Panji mengetahui kalau adiknya masih hidup Panji tak mau kehilangan adik tersayangnya untuk kedua kalinya.
"Golongan darah kamu sama dengan Papah, O .Sedangkan Laila sama dengan Mamahmu.. "
Deg...
Panji menggeleng tak menyangka kalau golongan darah dirinya tak sama dengan sang adik, kenapa Panji bisa melupakan itu.
Sang dokter bingung melihat perdebatan antara anak dan ayah itu.
"Coba bapak, kasih tau sanak saudara mungkin ada yang sama dengan golongan darah putri bapak. Kita tidak punya banyak waktu Pak. "
"Bawa saya, kebetulan golongan darah saya sama AB. "
Deg...
Andre dan Panji terkejut mendengar suara tegas gadis yang dari tadi hanya diam melihat apa yang anak dan ayah itu lakukan.
Dengan wajah datarnya Sky berjalan mendekati sang dokter, sedangkan para bodyguar yang mendengar nona mudanya akan mendonorkan darahnya diam tak berani mencegah.
"Abang tak setuju. "
Semua mata tertuju pada laki-laki yang berjalan gagah dengan gaya collnya. Hidung mancung, alis tebal, bulu mata lentik dan bibir seksi. Pahatan yang sempurna laki-laki berdarah Indonesian-Turkey itu.
Ucap Sky terkejut melihat abangnya tiba-tiba datang dengan sekertaris Sky sendiri yang tak lain adalah Serra.
"Abang tidak mau ambil resiko, Dek.Kamu sedang tidak baik-baik saja. "
"Jangan halangi niat baik adek, Bang. Adek gak suka."
"Ta..tapi ka.. "
"Insyaallah Adek akan baik-baik saja, bukankah Allah ada di sini."
Fatih tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar ucapan sang adik keras kepalanya sambil menepuk dada bidangnya.
"Bawa saya dok "
Sang dokter langsung membawa Sky kedalam tak lupa untuk memeriksa Sky terlebih dahulu bisa atau tidaknya Sky mendonorkan darahnya.
Fatih membuang nafas kasar melihat sang adik sudah masuk kedalam bersama sang dokter.
Mata Andre kembali berkaca-kaca entah apa yang harus Andre katakan pada laki-laki gagah dihadapannya. Sudah banyak Fatih dan Sky membantunya, entah apa balasan bagi dua malaikat tampa sayap itu.
"Ter...terimakasih, Nak. Sungguh kalain malaikat kami. "
__ADS_1
"Tidak Pak, semua pertolongan dari Allah mungkin pelantranya lewat adik keras kepala saya itu.. "
Ucap Fatih memeluk paman Andre mencoba menenangkan laki-laki paru baya itu.
Sedangkan Panji masih diam mematung menatap lekat wajah Fatih,Panji seakan familiar dengan wajah itu tapi siapa, pikir Panji.
Tak henti-hentinya Panji terkejut dengan apa yang dilakukan Sky untuk adiknya dan Panji dikejutkan lagi dengan kedatangan Fatih dan seorang gadis yang berdiri dibelakang Fatih, Panji seakan tak asing dengan wajah-wajah itu.
"Apa kabar kak Panji, senang bisa bertemu kembali. "
Ucap Fatih ramah walau tak sedikitpun merubah ekpresi wajah dinginnya, Panji hanya diam mengingat-ngingat siapa orang yang ada dihadapannya.
Seketika tupil Panji melembar ketika mengingat sesuatu.
"Fatih Mahmued, ja.. jadi.. "
"Iya kak, dia adik saya Emira Halime Sky Mahmued dua anak kecil yang dulu mengidolakan Kakak, dengan prestasi yang kakak capai. "
"Anak jenius yang sudah meduduki pengusaha remaja nomor satu se-Asia membuat adik saya begitu mengidolakan anda hingga adik saya mengambil jurusan yang sama."
Jantung Panji benar-benar akan copot jika terbuat dari tangan manusia, hari ini begitu banyak kejadian yang mengejutkan dirinya.
Belum lepas dari rasa sedih, panik dan takut kini dikejutkan lagi mengetahui dua manusia yang dulu selalu mengusiknya hanya untuk minta tandatangan dirinya.
"Ja.. jangan begitu ka.. kamu juga anak jenius bisa menjadi seorang ilmuan di usia yang terbilang cukup muda. Dan keturunan kelaurga Mahmued memang tidak diragukan lagi. "
Ucap Panji sedikit gugup entah apa yang membuat Panji bisa segugup itu, hingga mata Panji beralih pada wanita yang masih setia berdiri di belakang Fatih.
"Bukankah anda sekertaris pak Air. "
Lagi-lagi Panji dibuat diam melihat anggukan Serra, sungguh entah hari kesedihannya atau hari keberuntungannya dia bisa bertemu dengan orang-orang hebat keluarga Mahmued.
Siapa yang tidak kenal keluarga itu. Keluarga Mahmued yang merajai dunia kedokteran dan ilmuan dengan ikatan kuat keluarga Qolayuby yang merajai dunia bisnis.
Keturunan dua gen itu tidak diragukan lagi,dan keluarga Mahardika adalah sahabat dua keluarga besar itu.
Cklek..
Semua mata tertuju pada ruangan yang terbuka,nampaklah Sky keluar dengan wajah sedikit pucat membuat Fatih langsung berjalan menghampiri adik tercintanya.
Sky tersenyum melihat raut kecemasan yang terpancar jelas di wajah sang abang.
" Adek baik-baik saja,Bang ! "
"Kau ini.. "
Semua orang melongo melihat interaksi dua adik-kakak itu yang tertawa sambil saling pelukan,seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Bersambung....