AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 67 B.. bik Ma.. marni...


__ADS_3

Di sebuah ruangan Kamal dan anak buahnya sedang berkumpul menunggu sang Tuan besar datang.


Titah sang Tuan begitu mutlak tidak bisa di ganggu gugat membuat mereka harus menunggu berapapun lamanya sampai sang Tuan sendiri yang mengubah strategi.


"Apa Tuan menyetujui tawaran mereka,Bos ? "


Tanya salah satu anak buah kepada Kamal yang sedang mengatuk-ngatukan telunjuknya keatas meja.


"Kita lihat saja apa Titah Tuan selanjutnya, dia seperti merpati terlihat lemah tapi pada akhirnya Tuan tidak bisa di sentuh. "


Ucap Kamal dingin, Kamal sudah tau bagaimana karakter Tuannya yang selalu menyembunyikan sisi lain dalam dirinya.


Cklek...


Ruangan khusus terbuka membuat semua yang ada di dalam kembali ketempat masing-masing.


Tak.. tak...


Langkah kaki seseorang dengan santainya melangkah masuk dengan aura kepemimpinan dan arogan nya seketika menyerap hawa dingin.


Semua orang membungkuk hormat mempersilahkan orang itu duduk di kursi singgel nya.


" kita tidak pernah tau apa yang mereka rencanakan, mereka cukup cerdik menjadikan tuan muda Farhan untuk mendapatkan wanita gila itu. "


"Kalian harus diam di tempat sebelum saya perintahkan, keselamatan tuan muda Farhan sangat berharga, Kalian mengerti,,,, "


"Siap.. "


Seseorang itu tersenyum tipis lalu berdiri mengambil sebuah belati kecil dan menyimpannya di dalam saku jasnya.


"Kita berangkat.."


Ucap orang itu melangkah keluar di ikuti oleh Kamal dan anak buahnya.


Orang itu masuk kedalam mobil yang sudah dari tadi di siapkan.


Sedangkan di sebuah tempat Bimo menunggu kedatangan orang misterius yang terus menelornya. Dengan Farhan di ikat disebuah kursi, Bimo tidak ada pilihan lain jika menyerang untuk menyelamatkan adiknya sangat mustahil bisa mendapatkannya karna orang yang Bimo hadapi seorang Mafia, Bimo tau dari sebuah tanda gambar burung yang orang Misterius itu kirim bersama dimana sang adik menangis histeris.


Satu-satunya cara menculik Farhan dan menjadikan Farhan sebagai negosiasi agar adiknya kembali dengan selamat.


"Apa mereka akan datang Tuan? "


Tanya anak buah Bimo yang berkepala botak hati-hati takut membuat Tuannya marah.


"Aku yakin mereka akan datang, mereka tidak akan membiarkan tuan muda Nugraha berada dalam bahaya.. "


"Bersiaplah seprtinya tamu kita sudah datang.. "


Seloroh Bimo ketika melihat beberapa mobil mendekat kekawasannya.


Enam mobil berhenti dengan elegan seperti sudah di posisikan dimana mereka harus berhenti.

__ADS_1


Bimo memicingkan matanya sedikit penasaran siapa sebenarnya orang yang berusaha melindungi keluarga Al-fatih, klan mafia tidak akan pernah ikut campur dalam masalah sepele jika semua tidak mengusik mereka.


Tupil Bimo melebar ketika melihat siapa yang turun dari mobil sport hitam dengan kaca mata yang menghiasi hidung mancungnya.


Ka..kamal bagaimana bisa dia ada disana ada hubungan apa Kamal dengan keluarga Al-fatih.


Batin Bimo gugup pasalnya siapa yang tidak tau seorang Kamal Alexander Li ketua Mafia yang menguasai daratan Asia, yang terkenal kejam dan berdarah dingin.


Seorang Kamal selalu membatasi interaksi dengan dunia, tapi dia akan muncul jika klan nya terusik.


Kamal berjalan kearah pintu samping kemudi berdiri dengan gagahnya sambil membuka pintu mobil.


Deg....


Bimo terlonjat kaget melihat siapa yang Kamal hormati, belum reda rasa terkejutnya dengan keberadaan Kamal Bimo di buat jantungan melihat siapa yang keluar dari pintu mobil yang Kamal buka.


"Ra.. rafli,,, "


"Apa kabar ! apa kau mengenalku? "


Ucap Rafli seakan mengejek atas kebodohan yang Bimo lakukan membuat Bimo mengepalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras dengan mata yang sudah memerah.


Ternyata orang yang selama ini Bimo anggap lemah adalah orang yang Kamal hormati, sungguh drama yang memuskan. Sifat Rafli yang terlihat lemah dan bodoh ternyata ketua dari Klan Mafia yang selalu Kamal pingpin.


"Cih... ternyata kau tidak sebodoh yang ku kira.. "


Ucap Bimo menyeringai membuat Rafli hanya tersenyum tipis sambil duduk dengan angkuhnya di body depan Mobil.


Ucap Rafli sombong membuat Bimo mengeram kesal, Rafli mengisyaratkan lewat ujung matanya pada Kamal.


Kamal mengangguk dan mundur kebelakang membuka pintu mobil, dengan kasar Kamal menarik seorang wanita tua yang tidak berdaya, sepertinya wanita tua itu sudah diberikan obat supaya tidak memberontak.


Bedebah...


Umpat Bimo dalam hati geram melihat Kamal menyeret Mira, adik Bimo. Tetapi sekuat tenaga Bimo menahan amarahnya karna ingat rencana yang sudah di susun.


"Sesuai kesepakatan, berikan Farhan maka Adik gilamu kembali.. "


"Hey... tutup mulut busuk mu,,, "


Bentak Bimo emosi tidak terima adik tercintanya dikatakan gila.


Farhan yang sendari tadi di ikat dengan mata di tutup dan mulut di sumpal membuat Farhan sulit untuk melihat dan memberontak.


"Berikan adikku makan Farhan akan ku berikan.. "


Bentak Bimo membuat Rafli tersenyum tipis lalu turun dari duduk keangkuhannya, dan berjalan kearah adik Bimo.


"Kau mau adikmu bukan, maka lepaskan Farhan,, "


Ucap Rafli dingin, tidak ada Rafli bertingkah konyol lagi yang ada hanya Rafli dingin dan kejam.

__ADS_1


Sret...


Anak buah Bimo melepaskan kain penutup kedua mata Farhan dan menarik sumpal yang ada di dalam mulut Farhan membuat Farhan menyipitkan kedua matanya karna silau oleh cahaya matahari dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Farhan menatap sekeliling dimana begitu banyak orang-orang berpakain serba hitam yang sedang berdiri gagahnya bak patung tidak bergeming sama sekali, membuat Farhan menelan ludah nya kasar rasanya tenggorokan nya tiba-tiba kering melihat Rafli diantara orang-orang yang berdiri yang Farhan kenal. Tetapi Farhan melihat Rafli yang berbeda, terlihat berwibawa dan penuh aura kepemimpinan.


" Jangan coba-coba memanipulasi keadaan kalau kalian tidak akan menyesal.. "


Seru Rafli dingin membuat Farhan kebingungan di dorong kedepan begitupun Kamal menyeret wanita gila itu hingga Kamal dan Peria berkepala botak itu berhadapan.


Kamal menatap tajam orang berkepala botak itu, Kamal tau siapa orang berkepala botak itu di dunia bawah. Orang yang menjual organ-organ tubuh anak-anak dan menjadikan gadis sebagai pemuas nafsu .


Grep...


"Jangan berani mengusik Tuan kami jika kau tidak mau mati ! "


Ucap Kamal ambigu sambil menarik Farhan kesisinya dan mendorong wanita gila ke pelukan peria berkepala botak.


Peria berkepala botak hanya diam dengan wajah datarnya seolah tidak takut dengan apa yang Kamal ucapkan.


"Nyatanya kau tetap bodoh.. "


Dor...


Rafli memejamkan kedua matanya ketika anak buahnya melindungi dirinya dari serangan tiba-tiba hingga peluruh mengenai punggung anak buahnya.


"Ck. ternyata kau memang licik dan cerdik.. "


Bentak Rafli mengisyaratkan pada Kamal supaya tetap diam dalam rencana yang sudah di susun.


"Ha.. ha... kau yang terlalu bodoh dan naif.. "


"Sungguh luar biasa ternyata kau memang licik pantas saja kau berhasil mengadu domba sahabatmu sendiri hingga mengakibatkan pertumpahan darah antar saudara! "


"Kejutan yang sempurna bukan ha.. ha. "


Rafli mengepalkan tangannya erat menatap tajam manusia licik di depanya.


"Brengsek... jadi kau yang membunuh kedua orang tuaku... "


Bentak Farhan mengamuk dengan cepat Kamal mencengkram Farhan supaya tetap diam.


" Kalau iya memang kenapa ! ha.. ha..dan aku punya satu kejutan lagi buat kalian.. "


Ucap Bimo tertawa sambil berdiri membuka pintu mobil, turunlah seorang wanita Tua dengan gaya elegan,anggun dan penuh keangkuhan.


Deg...


Tupil Rafli melebar melihat siapa yang turun dari mobil ,dengan sayang Bimo mengiring wanita tua itu duduk di sebuah kursi yang sudah di siapkan.


"B.. bik Ma.. marni.. "

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2