AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 55 Tembakan..


__ADS_3

Malam sudah semakin larut tapi tidak sedikitpun menggangu aktifitas seseorang yang masih sibuk dengan berkas-berkas di depannya.


Matanya menatap tajam barisan angka dan hurup yang tertera, membuat seseorang itu menajamkan penglihatannya dan sesekali menyipit.


Banyak sekali kekacauan yang dilakukan para bawahannya apalagi di bagian keuangan dan pemasaran membuat kepala seseorang itu cukup pusing.


Hembusan nafas kasar berkali-kali terdengar dengan dada naik turun menahan sesuatu yang menyesakan.


Sekilas matanya melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Jam 22:30 "


Gumam orang itu membuat orang itu langsung menutup berkas-berkas yang ada dihadapannya.


Orang itu keluar dari ruangan kerjanya tapi langkahnya berhenti ketika melihat ruangan sebelahnya lampunya masih menyala. Dengan cepat orang itu masuk kedalam ruangan sekertarisnya, mata tajam itu seketika berubah teduh melihat pemandangan di depannya.


Seorang gadis cantik tertidur dengan beberapa berkas di hadapannya yang masih belum selesai dikerjakan. Posisi tangan kanannya masih memegang balpoin yang sudah tergeletak.


Seseorang itu berjalan mendekat tangannya telurul menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah ayu gadis itu.


Cantik !


Apa kamu kelelahan hingga tertidur, apa tugas yang aku berikan terlalu memberatkanmu samapai kamu tidur disini.. Sangat ceroboh.


Batin seseorang itu terlihat jadi kesal, bagaimana kalau ada orang jahat atau apa,memanfaatkan dirinya ketika tidur sungguh hadis ceroboh, kesal seseorang itu.


Tapi ada rasa kasihan melihat wajah lelah itu, semua karna dirinya, huh... seseorang itu membuang nafas kasar.


"Sarah.. bangun... "


"Sarah... "


Ucap seseorang itu pelan sambil menepuk pipi Sarah.Sarah merasa terganggu dari tidurnya pipinya seperti ada yang menoel-noel.


" Emmz.. "


Sarah bergumam karna merasa tidak nyaman dari tidurnya, kemudian Sarah menegakan tubuhnya dengan mata yang masih terpejam.


Sarah meninggikan kedua tangannya yang terasa kaku sambil membuka kedua matanya, seketika tupil Sarah melebar melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Ah..mmz.. "


Teriak Sarah langsung di bekam oleh seseorang itu.


"Sutttt... jangan berisik.. "


"Ngapain bapak ada diruang kerja saya.. "


Ucap Sarah penuh Selidik ketika Farhan melepaskan bekapannya, ya Orang itu adalah Farhan.


"Saya membangunkan kamu, kenapa tidur disini? "


" Kenapa ! semuanya karna bapak, kenapa juga ngasih tugas banyak begitu.. "


Ketus Sarah sambil membereskan berkas yang belum dia selesaikan.


"Bisa kan dikerjakan besok lagi! "


" Bapak kan yang nyuruh saya menyelesaikannya hari ini.. "


Farhan terdiam mendengar suara jengkel Sarah, semenjak pertemuan itu Sarah selalu ketus dan dingin jika berbicara berdua pada Farhan tapi Sarah akan bersikap manis jika di hadapan banyak orang.


"Ayo pulang.. "

__ADS_1


"Pulang saja sana. "


"Sarah,,, "


"Apa! "


Ketus Sarah tidak kalah dingin membuat Farhan menahan amarahnya, Sarah belum tau siapa Farhan ketika amarahnya sudah meluap, bisa jadi dirinya akan di makan habis.


"Pulang,,, "


"Tidak mau. "


Kekeh Sarah membuat Farhan berkali-kali membuang nafas kasar dengan dada yang mulai naik turun. Farhan bukan laki-laki sabar yang harus terus Sarah uji.


"Tidak mau,, "


"Hemmmz... "


Grep...


Farhan mencengkal erat pergelangan Sarah dan menarik paksa membuat Sarah terkejut dan memberontak.


"Lepaskan aku bajingan... "


Berontak Sarah tidak ada kata hormat lagi pada Farhan, Farhan hanya acuh terus menyeret Sarah menuju Lif,Sarah terus berusaha melepaskan tangannya sambil memukul-mukul tangan kekar Farhan.


"Bisa diam tidak,,, "


Bentak Farhan, habis sudah kesabarannya. Selama ini Farhan selalu diam dan mengalah karna rasa bersalahnya pada Sarah tapi kali ini Sarah sudah kelewatan batas, bukankah Farhan sudah minta maaf terus kenapa Sarah masih bersikap jutek seakan jijik melihat Farhan.


Sarah terdiam mendengar bentakan Farhan mebuat dirinya ketakutan sambil meremas bajunya sedangkan tangan satunya masih Farhan cekal. Tidak pernah sekalipun Sarah mendapat bentakan dari kedua orang tuanya dan sekarang laki-laki yang Sarah benci malah seenaknya membentak dan berbuat seenaknya.


Farhan menarik sudut bibirnya melihat Sarah yang terdiam, tidak ada Sarah pemberontak dan menjengkelkan lagi.


Pintu lif terbuka, Farhan kembali menarik Sarah keluar, kali ini Sarah hanya diam mengikuti langkah kaki laki-laki didepannya.


Pam...


Sarah terdiam dengan mata yang terpejam, tangannya bergetar meremas tangan Farhan yang masih memegang tangan satunya. Begitupun Farhan menghentika langkahnya ketika lampu tiba-tiba padam, Farhan bisa merasakan kalau Sarah sedang ketakutan terbukti tangannya di kengkram erat oleh tangan lentik Sarah.


Di kegelapan Farhan mendekat sambil menyalakan senter yang ada diponselnya.


Deg...


Farhan tertegun melihat keadaan Sarah yang memejamkan kedua matanya dengan tubuh bergetar.


"Sarah kamu kenapa? hey.. buka mata kamu... lihat aku, jangan takut.. Sarah.. "


Buk...


"Awsss... "


Ringis Farhan ketika punggungnya ada yang memukul membuat Farhan langsung terhuyung memeluk Sarah.


"Fa.. farhan ka.. kamu kenapa? "


Tanya Sarah ketakutan berusaha membuka matanya.


"Siapa kalain,,, "


Bentak Farhan sambil menahan rasa sakit dipunggungnya melihat beberapa orang berpakain hitam dengan remangan cahaya kamera ponselnya yang terjatuh. Farhan menyembunyikan Sarah dibelakang punggungnya dengan Sarah kembali bergetar karna terkejut mendengan bentakan Farhan.


"Fa.. farhan kamu bic... "

__ADS_1


"Apa yang kalian inginkan,,, "


"Nyawa mu.. "


Deg...


Sarah terkejut mendengar suara orang lain dengan Farhan yang melepaskan genggamannya.


"Fa.. farhan.. "


Gemetar Sarah berusaha melihat apa yang terjadi di sela ketakutannya karna gelap. Sedangkan Farhan bertarung melawan orang berpakain serba hitam yang menyerangnya.


Bug.. bug...


Pukulan dan tendangan melayang di wajah dan perut Farhan membuat Farhan langsung tersungkur tepat di bawah kaki Sarah sambil memuntahkan darah.


"Farhan ya ampun,,, "


Jerit Sarah melihat keadaan Farhan yang mengenaskan, Farhan berusaha bangun menggunakan sisa tenaganya, dengan repleks Sarah membantunya.


"Wow.. ternyata ada cewe cantik ha.. ha... sebuah keberuntungan, kita habisi orang itu dan kita bersenang-senang dengan gadis ayu itu ha.. ha.. "


Farhan menggeram menahan amarah mendengar ucapan orang berkepala botak yang menatap Sarah penuh nafsu.


Dengan sisa tenaganya Farhan berusaha menghindar serangan orang yang tidak Farhan kenal sama sekali dan berusaha melindungi Sarah dari si kepala botak yang mendekati Sarah.


Bruk...


"Farhan,,,, "


Jerit Sarah melihat Farhan terpental karna berusaha melindunginya.


"Lepas brengsekkkk... "


Maki Sarah dengan suara bergetar menahan tangis, tapi orang berkepala botak itu mencengkram erat pipi Sarah dan membalikkannya kearah Farhan yang tergeletak berusaha bangun.


Uhuk...


Farhan memuntahkan darah ketika salah satu orang berpakain hitam itu menginjak punggung Farhan.


Sarah yang melihat Farhan hanya bisa menjerit dan menangis apalagi orang berpakain serba hitam itu menodongkan pistol tepat dikepala Farha. Sarah menggeleng dengan bulir bening meluncur begitu saja tak henti-hentinya keluar.


"Kau lihat kekasihmu sebentar lagi akan menyusul kedua orang tuanya ha.. ha... "


Deg...


Farhan menggeram menatap tajam laki-laki botak itu,mendengar kedua orang tuanya di sebut hatinya sakit tapi Farhan tidak bisa berbuat apa-apa, Farhan hanya bisa mengupat karna lemah tak bisa membalas kematian kedua orang tuanya di tambah hati Farhan sakit mendengar isak tangis Sarah mengingatkan Farhan pada adiknya.


"Aku mohon ja..jangan me.. membunuhnya hiks..hiks... "


Mohon Sarah memberontak membuat laki-laki botak itu mencengkram rambut Sarah membuat Sarah meringis.


"Cepat bunuh dia..."


Laki-laki yang memakai pakain hitam itu menarik platuk siap melepaskan peluruh.


"Ti.. tidak ja.. jangan mem.. membunuhnya hiks... aku mohon.. Jang.... "


Dorrrr.....


"Farhannnn,,,,,, "


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2