AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 50 Pantas saja


__ADS_3

Pagi hari yang cerah memulai aktifitas semua orang dengan kesibukannya masing-masing, Begitupun dengan Rafli.


Sudah drama malam tadi membuat Rafli benar-benar harus membagi waktunya dengan keluarga, Rafli tidak mau melihat istrinya merajuk kembali.


Sesudah menelepon seseorang Rafli kembali disibukan dengan setumpuk berkas di depannya.


Sesekali Rafli memijit pelipisnya karna merasa pusing kemudian Rafli membuka laci mengambil si kecil Peppermint Mentha Piperita Oil menghirup dan mengoleskan pada bagian ujung pelipis yang terasa berdenyut ,semoga dengan itu bisa mengurangi rasa pusing dan penat .


Lalu Rafli melanjutkan kembali pekerjaannya,berusaha untuk tetap pokus walau bayang-bayang sang istri yang merajuk sesekali membuat Rafli mendesah.


Tok.. tok...


Ketukan pintu membuat Rafli langsung menghentikan sejenak kegiatannya.


"Masuk... "


Teriak Rafli tampa menoleh sedikitpun.


"Ada apa menyuruhku kesini? "


Rafli mendongkak ketika mendengar suara berat seseorang seperti dikejar polisi dengan nafas ngos-ngosan.


"Duduk dulu.. "


Orang itu langsung mendudukan bokongnya dengan kasar diatas shopa,Rafli menelepon seketrasirnya kemudian mematikannya kembali.


Rafli menutup berkas lalu berjalan kearah shopa dan duduk menghadap seseorang itu.


Cklek...


Masuklah sekertaris Rafli sambil membawa nampan dan meletakan dua gelas jus.


"Terimakasih Sam.. "


"Sama-sama Pak.. "


Ucap sang sekertaris langsung undur diri memberikan ruang pada atasannya.


"Minum dulu.. "


Dengan cepat seseorang itu meneguk habis minumannya dan meletakan kembali gelas itu.


"Kenapa kamu memintaku kesini, hampir saja dijalan nyawaku melayang.. "


Gerutu orang itu membuat Rafli menyerngit bingung.


"Aku ingin kau sementara menggantikan dulu Panji menjadi CEO di M.A Grup.. "


"Apa! jangan gila.. "


Pekik seseorang itu terkejut mematap tajam Rafli yang menatapnya serius.


"Aku tidak gila! Ini demi kebaikan M.A Grup "


Bujuk Rafli menatap orang didepannya dengan serius, sedangkan orang yang ditatap hanya membuang nafas kasar sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi.


" Anggap saja sebagai tebusan apa yang kau lakukan. "


Deg...


Orang tersebut menghembusakan nafas kasar sambil menatap dingin Rafli dengan santainya meminum jus.


"Baiklah.. "


Pasrah seseorang itu membuat Rafli tersenyum puas ,karna bebannya sedikit berkurang.


"Sam,,,"


Panggil Rafli sedikit berteriak tak lama Sam masuk.


"Ada apa Pak. "


"Saya ada kepentingan diluar, jangan biarkan satu orangpun masuk keruangan saya. "

__ADS_1


"Baik Pak. "


Rafli dan orang itu langsung pergi masuk kedalam Lif khusus para petinggi. Rafli melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, mata tajam Rafli melirik kearah kaca spion membuat bibirnya tertarik kesamping.


"Apa aku akan aman ..."


"Tenang saja, aku yakin ada seseorang yang akan selalu menjaga kita, walau aku juga tidak tau siapa orang yang berusaha melindungi kita. "


"Hemmz.. "


Hening...


.


Hening...


Tidak ada percakapan lagi antara Rafli dan orang itu ,Rafli hanya pokus pada jalan karna jalan lumayan ramai oleh pengendara.


Rafli memarkirkan mobilnya dan langsung keluar.


Semua orang membungkuk hormat ketika Rafli melewati para stap, hingga Rafli masuk kedalam lif.


Ting...


Rafli melangkah keluar menuju ruangan Sarah sebelum masuk keruang Mitting.


"Syukurlah bapak sudah datang..."


Ucap Sarah lega sambil berdiri dari duduknya menyambut kedatangan pak Rafli.Sarah menyerngit melirik sekilas pada orang yang memakai masker sedang duduk di sisi pak Rafli .


"Dimana orang yang akan menggantikan posisi pak Panji, Pak ? "


"Dia orangnya, Farhan Nugaraha! "


"Kau.. "


Pekik Sarah terkejut ketika orang yang disamping Rafli membuka maskernya. Farhan tersenyum tipis melihat reaksi wanita dihadapannya membuat Rafli menautkan kedua alisnya.


"Tidak ! "


"Iya.. "


Jawaban yang kompak namun berbeda kata, Sarah menjawab 'Iya ' sedangkan Farhan menjawab 'Tidak ' membuat Rafli bertambah bingung.


" Farhan, dia Sarah Santika yang akan menjadi sekertaris kamu nanti. Sekarang kita keruang Mitting karna saya masih banyak urusan! "


Ucap Tegas Rafli membuat Sarah hanya bisa bungkam, walau Sarah dari tadi sudah ingin bicara tapi melihat tatapan Rafli membuat Sarah hanya diam dengan berbagai pertanyaan, kesal dan marah melihat siapa yang akan menjadi atasannya nanti.


"Ba.. baik Pak mari.. "


Ucap Sarah berusaha mengontrol emosinya, mereka bertiga langsung masuk keruang Mitting, untung saja para jajaran petinggi perusahan orang-orang Panji membuat Rafli mudah memasukan Farhan menduduki kursi CEO walau ada beberapa yang tidak setuju karna terlalu dadakan tapi siapa yang berani melawan kaki tangan seorang Panji Sky Al-fatih yang terkenal dingin dan kejam.


Sudah mitting tampa banyak bicara lagi Rafli langsung pamit pergi penutupan Rafli serahkan pada Sarah.


Sesekali Rafli melihat jam tangannya dengan sedikit cemas takut orang yang menunggu dirinya marah.


Rafli melajukan mobilnya menuju sebuah Villa dengan kecepatan tinggi, tingga puluh menit sudah sampai. Rafli langsung turun di sambut oleh beberapa bodyguard.


"Sialahkan Tuan, Nona Muda sudah menunggu didalam. "


Ucap salah satu bodyguard mempersilahkan Rafli masuk.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam.. "


Ucap dua wanita yang sendari tadi menunggu kedatangan Rafli, Rafli langsung duduk di kuri yang sudah disediakan.


"Maaf jika membuat kalian menunggu.. "


"Tidak apa-apa pak Rafli.. "


"Apa kamu sudah melakukan apa yang saya suruh.. "

__ADS_1


"Sudah.. "


Jawab Rafli tegas membuat seorang gadis langsung tersenyum penuh arti.


"Tunggu sebentar saya ganti pakaian dulu.. "


Ucap gadis itu langsung melangkah pergi menuju kamar dirinya.


"Terimakasih nona Serra sudah membantu perusahan mertua saya. "


"Sama-sama pak Rafli, itu sudah menjadi tanggung jawab saya membantu paman dari Nona Muda kami. "


Ucap Serra datar ,hingga Serra dan Rafli terus mengobrol seputar masalah perusahan sambil menunggu gadis yang tadi masuk kedalam kamar.


Para bodyguar hanya berdiri bak patung tak menghiraukan percakapan dua manusia itu tapi yakinlah kalau telinga-telinga mereka begitu tajam.


"Bagaimana apa sudah sempurna.. "


Ucap gadis itu tiba-tiba datang dengan senyum tipisnya membuat dua manusia yang sedang mengobrol langsung berbalik.


Deg...


Serra melotot melihat penampilan nona Mudanya dari atas sampai bawah, begitupun Rafli mengaga melihat penampilan gadis didepannya.


"Ap.. apa tidak salah No.. nona.. "


"Tidak! "


Jawab santai gadis itu sambil mendudukan dokongnya di dekat Serra.Rafli hanya diam tidak berani berkomentar karna dirinya memang tidak terlalu dekat.


"Ayo kita berangkat, jangan buang waktu.. "


Rafli hanya mengangguk saja membuat Serra hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Bidadari berubah wujud menjadi buruk rupa..


Batin Rafli geli melirik penampilan gadis yang duduk dikursi belakang mobilnya. Hingga sampailah dikediaman Panji, bi Marni berdiri di depan rumah menunggu kedatangan Rafli yang mengabarinya akan membawa pembantu baru.


Rafli turun dari mobil menghampiri bi Marni.


"Assalamualaikum Bi.. "


"Waalaikumsalam Den.. "


Jawab bi Marni sambil celingak-celinguk mencari seseorang.


"Pembantu barunya mana Den ? "


"Bentar bi Rafli panggil.. "


"Santii,,,, " Teriak Rafli membuat gadis yang sedang sibuk memandang halaman mansion Panji langsung terkejut,gadis itu langsung keluar.


"I..iya Tuan.. "


"Hah.. "


Pekik bi Marni terkejut melihat penampilan gadis culun yang keluar dari mobil Rafli.


Kaca mata bulat dengan tompel di sisi dagunya, yang membuat bi Marni terkejut gigi gadis itu yang keluar membuat wajahnya tak enak dipandang dari segi manapun apalagi memakai baju gamis kedodoran bak orang-orang sawah saja.


"Santi perkenalkan ini bi Marni.. "


Ucap Rafli yang sudah duduk di ruang tamu memperkenalkan Santi pada bi Marni.


"Den, nemu dimana? "


"Dipanti,Bi.Tempat dulu Rafli tinggal disana, Santi orangnya baik ko.. "


Bisik Rafli mejawab pertanyaan bi Marni yang berbisik pula membuat Santi hanya diam sambil menundukan kepalanya.


Pantas saja..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2