
"Mau aku antar balik kekantor. "
"Terimakasih Eb, aku kan bawa mobil sendiri! "
"Yasudah, kamu hati-hati ya. "
Kayla hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya, Akbar membalas senyuman itu sambil menatap sendu kepergiaan gadis pujaannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi ! kemana om Andre! sampai sekarang sulit ku hubungi "
Gumam Akbar sambil berjalan masuk kedalam galery.
Ponsel Akbar bergetar di saku celananya,membuat langkah Akbar berhenti. Akbar mengerutkan kening melihat nomor tidak dikenal masuk kedalam ponselnya.
Akbar tidak memperdulikan nya dan melanjutkan langkahnya, tapi ponselnya dari tadi terus berdering membuat Akbar kesal sendiri.
Dengan kesal Akbar mengangkat telepon itu, mulut Akbar menganga mendengar suara dingin dibalik telepon. Hingga tupilnya melebar entah siapa yang menwlepon Akbar.
Dengan cepat Akbar berlari keluar menyalakan motor Sportnya.
Sedangkan dijalan Kayla dengan santai melajukan mobilnya, hingga berhenti karna lampu merah. Tak lama Kayla melajukan mobilnya lagi menuju kantor, entah apa yang akan terjadi dikantor. Apa seseorang menyadari atau tidak apa yang sudah Kayla lakukan.
Sebenarnya Kayla tidak mau melakukannya tapi karna kebencian itu membuat Kayla melakukan sesuatu yang akan menghancurkan perusahaan. Tapi ada sesuatu yang mengetuk hati terdalamnya, entahlah Kayla sendiri tidak tahu yang terpenting sekarang tujuaannya tercapai walau Kayla harus menyakiti orang yang dia Cintai.
Citttt....
Kayla mengerem mobilnya karna terkejut melihat ada dua mobil yang menghadangnya.Seketika membuat Kayla ketakutan,beberapa orang memakai teregos keluar dari mobil itu dan menggedor-gedor pintu mobil Kayla.
Dor..
Dor...
"Cepat buka pintunya kalau tidak akan kami hancurkan mobil ini.. "
Dengan tubuh gemetar Kayla keluar, membuat orang serba hitam itu langsung menarik lengan Kayla.
"Awwsss.."
Ringis Kayla karna tangannya ditarik paksa.
"Apa yang kalian mau, bawa saja mobil itu tapi tolong jangan sakiti saya.. hiks.. "
"Ha.. ha.. Kami tidak butuh mobilmu tapi butuh nyawamu ha.. ha.. "
Buk...
Ucap orang itu tertawa sambil menotog Kayla hingga Kayla pingsang.
Dengan cepat orang-orang itu langsung memasukan Kayla kedalam mobil dan satu orang serba hitam itu membawa mobil Kayla.
"Bos pasti senang ha.. ha... "
Ucap salah satu orang berpakain serba hitam itu sambil tertawa puas dengan cepat langsung memberi tahu sang bos.
"Bagus, bawa gadis itu ke hotel xxx.. "
"Siap Bos.. "
Ucap orang berpakian serba hitam itu dengan senyum mengerikan sambil melihat wajah polos Kayla yang pingsan.
Tampa mereka sadari dari tadi mobil mereka ada yang mengikuti dari belakang . Rasa panik dan cemas bercampur jadi satu, membuat orang itu akan mengutuk didinya sendiri jika sampai terjadi apa-apa pada Kayla.
Orang itu terus berusaha mengikuti dari jarak jauh karna takut ketahuaan.
Orang-orang berpakain hitam itu memberhentikan mobilnya di sebuah hotel berbintang lima dan membawanya lewat pintu rahasia hingga sampai disebuah kamar.
Orang-orang itu menidurkan Kayla dengan kasar dan menotog kembali punggung Kayla. Seketika membuat Kayla terbangun merasakan sakit di punggungnya.
Kayla melihat kesekeliling tidak ada orang sama sekali.Orang serba pakaian hitam itu langsung melangkah pergi ketika menotog lagi Kayla karna tidak mau Kayla menyadari keberadaan mereka.
__ADS_1
"Dimana Aku.. "
Lilir Kayla pusing mengamati ruangan yang serba putih itu.
"Hotel ! "
Gumam Kayla menyadari sesatu yang membuat Kayla ketakutan . Takut orang-orang berpakaian hitam itu kembali datang.
Cklek...
Terdengan suara pintu membuat Kayla langsung waspada, seketika senyum Kayla mengembang melihat siapa yang masuk kemudian berlari menghampiri orang itu.
Brukkk...
"Kakak Kayla takutt... "
Lilir Kayla memeluk erat sang kakak, tapi orang yang dipanggil Kakak malah diam seakan enggan membalas pelukan adiknya.
"Kakak.. bawa Kayla pergi dari sini hiks.. Kayla takut orang-orang itu akan membawa Kayla lagi.. hiks... ayo Kak.. "
Ucap Kayla bergetar sambil menarik lengan sang Kakak untuk meninggalkan kamar itu. Kayla tertegun melihat sang Kakak hanya diam tak merespon ucapannya.
"Ka.. kakak ad.."
"Brisikk.. "
Bentak Smit membuat Kayla langsung terdiam gemetar karna terkejut mendengar bentakan sang Kakak yang memekik gendang telinganya.
"Ka... "
Plakkk...
Satu tamparan tepat di pipi Kayla membuat Kayla tersungkur. Kayla bergerak mundur tertegun melihat tatapan sang kakak yang berbeda seakan menelan dirinya hidup-hidup.
"Kenapa kau belum membunuh Bajingan itu Hah.. "
Plak....
Kayla hanya bisa menangis, dadanya sangat sesak mendengar bentakan sang kakak apalagi tamparan yang Kayla dapatkan kedua kalinya.
"Ka.. kayla tak bisa membunuhnya Kak, kayla tidak bisa.. "
"Kenapa Hah .."
"Karna Kayla mencintainya..Kayla tak bisa membunuhnya.. mohon Kakak mengerti! "
Ha.. ha...
Smit tertawa mendengar pengakuan gadis kecilnya yang justru malah menggores hati Smit, hingga Smit menatap tajam Kayla.
"Kau.. "
"Kayla mohon jangan suruh Kayla membunuhnyaa.. hiks.. "
"Tapi aku ingin kau membunuhnya. "
Srettt....
"Apa yang kakak lakukan.. "
Ucap Kayla gemetar baju dresnya ditarik membuat bagian atas Kayla terekspos .
"Kau harus menerima hukumanmu.. "
"Tidak... kak jangan begini ! Kayla adik, Kakak. "
"Kayla sudah melakukan apa yang kakak suruh mengalihkan semua uang prusahaan bahkan tampa tersisa. Kay.. ah... "
Jerit Kayla tertahan karna Smit menciumnya membuat Kayla memberontak dan terkejut kenapa kakak melakukan hal menjijikan padanya.
__ADS_1
Bukk....
"Cukup Kak ! aku adikmu apa yang kau lakukan hiks.. "
Bentak Kayla menggebu menendang Smit yang mencumbunya membuat Smit mengeram marah.
"Beraninya kau.. "
"Kak.. Kay.. awwss... "
Smit menarik kaki Kayla yang beringsut mundur membuat kepala Kayla terbentur dada bidang Smit.
"Dengarkan aku baik-baik Kau hanya miliku.. miliku... "
Cup...
Tekan Smit langsung mencium bibir Kayla membuat Kayla membelalakan matanya dan terus memberontak.
"Ta..tapi aku adikmu Kak emmz ini tidak benar.. "
Ucap Kayla disela ciumannya tapi Smit menulikan telinganya dan terus mencium bibir sang adik yang terus Kayla rapatkan.
Bruk...
Smit mendorong Kayla hingga terlentang diatas kasur, jangan ditanya bagai mana Kayla. Hati Kayla hancur dengan apa yang sang Kakak lakukan,seakan harga dirinya diinjak-injak.
"Aku mencintaimu.. dan kamu hanya boleh mencintaiku bukan orang lain.. "
"Ta.. tapi Kayla adik, Kakak ! "
"Persetan dengan setatusmu... Kau Bukan Adikku.. "
Deg...
Kayla membeku ditempat seakan dunianya berhenti .Dadanya sesak, sesak sekali hingga rasanya Kayla ingin mati saja mendengar apa yang sang Kakak ucapkan. Apa Kayla salah dengar, nyatanya tidak!.
Ja.. jadi selama in.. ini Kayla bukan adik kak Smit! Kayla terdiam walau Smit sudah merobek dres yang Kayla kenakan.Jiwanya seakan melayang entah kemana, jika Kayla bukan dari keluarga Pratama terus Kayla siapa.
Srett...
Bug...
Bug...
Bug....
"Bajingan.. brengsek... ah... enyah kau... "
Bug...
Bug...
"Kau bukan manusia brengsek... ah.. "
Teriak Akbar terus menghajar Smit tampa ampun membuat Smit yang mendapat serangan dadakkan tidak bisa menangkis pukulan bertubi-tubi dari orang yang tak Smit kenali.
Hingga Smit tak sadarkan diri dengan muka yang sudah bonyok.Darah segar keluar dari hidung, bibir dan pelipisnya.
Dada Akbar naik-turun, amarahnya masih mengubun, menahan sesak melihat apa yang akan Smit lakukan.Jika terlambat sedikit saja maka Akbar tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Bug...
Akbar meninju dada Smit lagi yang sudah tak sadarkan diri, kemudian Akbar menghampiri Kayla. Hati Akbar tercubit melihat apa yang terjadi pada orang yang dicintainya, tampa Akbar sadari bulir bening keluar begitu saja dari pelupuk matanya.
Dengan gemetar Akbar menyelimuti tubuh Kayla yang hampir polos.
"Ma.. maaf aku terlambat.. "
Betsambung....
__ADS_1