AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 82 Ak.. akbar...


__ADS_3

Seakan tidak ada kata lelah bagi Panji dari semalam Panji tidak sedikitpun memejamkan kedua matanya, pikirannya begitu kusut terus tertuju pada sang adik .


Bahkan keluar dari bandarapun Panji sudah di suguhkan dengan berkas-berkas yang Mr. Haiko berikan menginformasikan tentang kontrak kerja dengan Agensi DAC, sebuah Agensi per-Modelan dan per-Filman.


Panji tahu betul siapa yang mempunyai agensi itu.


"Daichi.. "


Gumam Panji menyebut nama teman lamanya dengan senyum seringai.


Sungguh pintar sekali Daichi berusaha mendapatkan kontrak kerja sama dengan anak perusahaannya, Panji Faham betul bagimana sepak terjang seorang Daichi dengan segudang kelicikannya.


Tidak ada rasa kantuk sedikitpun bagi Panji, pikiran Panji hanya ingin secepatnya menyelesaikan urusannya di Negara sakura ini, entah kenapa perasaan Panji selalu tidak enak seakan ada seseorang yang sedang menunggunya pulang.


"Tuan, asisten saya baru saja memberi tahu kalau Mr. Daichi ingin mengadakan pertemuan . "


Panji meletakan berkas di atas meja lalu berjalan kearah balkon menikmati pemandangan pagi di Osaka Prefecture Japan.


"Setujui , katakan dengan syarat Daichi harus membawa pasangan berikan alasan yang lugas supaya dia tidak curiga. "


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi. "


"Hemmz.. "


Panji kembali menikmati Gyokuro siapa yang tidak kenal dengan minuman satu ini. sejenis minuma green tea yang diracik khusus.


Gyokuro adalah green tea atau teh hijau dengan kualitas tertinggi. Melansir dari halaman Snakku, teh hijau jenis ini memiliki warna yang gelap dan kaya rasa. Gyokuro adalah green tea dengan harga termahal di Jepang.


Teh hijau dengan kualitas terbaik ini diproduksi paling banyak di Kyoto. Selain itu, rasa yang dihasilkan dari teh ini memiliki rasa yang kaya dan sedikit manis karena proses pertumbuhan daun teh ini.


Sekitar 20 hari sebelum di panen, tanaman teh Gyokuro akan dijauhkan dari paparan sinar matahari untuk mengeluarkan asam aminonya yang disebut Theanine.


Rasanya yang khas bisa menghilangkan penat di pikiran, cocok sekali bagi orang-orang yang sangat sibuk bisa menyegarkan kembali stamina tubuh.


"Tuan sarapannya sudah jadi..."


"Hemmz.. "


Kamal mengisyaratkan pada anak buahnya untuk menyimpannya di meja.


"Kamal.. "


Kamal menghentikan langkahnya ketika akan pergi, Panji berbalik lalu duduk kembali di kursi yang tadi.


"Temani saya sarapan.. "


" Baik Tuan. "


Patuh Kamal langsung duduk di kursi yang tadi Mr. Haiko duduki, Kamal tahu betul bagaimana watak Tuannya.


Panji dengan lahap menikmati sarapannya begitupun Kamal tidak ada obrolan diantara mereka berdua.


"Siapkan semuanya, saya tidak ingin basa basi, pastikan Laila ikut dengan bajingan itu! "


Ucap Panji ketika sudah selesai dengan sarapannya begitupun Kamal.


Dua manusia itu terlibat obrolan yang sangat serius, Kamal tahu Tuannya ingin segera menyelesaikan urusannya karena masih ada urusan lain .

__ADS_1


...----...


Mansion Daichi.....


Daichi berpikir keras atas apa yang barusan sekertarisnya katakan, kalau Mr. Haiko tidak akan menerima pertemuannya kalau Daichi tidak membawa pasangan karna alasan istri Mr. Haiko ikut .


Daichi tau Mr. Haiko jika membawa istrinya keacara pertemuan berarti rekan bisnisnya juga harus membawa kalau tidak Mr. Haiko tidak akan pernah menyetujuinya.


"Sittt.. sial... "


Umpat Daichi karna bingung harus membawa siapa, jika membawa salah satu model dari Agensinya Mr. Haiko pasti tidak akan mempercayainya.


Prang...


"Ah... "


Jerit Daichi prusatasi membanting pas bunga yang ada di meja kerjanya karna bingung harus membawa siapa, jikapun menyewa Mr. Haiko bukan orang bodoh yang tidak tau para model atau artis di Agensinya.


"Tu.. tuan bagaimana jika membawa simpanan anda. "


Seketika Daichi menatap sekertarisnya yang ketakutan , tidak lama bibirnya menyeringai kenapa Daichi bisa lupa kalau ada boneka pemuas nafsunya yang sudah lama Daichi kurung di Apertemennya sengaja Daichi sembunyikan karna takut ketahuan sama kedua orang tuanya.


" Ide bagus, suruh orang MUA ke apertemen ketika aku kesana dia sudah siap. "


"Baik Tuan. "


Daichi tersenyum seringai, kenapa bisa lupa kalau dirinya punya boneka karena pekerjaannya akhir-akhir ini banyak membuat Daichi memang jarang pulang ke Apertemen.


Daichi bersiap karena sebentar lagi dia berangkat menuju Hotel berbintang lima dimana pertemuan akan berlangsung.


Glek..


Daichi menelan ludahnya kasar, jiwa kelelakiannya bangkit ingin sekali Daichi menerkam gadis itu, tapi sekertaris sialannya itu memperingati kalau pertemuan dengan Mr. Haiko hampir telat dan itu membuat Daichi menggeram karna sampai telat Mr. Haiko akan membatalkan pertemuannya.


"Kau selamat, tetapi ingat nanti malam saya tidak akan melepaskanmu.. "


Bisik Daichi membuat gadis itu merinding sangat takut dengan apa yang di ucapkan pria yang menyeret dirinya pergi.


"Kau cukup diam jangan membuat ulah jika kau tidak mau saya hukum, dan satu lagi bersikaplah selayaknya kau pasanganku jangan menunjukan wajah takutmu, Kau mengerti. "


Gadis itu dengan gemetar mengangguk apalagi tangannya di cengkram erat oleh laki-laki yang begitu gadis ini benci, Daichi telah menghancurkan hidupnya.


Deg...


Gadis itu tertegun melihat sosok laki-laki yang begitu gadis itu rindukan sedang berdiri menatapnya dengan tatapan penuh kerinduan.


Ak.. akbar...


Teriak batin Gadis itu meronta seakan mengisyaratkan untuk menolongnya dari cengkraman peria menjijikan yang terus menyeret gadis ini.


Tetapi, sayang gadis itu sudah di seret masuk oleh Daichi membuat gadis itu seakan mempunyai harapan kabur karna ada sahabtnya di hotel yang sama.


Tetapi harapan gadis itu gugur ketika melihat beberapa penjaga yang mengawal Daichi membuat harapan gadis itu lenyap.


Gadis itu hanya bisa berdoa semoga Akbar mengikutinya.


Ting...

__ADS_1


Pintu lif terbuka Daichi menarik pinggang gadis disampingnya supaya merapat.


"Diam.. "


Tekan Daichi karna gadis itu berusaha menghindar darinya.


"Silahkan Tuan, Mr. Haiko dan Mrs. Larisa sudah menunggu di dalam. "


Daichi langsung masuk dimana sudah ada Mr. Haiko dan istrinya sudah ada dan mengobrol dengan beberapa pengusaha lain.


"Selamat datang Mr. Daichi, apa anda tidak mau memperkenalkan gadis cantik ini.. "


Ucap Mr. Haiko sambil mengisyaratkan pada rekan kerjanya untuk keluar.


"Tentu Mr. Haiko, perkenalkan Haruka itachi "


"Wow.. nama yang cantik, saya Larisa istri Mr. Haiko..."


"Haruka.. "


Ucap istri Mr. Haiko menjabat tangan Haruka begitupun Haruka membalas sapaan orang dihadapannya yang terlihat ramah.


"Kebetulan sekali sebentar lagi kami akan bertunangan, kalau ada waktu semoga anda berkenan datang keacara pertunangan kami Mr dan Mrs.Haiko. "


Basa basi Daichi membuat Mr. Haiko tersenyum.


"Tentu, sebuah kehormatan bagi kami .."


Balas Mr. Haiko sedangkan Mrs. Larisa terus tersenyum melihat penampilan gadis di depannya, yang nampak malu-malu.


" Boleh saya membawa tunangan anda Mr. Daichi untuk melihat-lihat brand baru yang akan luncing.. "


"Tentu Mrs. "


Mrs. Larisa tersenyum membawa Haruka keruang sebelah, yang langsung mengikuti ajakan Mrs. Larisa karna bisikan mengerikan dari Daichi.


"Ok, apa yang membuat Anda meminta saya bertemu. "


Ucap Mr. Haiko langsung karna dirinya akan menghadiri seminar seniman yang akan di adakan di hotel ini.


Kedua pembisnis itu bergelut dengan pembahasan Serius sehingga tidak menyadari sejak tadi ada seseorang mendengarkan tangannya mengepal erat dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.


"Kenapa tiba-tiba Mr. Daichi, tapi saya tidak akan melarang jika anda siap menanggung kerugian yang sudah di sepakati.. "


" Saya si.. "


"Bukan takut karna kedatanganku..


"K.. kau.. "


Pekik Daichi terkejut melihat siapa yang masuk.


"Lanjutkan atau akan ku hancurkan kompanye Ayahmu.. "


Deg...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2