AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
112 Selama itukah?


__ADS_3

Sebuah ungkapan rasa yang tidak pernah Sky duga, padahal Sky sudah berusaha menguatkan hatinya jika Panji memilih berhenti, tetapi nyatanya dugaannya salah.


Sang suami melamarnya di depan kedua orang tua dan saudaranya, sungguh suasana yang begitu bahagia bagi Sky, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Ya, Sky memang sudah mencintai Panji sejak lama dan entah kapan datangnya rasa itu.


Kebahagian yang tidak pernah Sky duga, bertahun-tahun Sky menjaga hati walau hati itu dua tahun lalu rasa itu sempat membuat Sky sakit, tetapi nyatanya Allah berkata lain.


Sungguh skenario yang begitu indah, di balik ke rapuhan itu Allah selipkan kebahagiaan yang tiada tara, sampai Sky harus berucap apa.


Air mata kebahagiaan tak henti-hentinya keluar dari pelupuk mata Sky, sungguh Sky masih tidak percaya dengan apa yang sang suami katakan.


Ungkapan cinta yang tidak pernah Sky bayangkan akan keluar dari bibir pucat sang suami, kata lilir tetapi cukup terdengar jelas di telinga Sky membuat Sky hanya bisa diam dengan air mata yang terus keluar.


Suasana tegang nampak menjadi haru, ketika semua orang mengucap kata selamat, ku dapati sebuah kecupan kasih sayang dan cinta dari baba dan ummah walau tangan ku dari tadi tak lepas dari genggaman sang suami yang menatapku penuh cinta dan kecemburuan.


Sky merasa geli sendiri dengan sikap sang suami yang terlalu berlebihan jika harus cemburu pada baba.


"Hey..., "


Kesal Fatih menatap tajam adik ifarnya yang menarik Sky kedalam pelukannya, membuat Fatih tidak bisa memeluk dan mencium sang adik.


"Kau punya istri, sana peluk! "


Ketus Panji sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri yang justru mengundang tawa semua orang, begitupun Laila yang tersenyum bahagia melihat pancaran cinta yang kembali datang.


Serra hanya menggelengkan kepala, tidak menyangka Panji akan se posesif itu, bagaimana dengan dirinya yang dari kecil sudah melihat kemesraan antara adik kakak itu, yang saling melindungi dan menyayangi.


Serra meraih tangan sang suami dan menatapnya lembut seakan memberi isyarat, biarkan, jangan membuat Sky berada dalam posisi memilih.


Fatih membuang nafas kasar, lalu tersenyum pada sang istri dan melangkah keluar mengikuti yang lain dimana semua orang keluar memberi waktu dan ruang bagi pasangan yang baru saling mengungkap cinta tepatnya Panji, bukan Sky.


Tinggallah dua pasturi yang masih berpelukan diam, tidak ada yang bersua dari mulut mereka berdua, hanya detakan jantung yang mewakili perasaan mereka kalau mereka sungguh gugup, bahagia dan lega bercampur jadi satu.


Panji seakan plong sesudah mengungkapkan isi hatinya, beban di pundaknya serasa hilang seketika berganti senyum yang sendari tadi merekah tak pernah luntur.


"Sayang, "

__ADS_1


"Iya, Mas? "


Panji mengendorkan pelukannya guna melihat wajah cantik sang istri yang nampak berbinar, tidak ada rona pucat lagi yang ada rona hidup di wajahnya.


Jantung Sky berdegup kencang seakan malu di tatap instenst oleh sang suami, membuat Sky menunduk malu.


Perlahan Panji memegang dagu sang istri dan mengangkatnya guna melihat wajah cantik sang istri.


"Kenapa menunduk, hm."


"Mas!!! "


Panji mengulum senyum melihat wajah sang istri yang merona malu-malu, wajah yang selalu tegas dan datar seakan jadi kucing betina dan Panji menyukainya.


Panji seakan melihat sisi lain sang istri, dan entah berapa banyak kejutan yang Panji lihat dari sikap sang istri yang mungkin lambat laun Panji akan melihatnya.


Ya, selama ini Panji terlalu cuek hingga tidak dapat menilai bagaimana karakter dan sipat sang istri, yang Panji tahu sang istri begitu menghormatinya sebagai sang suami, apa pun yang Sky lakukan hanya bentuk hormatnya Sky pada dirinya.


"Sayang..., "


"Iya, "


Glek...


Sky menelan ludahnya kasar dengan pertanyaan sang suami. Memang benar Sky hanya mengangguk sebagai jawaban atas lamaran sang suami tetapi Sky tidak membalas ungkapan cinta dari sang suami. Bagaimana Sky mau membalasnya, rasanya lamaran Panji saja sudah cukup membuat Sky sulit berkata apalagi harus menjawab ungkapan cinta, yang sulit Sky ungkapkan.


Sikap dingin dan datar menbuat Sky sulit mengungkap cinta, tetapi Sky selalu memperlihatkan dengan tindakan selama ini.


"Apa tindakan Sky selama ini tidak cukup menjadi jawaban! "


"Tidak! karena aku pikir itu hanya sebagai bentuk menghormati, sekarang aku ingin dengar? "


Ucap Panji lembut sambil menangkup wajah sang istri guna melihat dengan jelas sorot mata tajam sang istri.


Sky memberanikan diri membalas tatapan sang suami, mata Sky berhenti pada perban yang melingkar di kening sang suami seketika membuat dada Sky sakit.


Sky tahu, luka sang suami karena dirinya, sang suami ingin dirinya bisa keluar dari trauma dan itu sungguh berhasil bercampur panik.

__ADS_1


Sky memang sudah tahu, kalau kecelakaan itu memang di sengaja, malam ketika Sky sadar mendengar percakapan kak Farhan dengan kedua orang tuanya dan tentu membuat Sky shok mendengarnya, sang suami lera terluka asal dirinya sembuh.


Tangan Sky telurur mengusap lembut luka sang suami, seketika setetes cairan bening keluar dari pelupuk matanya.


"Sky mencintai, Mas. Jauh sebelum pertemuan kita di balik hujan! "


Deg...


Panji melebarkan tupilnya mendengar jawaban sang istri yang sungguh membuat dirinya terkejut.


Se.. Selama itukah?


Batin Panji tidak percaya, Panji pikir selama ini sang istri tidak mencintainya, yatanya pikiran Panji jauh melesat.


"Awalnya bukan cinta, tetapi sebuah kekaguman. Mas, tahu! Mas adalah orang yang Sky idolakan dari kecil hingga Sky berambisi ingin seperti, Mas. Sky tidak tahu kenapa rasa idola jadi suka, Sky menyadari rasa itu ketika mendengar Mas akan menikah dengan kak Amira. Berita itu sungguh membuat dada Sky sesak tetapi Sky menepisnya, dan sekarang Sky faham kalau rasa sesak itu adalah sebuah cinta dan cinta itu Mas hempaskan tepat di malam pernikahan kita. "


Deg...


Panji diam mematung mendengar ungkapan sang istri yang sungguh di luar dugaannya.


Ja.. jadi selama ini Sky mencintaiku sudah lama sebelum pertemuan itu, bagaimana Sky bisa mencintainya, padahal kita bertemu waktu itu, pikir Panji bingung.


Seketika mata Panji membulat ketika menyadari sesuatu, Panji teringat akan ucapan Fatih dan baba Aiman kalau Sky sendari kecil mengidolakannya sampai terjatuh hanya ingin mendapat tanda tangan dirinya.


Baba yakin, putri om tidak akan pernah mengecewakan kamu, kamu akan tahu siapa dia ketika kamu menerimanya dan Sky akan menjadi wanita yang paling bahagia.


Ucapan baba Aiman di malam pernikahan itu terngiang kembali di ingatan Panji, membuat Panji langsung menjauhkan tangannya dari wajah sang istri dengan perasaan sakit, shok dan entahlah Panji sendiri tidak tahu.


"Kenapa, Mas? "


"Ma.. Maaf...,"


"Itu bukan salah, Mas. Jangan minta maaf, sekarang Sky bahagia Mas menerima Sky,"


"Maaf untuk semuanya, kamu wanita terkuat yang pernah aku temui, terimakasih..,"


Grep...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2