AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 77 Kalian harus menikah.


__ADS_3

Di Rumah sakit.....


Serra berlari menuju ruangan sang kakak dengan tergesa-gesa hatinya begitu cemas takut terjadi apa-apa pada sang kakak walau Serra juga mengupat apa yang sebenarnya terjadi hingga sang kakak bisa terjatuh.


Cklek...


"Ka,,,,"


Deg.....


Bagai disambar petir di siang bolong Serra membelalakan kedua matanya sempurna melihat siapa yang berada di ruang sang kakak.


Kakinya terasa berat untuk sekedar melangkah, tenggorokannya kering sulit untuk bersua dengan jantung yang seakan keluar dari tempatnya.


Entah kenapa dada Serra seakan sesak sulit untuk bernafas melihat satu persatu orang yang ada diruang sang kakak.


"Dek kenapa diam di situ,kemarilah.."


Ucap Farhan lembut sambil melambaikan tangan karna heran kenapa sang adik malah diam dengan ekpresi terkejut.


Bukankah sang adik harusnya bahagia bukan hanya diam seakan tidak suka dengan orang-orang yang ada di ruangannya.


"Iya, Nak. Kamu tidak kengen sama Ummah? "


Ucap ummah Ais sambil tersenyum pada Serra gadis kecil yang dulu dia rawat sekarang sudah tumbuh menjadi gadis cantik dan Dewasa.


"As.. assalamualaikum Ummah Baba.. "


Ucap Serra gugup sambil melangkah mencium punggung tangan ummah Ais dan baba Aiman. Ummah Ais tersenyum sambil memeluk Serra yang sudah ummah Ais anggap putrinya sendiri sama seperti Sky.


"Kenapa sayang seperti tidak senang dengan keadaan Ummah dan Baba ! "


"Bu.. bukan begitu Um.. ummah Serra hanya terkejut saja,melihat kedatangan Ummah dan Baba tampa memberi tahu dulu. "


"Kejutan sayang,sebenarnya Ummah marah loh.. "


"Eh.. marah kenapa Um.. Ummah.. "


Gugup Serra benar-benar mati kutu apalagi dari tadi Fatih menatapnya tajam.


"Kenapa tidak langsung memberi tahu Ummah kalau kakak kamu sudah di temukan hemmz... ganteng lagi.. "


"An.. anu i.. itu... "


Bingung Serra bercampur gugup sulit untuk menjawabnya rasanya tenggorokannya kering sulit untuk berbicara benar apalagi Fatih dari tadi terus menatapnya tajam seakan menguliti Serra.


"Ta.. tadi kakak katanya jatuh, kenapa? "


Ucap Serra mengalihkan pembicaraan membuat ummah Ais tersenyum. Sedangkan baba Aiman hanya diam saja sibuk dengan ponselnya entah apa yang sedang baba Aiman lakukan wajahnya terlihat serius.


"Sebenarnya kakak tidak terjatuh, itu semua permintaan tante Ais. Maaf "


"Kak.. "


Geram Serra tertahan entah harus bagaimana membuat Serra ketakutan mengingat keadaan Sky yang kambuh lagi.


"Sudah jangan salahkan kakak kamu, Ummah sengaja ingin membuat kejutan pada kamu dan Sky,pasti sebentar lagi Sky masuk.. "

__ADS_1


Glek...


Serra menelan ludahnya kasar mendengar apa yang ummah Ais katakan, sekarang Serra berada di situasi yang Membuatny benar-benar prustasi ingin rasanya Serra kabur dari situasi yang rumit ini.


"Jangan di kasih tau, biar jadi kejutan "


Ucap Ummah Ais melihat Serra yang akan memberitahu Sky, Ummah Ais sudah tau bagaimana watak putrinya yang akan menyusul dimana Serra berada.


Serra terdiam bingung harus bagaimana sedangkan Farhan dari tadi terus memerhatikan adiknya dan ummah Ais yang begitu dekat membuat Farhan bahagia karena adiknya di didik dan dirawat oleh orang yang tepat.


Tampa terasa bulir bening keluar dari pelupuk mata Farhan tapi dengan cepat Farhan menghapusnya ketika sang adik berbalik menatap dirinya, seketika Farhan menautkan kedua alisnya melihat wajah sang adik yang nampak gelisah seperti menyembunyikan sesuatu.


Lama ummah Ais dan baba Aiman mengobrol dengan Serra dan Farhan menanyakan bagaimana mereka berdua berpisah. Ummah Ais meneteskan air mata mendengar cerita Farhan yang begitu menyakitkan.


"Terimakasih Tente sudah merawat adik saya dan mendidiknya dengan baik. "


Ucap Farhan tulus sambil merangkul sang adik penuh kasih sayang seakan tidak akan membiarkan Serra jauh darinya .


"Sama-sama, Nak. Serra sudah Ummah anggap putri ummah sendiri, nak Farhan juga boleh menganggap Ummah dan Baba seperti orang tua kalian.. "


Cairan bening yang dari tadi Serra tahan keluar begitu saja dari pelupuk matanya mendengar ucapan ummah Ais yang begitu menyayanginya.


"Terimakasih Ummah. hiks.. atas kasih sayang yang ummah berikan pada Serra, maaf jika Serra selama ini menyusahkan ummah.. "


"Wus... kamu ngomong apa, kamu putri ummah jadi wajar seorang anak menyusahkan ibunya he.. he.. "


Canda Ummah Ais membuat Farhan terkekeh bukan hanya sopan dan penuh kasih sayang ummah Ais juga ternyata suka bercanda tapi Farhan sedikit heran karna sikap hangat ummah Ais tidak ada diantara kedua anaknya.


"Ngomong-ngomong kenapa Sky belum datang ya.. biasanya Sky selalu menyusul kemanapun Serra pergi. "


Hening...


Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak sanggup jika berbohong...


Jerit batin Serra merasa bersalah,Serra harus mempertanggung jawabkan perbuatan cerobohnya.


"Se.. sebenarnya Sky sakit. "


"Apa! "


Pekik semua yang ada diruangan menatap penuh penjelasan pada Serra yang menunduk. Berbeda dengan Farhan yang diam karna tidak mengerti kenapa mereka bisa sepanik itu.


"Katakan dimana Sky di rawat ! "


"Di Mansion Mahmued, ta.. tapi..."


"Hubby ayo kita kesana sekarang.. "


"Tu.. tunggu Ummah... maafkan Serra... Serra sudah membuat kesalahan besar.. "


Ucap Serra menahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Apa maksud kamu coba jelaskan ! "


Kini baba Aiman yang bersua, dengan nada dingin membuat Serra semakin di landa ketakutan.


"Sky di jaga sama kak P..panji .."

__ADS_1


"Sendirian! "


"Oh ya ampun.."


Ucap baba Aiman terkejut menatap tajam putri angkatnya.


"Cepat kita kesana, kamu Serra harus ikut, baba akan menghukum kamu.. "


Glek...


Serra menelan ludahnya kasar sambil mengikuti langkah ummah Ais dari belakang, Serra merutuki kebodohannya kenapa tidak melihat kalau ada banyak bodyguard di luar .Karna saking paniknya sampai Serra membuat kesalahan besar dan Serra saat ini sangat marah pada kakak nya.


Jantung Serra berdekup kencang seakan takut akan terjadi sesuatu, Serra sangat hapal bagaimana Sky ketika sakit.


Mampus aku kalau Sky sudah sadar..


Jerit Serra menyeret kedua kakinya masuk kedalam .


"Di kamar mana Sky di rawat ! "


"Kamar khusus.. "


Tampa banyak bicara lagi Baba Aiman, ummah Ais dan Fatih menuju ruang khusus hati mereka begitu cemas takut terjadi apa-apa pada Sky,apalagi Fatih yang dari tadi menatap sengit Serra hanya hanya menunduk saja.


Cklek...


"Sky,,,, "


Deg....


Fatih, baba Aiman dan ummah Ais terdiam melihat apa yang terjadi begitupun Serra menutup mulutnya tidak percaya.


Sky yang mulai tenang karna elusan Panji di punggungnya yang Sky kira adalah abangnya. Langsung tertegun mendengar suara yang begitu Sky kenal tapi bukan keluar dari mulut orang yang Sky peluk.


Dengan hati berdebar Sky melepaskan pelukannya, tupilnya melebar melihat siapa laki-laki yang dia peluk belum selesai rasa terkejutnya, jantung Sky seakan loncat dari tempatnya melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Abang, Ummah, Baba,,,,,"


Bruk...


Pekik Sky membola repleks mendorong Panji hingga terjatuh, Sky melompat menghampiri kedua orang tuanya yang menatap Sky penuh kecewa .


"Um.. ummah baba... abang.. i.. ini tidak seperti yang kalian pikirkan S-sky ti.. tidak tau ka.. "


"Ummah kecewa.. "


Deg...


Sky menggeleng dengan bulir bening membanjiri pipi nya, hati Sky sakit melihat tatapan kecewa ketiga orang yang penuh Sky kasihi.


"Ummah Sky bisa jelaskan in.. ini ti.. tidak sep.."


" Apa yang akan kamu jelaskan baba melihat dengan mata baba sendiri.. "


Deg...


"Malam ini kalian harus menikah.. "

__ADS_1


"Apa ! "


Bersambung....


__ADS_2