AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 41 Bunuh Kayla,,,


__ADS_3

Papah Andre ketika sudah kembali dari urusannya langsung meminta Panji keluar ruangan sang adik lewat pesan.


Panji yang membaca pesan dari sang Papah hanya mendengus kesal, dengan berat hati Panji izin keluar pada sang adik.


"Ada apa Pah, kenapa Papah minta Panji keluar! "


Ketus Panji membuat papah Andre menghela nafas, mengerti apa yang dirasakan Panji.


Pletak...


"Awwss... "


Ringis Panji karna sang papah menjitak jidatnya. Papah Andre hanya mencibir saja sambil duduk di kursi karna pegal dari tadi berdiri apa lagi cape habis berlari.


"Papah kemana saja, hampir saja Laila dalam bahaya! "


Kesal Panji pada sang Papah sambil duduk di sisi sang Papah.


"Kamu mengacaukan rencana Papah, Panji. Lihat ini.. "


Ucap papah Andre tak kalah kesal pada putranya yang sudah menggagalkan rencananya.


Panji yang mendapat bentakan dari sang papah menautkan kedua alisnya, harusnya Panji disini yang marah kenapa sang Papah ikut-ikutan marah,pikir Panji kesal.


Panji mengambil tablet yang diberikan sang Papah, seketika mata Panji melotot tak percaya melihat sebuah Vidio.


"Ja.. jadi.. "


"Iya, dan kau menggagalkan semuanya! "


Ketus papah Andre membuat Panji menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Panji pikir sang Papah terkelabui oleh perawat gadungan itu.


"Papah takut Sandi akan menyiksa Farhan ! "


"Itu tidak mungkin Pah, Sky yakin Farhan akan percaya sama kita! "


"Tapi Sandi sudah memupuk kebencian pada Farhan dari kecil! "


Ucap papah Andre putus asa membuat Panji hanya diam. Panji membenarkan apa yang sang papah ucapkan.


Memang sulit bagi Panji untuk meyakinkan Farhan supaya percaya pada dirinya, tapi kebencian itu sudah tertanam dihati Farhan sejak kecil.


Mengingat itu membuat Panji mengepalkan tangan, tak akan Panji biarkan orang-orang itu merusak keluarganya.


Apapun akan Panji lakukan demi keluarganya, sudah cukup sang Mamah dan calon istrinya menjadi korban Panji tidak mau ada korban lagi karna sebuah kesalah pahaman.


"Papah jangan kewatir serahkan semuanya pada Sky. "


Ucap Panji menyakinkan sang Papah, Panji tidak mau masalah Farhan membuat kondisi sang Papah jadi menurun.


"Papah istirahat saja di dalam bersama Laila, biar Sky yang mengurus ini semua! "


"Baiklah tapi kamu harus hati-hati, Sandi orang yang sangat licik! "


"Baik Pah, doakan Sky semoga Sky biasa membawa Farhan kembali. "


Papah Andre menatap sulit kepergian sang putra yang menghilang dibalik lif.


Panji menekan tombol angka satu sambil mengecek ponselnya.

__ADS_1


...----...


Di sebuah ruangan seseorang diikat disebuah kursi dengan mulut dilakban dan kedua mata ditutup oleh kain hitam.


Orang itu tidak bisa melihat dan tidak bisa berteriak karna lakban yang menutup mulutnya.


Entah siapa yang menculiknya, kenapa dirinya menjadi bahan penculikan orang-orang tubuhnya bak barang terlempar kesana kemari.


Ingin rasanya orang itu mengupat tapi tak bisa bahkan tubuhnyapun tak bisa digerakan akibat kencangnya tali yang mengikat dirinya.


Tak.. tak...


Suara langkah kaki begitu nyaring, lama kelamaan menjadi jelas, membuT seseorang itu waspada didalam kegelapan matanya yang ditutup.


"Buka penutup matanya! "


Deg...


Seseorang itu terkejut mendengar suara yang begitu dia kenali, hingga terbesit kebahagian dihatinya sebentar lagi dia akan bebas.


Sret...


"Apa kabar,Boy . "


Seseorang itu terdiam mendengar ucapan orang yang dikenalinya itu, matanya menajam seolah mengisyaratkan untuk melepaskan lakban yang ada dimulutnya.


"Lepaskan lakban itu. "


Sret....


"Awwssss,,,,, "


"Ayah terimakasih sudah menyelamatkan aku, hey,,, cepat lepaskan tali sialan ini.. "


Bentak Smit pada anak buah ayahnya yang hanya diam mematung tak bergeming sedikitpun membuat Smit menajamkan matanya kesal.


"Ayah cepat suruh anak buah bodoh ayah melepaskan ikatan ini. "


Mohon Smit pada sang ayah yang tak lain adalah Sandi.Sandi hanya diam saja sambil menyeringai menatap sang putra.


"Ayah kenapa diam, tolong lepaskan ikatan ini,,,"


Kesal Smit mulai meninggi membuat Sandi berjalan kearah sang putra dan berdiri tepat dihadapannya.


Grek...


Sandi mencengkram erat wajah Smit membuat bunyi nyaring antara gesekan gigi Smit. Smit terkejut dengan tindakan yang sang ayah lakukan.


"Dasar tidak berguna, kau menghancurkan semuanya. "


Bentak Sandi membuat Smit melotot tak percaya sang ayah menyalahkan dirinya. Bukankah Smit selama ini sudah melakukan tugasnya menghancurkan keluarga Al-fatih dengan membunuh Nyonya Al-fatih dan mengambil semua keuangan prusahan Al-fatih, terus apa lagi yang di inginkan sang ayah ! Bukankah semuanya usai, Pikir Smit bingung.


"Tapi aku sudah melakukan semua yang ayah perintah! "


Bentak Smit menyala tak terima selalu disalahkan oleh sang ayah apalagi yang harus Smit lakukan supaya sang ayah menganggapnya berguna.


Plak...


Bruk..

__ADS_1


Tamparan keras mendarat di pipi mulus Smit membuat Smit langsung ambruk,cairan merah keluar dari sudut bibir Smit dengan kepala terbentur kelantai. Smit hanya bisa tersenyum tipis diantara rasa sakitnya.


Grep...


Sandi menarik rambut Smit membuat Smit langsung mendongkak menahan rasa sakit.


"Beraninya kau membentakku anak sialan, gara-gara cinta bodohmu semuanya hancur. Kayla sekarang ada digenggaman mereka, jika saja kau tidak melakukan hal bodoh itu mungkin Kayla masih ku bisa kendalikan. "


"Ap.. apa yang harus aku lakukan supaya ayah percaya padaku "


Ucap Smit prustasi karna selalu dianggap tak berguna oleh sang ayah, Smit juga manusia dirinya hanya ingin dihargai.


Sandi melepaskan cengkramannya dan langsung berdiri mengisyaratkan pada anak buahnya supaya mendudukan kembali Smit.


"Kau ingin aku percaya padamu, Boy. "


Ucap Sandi tersenyum seringai melihat Smit hanya mengangguk patuh dengan rasa sakit dikepalanya yang berdenyut.


"Ada satu syarat! "


"Syarat! "


Ucap Smit mengulang kata itu, Smit seakan dipermainkan oleh ayahnya sendiri.


"Bagaimana? "


"Akan kulakukan yang penting ayah bisa percaya lagi padaku. "


Ucap Smit mantap, Smit akan menunjukan kalau dirinya tidak bodoh,tapi bisa diandalkan.


"Bunuh Kayla. "


Deg...


Seketika Smit mematung duanianya seakan berhenti begitu saja mendengar apa yang sang ayah lakukan. Apa Smit sanggup membunuh orang yang Smit cintai ! bagaimana mungkin sang ayah tega menyuruh membunuh wanita yang begitu berarti bagi Smit.


Sandi melihat Smit terdiam tersenyum kecut karna anak bodohnya pasti tidak akan pernah melakukan apa yang dia mau.


"Aku bersedia, asal ayah tak menganggap diriku rendah. "


Ha.. ha...


Sandi tertawa mendengar jawaban sang putra yang diluar dugaannya, Sandi kira Smit akan menolaknya nyatanya anak bodoh itu menyetujui syaratnya.


"Bimo lepas ikatannya ! "


Bimo langsung mengangguk dan berjalan kearah Smit membuka tali yang mengikat tubuh, tangan, dan kaki Smit.


Smit tersenyum berdiri sambil menggerakan badannya kekiri dan kekanan merasa kaku dan pegal dari tadi diikat.


"Jangan kecewakan Ayah. "


"Baik , terimakasih Ay... "


Dorr.....


"Kau,,,,, "


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2