
Sedangkan di S.A Compay seseorang sedang pokus dengan berkas-berkas yang ada di tangannya. Bibirnya tertarik kesamping melihat sebuah berkas-berkas yang baru sajadia buka. Matanya menatap tajam deretan tulisan dan angka yang begitu banyak perbedaan.
"Nyatanya kalian bermain cantik "
Gumam seseorang itu tersenyum seringai ,pintu ruangan itu terbuka muncullah sosok gagah yang ditangannya membawa sebuah berkas.
"Kita ada pertemuaan di hotel xxx tapi barusan sekertarisnya meninta izin untuk mengadakan pertemuaannya di restoran, bagaimana ? "
"Tidak biasanya pak Air merubah tempat pertemuaannya mendadak! "
"Aku tidak tau, terus bagaimana setuju atau tidak? "
"Yasudah, tidak apa-apa. Kapan pertemuaannya? "
"Satu jam lagi.. "
Ucap Rafli membuat Panji hanya memangut-mangut dengan mata yang kembali pokus pada berkas yang ada ditangannya.
"Oh ya, Raf. Kirim orang-orang kita keperusahaan Papah! "
"Sudah, ada lima orang disana "
"Hemmmz.. "
Panji kembali pokus pada berkasnya, semenjak kejadiaan kecelakaan itu Panji memang menyerahkan semua pada pak Air hingga tidak tau perkembangan proyeknya sudah sampai mana. Panji hanya menerima laporan saja tampa mau melihatnya, membuat Panji benar-benar tidak tau bagai mana perkembangan proyek itu tapi Panji yakin pak Air tidak akan pernah mengecewakannya.
"Ayo kita berangkat.. "
Panji menutup tumpukan berkas-berkas itu,dan melangkah keluar diikuti Rafli dari belakang. Sebuah mobil BNW sudah terparkir di depan gedung perusahaan, Panji langsung masuk tampa ucap dengan sigap seorang pengawal menutup pintu mobil.
Sedangkan Rafli duduk dikursi depan, mobil itu langsung melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area parkir perusahaan.
Tak membutuhkan waktu lama mobil yang Panji tumpangi berhenti di depan restoran ,dengan gagahnya Panji berjalan diikuti Rafli dari belakang tiba-tiba Panji memberhentikan kakinya membuat Rafli menyerngit bingung.
"Ada apa ? "
Bukannya menjawab Panji malah melanjutkan langkahnya membuat Rafli mendengus kesal, Semua mata tertuju pada dua pangeran tampan yang masuk dengan gaya collnya.
Siapa yang tidak tau Presdir S.A Compay yang terkenal dingin dan cuek begitupun dengan orang yang selalu ada di sisi Panji .
Rafli menatap tajam wanita-wanita keganjenan menatap nafsu Panji yang terus berjalan mencari seseorang.
Para wanita yang mendapat tatapan nyalang dari Rafli langsung menunduk karna takut berbeda dengan wanita yang tak kenal rasa takut dimana wanita itu duduk tak jauh dari meja Panji.
"Maaf kalau saya membuat anda menunggu.."
Ucap Rafli sedikit terkejut karna tidak melihat pak Air diantara dua orang yang sudah duduk, sedangkan Panji hanya diam saja langsung duduk dengan gaya angkuhnya .
__ADS_1
"Tidak apa-apa saya juga belum lama ko, Dan maaf pak Air tidak bisa datang kepertemuaan ini, mungkin pak Air sudah memberitahukan lewat pak Rafli. "
"Tidak apa-apa pak Hendra.. "
Ucap Rafli sedikit gugup karna mendapat tatapan tajam dari Panji, Rafli lupa memberi tahu tentang yang satu itu.
"Oh iya perkenalkan ini Buk Sky yang akan menjelaskan tentang kerja sama perusahan kita yang sempat tertunda. "
Deg...
Panji terlonjat kaget mendengar nama itu, Nama yang sudah beberapa bulan menghilang dari pendengarannya.
Nama it.. itu begitu sama dengan nama panggilan kesayangan sang Mamah, membuat Panji menjadi sendu. Rafli yang menyadari perubahan raut wajah Panji langsung menepuk pundak Panji membuat Panji melirik pada Rapli sedikit tersenyum mengisyaratkan bahwa dirinya tidak apa-apa.
"Buk Sky, saya Rafli sekertaris pak Panji.. "
Ucap Rafli memperkenalkan diri sambil melururkan tangannya dengan cepat Sky tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada, kejadiaan itu sedikit membuat suasana jadi canggung.
"Baiklah kita mulai pembahasannya ! "
Ucap Panji cepat dengan sikap cueknya membuat Sky dengan cepat membuka beberapa berkas yang sudah tadi pagi pelajari.
Dengan suara tegas Sky menjelaskan semuanya tampa terlewatkan sedikitpun membuat Panji memangut-mangut saja tanda mengerti dan yang paling Panji suka ternyata proyeknya sudah mencapai 60% ,kerja yang bagus, ternyata aku tidak salah bekerja dengan pak Air,pikir Panji. Walau Panji tau tidak mungkin bisa mencapai sampai segitu melihat ada masalah yang menimpa Panji tapi nyatanya pak Air tidak mempermasalahkan nya yang ada dia bersikap Propesional yang membuat semuanya saling menguntungkan.
Sky sedikit geram karna dari tadi dia diperhatikan membuat dirinya tidak nyaman, dengan sekuat tenaga Sky menahannya mencoba terus bersikap tenang menjelaskan semua yang tertera di berkas itu. Tapi lama-kelamaan Sky semakin tidak nyaman membuat Sky memejamkan kedua matanya menahan amarah.
Geprakan meja membuat ketiga orang itu terkejut, sedangkan Sky sudah menatap tajam manusia yang sendari tadi memerhatikannya, Sky tidak peduli bahwa berkas-berkas itu sudah basah akibat terkena tumpahan minuman.
"Jaga mata anda, jangan pernah memandang wanita yang bukan Muhrim anda seperti itu.Ingat ! anda sudah menikah pak Rafli. "
Ucap Sky dingin penuh penekanan disetiap kalimatnya.
"Maaf saya tidak bisa melanjutkan pembahasannya, karna saya tidak suka orang yang tidak punya etika ! . "
Jlep...
Rafli langsung menelan ludahnya kasar mendengar ucapan menohok itu, sedangkan pak Hendar bingung dengan apa yang terjadi semua begitu tiba-tiba buat dirinya.
"Maafkan saya saya harus menyusul buk Sky.. "
Ucap pak Hendar sedikit tidak enak langsung melangkah pergi menyusul Sky yang sudah duluaan pergi dengan tatapan amarah nya.
Panji hanya diam saja dengan pikirannya sendiri, bahkan Panji tidak menyadari kalau Sky sudah tidak ada dihadapannya.
Suara it.. itu.. Suara yang sama. Ap.. apa dia gadis dibalik hujan itu ! jika benar dia gadis itu kenapa dia bersikap biasa saja seolah tidak pernah bertemu. Apa mungkin mereka orang yang berbeda tapi suara itu sama dengan suara gadis dibalik hujan dan Mimpi itu. Tapi tidak mungkin! ini hanya kebetulan saja, monolog Panji dengan batinnya sendiri.
Hingga membuat Panji tersentak menyadari kalau Gadis itu dan pak Hendra sudah tidak ada lagi ditempat.
__ADS_1
"Rafli kemana mereka! "
Deg..
Suara dingin Panji membuat Rafli salah tingkah apalagi semua terjadi begitu saja karna ulah dirinya yang tak bisa lepas dari Sky.
"It.. mereka sudah pergi.. "
"Dan kau.. "
Panji menatap tajam Sahabatnya yang terlihat gugup, seakan menelisik apa yang terjadi dengan sahabatnya setau Panji, Rafli bukan orang yang mudah memerhatikan lawan jenis jika orang itu bukan seseorang yang Rafli kenal.
"Apa yang membuat kamu memerhatikannya hingga gadis itu marah! "
"Aku hanya memastikan sesuatu, tapi aku sulit untuk menebaknya! "
"Apa maksudmu! "
"Aku seperti pernah melihat gadis itu tapi aku lupa dimana! tapi cara bicara gadis itu aku teringat seseorang, entahlah aku juga tidak tau .."
Panji terdiam mendengar penuturan sang sahabat, seakan Panji berpikir sesuatu.
"Apa kamu melihat seseorang kemaren pas waktu aku pingsan? "
Rafli terdiam mendengar pertanyaan Panji, seakan mengingat-ngingat waktu kejadiaan kemaren.
"Tidak! aku menemukan kamu sudah tergeletak pingsan di dekat jembatan itu.. "
Jawaban Rafli membuat Panji sedikit kecewa, entahlah.
"Cari tau siapa gadis yang bernama Sky itu dan lacak semua CCTV pas kejadiaan kemaren aku yakin ada seseorang yang datang padaku sebelum aku pingsan "
"Gadis misterius.. "
Batin Panji menerawang jauh, entah apa yang Panji pikirkan seakan apa yang Panji pikirkan hal berat yang membuat kepalanya pusing.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Like, Hadiah, Komentar, Vote
Terimakasih...
__ADS_1