
...Ketika kaki tak bisa bisa berpijak...
...Kepada siapa Aku minta tolong...
...Sedang jiwa ini tak lagi percaya...
...Lindung Tuhan ada!...
...Dia mengambilnya......
...Dia menyakitiku......
...Dan dia menghancurkan hidupku.....
...(Panji Sky Al-fatih)...
...----------------...
Hari-hari Panji lalui terasa hampa tampa kehadiran sang Mamah dan Amira, apalagi sudah satu bulan kepergiaan sang Mamah Papah juga belum kembali.
Papah Panji menghilang bak ditelan bumi tak ada jejak sedikitpun membuat Panji sulit menemukannya.
Tak ada kehangatan dan senyuman lagi dihidup Panji. Panji selalu menyibukan diri dengan pekerjaan dan mencari keberadaan sang Papah. Di tambah lagi beban yang harus Panji pikul mengambil alih perusahan sang Papah. Apa lagi di dalamnya banyak sekali kekacauan.
Panji selalu marah-marah dan tak segan-segan memecat siapa saja yang berbut kesalahan.
Tak ada Panji yang hangat, ceria, usil dan Manja. Panji menjelma menjadi manusia dingin dan arogan tapi Panji tak peduli. Dengan cara itu Panji bisa mengalihkan rasa sakiknya.
Setiap hari Panji hanya bisa menangis dalam kesunyiaan membayangkan saat-saat indah bersama Amira walau tidak seromantis pacaran seperti anak zaman sekarang sampai terakhir mengingat dimana kejadiaan yang merenggut nyawanya.
Panji dan Rafli terus mencari bukti kecelakaan itu. Karena Panji yakin kecelakaan yang merenggut nyawa sang mamah dan Amira bukan kecelakaan murni.
Penampilan Panji pun sudah tak dirinya pedulikan lagi. Hidup Panji hancur semenjak Tuhan mengambil sang mamah dan Amira dari Panji.
"Aku punya sedikit informasi tentang Om Andre! "
Panji mendongkak tetkala mendengar ucapan Rafli. Membuat Panji menaruh sebuah berkas yang sendari tadi Panji periksa.
Rafli memberikan sebuah amplop coklat pada Panji membuat Panji langsung membukanya.
"Aku yakin hilangnya Om bukan sekedar hilang, tapi ada sesuatu dibalik kejadian itu dan pasti bersangkut paut dengan kecelakaan Tante dan anehnya sekertaris Om juga tidak ada! "
Panji terhenyak mendengar apa yang Rafli ucapkan.
"Aku akan pergi. "
"Kemana? "
Panji tidak menjawab pertanyaan Rafli. Panji langsung pergi, saat ini makam sang Mamah dan Amira tujuan Panji. Perlahan tangan Panji terulur mengelus lembut papan nisan yang terukir indah nama sang Mamah disana. Hati Panji tersayat kembali mengingat kenangan manis bersama sang Mamah.
Sang mamah segalanya bagi Panji, dia hidup dan nafas Panji. smSang mamah adalah perahu ketika Panji berlayar, sayap ketika Panji terbang, tapi semuanya terlempar dengan paksa. Membuat Panji hilang arah tampa pelangi dibalik awan.
Harunya Panji sekarang bahagia bersama Amira. Membangun rumah tangga dengan penuh cinta, tapi nyatanya itu hanya sebuah mimpi buruk baginya.
Mengingat itu membuat Panji kembali sesak dan perih, dua pelanginya menghilang tampa jejak di langit yang memancarkan kesenduaan.
__ADS_1
"Mah, Amira kenapa secepat ini hikss... rasanya aku sudah tak sanggup lagi untuk berpijak semuanya terlalu menyakitkan, aku ingin bersama kalian huks.. hiks.. "
Tubuh Panji bergetar dengan isakan yang memilukan, tak lama Panji bangkit dari duduknya.
"Mah, Amira bolehkah aku ikut kalian.. "
Lilir Panji dengan tatapan kosong, Panji melangkah tampa arah meninggalkan area pemakaman dengan bayang -bayang Amira dan sang Mamah terus berputar di penglihatannya.
Gumpalan awan hitam semakin menggulung menandakan akan datangnya hujan, suara petir dan guntur terus bersahutan membuat orang-orang berlali kesana kemari guna mencari tempat berteduh. Nyatanya rintikan hujan mulai turun membasahi bumi, sahutan orang -orang nyaring terdengar lama kelamaan menghilang tertelan derasnya hujan.
"Hey berteduhlah.. "
"Dasar gila ! kenapa dengan orang itu! "
"Mungkin sedang patah hati, biarkan saja... "
Panji terus saja melangkah tampa arah. Panji sudah tak peduli lagi dengan sahutan orang -orang yang menyebutnya, gila. Gila ! ya mungkin Panji sudah gila.
Ctass...
Suara petir begitu nyaring dipendengaran Panji tapi tak membuat langkah Panji berhenti dan takut. Panji terus saja melangkah dengan tatapan kosong dengan cairan bening tak hentinya keluar dipelupuk matanya.
...-----------...
Tidak terasa sudah satu bulan lebih Sky berada di Indonesia, hari-harinya Sky habiskan mengunjungi beberapa tempat yang ada di kota Bandung.
Dari mulai Kuliner, Wisata dan Museum, membuat Sky bahagia karna bisa menjelajah sampai kepelosok-pelosok kota Bandung.
Tapi Sky juga tidak hanya berlibur Gadis itu juga membantu pekerjaan sang Om di kantor, menjabat menjadi skertaris walau sebenarnya Sky menolak lebih baik ditempatkan dibagiaan lain supaya orang-orang tidak curiga tapi dengan rencana sudah matang Om Air membuat sebuah rencana yang seolah-olah Sky bekerja karna Kecerdasan dirinya sendiri tampa takut orang lain menggunjing.
Bagai mana tidak, seorang Emira Halime Sky Mahmued pengusaha muda yang menduduki Kursi nomor satu pengusaha muda sukses di Negaranya.
Ditambah gelar Hukumnya yang sudah tidak diragukan lagi cara kerjanya membuat pengusaha-pengusaha lain mencuit jika ingin mengusiknya.
Gadis dengan sejuta pesona, kecerdasan, ketangguhan dan wibawaannya tidak diragukan lagi. Jika orang cerdas bisa merasakan bahwa Sky bukanlah gadis biasa begitupun sebaliknya, apalagi Sky selalu suka berpakaian bisa saja tak mencolok sedikitpun.
Kemampuaan Sky diwarisi dari keluarga Qolayuby sedangkan Fatih mewarisi kemampuaan di keluarga Mahmued. Tapi jangan salah kedua adik itu begitu ajaib seakan bisa menguasai semua bidang tapi kedua adik kakak itu begitu pintar menyembunyikan keistimewahan didalam dirinya.
Hanya Baba Aiman saja yang mengetahuinya sedangkan sang istri hanya beberapa, Aiman sengaja merahasiahkannya karna takut kesehatan sang istri terganggu karna mencemaskan keadaan putra putrinya jika jauh dari jangkauannya.
Dan Sky juga tidak pernah absen untuk selalu berjiarah kemakam Kakek Azam dan Nenek Rahma. Dua manusia yang begitu Sky idolakan apalagi ketika mendengar kisa cinta mereka membuat Sky selalu senyum-senyum sendiri.
Sesudah urusannya dikantor Sky meminta izin pergi ke Museum yang letaknya masih di Gedung Sate.
Sky juga meminta Izin untuk mengendarai mobilnya sendiri tapi Om Air melarangnya, Sky si anak penurut hanya bisa pasrah tak mau membantah dengan terpaksa harus di kawal oleh dua orang Bodyguard .
Nampaknya cuaca mulai mendung tapi tak sedikitpun mengurangi niat Sky untuk mengunjungi Museum itu.
Museum ini terletak di lantai dasar Gedung Sate. Dalam museum tersebut,Sky melihat-lihat berbagai macam koleksi seni seputar Bandung.
Sky terus menelusuri hingga berhenti di tempat batu kali, batu gelas, dan baja Swedia yang digunakan untuk membangun Gedung Sate.
Tidak hanya itu,Sky juga bermain dengan enam instalasi interaktif. Untuk media interaktif, visual Pembangunan Gedung Sate, dan miniatur Gedung Sate.
Sedangkan dua Bodyguard berjalan tak jauh dari Sky mereka tak mau kecolongan satu langkah saja yang akan menghantarkan kemurkaan Bos besarnya yang tak lain adalah Airumi.
__ADS_1
Sudah puas menjelajahi dan mencatat apa yang Sky butuhkan, Sky memutuskan untuk pulang karna Hujan mulai turun.
Cuaca hari ini begitu buruk, suara petir dan Guntur terus bersahutan membuat sang Bodyguard hati-hati membawa mobilnya takut-takut malah membahayakan keponakan kesayangan tuannya.
Sedangkan Sky tak merasa takut sekali, malah Sky menatap keluar jendela dengan telapak tangan di tempelkan di kaca mobil sesekali Sky menggerakan tangannya membentuk hurup abstrak.
"Berhenti... "
Cittt...
Sang Bodyguard langsung menekan rem karna terkejut mendengar teriakan keponakan tuannya.
"Ada Ap.."
Brakk..
Deg....
Kedua Bodyguard itu terperanjat kaget mendengar pintu mobil ditutup dengan kencang dan yang membuat kedua Bodyguard itu membelalakan kedua matanya melihat keponakan tuannya sudah berlari menembus derasnya hujan.
Sret...
Bruk....
"Jika bunuh diri membuat masalah selesai kau salah, yang ada kau membuat Tuhan marah"
"Ha.. ha.. Tuhan! jika memang dia ada, dia tidak akan mengambilnya dari ku! "
"Karena kau manusia yang jauh dari kata Syukur, sampai Allah mengambil miliknya kembali! dasar Bodoh ! "
"Miliknya! Syukur! "
" Jika kau ingin bunuh diri silahkan! Ingat ! tujuh pintu neraka menunggumu ,dasar Bodoh!
Ctas...
Duar...
Bentak Sky memburu dengan nafas ngos-ngosan.
Sky langsung meninggalkan manusia tidak berguna itu sambil mengumpat disepanjang jalan, kedua matanya memerah menandakan bahwa amarahnya belum reda.
Kedua Bodyguard itu tetap bungkam tidak mau bicara apapun, melihat umpatan dan tatapan keponakan tuannya saja sudah membuat kedua bodyguard itu menciut.Tatapan yang baru pertama kali kedua bodyguard itu lihat, tatapan tajam yang menghunus membuat siapa saja akan tenggelam didalamnya.
Tapi dengan setia salah satu Bodyguard itu tetap memayungi keponakan tuannya itu. Hingga mobil yang membawa Sky pun langsung melesat menjauh dari kejadiaan tadi.
"Paman kita mampir ketoko baju, tidak mungkin kita pulang dengan keadaan basah kuyup. Yang ada Om akan murka! "
Glek...
"Ba.. baik Nona.. "
"Ah... dasar manusia Bodoh ! "
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Vote ya Say😘