AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 45 Dasar aneh...


__ADS_3

Aiman duduk di kursi kerjanya menatap lekat dua anaknya yang duduk di depan dirinya.


Aiman menunggu apa yang akan dikatakan sang putri.


Sky hanya menunduk sambil meremas ujung kerudungnya, rasanya tenggorokannya kelu sulit untuk membuka suara. Fatih menggenggam tangan sang adik menyalurkan kekuatan pada sang adik.


Sky mendongkak memberanikan diri menatap sang Baba yang sendari tadi menunggu apa yang akan Sky ucapkan.


Tak pernah Sky berada disituasi yang membuat hatinya gelisah seperti itu, biasanya Sky paling jago mengatasi segala hal tapi masalah ini harus Sky bicarakan pada sang Baba, karna Sky takut dirinya salah melangkah.


"Ba.. baba,,, "


Aiman menyerngit mendengar nada gugup sang putri, Aiman memicingkan matanya membuat Sky salah tingkah ditatap intens oleh sang Baba.


"Sky... bingung! "


"Hemmz,,, "


Sky menghela nafas pelan membuang rasa gugupnya, dan berusaha bersikap tenang .


"Ada sebuah janji yang harus Sky tepati, tapi Sky ragu untuk melangkah.. "


"Maka diamlah dalam belenggu itu! "


Deg...


Sky terhenyak menyadari sesuatu seketika bibirnya tersenyum tipis sambil menatap binar sang Baba, seakan Sky menemukan jawaban atas keraguan hatinya.


"Apa Baba mengijinkan Sky terbang jauh! "


"Lakukanlah, Baba tidak akan pernah melarang, terbanglah jauh semampuh Adek bisa.Tapi jika adek tak bisa dan malah membuat adek terus terbelenggu dalam ketakutan maka diamlah dalam belenggu itu ! "


"Baba... "


Potong Fatih tak terima dengan jawaban sang Baba, bagaimana mungkin sang baba berkata seperti itu, itu sama saja membahayakan diri sang adik.


Kemungkinan ada dua, satu Keberhasilan dua Keterpurukan, Fatih tidak mau kalau sang adik gagal dan malah semakin membuat mental sang adik terganggu.


"Bang, Baba benar,,, "


Ucap Sky mencegah sang abang yang ingin protes lagi.


"Tapi dek, Baba tak bisa melepas adek begitu saja. Abang faham apa maksud perkataan Baba, Artinya Adek harus hidup dan berjuang di Negri orang sendirian tampa abang atau bantuan Baba.Abang tak setuju kalau begitu. "


Kesal Fatih menatap tajam sang adik, Fatih pikir sang Baba akan mengijinkan dengan pengawalan ketat seperti biasa sang Baba lakukan tapi ini membiarkan sang adik berjuang sendiri bahkan Fatih sendiri tak bisa membantunya.


"Bang, adek tau seberapa besar kecemasan dan kewatir abang, tapi percayalah adek bisa melewati semuanya seyakin baba melepas adek. Percayalah,,,, ada Allah yang senantiasa menjaga dan melindungi adek, adek cuma butuh do'a abang supaya adek bisa keluar dari belenggu itu.Adek bukan pengecutt.. "

__ADS_1


Tegas Sky diakhiri dengan lilir memegang tangan sang abang, meyakinkan. Fatih menghembuskan nafas kasar melihat sorot mata penuh permohonan .


Jika begitu Fatih tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Fatih hanya tak ingin adik tersayangnya terluka.


"Maka berjanjilah kalau adek tidak akan terluka. "


Grep....


Sky langsung memeluk sang abang dengan mata berkaca-kaca, bahagianya Sky mempunyai abang yang begitu peduli dan menyayanginya.


Aiman yang melihat interaksi putra putrinya hanya tersenyum.


Keras kepala dan keyakinan adek sama persis seperti Ummah,baba semakin yakin kalau adek bisa melewati semuanya. Maafkan baba, Baba hanya tidak mau adek mengalami hal seperti apa yang Ummah alami. Semoga Panji bisa mengeluarkan adek dari belenggu itu,biarkan Baba sedikit egois .Baba ingin adek kembali pada dunia adek tampa rasa takut sedikitpun.


Batin Amina tercubit, Aiman tau apa yang sang putri alami dan rasakan. Putri yang selalu ceria, diluar rumah atau didalam rumah kini keceriaan itu seolah dirampas oleh keadaan.


Sky yang dingin, cuek tak tersentuh membuat semua orang segan padanya.Tapi yakinlah dibalik itu semua ada kesakitan yang membuat Sky seperti itu.


Sky baik, Sky penolong, Sky penyayang,dan Sky ramah pada siapapun tapi Sky sekarang menjelma menjadi Sky yang dingin dan cuek pada orang lain.


"Ba, bagaimana dengan Ummah! "


"Kemarilah.. "


Ucap Aiman lembut sambil merentangkan tangannya. Sky langsung berdiri dan berhambur kedalam pelukan sang Baba.


Aiman mengecup puncak kepala sang putri menyalurkan kasih sayang yang tiada henti.


"Biar baba yang bicara sama Ummah, kembalilah kekamar. Masih ada yang harus baba bicarakan sama abang. "


Cup..


"Terimakasih, Sky sayang Baba. "


Ucap Sky sambil mengecup pipi kanan sang Baba lalu melangkah keluar meninghalkan sang baba dan sang abang.


"Ba, apa baba yakin! "


Ucap Fatih serius ketika sang adik sudah benar-benar keluar.Aiman menatap sang putra sambil menghembuskan nafas kasar.


"Dua manusia yang mempunyai permasalahan sangat menyakitkan, baba yakin mereka berdua bisa saling menguatkan! "


"Apa maksud baba! "


"Panji Sky Al-fatih laki-laki jenius mempunyai keyakinan kuat, tegas dan berwibawa.Panji sedang berada dalam pase keterpurukan ditinggal oleh orang-orang tercintanya. Baba yakin sikap lemah lembut, penyayang dan keras kepala adikmu bisa membuat Panji keluar dari dunianya. "


Fatih mencerna apa yang sang baba ucapkan mencoba mengerti kemana arah pembicaraan dan tujuan sang baba.

__ADS_1


"Apa abang tidak ingat, bagaimana Sky kecil mengidolakan sang raja bisnis hingga Sky berani terluka hanya ingin mendapat tanda tangan Panji. Dan ada janji yang pernah Sky ucapkan ketika sikutnya terluka . "


Deg....


Seketika Fatih melotot mengingat kejadian itu,dimana sang adik merengek meminta Fatih untuk mengantarnya kekantor Panji, waktu itu usia Sky sepuluh tahun sedangkan Fatih sendiri baru menginjak tiga belas tahun.


"It.. itu.. "


"Adik mu tidak akan pernah mengingkari janji yang sudah dia ucapkan, Biarkanlah Takdir yang menuntun jalan mereka berdua. "


Puk.. puk...


Ucap Aiman tegas sambil menepuk pundak sang putra, Fatih hanya diam saja mencerna semua kejadian.


"Jangan terlalu mikirin adek, bagaimana masalah dengan Serra.


"Hah.. "


Aiman tersenyum melihat keterkejutan sang putra, dengan santai Aiman meninggalkan sang putra dalam keadaan melotot menatap dirinya.


"Ta.. tadi baba bilang apa! ak.. aku yakin tidak salah dengar. Ba.. bagaimana Baba tau, kalau aku dan Ser...Sky,,,, "


Ucap Fatih berteriak diakhir kalimatnya sambil tupilnya melebar. Fatih langsung berlari menaiki langsung dua anak tangga menuju kamar sang adik.


Brak...


Fatih mendorong kasar pintu kamar sang adik membuat Sky yang sedang memegang buku terjatuh saking terkejutnya melihat sang abang tiba-tiba masuk tampa mengucap salam.


"Ab.. "


"Apa yang adek katakan pada Baba! "


potong Fatih cepat membuat Sky langsung mengaga melihat wajah kesal sang abang.


"Gak bilang apa-apa ! emang baba bilang apa? "


Balik tanya Sky sambil menautkan kedua alisnya bingung.Fatih langsung memicingkan kedua matanya mencari kebohongan diwajah datar sang adik yang masih menautkan kedua alisnya.


Fatih mendengus ketika tak menemukan kebohongan dari mata sang adik.


"Hey... abang belum menjawab pertanyaan adek... "


Teriak Sky kesal melihat sang abang pergi begitu saja tampa berkata apa-apa.


"Dasar aneh... "


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2