AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 33 JANGAN MUNDUR !!


__ADS_3

"Ayo kita pulang.. "


Sky mengangguk dan pergi meninggalkan rumah sakit. Tadinya Sky ingin memberikan plasdisk itu pada paman Andre tapi Sky mengurungkan niatnya mendengar apa yang terjadi pada keluarga itu.


Benar-benar masalah rumit, pikir Sky yang dari tadi terus memikirkan siapa musuh keluarga Al-fatih.


Dari penyelidikan Sky dua bulan lalu, orang itu begitu dendam pada paman Andre tapi Sky belum mengetahiu apa akar permasalahannya.


"Jangan ikut campur, ingat apa yang dikatakan Abangmu! "


"Aku tau! "


Jawab Sky singkat membuat Serra menghela nafas pelan. Serra tau siapa wanita disampingnya itu.


"Apa kamu ada hubungan dengan bang Fatih ! "


"Ak.. aku! "


Sky menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sahabatnya,Sky menelisik membuat Serra salah tingkah. Sky tersenyum tipis bahkan Serrapun tak melihat senyuman itu.


"Aku menyetujuinya! "


"Tapi aku ragu! "


Deg...


Sky langsung menghentikan langkahnya lagi dan berbalik melihat sahabatnya masih berdiri di tempat yang sama. Perlahan Sky mendekat menatap kedalam bola mata sang sahabat.


"Berikan aku alasan yang kuat! "


"Tapi jangan kau bahas masalah asal usulmu."


Glek...


Serra menelan ludahnya kasar, padahal Serra mengiyahkan apa yang Sky katakan. Serra tahu diri,dirinya tak pantas bersanding dengan laki-laki yang begitu sempurna seperti Fatih.


Sky yang melihat Serra terdiam, Faham .Ketakutan apa yang ada di diri sahabatnya itu,tapi Sky tak suka.


"Serra kamu taukan, aku tak suka jika kamu terus merendah. Aku dan abang Fatih tidak pernah sekalipun memandang siapa kamu, dimana asal usulmu aku tak peduli dan aku yakin Ummah dan Baba juga begitu! jadi stop menilai dirimu rendah! "


"Tapi Fatih bisa mendapatkan yang lebih baik dariku! "


"Kamu tau ! aku tak pernah melihat cinta dimata abang kecuali hanya untukku dan Ummah. Tapi aku melihat cinta lain di mata abang ketika dia menatap kamu. Aku tau seperti apa abangku, laki-laki dingin dan cuek yang selalu sibuk dalam penelitiannya. Jadi aku mohon jangan kecewakan dia! "


"Ta.. tapi ak.. aku ragu. "


Ucap Serra bingung dengan dilema hatinya, Serra sadar diri siapa dia sebenarnya. Kalau bukan keluarga Mahmued yang membesarkannya ketika dirinya terlunta-luna dijalanan.


Serra masih ingat ketika dia kelaparan dijalan ada dua mobil yang berhenti di depan matanya. Keluar wanita cantik yang memberinya makanan dan membawanya pergi jauh dari hidup keras dan menjadikan Serra seperti sekarang.


" Baiklah kalau begitu! aku tidak memaksa. Lusa aku dan abang akan kembali ke-Turki, semoga kamu betah disini dan bisa mencari siapa kedua orang tuamu "


Ada rasa tak rela dihati Serra melepas Fatih, tapi Serra juga tak bisa menerima Fatih kedalam hidupnya yang tak tau asal usulnya.


Sky dan Serra melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Qolayuby.


Ha.. ha...


Suara tawa menggema di sebuah ruangan, tawa yang jarang keluar kecuali bersama keluarganya.


Fatih tak henti-hentinya mengerjai keponakannya yang sedang Rara gendong. Membuat Rara mendengus kesal kakak sepupuhnya malah membuat putranya menangis.


"Kalian jika bertemu selalu saja begitu, sini biar Andrian Mamah yang gendong "


Ucap Mamah Mona tiba-tiba datang sambil meletakan cemilan diatas meja, dan langsung membawa cucunya kekamar untuk ditidurkan.

__ADS_1


"Ah.. kakak jail.. "


Rengek Rara karna Fatih mencoelkan krim pada hidungnya.


"Lucu kaya badut ha.. ha.. "


"Awas ya Rara balas... "


"Sini kalau berani.. "


Dengan kesal Rara mengejar kakak sepupuhnya yang terus berlari memutari kursi menghindar dari Rara.


Grep...


Rara berhasil menarik lengan kakak sepupuhnya dan berusaha mencoelkan krim pada muka Fatih, tapi sayang Fatih malah menghalanginya dengan tangan satunya membuat posisi mereka begitu intim.


"Assalamualaikum.. "


Deg...


Serra terdiam melihat adegan didepan matanya, entah kenapa membuat hati Serra sakit. Tak pernah sekalipun Serra melihat Fatih tersenyum pada orang lain dan bahkan mereka saling pegang tangan.


Serra tau Fatoh akan berubah jadi hangan ketika bersama keluarganya tapi Serra seakan lupa siapa wanita yang bersama Fatih.


Sky yang melihat Serra terdiam hanya tersenyum tipis dan berjalan menghampiri sang abang dan adik sepupuhnya membiarkan Serra dengan pikirannya sendiri.


"Wah.. wah... main tak ajak Sky.. "


"Kak Sky... "


Teriak Rara girang langsung melepaskan tangannya yang menggenggam tangan sang Kakak.


Bruk...


"Rara kangen.. "


Kakak!


Batin Serra mencerna apa yang wanita itu katakan, siapa sebenarnya wanita itu! matanya begitu mirim dengan tante Mona.Tapi wajahnya seperti mirip dengan siapa ya!


"Serra sini, kenalkan ini Rara putri tunggal Om Air dan Tante Mona "


Deg...


Seketika Serra terkejut menyadari sesuatu, kenapa aku bisa lupa kalau itu Rara, batin Serra merasa bersalah hampir berperasangka buruk.


"Pasti kak Serra ya, wah kakak makin cantik saja! "


Serra tersenyum kikuk mendengan celotehan Rara, Serra mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa lupa pada wajah Rara adik sepupuh Sky dan Fatih.


"Rara juga tak kalah cantik, apa lagi matanya Kakak suka "


Ucap Serra sedikit salah tingkah ketika matanya bersitatap dengan mata teduh Fatih.


Yang memang dari tadi Fatih memerhatikan wanita yang selama ini mengusik hatinya.Tak lama Fatih memutuskannya dan berjalan kearah sang adik.


"Gimana sudah di kasih! "


"Belum bang, tadi ada sedikit masalah. Mungkin besok! "


"Yasudah abang keatas dulu "


Ucap Fatih langsung meninggalkan ruang tamu menuju lantai dua.


Tinggalah tiga wanita cantik yang berbeda usia dan status.

__ADS_1


"Kak Serra sekarang yang jadi sekertaris Papah ya di kantor,terima kasih ya kakak sudah bantu Papah. "


"Sama-sama, itu sudah menjadi tugas Kakak."


Ucap singkat Serra sedikit tidak nyaman karna belum terbiasa dengan orang baru , berbeda dengan Sky.


Ketiga wanita itu terus berbincang tampa melihat waktu membuat Serra seketika melihat jam pergelangan tangannya.


"Sky, Rara sepertinya Kakak harus pulang ! "


"Biar aku antar, tadi kamu pergi aku jemput dan pulang juga harus aku anterin.. "


"Jangan ! aku naik taxi saja "


Tolak Serra halus membuat Sky mengerucutkan bibirnya.


" Pokonya aku antar atau diantar saja sama bodyguard ! "


"Rara setuju, kak Serra kalau gak mau kak Sky yang mengantar sama paman bodyguard aja! "


"Tap.. "


"Biar abang yang mengantarnya "


Deg...


Serra langsung menegang berbalik melihat Fatih menuruni anak tangga dengan pakaian santainya, tak lupa kaca mata hitam yang menghiasi hidung mancungnya.


"Ku tunggu di mobil "


"Sky.. "


"Jangan nolak, itu bang Fatih sendiri yang nawarin. Buruan nanti bang Fatih kelamaan nunggu. "


Serra menghela nafas kasar, dengan hati berdebar Serra mendekati mobil BMW hitam yang pintu mobilnya sudah terbuka sedangkan Fatih sudah duduk manis dikursi kemudi.


Dengan ragu Serra masuk duduk di samping Fatih.


Tampa bicara Fatih langsung menyalakan mobilnya kemudian meninggalkan pekarang rumah keluarga Qolayuby.


Disepanjang jalan dua inshan itu saling diam hingga mobilpun berhenti tepat di depan villa yang menjadi tempat Serra.


"Serra.. "


Serra memberhentikan tangannya ketika akan membuka pintu mobil.


"I.. iya.. "


"Kenapa tak pernah membalas semua pesanku! "


Hening....


Hening...


Serra hanya diam bingung harus berkata apa.Membuat Fatih menghela nafas pelan.


"Jika kamu tak suka, baiklah aku akan mundur. Bukan aku menyerah hanya saja aku tak mau kau terbebani dengan perasaanku "


Ada rasa sakit ketika Fatih mengatakan itu, kenapa Serra tak menyukainya.Hingga Serra kembali mengingat kebersamaan Fatih dan Rara membuat dada Serra semakin sesak padahal Rara kan cuma adik sepupuh.


"Semoga kamu bahagia nanti dengan pil... "


"Tidak! "


"Ku mohon, JANGAN MUNDUR !! "

__ADS_1


Deg...


Bersambung....


__ADS_2