
"Nak kamu kenapa? "
Tanya Sandi heran melihat gadis berhijab di depannya hanya bengong dengan tatapan kosong.
"Apa anda ayah dari kedua anak itu? "
"Hah.. maksudnya! "
"Photo di dompet anda! "
"Bukan ! saya pam.. "
Deg....
Seketika Sandi tercekat menyadari sesuatu, cairan bening lolos begitu saja dari pelupuk mata Sandi.
Bibir Sandi bergetar rasanya tenggorokannya kelu sulit untuk berkata, tangan Sandi telulur ingin menggapai wajah gadis berhijab itu tapi dengan cepat gadis berhijab itu mundur hingga tangan Sandi hanya menggapai angin.
"Ap.. apa kamu gadis kecil it.. itu.. "
Gadis berhijab itu mengangguk ragu membuat Sandi malah terisak, sungguh Allah maha baik mempertemukan dirinya dengan Fatimah dengan mudah.
"Fa.. fatimah.. "
Grep...
Lilir Sandi menarik gadis berhijab itu kedalam pelukannya. Gadis berhijab itu ingin memberontak tapi mengurungkan niatnya ketika mendengar suara Sandi yang membuat dadanya sesak.
"Ma.. maafkan Paman Fat.. fatimah.. paman sudah membuangmu ma.. maaf.Paman menyesal maafkan paman.. to.. tolong maafkan pa.. paman.. "
Lilir Sandi terisak memeluk erat gadis berhijab itu, rasa penyesalan kembali memberontak membuat Sandi bingung harus bagaimana menebus semua kesalahannya.
Rasa bersalahnya sungguh besar kata maaf tidak cukup mengembalikan kedua orang tua Fatimah dan Farhan kembali.
"Ma...maaf... "
Hanya kata itu yang terus terucap dari mulut Sandi membuat gadis berhijab itu hanya diam, bingung harus berbuat apa.
Marah, sedih, benci dan rindu menjadi satu membuat gadis itu hanya diam bingung harus berbuat apa semuanya bagaikan mimpi gadis itu bisa bertemu seseorang yang akan menjadi petunjuk dimana keluarganya berada.
Hening...
Hening...
Dua manusia berbeda jenis dan usia itu terdiam dengan pikirannya masing-masing,mereka sudah duduk di bangku taman terdekat.
Keduanya menatap lurus kedepan entah apa yang mereka lihat, dua manusia itu canggung dengan apa yang terjadi.
"Ma.. maafkan paman, Nak. "
Ucap Sandi kemudian memecah keheningan, gadis berhijab itu hanya diam menunggu apa yang akan di ucapkan lagi.
"Maafkan paman yang sudah membuangmu dan membunuh kedua orang tua kamu, sungguh itu sebuah kecelakaan. "
Gadis berhijab itu memejamkan kedua matanya ketika mengingat kecelakaan itu dimana membuat kedua orang tuanya meninggal.
__ADS_1
"Ka.. kamu boleh meng.. menghukum pam... "
"Sudahlah... apa kakakku masih hidup ! "
Potong Gadis berhijab itu dingin membuat Sandi menelan ludahnya kasar.
"Ka.. kakakmu sedang sa.. sakit.. d.. "
Glek...
Lagi-lagi Sandi menelan ludahnya kasar mendapat tatapan tajam dari gadis berhijab itu.
Tatapan itu sama seperti tatapan Farhan ketika sedang menahan amarah, membuat Sandi terus di landa bersalah.
" Cepat katakan dimana kakak saya. "
Ulang gadis berhijab itu penuh penekanan dengan dada bergemuruh menahan sesuatu yang menyesakan. Dari tadi hadis itu berusaha menahan tangis mendengar kedua orang tuanya memang dibunuh bersamaan sepangkal ingatan mulai muncul membuat gadis berhijab itu meremas dadanya kuat hingga kalung yang gadis itu pakai ikut teremas.
"Mari ikut saya.. "
Pasrah Sandi tidak mau membuat situasi jadi tegang, gadis berhijab itu mengikuti Sandi dari belakang menuju dimana mobil Sandi terparkir. Gadis berhijab itu menghentikan langkahnya ketika merasa ada bahaya yang sedang mengincarnya.
Grep...
Dengan repleks gadis berhijab itu menarik lengan Sandi menuju dimana mobil gadis hijab itu terparkir disana sudah ada beberapa bodyguard yang menunggunya.
"Masuk.. "
Ucap gadis berhijab dingin membuat Sandi langsung masuk tidak mau membantah walau merasa bingung.
Tanya Sandi ketika mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang.
" Tidak ada. "
Jawab ketus gadis berhijab itu membuat Sandi menghela nafas pelan, hati Sandi sudah bahagia bisa bertemu dengan Fatimah walau Sandi masih penasaran bagaimana Fatimah menjalani kehidupan dilihat dari penampilannya Fatimah tumbuh dengan baik dan sepertinya Fatimah juga menjadi gadis kuat.
"Emmmz... apa paman boleh menitip sesuatu? "
Tanya Sandi sedikit gugup,gadis berhijab itu begitu dingin membuat Sandi sedikit salah tingkah bingung harus memulai dari mana kesalahan Sandi terlalu besar membuat Sandi sulit untuk berkata.
"Jika Fa.. fatimah sudah ber..bertemu de..dengan Farhan tolong berikan ini padanya, Nak. "
Ucap Sandi lilir sambil memberikan sebuah berkas yang sempat Sandi ambil di dalam mobil pada gadis berhijab itu, gadis itu mengambilnya ragu dan menyimpannya kedalam tas.
"Bukannya anda juga akan bertemu dengannya !"
Sandi tersenyum mendengar apa yang gadis berhijab itu katakan, dadanya terasa sesak dan perih begitu banyak kesalahan Sandi kepada Farhan.
"Tidak ! Farhan begitu membenci saya ketika dia tau kebenarannya, dan mungkin kamu juga sama membenci saya karna sudah membuangmu. Paman minta ma.. maaf atas apa yang paman lakukan selama ini, paman menyesal.Jika Fa.. fatimah sudah bertemu dengan kakak, tolong sampaikan maaf paman pada nya dan bilang paman menyayanginya.. "
Ucap Sandi lilir sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong seakan sesuatu akan terjadi.
Bruk....
"Astagfirullah.. "
__ADS_1
Pekik gadis berhijab itu terkejut sambil melihat kebelakang ada tiga mobil yang mengikutinya.
Bruk...
Mobil jeef hitam terus menabrak mobil yang gadis berhijab itu tumpangi dan mobil satunya lagi memepet dari arah samping membuat bodyguard sulit bergerak.
"Nona tolong pakai sabuk pengaman "
Panik sang bodyguard berusaha lolos dari hempitan dua mobil di sisi kanan dan kiki sedang kan satu mobil lagi terus menghantam bagian belakang membuat mobil yang gadis berhijab itu sesekali oleng dan sialnya dua mobil bodyguar yang mengawal juga sedang diserang hingga sulit bagi mereka menyelamatkan nona nya.
Gadis berhijab itu tidak henti-hentinya berdoa, baru saja hatinya bahagia akan bertemu dengan sang kakak yang ternyata masih hidup tetapi sekarang nyawa dirinya dalam bahaya.
"Nona tolong beritahu nona Muda,,,"
Teriak bodyguar sambil berusaha mempertahankan mobilnya yang terus di hempit, gadis berhijab itu segera menelepon nona Muda.
Bruk...
Ponsel yang gadis berhijab itu pegang terjatuh karna tabrakan keras mobil yang ada dibelakangnya.
Bruk...
Mobil gadis berhijab itu oleng membuat bodyguard berusaha menyeimbangkan lajunya tapi sayang sang bodyguar tidak menyadari mobil satunya menghantam dari samping
Bruk....
Mobil gadis berhijab itu terpelanting melewati pembatas jalan membuat gadis berhijab itu menjerit sambil memejamkan kedua matanya tapi gadis berhijab itu tidak merasakan apa-apa menimpanya, perlahan mata itu terbuka seketika tupilnya melebar melihat Sandi berusaha melindungi dirinya supaya tidak terkena serpihan kaca.
"Apa yang paman lakukan,,, "
Teriak gadis berhijab itu panik tubuhnya di kungkung oleh Sandi berusaha menahan serpihan kaca supaya tidak menggores sedikitpun pada Gadis berhijab itu.
Sandi menarik gadis berhijab itu kedalam pelukannya ketika mobil yang dia tumpangi terus terguling.
"Paman kau bisa mati,, "
Berontak gadis berhijab itu kepalanya sakit terbentur jok karna terus memberontak membuat Sandi sulit untuk menghentikan gerakan gadis berhijab itu.
"Walaupun paman tidak mendapat maaf dari Farhan setidaknya paman menebus kesalahan paman berusaha melindungi ka.. kamu uhuk.. "
Ucap Sandi tersedat-sedat sambil memuntahkan darah mengenai hijab gadis itu.
Bodyguar berusaha mengendalikan kesadarannya berusaha keluar dari hempitan stir mobil, pikiran bodyguar hanya tertuju pada gadis berhijab di belakangnya takut terjadi apa-apa tapi sayang sang bodyguard tidak kuat menahan rasa sakit kakinya yang terhempit dengan beberapa serpihan kaca menggores wajahnya begitupun tangan nya hingga kesadaran bodyguar mulai menghilang.
Sedangkan Gadis berhijab itu menangis berusaha menyadarkan Sandi yang mulai hilang kesadarannya.
"Hiks... hiks... pa.. paman bangun... "
Teriak Gadis itu berusaha keluar jantungnya berdebar melihat orang berpakain serba hitam mengarahkan pistol, satu pelurus melesat maka mobil itu akan meledak.
Gadis itu terus berusaha keluar hingga..
Dor.. dor...
Duarrrrr....
__ADS_1
Bersambung.....