
Assalamualaikum teman-teman...
Apa kabarnya???
Semoga baik-baik saja ya.
Author mau kasih tahu Suami gagahku berganti judul jadi Gadis dingin ya. Isi ceritanya juga sama Author ganti.
Semoga kalian gak marah dan kecewa ya...
Penasaran??
Yuk baca cuplikannya....
Seorang gadis membawa moge alias motor gede dengan kecepatan tinggi membuat siapa saja yang melihat pasti menyangga dia pembalap ahli. Banyak kendaraan hampir bertabrakan gara-gara aksinya, terkadang gadis itu sering di kejar-kejar polisi tapi tak pernah satu kali pun tertangkap membuat para polisi penasaraan siapa yang mengemudikaannya.
Gadis itu memarkirkan mogenya di halaman kampus, gadis itu membiarkan rambutnya tergeray, jaket kulit yang dia pegang berikut tas ransel di punggungnya. Siapa saja akan terpana melihat gayanya, hidung mancung, alis tebal, bulu mata hezel, dan bola mata bulat coklat. Gadis itu terus berjalan menelusuri kolidor banyak mahasiswa laki-laki yang berjajar disitu apalagi kolidor itu dekat dengan lapangan basket.
“Wow ..., buset deh itu cewe, ”
“Cantik, tapi sayang sangar.”
“Jutek amat, ”
“Senyum sedikit dong? ”
Ocehan para lelaki tak pernah Queen anggap, dia menulikan telinganya rapat-rapat. Terus saja berjalan hingga sampai di kelas. Seperti biasa dia akan duduk dibanggku paling pojok.Tidak banyak orang yang ada di dalam kelas itu, baru sebagiaan. Queen langsung duduk dan membuka tas ranselnya mengeluarkan buku yang bertulisan Aurosa, tangan mungilnya menggoreskan apa yang ada di hatinya.
Selamat pagi wahai hari ini, bolehkah aku memohon jika engkau mengizinkan. Izinkan waktu ini tetep di pagi hari memberiku tenang dan nyaman tidak ada siang yang panas menusuk kedalam hatiku yang rapuh ini.
Queen menghentikan tulisannya ketika banyak siswa yang masuk berbondong-bondong menandakan jam masuk belajar.Queen pun langsung memasukan bukunya itu ke dalam tas ranselnya dan menggantikan dengan buku yang lain. Tidak lama dosen masuk, seketika ruangan langsung hening. Tak ada yang bersuara sedikit pun, belajar pun di mulai.
__ADS_1
“Selamat pagi semua ..., “ sapa Dosen
“Pagi pak, ” jawab serempak mahasiswa terkecuali Queen, dia hanya diam tak mengucapkan sepatah kata pun.
“Sebelum melanjutkan, seperti biasa saya akan mengabsen dulu, ”
“Nindi Aulia, ”
“Ada,”
“Rafka Fatur,”
“Ada,”
“Dinda Anjani, ”
“Ada, ”
“Queen Aurora,”
“Queen Aurora, “ panggil dosen kembali.
“Woy, jawab dong jangan diam!!! ”
“Bisu loe,”
“Dasar cewe aneh, ”
Teriakan mahasiswa, tak sedikit pun membuat Queen membalas. Queen hanya diam dan mengangkat kepalanya yang tadi menunduk.
“Ada,“ jawab Queen dingin
__ADS_1
“Jawab ke dari tadi! ”
“Dasar cewe, Es, ”
“Sudah-sudah, diam!!! ” sentak Dosen, seketika ruangan menjadi hening kembali. Tak lama belajar pun di mulai.
Sudah satu jam setengah pelajaran pun di hentikan. Tibalah waktu istirahat semua anak-anak keluar, tinggallah Queen baru beranjak keluar.
Queen selalu keluar terkhir karena dia tak mau berdesak-desakan. Dengan santai Queen berjalan dengan hedset menutup telinganga. Queen berjalan melewati lapangan basket, banyak teriakan mahasiswi melihat idolanya bermain.
"Dasar cewe, centil! “
Batin Queen melirik sekilas kearah lapangan, hingga bola menggelindir kearah kakinya membuat Queen berhenti.
“Hey, lempar bolanya? ”
“Lempar, ...”
“Cewe aneh, woy ...”
“Tuli ya loe?”
Queen melirik sekilas ke arak mereka yang meneriakinya dia menaikan kedua bahunya acuh, bukannya melemparkan bolanya kembali melainkan Queen berjalan melewati bola itu cuek.
“Itu cewe cari mati! ”
“Mampus tuh cewe,“
Queen tidak menghiraukan teriakan yang ada dilapangan membuat seseorang geram dan berjalan kearahnya.
__ADS_1
.
Jangan lipa Like dan Vote ya Say...