AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 117 Amarah Cinta


__ADS_3

Semua orang sudah memasuki kamar masing-masing begitupun dengan Panji dan Sky, tetapi Panji merasa heran dengan sikap sang istri yang seperti menyembunyikan sesuatu.


Sky seakan nampak acuh dan condong banyak diam. Dengan santai Sky mengganti baju di hadapan sang suami dengan bibir yang masih rapat, membuat Panji benar-benar merasa heran.


Sky memang suadah biasa berpakain seksi di depan suaminya, tetapi ada yang berbeda. Tidak ada senyuam manis yang selalu Sky berikan pada Panji, bahkan Sky merangkak naik keatas ranjang tanpa mengucap kata selamat malam atau mengajak sang suami untuk segera tidur. Yang paling membuat Panji benar-benar heran karena sang istri tidak biasanya langsung tidur sebelum membaca al-quraan dulu, satu lembar atau dua lembar, bahkan wudhu pun, tidak.


"Dasar menyebalkan!"


Gerutu Sky ketika Panji nampak acuh masuk ke kamar mandi, dengan kasar Sky menarik selimut guna menutupi seluruh tubuhnya dan berbalik memunggungi tempat kosong.


Apa Mas Panji masih mencintai kak Amira? kenapa dia masih memanggilnya calon istri, walau sudah pergi. Tepat di depan mataku sendiri, apa Sky memang tidak berarti.


Batin Sky sakit, mengingat sebegitu marahnya sang suami pada kak Farhan. Yang paling mengusik hati Sky, ketika suaminya masih memanggil wanita lain calon istrinya, walau wanita itu sudah pergi.


Tak, bisakah Panji melupakan orang yang sudah pergi. Apa lagi masih memanggilnya calon istri.


Egois kah Sky, jika marah. Pantas kah Sky, jika cemburu pada orang yang sudah pergi.


Sky tidak tahu, yang tahu hanya hatinya yang sekarang kembali merasa dilema dengan perasaan sang suami. Bahkan air mata Sky sudah tak bisa di cegah lagi, sendari tadi sudah keluar menodai pipinya.


Panji yang baru keluar dari kamar mandi terkejut mendapati sang istri yang tidak biasanya memakai selimut apa lagi sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Apa lagi selimut itu terguncang, membuat Panji yakin, kalau sang istri tidak sedang baik-baik saja.


"Sayang, kamu kenapa? "


Sky mengeratkan selimutnya ketika merasa sang suami mendekatinya, dan semakin mencengkram selimut ketika sang suami akan membukanya.


"Ada apa? apa ada yang mengganggu pikiran, kamu? "


Ucap Panji lembut sambil mengelus rambut sang istri yang terlihat. Sky tetap bungkam sambil menggigit bibir bawahnya supaya isakannya tidak terdengar.


"Sayang, buka selimutnya. Kamu kenapa?"


"Jangan begini, kalau ada masalah ceritakan? "


"Apa kamu marah padaku, jika iya. Aku minta maaf, sekarang buka selimutnya? "


Panji terus saja berusaha membujuk sang istri supaya mau membuka selimutnya. Tetapi, tetap saja Sky masih kukuh dengan pendiriannya. Sky hanya kesal, marah dan malu menjadi satu, membuat Sky nampak cengeng di buatnya.

__ADS_1


Prang ...


Panji membanting gelas yang ada di atas meja, hingga pecah. Untung saja semua kamar di villa itu kedap suara termasuk kamar Panji. Jadi Panji tidak takut mengganggu tidur yang lain. Jika sang istri selalu membangunkan dirinya dengan membanting buku, maka Panji ingin sang istri membuka selimutnya dengan membanting gelas.


Dan benar saja, sang istri langsung membuka selimutnya cepat dengan suara istigfar terucap di bibirnya.


Deg...


Panji tertegun ketika melihat mata sembab sang istri, dengan hidung memerah. Dadanya naik turun, mungkin karena terkejut atau karena sesak hidungnya tersumbat karena tangis.


"Sayang, kamu kenapa? "


Panik Panji langsung mendekat, membuat Sky langsung tersadar kalau itu pancingan sang suami supaya dirinya membuka selimut.


Sky langsung membaringkan tubuhnya lagi, tapi dengan cepat Panji menarik tangannya. Panji memeluk erat sang istri yang memberontak sambil memukul-mukul dadanya. Mendengar tangisan sang istri membuat hati Panji terasa tercubit, walau Panji tidak tahu apa penyebab yang membuat sang istri menangis.


"Kamu kenapa? "


"Jahat ... jahat ...,"


Panji mengerutkan kening bingung mendengar ucapan tersendat-sendat sang istri yang mengatainya jahat.


Panji melerai pelukannya ketika sang istri mulai tenang. Panji menangkup wajah sang istri dengan mata sembab, isakan kecil masih terdengar dengan hidung yang kembang kempis lucu. Panji menghapus sisa air mata sang istri dengan ibu jarinya lembut, menatap sang istri penuh tanda tanya dan cinta menjadi satu.


Hening...


Hening....


Sang istri hanya diam tidak menjawab pertanyaan sang suami, Sky juga bingung kenapa dirinya selemah ini hanya karena tidak suka sang suami menyebut orang lain calon istri, apa lagi orangnya sudah pergi.


"Hay, kenapa diam. Mas tidak tahu apa kesalahan mas dan mas juga tidak ingat apa mas melakukan kesalahan atau tidak. Bicara dan jelaskan supaya mas bisa tahu dan mengerti dimana letak kesalahan, Mas? "


"Apa ... apa mas, masih mengharapkan kak Amira ada? "


Deg...


Panji terhenyak mendengar ucapan sang istri, Panji menatap intens sang istri yang mempertanyakan pertanyaan yang tidak pernah Panji bayangkan ada di dalam kepala sang istri.


"Kenapa bertanya seperti itu!"

__ADS_1


Bingung Panji yang tidak mengerti dengan pertanyaan sang istri, kenapa mempertanyaakan seseorang yang tidak akan pernah kembali sama sekali.


"Jadi mas memang menginginkannya kembali,... "


Lilir Sky menunduk sambil menjauhkan tangan sang suami dari wajahnya, tetapi Panji menahannya.


"Mas benar-benar tidak mengerti! kenapa sayang bertanya seperti itu. Mas memang marah, kehilangan dan sedih. Mas juga menginginkan Amira kembali, untuk melanjutkan impian yang sempat tertunda."


"Tuh, be... "


"Sttt, jangan potong ucapan, Mas. Tapi, itu dulu, dulu sebelum mas terikat dengan kamu. Sayang memang benar, kita bertemu tanpa sengaja dan menikah pun tanpa sengaja. Tetapi, apa sayang lupa! bukankah di dunia ini tidak ada kata tanpa sengaja. Semuanya sudah di garis takdirikan oleh Allah, kematian Amira, pertemuan kita sampai pernikahan kita. Sayang yang mengajarkan mas ikhlas, ikhlas melepas Amira dan mas ikhlas menjalani pernikahan ini sampai Allah titipkan kembali rasa cinta yang berbeda yang dulu tidak ada ketika mas bersama Amira. Dengan kamu, mas tahu apa arti cinta sesungguhnya. Cinta yang membuat kita damai, tentram, nyaman, melindungi, dan menyayangi semuanya sudah sayang berikan pada mas, lalu bagaimana mas tidak jatuh cinta pada kamu. Cinta sayang memberi mas kedamaian, ketentraman, lindungi dan terutama ikhlas. Jadi tidak ada alasan mas tidak mencintai sayang."


"Terus kenapa mas masih bilang, kak Amira calon istri mas. Kak Amira kan sudah tidak ada! "


"Kapan? "


"Pas marahin kak Farhan! "


Deg ...


Panji tertegun mendengar jawaban sang istri yang tanpa Panji sadari. Jadi itu yang membuat kamu menangis, sayang. Sampai kamu marah dan tak mau berbicara, batin Panji tersenyum menatap sang istri. Senyuman Panji justru membuat Sky semakin meradang membenarkan kalau suami masih mencintai kak Amira.


"Tuh kan, mas tersenyum. Berarti be..., "


"Kamu cemburu? "


"Mana ada! "


"Tadi mas lagi marah, jadi tak sengaja bilang begitu. "


"Marah! Amarah Cinta gitu, masih tak terima kak Amira pergi."


"Bukan gitu sayang, mas kan tak sengaja. Mungkin, kejadian ini juga sudah takdiri-Nya! mas minta maaf, "


"Hah! takdir! itu Bukan salah Tuhan tapi salah mas sendiri."


"Ya ampun, sayang. Gemes deh, "


"Idih..., "

__ADS_1


Cup...


Babay semuanyaaaaaa hi.. hi... hi...


__ADS_2