
Perbincangan tadi sore dengan Sarah membuat Farhan mengurung diri dikamar, entah apa alasan Sarah menolaknya,kenapa Sarah tidak memberi tahu apa-apa, pikir Farhan bingung.
Farhan sibuk dengan lamunannya sendiri bahkan ketukan pintu Farhan biarkan.
Heri menghela nafas menahan amarah sulit sekali membujuk Farhan jika bukan titah Tuannya menjaga Farhan Heri tidak akan melakukan itu.
"Bo.. bos kita diserang... "
"Sit... "
Umpat Heri terkejut mendengar ucapan anak buahnya.
"Jaga ketat jangan sampai musuh membawa Farhan. "
Dengan cepat Heri melesat melihat keadaan di lantai bawah, matanya melebar melihat beberapa anak buahnya tumbang, ternyata musuh mengunakan cara licik menggunakan strum dan sebuah serbuk untuk melumpuhkan anak buahnya.
Darah Heri mendidih melihat itu semua dengan cepat Heri melompat.
Bug...
Tinjuan mendarat cantik di rahang musuk membuat musuh mengerang kesakitan.
Melihat bosnya kesakitan beberapa anak buah menyerang Heri. Heri mencoba menghindar dari pukulan lima muruh yang mencoba berusaha melumpuhkannya
Bug...
Satu bogeman mendarat di pipi Heri membuat Heri di buat mundur.
Jumlah musuh terlalu banyak dan anak buahku sebagian pingsan, aku harus menyelamatkan Farhan aku yakin target mereka Farhan
Batin Heri mengisyaratkan pada beberapa nak buahnya untuk menghadang musuh, hingga pertarunganpun berlanjut. Heri berlari kelantai atas.
Brak...
Heri mendobrak pintu kamar Farhan membuat Farhan terlonjat kaget dari lamunannya.
"Ap.. apa-apaan kalian.. "
"Cepat ikut kami, kita diserang... "
Ucap Heri panik menarik lengan Farhan menuju balkon di ikuti dua anak buah Heri. Farhan yang masih bingung belum sadar dengan apa yang terjadi hanya diam tidak mau turun lewat kain yang sudah Heri rentangkan.
"Cepat bodoh nyawamu dalam bahaya.. "
Bentak Heri kesal membuat Farhan langsung turun di ikuti Heri dan kedua anak buahnya.
"Sitt.. mereka kabur,,, "
Heri berlari menuju mobil ketika musuh menyadari kepergiannya.
Dor...
Dor...
"Awsss... "
Teriak Heri kesakitan ketika kakinya tertembak membuat Farhan membelalakan matanya terkejut begitupun kedua anak buah Heri.
"Farhan cepat pergi sialan,,, pergi,,, "
__ADS_1
Bentak Heri membuat Farhan bingung harus bagaimana,sedangkan dua anak buah Heri menyerang menghalangi para musuh mendekati sang Bos dan Tuan muda Farhan.
"Cepat sialan,,, "
Farhan terpaksa pergi menggunakan mobil Sport milik Heri dengan Heri menghela nafas kasar semoga Farhan bisa kabur.
"Bos target kabur,,, "
Ucap salah satu musuh membuat Heri kelabakan, jangan sampai musuh mendapatkan Farhan, dengan sisa tenaganya Heri mengeluarkan pistol yang ada di belakang punggungnya.
Dor.. dor... dor...
"Oh sitt.... "
Umpat Heri ketika tiga mobil sudah melesat mengejar Farhan sedangkan beberapa musuh yang kena tembakan Heri menggeram sakit, Heri berusaha menyeret kakinya yang tertembak bersembunyi karna masih ada beberapa musuh yang masih bertarung dengan anak buahnya.
Sebelum kesadaran Heri menghilang Heri mengirim pesan pada Tuannya.
Bruk...
Tubuh Heri ambruk tersungkur ketanah karna banyak darah yang keluar membuat tubuhnya lemah, tapi sekuat tenaga Heri bersembunyi di belakang taman rumah jangan sampai musuh menemukannya.
Sedangkan Farhan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh di mana tiga mobil mengejarnya.
Dalam kebingungan Farhan membelokan mobilnya kejalan sepi, rasa panik terus menggerogoti Farhan membuat Farhan tidak bisa berpikir jernik, kejadian itu secara tiba-tiba.
Brak...
Mobil Farhan oleng ketika musuh menabrak belakang mobilnya, karna keadaan Farhan belum pulih membuat Farhan sulit mengendalikan mobilnya yang sudah di hempit apalagi punggung Farhan terasa mau patah kembali.
Cittt.... Farhan menginjak pedal rem membuat dua mobil saling bertabrakan tapi Farhan tidak menyadari kalau masih ada satu mobil lagi di belakangnya.
Brak...
"Awwss... mmz... "
Teriak Farhan kesakitan tapi suara jeritan itu hilang ketika musuh membekam mulut Farhan hingga tidak sadarkan diri.
"Cepat bawa dia.. "
Ucap ketua musuh yang berkepala botak membuat anak buahnya langsung mengangguk lalu menyeret Farhan masuk kedalam mobil.
"Tuan besar pasti senang misi kita berhasil.. ha.. ha.. "
Ucap orang berkepala botak sambil tertawa puas meninggalkan tempat kejadian.
...----...
"Oh sitt... "
Geram Kamal ketika mendapat pesan dari Heri kalau Farhan sedang di buru.
Dengan cepat Kamal Keluar dari ruangan pribadinya.
"Kalian ikut denganku dan yang lain jaga penghianat itu! "
Ucap Kamal dingin langsung berlari keluar markas di ikuti beberapa anak buahnya sisanya mereka tetap berjaga.
"Ada apa Bos, kenapa sepanik itu ? "
__ADS_1
Tanya salah satu anak buah Kamal yang sedang mengemudi.
"Tuan Muda Farhan dalam bahaya, Heri baru saja mengirim pesan .."
"Oh sitt... "
Ucap anak buah Kamal langsung menambah kecepatan lajunya, sedangkan Kamal melihat titik merah di layar ponselnya dimana keberadaan mobil Heri.
"Sepertinya tuan muda Farhan sudah tertangkap.. "
Ucap anak buah Kamal yang melihat sebuah mobil Sport merah dimana pintu mobilnya terbuka.
"Kita langsung ke kediaman markas Heri.. "
Tampa di perintah dua kali anak buah Kamal langsung menuju kesana, jangan ditanya anak buah Kamal mantan pembalap liar tidak butuh waktu lama baginya untuk sampai di markas Heri.
Kamal terkejut melihat keadaan markas sahabatnya yang sudah porak-poranda, beberapa anak buah Heri masih tidak sadarkan diri dan sebagian sedang membantu temannya yang lain yang mendapat luka-luka.
Tidak lama beberapa dokter datang langsung memeriksa keadaan anak buah Heri yang mendapat luka.
Kamal mencari keberadaan Heri tapi tidak ada,membuat Kamal sedikit cemas takut terjadi apa-apa pada sahabatnya.
"Bos, sahabat anda terluka parah.. "
Tampa berkata Kamal langsung berlari kelantai bawah hantinya tercubit melihat dua luka tembak di kaki Heri.
Tangan Kamal mengepal erat dengan rahang mengeras, matanya sudah memerah menahan amarah yang memuncak ke ubun-ubun.
Dret...
Ponsel Kamal berbunyi, Kamal memejamkan kedua matanya ketika tahu siapa yang menelepon. Mampus aku...
" Kenapa kalian bisa kecolongan hah... cari Farhan sampai dapat... "
Bentak Tuan besar membuat Kamal menghela nafas pelan, bagaimana menyampaikan pada Tuan besarnya.
"Dan kenapa ponsel Heri tidak bisa dihubungi... "
"Heri mendapat dua luka tembak dia tidak sadarkan diri. "
Hening....
Tuan besar terdiam mendengar apa yang Kamal ucapkan, matanya memerah menahan amarah.
"Ternyata mereka sungguh licik,sepertinya kita harus menyerang.. "
Ucap Tuan besar dingin sambil mematikan teleponnya, Kamal tersenyum seringai mendengar kata Serang, Kamal faham apa yang dimaksud tuan besarnya.
"Mereka sudah benar-benar berhasil membuat kucing betina menjadi macan jantan. "
Monolog Kalam sambil menatap penuh arti ponselnya.
Kamal berjalan kearah Heri dimana dokter sedang mengeluarkan peluruh yang ada di betis dan paha Heri.
"Kita pergi sebentar lagi kita akan bersenang-senang! "
Ucap Kamal dingin membuat anak buah Kamal mengangguk sedangkan anak buah Heri yang mendengar kata bersenang-senang bergidik ngeri mereka tau kata itu sebuah kode misi besar.
Bersambung.....
__ADS_1