AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
46 Bukan urusan ANDA,,,,


__ADS_3

Kehilangan orang yang dicinta memang sangat menyakitkan.


Mereka pergi meninggalkan luka yang yang sulit di sembuhkan.Bahkan semuanya merubah kehidupan seorang Panji Sky Al-fatih.


Tidak ada senyum kehidupan lagi di bibir Panji, hanya ada kedinginan yang menyelimuti hatinya.


Senyuman itu seakan dirampas paksa dari bibir Panji, bahkan tak sedikitpun bibir itu terbuka untuk sekedar terucap.


Hanya ada kebisuan dihari-hari yang Panji jalani setelah kepergian sang Papah. Bahkan Lailapun sulit untuk ditemukan membuat Panji hanya bisa mengamuk.


Panji selalu mengurung dirinya di dalam kamar, dan tak ada satupun orang yang berani mengganggu Panji. Bahkan Panji sudah tak peduli lagi dengan masalah perusahannya, yang ada didalam pikiran Panji hanya sang adik.


Rafli dibuat kelimpungan dengan masalah yang ada, ketidak hadiran Panji dikantor membuat Rafli keteteran apalagi perusahan-perusahan yang bekerja sama dengan S.A Compay kemungkinan besar membatalkan semua kerja sama kontrak.


Apalagi Rafli harus mengurus dua perusahan sekaligus, walau masih ada Sarah di M.A Guruf tetap saja membutuhkan Rafli untuk sebuah tanda tangan dan cap perusahan yang ada ditangan Rafli.


Sedangkan Sandi berusaha ingin menemui Panji untuk mencari jawaban yang selama itu berputar dikelapa Sandi, tapi sayang Sandi bukannya mendapat jawaban malah mendapat amukan dari Panji alhasil Sandi hanya bisa sabar menunggu hati Panji tenang. Karna Sandi yakin Panji mengetahui tentang pembunuhan itu dimana orang yang terakhir bersama Smit putra Sandi adalah Panji sendiri waktu itu Panji berumur Delapan tahun.


Tapi jika keadaan Panji seperti itu sulit bagi Sandi untuk mencari kebenarannya, siapa sebenarnya orang yang mengadu domba antara dirinya dan Andre! pikir Sandi.


Satu-satunya saksi tinggallah Panji tapi Sandi tidak mungkin memaksa Panji dalam keadaan seperti itu. Sandi faham apa yang dirasakan Panji karna Sandipun pernah berada di posisi itu.


Sedangkan Farhan terus kunsultasi akan ingatannya yang masih terputus-putus, Farhan berusaha mengingat apa yang terjadi pada kedua orang tuanya sambil terus mencari petunjuk dimana keberadaan sang adik.


Sekeras Farhan berusaha mengingat ingatannya kembali sebuah teror terus mengganggu Farhan membuat Farhan terus waspada dan hati-hati karna Farhan yakin bukan dirinya juga yang dalam bahaya tapi juga Panji adik sepupuhnya sebagai ancaan terbesar.


Karna Panji kunci terakhir saksi pembunuhan itu.


Dan apa kabar Laila! mengingat Laila membuat Farhan merasa bersalah akan apa yang pernah Farhan lakukan. Tampa sadar Farhan melukai sepupuhnya sendiri ! bagaimana reaksi Laila jika bertemu dan tau yang sebenarnya Laila pasti akan membenci Farhan. Mengingat itu membuat Farhan meneteskan air mata, bagaimana kalau sang adik dalam posisi seperti itu pasti hancur.


Farhan merutuki dirinya sendiri, tapi apalah daya nasi sudah jadi bubur kejadian itu tak bisa diulang kembali untuk sekedar mencegah.


Krukkk..


Perut Farhan berbunyi menandakan kalau Farhan merasa lapar.


"Sitt... "


Farhan mendengus kesal melihat tak ada satupun bahan makanan untuk dimasak didalam kulkas. Mau tak mau Farhan harus belanja, seperti seorang pencuri Farhan keluar dari apertemennya karna Farhan yakin dari kemaren ada orang yang mengawasi gerak geriknya.


Topi hitam, masker dan kaca mata hitam menghiasi hidung mancungnya, dengan perlahan Farhan melewati tangga darurat hingga sampai di lobi. Dengan mata tajam mengawasi area sekitar merasa aman Farhan langsung berlari menuju dimana mobilnya berada.


Farhan menghembusakan nafas kasar tetkala dirinya bisa keluar.


"Sebaiknya aku harus mencari tempat aman, siapa sebenarnya mereka! "


Monolog Farhan sambil pokus menyetir, Hingga Farhan memarkirkan mobilnya tepat di depan supermarket.

__ADS_1


Farhan dengan cepat mencari bahan-bahan yang diperlukan, tak lupa juga beberapa cemilan dan minuman untuk stok beberapa bulan kedepan.


"Sitt... "


Lagi-lagi Farhan mengupat ketika melihat di depan serbang sana ada dua laki-laki berpakain serba hitam mencurigakan sepertinya mencari dirinya.


Farhan berjongkok di depan sebuah mobil karna tidak mungkin bagi Farhan menuju mobilnya yang ada malah ketahuan.


"Maaf bisa anda minggir dari mobil saya "


Deg...


Farhan terlonjat kaget mendengar seorang gadis tiba-tiba menyuruhnya untuk pindah, Farhan hanya diam karna bingung apalagi banyak belanjaan yang Farhan beli tidak mungkin untuk berlari sambil membawa belanjaan sebanyak itu.


"Hey... apa and... "


Grep...


Belum selesai gadis itu bicara Farhan dengan cepat menarik gadis itu hingga ikut berjongkok.


"Ja.. "


"Sshtt.. " Farhan menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil gadis itu yang akan perotes dengan mata yang sudah melotot.


"Tolong , saya tidak bisa masuk kedalam mobil saya. Ada beberapa orang yang dari tadi mengikuti saya mereka disitu.. "


"Boleh saya ikut mobil anda, saya bersumpah bukan penjahat. "


Ucap Farhan cepat melihat gadis didepannya seakan tidak percaya pada dirinya apalagi Farhan dari tadi masih menggunakan kaca mata hitam dan maskernya.


"Ba.. baiklah.. "


Dengan cepat Farhan merangkak naik dibagian kursi penumpang sambil memasukan beberapa kantong belanjaannya.


Gadis itu sesekali melihat pada laki-laki dibelakang kursi kemudi lewat kaca spion, yang sedang menundukan kepalanya ketika melewati dua orang berpakain serba hitam tadi.


Huh...


Farhan membuang nafas kasar sambil membuka kaca mata dan maskernya sambil menyenderkan kepalanya di senderan jok Karna sudah merasa aman dari dua penguntitnya.


Gadis itu menghentikan mobilnya di dekat sebuah taman membuat Farhan menyerngit bingung.


"Tuan anda bisa keluar disini am... "


Deg....


Gadis itu tertegun melihat laki-laki ganteng yang sedang duduk dikursi belakang dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


Hidung mancung, alis tebal dan bibir merah seksi membuat siapa saja akan terpesona dengan ketampanannya.


"Bu.. bukankah dia CEO Smart Gruf.. "


Gumam gadis itu benar-benar terkejut laki-laki yang sedang tertidur itu memang CEO Smart Gruf perusahan yang sempat kerja sama dengan M.A Gruf.


"Emmmz... "


Gumam Farhan menggeliat sambil membuka kedua matanya seketika matanya melotot tak mendapati gadis yang sudah menolongnya didalam mobil.


Farhan langsung melebarkan penglihatannya keluar mencari gadis yang menolongnya hingga tatapan Farhan berhenti pada salah satu kursi dimana ada seorang gadis yang sedang duduk manis sambil menikmati Es krim yang ada ditangannya.


"Boleh ikut duduk.. "


"Hah.. "


Pekik gadis itu terkejut melihat Farhan sudah ada disampingnya.


"Bo.. boleh.. "


Gugup Gadis itu sambil menggeser duduknya memberikan tempat pada Farhan.


"Terimakasih sudah menolong saya.. "


"Sama-sama Tuan! "


"Farhan, kamu.. "


Ucap Farhan memperkenalkan diri membuat gadis itu malah menautkan kedua alisnya.


"Kenapa! ada yang salah dengan saya? "


Tanya Farhan karna merasa bingung gadis disampingnya malah menatap dirinya intent.


"Bukankah nama anda Smit, CEO perusahan Smart Guruf! "


Ucap Gadis itu bingung membuat Farhan gugup melihat tatapan gadis itu yang menguliti dirinya.


"Itu nama samaran saya, Farhan nama asli saya. "


"Oh. "


Farhan dibuat melogo gadis itu hanya bilang Oh dengan santainya dan begitu saja pergi.


"Hey mau kemana? "


"Bukan urusan ANDA,,, "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2