
"Hey.. makhluk apa kau,, kenapa ada dirumahku.. "
Bentakan Panji menggelegar di seluruh ruangan membuat Santi langsung menutup telinganya sambil tetap menahan nafas karna bau busuk cairan yang ada di wajahnya.
Sungguh Santi ingin pingsan tapi bentakan mulut bau busuk itu kembali memekik gendang telinganya.
"Apa kau tuli Hah.. kau makhluk dari mana ?? Bibi... bibi... cepat usir makhluk buruk rupa ini,,,, "
Bi Marni yang baru pulang dari pasar sambil membawa belanjaannya terkejut mendengar teriakan den Panji yang memanggilnya. Dengan cepat bi Marni masuk menuju dimana Panji berada.
"Ad.. ada apa Den.. "
"Bibi kenapa ada makhluk luar angkasa disini,,, "
Ucap Panji dingin membuat bi Marni menahan senyum sambil menunduk tak berani.
"An.. anu Tuan, Santi pembantu baru disini emang den Rafli tidak memberitahu Aden ! "
Jawab bi Marni bingung membuat Panji langsung melotot mendengar nama sahabatnya di sebut, berarti Rafli yang membawa mahkluk aneh itu kerumahnya.
"Bibi usir dia dari sini,,, "
"Tidak bisa... "
Teriak seseorang yang baru datang membuat tupil Panji melebar menatap tajam sahabatnya yang berjalan dengan santai kearahnya.
"Tidak bisa! apa kamu tidak kasihan sama bi Marni yang setiap hari ngurusin kamu dan rumah segede begini, biarkan Santi bekerja membantu bi Marni. "
Panji terdiam mendengar penjelasan sahabatnya, matanya melirik bi Marni yang masih menunduk.
Deg...
Panji tertegun melihat wajah keriput,walau masih terlihat cantik. Dengan tatapan teduh membuat hati Panji tercubit.
"Baiklah.. "
Ucap Panji pasrah dengan nada yang masih dingin, bi Marni bernafas lega dan menghampiri Santi yang terlihat menahan sesuatu.
"Santi apa kamu bai... bau apa ini Santi.. "
Ucap bi Marni langsung menutup hidungnya ketika akan menepuk pundak Santi membuat Rafli dan Panji menyerngit heran perasaan mereka tidak mencium bau apapun.
"Bau apa bibi?? "
Tanya Rafli aneh melihat bi Marni menutup hidungnya. Membuat Panji dan Rafli mendekat karna Santi hanya diam dengan tangan yang mengepal erat menahan bau dan amarah.
"Rafli menemukan dimana kau makhluk ini kenapa bau sekali.. "
Pekik Panji membuat Rafli langsung menutup hidungnya menatap tajam sahabatnya, Panji hanya acuh saja melihat tatapan sahabatnya yang menghunus dirinya.
"Santi kenapa badanmu bau, dan wajah kamu itu kenapa pada basah? "
"Hey.. makhluk aneh jawab! "
"In.. ini bau busuk air yang Tuan semburkan dari mulut Tu..tuan pada sa..saya.. "
"Apa!! "
Pekik Panji melotot mendengar jawaban polos pembantu barunya, begitupun Rafli dan bi Marni terkejut mendengar penuturan polos Santi.
"Ap.. apa tuan ti.. tidak gosok gigi se.. selama setahun.Ke..kenapa baunya bu..busuk sekali..."
__ADS_1
Huek.. huek...
Seloroh Santi polos sambil mual dengan cepat Santi berlari kearah wastafel dan memuntahkan isi perutnya.
Sedangkan Panji mengepalkan tangannya hingga tangan satunya yang masih memegang botol minum langsung kempes.
Matanya menatap tajam pembantu barunya yang berani mengatakan mulutnya bau.
"Kau... "
Bentak Panji karna Rafli menarik tangannya kasar menuju lantai atas.
Rafli yang melihat amarah Panji memuncak langsung menarik sahabatnya sebelum perang dimulai.
"Kenapa kau menarik tanganku.. "
Bentak Panji membuat Rafli langsung menutup hidungnya. Ternyata benar apa yang Santi katakan, baunya busuk batin Rafli kesal.
"Kenapa kau menutup mulut hah... "
"Mulutmu bau Panjiii,,,, "
Geram Rafli sambil mengertakan giginya nyaring membuat Panji langsung diam dan menguap kearah tangannya dan mencium bau mulutnya.
Huek.. huek...
Panji berlari sambil memuntahkan cairan kental di mulutnya.
Sial ternyata pembantu aneh itu benar, sitt mau ditaroh dimana mukaku. ah...
Jerit batin Panji kesal sambil mengosok gigi sepuluh kali dan berkumur-kumur memakai Listerine supaya mulutnya kembali wangi.
Ha.. ha...
Rafli yang melihat sahabatnya keluar hanya berdesih, dengan tatapan tajam.
"Kenapa mulutmu bisa bau busuk seperti itu? "
Tanya Rafli membuat Panji melotot .
"Kasihan sekali Santi baru satu hari bekerja sudah di sembur bau liur busuk.. "
"Kau,, "
"Apa ! memang benar kan, dimana Panji yang coll dan selalu wangi. Ck. memalukan.. "
Buk..
Panji membanting bantal kearah Rafli dengan cepat Rafli menghindar, tapi tidak sampai disitu Panji terus melemparkan apa saja ada didekatnya hingga dua peria tampan itu seperti anak kecil saling lempar dan saling memaki satu sama lain.
"Berengsek... kena kau.. "
"Hey... dasar bau, kau memalukan... "
"Tutup mulutmu... "
"Kau yang tutup mulut busukmu... "
"Kau.. "
"Apa.. "
__ADS_1
"Brengsekkk.... "
Kegaduhan didalam kamar sampai terdengar kelantai bawah membuat Santi dan bi Marni saling tatap.
"Apa kamu baik-baik saja Santi ?? "
"Alhamdulillah Bi, ada apa dengan Tuan Bi! "
Bingung Santi yang sudah memuntahkan isi perutnya karna mual mencium bau busuk liur Tuannya.
"Mungkin berantem lagi sama den Rafli.. "
"Kaya anak kecil.. "
"Wusss jangan begitu,yasudah kamu ganti baju dan istirahat nanti sore bantu bibi masak "
"Siap bi.. "
Jawab Santi lalu pamit kekamar, Santi langsung membersihkan badannya dan mencuci langsung baju dan kerudungnya yang terkena liur bau Panji.
Senyuman tipis terukir di bibir Santi mengingat kejadian beberapa menit lalu. Entah apa yang membuat Santi tersenyum hanya dia dan Tuhan yang tau.
Sudah selesai membersihkan badannya Santi langsung sholat dhuhur tak lupa Santi mengunci pintu kamarnya karna takut sewaktu-waktu bi Marni masuk dan mengetahui penyamarannya.
Santi mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
"Apa kau sudah menemukan orang itu!! "
"..............."
"Baik, tapi ingat kalain harus hati-hati lawan kalain cukup kuat. "
".............."
"Iya, jangan lupa terus pantau pergerakan musuh dan lindungi keluarga Al-fatih. "
".........."
Tut...
Santi langsung mematikan panggilannya dan menatap misterius kedepan.
Jika keadaan Panji tidak baik-baik saja, terus siapa orang yang menjaga Rafli, Farhan dan Sandi. Apa orang itu pihak Al-fatih !! tidak mungkin kalau Panji, dirinya sendiri seperti berandalan tak bisa mengurus dirinya sendiri.Apa masih ada lagi keluarga Al-fatih yang selamat dan mereka ingin melindungi keluarganya ! .
Batin Santi bicara pada dirinya sendiri bingung mendengar laporan dari para bodyguar nya.
Kalau musuh tak bisa menyentuh Rafli, Farhan dan Sandi karna selalu ada orang yang melindungi mereka kemanapun mereka pergi.
Tak lama bibir Santi yang tak lain adalah Emira Halime Sky Mahmued tertarik kesamping menyeringai ketika menyadari sesuatu.
Sampai Santi terlelap karna lelah memikirkan semuanya.
Sedangkan didalam kamar dua peria itu masih saja bergulat membuat kamar Panji yang tadinya tertata menjadi berantakan bak kapal pecah.
Hu.. hu.. hu...
Brukkk
Panji dan Rafli ngos-ngosan karna lelah terus saling kejar dan saling melempar bantal dan barang-barang ringan lainnya membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang ditaburi bulu-bulu isi Bantal.
Panji dan Rafli saling pandang dengan tatapan datar dan tajam tapi yakinlah dibalik tatapan itu ada sesuatu yang tersembunyi.
__ADS_1
Bersambung.....